Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.676 views

Kampung KB dan Mimpi Pengentasan Kemiskinan

 
 
Oleh: Hana Annisa Afriliani, S.S
 
Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan program Kampung KB yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat program kependudukan  dan keluarga berencana, serta pemberdayaan keluarga. Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada Januari 2016 silam, sampai saat itu sudah terdapat sebanyak 16.486 kampung KB yang tersebar di seluruh Indonesia. 
 
Sebagaimana dilansir di dalam laman Kominfo.go.id bahwa keberadaan  Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah. Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
 
Dari pernyataan tersebut jelaslah bahwa arah pembentukan Kampung KB juga dalam rangka pengentasan kemiskinan. Namun, benarkah keberadaan Kampung KB benar-benar mampu mengentaskan kemiskinan sebagaimana yang diharapkan?
 
Perlu kita pahami bahwa kemiskinan yang terjadi hari ini merupakan kemiskinan sistemis, yakni kemiskinan yang tercipta akibat penerapan sistem rusak kapitalisme. Betapa tidak, kapitalisme dengan  segala pengatirannya yang berorientasi pada materi, menampakkan keberpihakannya kepada korporasi, bukan kepada rakyat. Alhasil, nasib rakyat terkatung-katung di negeri sendiri. 
 
Tingkat pengangguran kian bertambah, apalagi di masa pandemi saat gelombang PHK menerjang seiring rapuhnya perusahaan menahan  serbuan pandemi Covid-19. Akibatnya, angka kemiskinan  pun ikutan naik. Sudah jatuh, tertimpa tangga. Harga-harga kebutuhan pokok ikut pula melambung tinggi, tak sama sekali berempati terhadap nasib rakyat yang sudah di ujung tanduk. 
 
Begitulah akibat para punggawa negeri ini mengadopsi kapitalisme dalam menjalankan pemerintahannya. Maka, keberadaan kampung KB saja tidaklah cukup memberi arti jika sistem kapitalisme tak dibasmi. Karena justru penerapan kapitalismelah akar masalah dari problem kemiskinan yang menjamur di negeri ini. 
 
Jumlah Penduduk vs Kemiskinan
 
Pemerintahan dalam paradigma kapitalisme ini menjadikan banyaknya jumlah penduduk sebagai kambing hitam atas meningkatnya angka kemiskinan. Maka, mereka pun menggelontorkan solusi yakni pembatasan jumlah kelahiran lewat program keluarga berencana alias KB. Pemerintah beranggapan bahwa banyaknya angka kelahiran, maka akan menjadi beban bagi. negara.
 
Padahal kenyataannya tidak demikian. Anak itu anugerah terindah dari Allah Swt. Kalau dibilang, "Banyak anak banyak rezeki", memang benar adanya. Asalkan kita betul-betul yakin akan hal itu. Bukankah Allah mengecam dalam firman-Nya kepada mereka yang membunuh anak-anak mereka karena takut miskin? 
 
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." [al-Isrâ’/17:31]

Dari firman Allah itu saja sudah sangat jelas bahwa Allah menjamin rizki setiap makhluknya. Lantas, atas dasar apa pemerintah menganggap banyak anak akan menyumbang kemiskinan?
 
Pada dasarnya KB dalam Islam tidak dilarang alias mubah. Selama tujuannya memang menjarakkan kehamilan, bukan karena faktor lainnya. Sebab secara medis rahim ibu pun perlu jeda dari kehamilan untuk beberapa saat, sebelum siap dengan kehamilan berikutnya. Secara psikologis ibu pun, jarak usia anak yang terlalu dekat akan berpengaruh. Ibu sebagai orang yang berperan utama dalam mengasuh dan merawat anak bukan tak mungkin akan lebih rentan terserang stress bahkan depresi akibat kelelahan. 
 
Kemiskinan Sistemis Ciptaan Kapitalisme
 
Sebagaimana kita tahu, bahwa saat ini negeri kita menerapkan sistem kapitalisme yang memfokuskan pertumbuhan ekonomi pada sektor produksi. Sehingga barang hasil produksi terus diupayakan keberadaannya. Sementara soal distribusinya tidak diperhatikan, apakah sudah merata diterima oleh seluruh lapisan masyarakat ataukah hanya segelintir orang saja. Makanya, dalam sistem kapitalisme, banyak terjadi kesenjangan sosial. Akhirnya, yang kaya makin kaya, yang miskin kian melarat. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang Crazy Rich membeli kaos seharga Rp300 juta dan dia mengatakan, "Wah murah banget.... " dalam vlognya di channel Youtubenya.  Padahal di sisi lain, jutaan rakyat Indonesia harus berkubang dalam kemiskinan yang parah. Jangankan membeli kaos seharga Rp300 juta, untuk biaya makan sehari-hari pun harus putar otak. 
 
Islam Mengentaskan Kemiskinan
 
Dalam Islam, aspek distribusi merupakan aspek yang diperhatikan oleh negara dalam perekonomiannya. Artinya, negara memastikan betul bahwa harta kekayaan tidak mengendap atau berputar di segelintir orang saja.
 
Namun, begitulah jika negara berlepas tangan terhadap pemerataan distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Harusnya negara sebagai pemangku kebijakan memiliki sederet regulasi untuk menyejahterakan rakyatnya, tentu saja dengan pengaturan yang bersumber dari Allah saja.
 
Dalam Islam, kaya miskin merupakan sunatullah. Bukan berarti ketika Islam diterapkan, seluruh masyarakatnya pasti kaya raya. Tidak demikian. Hanya saja Islam akan menciptakan kondisi masyarakat yang sejahtera. Meski miskin, mereka masih bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti sandang, pangan dan papan. Karena negara dalam Islam bertanggung jawab penuh memelihara urusan rakyatnya dengan syariat Islam. 
 
Islam akan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi kaum laki-laki. Sebab mereka memiliki kewajiban menafkahi keluarganya. Islam juga memiliki mekanisme kepemilikan yang sesuai syariat Islam, yakni kepemilikan umum, negara, dan individu. Kepemilikan umum adalah hak setiap muslim, haram untuk dikuasai atau diprivatisasi oleh korporasi atau pribadi. Dengan adanya ketentuan itulah, rakyat akan sejahtera. Apalagi negeri ini berkelimpahan sumber daya alam. Sangat cukup untuk memakmurkan penduduk negeri jika saja tak diserahkan pada korporasi asing maupun aseng. 
 
Sungguh, hanya dengan penerapan sistem  Islam sajalah kita akan keluar dari problem kemiskinan seperti saat ini. Berharap pada solusi parsial ala kapitalisme, pengentasan kemiskinan hanyalah mimpi yang takkan pernah menjadi nyata. Negeri ini akan diliputi berkah dan rahmat-Nya. Dengan demikian, umat Islam harus menyatukan tekad dan menyamakan langkah perjuangan demi tegaknya Khilafah islamiah yang akan menjadi institusi penerap syariat Islam kaffah. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: Google
 
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Korban Jiwa Akibat Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah Meningkat Jadi 11.000 Orang Lebih

Korban Jiwa Akibat Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah Meningkat Jadi 11.000 Orang Lebih

Rabu, 08 Feb 2023 18:57

Baznas Segera Kirim Bantuan Medis Dan Logistik Ke Turki

Baznas Segera Kirim Bantuan Medis Dan Logistik Ke Turki

Rabu, 08 Feb 2023 14:35

Larangan Mbah Hasyim Asy'ari, Fatayat Menari & Campuraduk Non Mahram

Larangan Mbah Hasyim Asy'ari, Fatayat Menari & Campuraduk Non Mahram

Rabu, 08 Feb 2023 13:26

Keji! Pasukan Rezim Teroris Assad Bombardir Daerah Terdampak Gempa Tak Lama Setelah Bencana

Keji! Pasukan Rezim Teroris Assad Bombardir Daerah Terdampak Gempa Tak Lama Setelah Bencana

Rabu, 08 Feb 2023 13:15

Direktur CIA Bandingkan Meningkatnya Kekerasan Di Palestina Dengan Intifadah Kedua

Direktur CIA Bandingkan Meningkatnya Kekerasan Di Palestina Dengan Intifadah Kedua

Rabu, 08 Feb 2023 12:15

Charlie Hebdo Kembali Memicu Kemarahan Setelah Terbitkan Kartun Mengejek Gempa Turki

Charlie Hebdo Kembali Memicu Kemarahan Setelah Terbitkan Kartun Mengejek Gempa Turki

Rabu, 08 Feb 2023 11:15

Sedekah dengan Lisan, Bagaimana Caranya?

Sedekah dengan Lisan, Bagaimana Caranya?

Rabu, 08 Feb 2023 09:40

Qatar Akan Kirim 10.000 Rumah Mobil Untuk Korban Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Qatar Akan Kirim 10.000 Rumah Mobil Untuk Korban Gempa Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Rabu, 08 Feb 2023 00:05

Turki Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan Di Provinsi Yang Dilanda Gempa

Turki Umumkan Keadaan Darurat 3 Bulan Di Provinsi Yang Dilanda Gempa

Selasa, 07 Feb 2023 21:15

UBN Roadshow Dakwah Quran Di Sumbar, Gubernur Dan Wagub Turut Hadir

UBN Roadshow Dakwah Quran Di Sumbar, Gubernur Dan Wagub Turut Hadir

Selasa, 07 Feb 2023 21:00

20 Napi Islamic State Kabur Dari Penjara Setelah Gempa Dahsyat Di Suriah

20 Napi Islamic State Kabur Dari Penjara Setelah Gempa Dahsyat Di Suriah

Selasa, 07 Feb 2023 20:34

Persatuan Ulama Muslim Internasional Serukan Bantuan Mendesak Untuk Turki Dan Suriah

Persatuan Ulama Muslim Internasional Serukan Bantuan Mendesak Untuk Turki Dan Suriah

Selasa, 07 Feb 2023 20:00

3.432 Orang Tewas 21.103 Lainnya Terluka Akibat Gempa Kuat Yang Mengguncang Selatan Turki

3.432 Orang Tewas 21.103 Lainnya Terluka Akibat Gempa Kuat Yang Mengguncang Selatan Turki

Selasa, 07 Feb 2023 19:35

Utang Menggunung, Negara Kapitalis tak akan Mampu Membendung

Utang Menggunung, Negara Kapitalis tak akan Mampu Membendung

Selasa, 07 Feb 2023 15:36

Sekulerisme  Menggurita, Perempuan dan Anak-anak dalam Bahaya

Sekulerisme Menggurita, Perempuan dan Anak-anak dalam Bahaya

Selasa, 07 Feb 2023 14:52

Memanah Adalah Olah Raga Tertua Rekomendasi Nabi Muhammad

Memanah Adalah Olah Raga Tertua Rekomendasi Nabi Muhammad

Selasa, 07 Feb 2023 11:14

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Sudah 500 Lebih Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Besar Di Turki Dan Suriah

Senin, 06 Feb 2023 17:35

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Muhammadiyah Sidoarjo Siapkan Makanan Gratis Peserta Seabad NU

Senin, 06 Feb 2023 16:22

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Sedikitnya 176 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Yang Mengguncang Suriah Dan Turki

Senin, 06 Feb 2023 13:17

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Blokade Israel Sebabkan Peningkatan Angka Kanker Di Gaza

Senin, 06 Feb 2023 11:35


MUI

Must Read!
X