Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
26.443 views

Luthfi Hasan Ishak dan Hancurnya Gerakan Dakwah

Jakarta (voa-islam.com) Tidak ada yang membandingi covered (liputan) terhadap sebuah peristiwa yang dapat menyamainya. Peristiwa hancurnya Gedung WTC, di Manhattan, New York, serangan Amerika Serikat Terhadap Afghanistan, dan Irak. Jatuhnya pesawat Sukhoi, dan banjir di DKI, semua dikalahkan oleh covered terhadap penangkapan dan penahanan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak, dan sekarang dijebloskan oleh KPK kedalam tahanan militer Guntur.

Mungkin ini pertamanya dalam sajarah politik di Era Reformasi, seorang tokoh, pemimpin, simbol, dan ikon partai politik, yang awalnya menyandang sebagai partai dakwah, tertangkap oleh KPK dan dijebloskan ke dalam tahanan militer.

Mulanya, PKS menjadi partai dambaaan banyak anak muda, yang memiliki idealisme cita-cita ingin membangun negeri ini, serta berjuang dengan landasan prinsip dan nilai Islam.

Karena itu, PK yang berubah menjadi PKS yang memiliki jargon politik : "bersih, peduli, dan professional". Bagi kalangan kader PKS itu, penangkapan dan penahanan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, bagaikan mimpi, dan sebuah kemustahilan, serta tidak dapat dipercaya.

Sesungguhnya, para pemimpin PKS menampilkan wajah "ganda" antara bagaimana mereka ketika harus berdahadapan di depan kadernya, dan bagaimana mereka harus menampilkan wajahnya di depan umum, ketika bermuamalah dengan orang lain. Ketika berhadapan dengan para kadernya, mereka nampak suci, dan selalu menekankan nilai-nilai Islam dan kebenaran, serta kebaikan. Tetapi, faktanya selalu penuh dengan paradok.

Kisah penangkapan dan penahanan Luthfi Hasan Ishak itu, bentuk refleksi dari wajah ganda para pemimpin PKS. Seakan tidak ada korelasi antara saat mereka bertemu dengan para kadernya, di sisi lainnya, dan saat mereka bermuamalah dengan orang lain.

Sejatinya, PKS merupakan represantasi dari Gerakan Ikhwan, yang memiliki manhaj (methode) gerakan yang sempurna, bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, yang sudah dipraktekkan oleh para pendiri Gerakan Ikhwan di Mesir seperti Hasan al-Banna dan berkembang di seluruh dunia.

Gerakan Ikhwan melalui gerakan dakwahnya berhasil melakukan tranformasi perubahan yang sangat luas, di  seluruh dunia. Termasuk yang sekarang terjadi di dunia Arab, dan sungguh sangat luar biasa.

Gerakan Ikhwan menjadi pelopor perubahan di setiap negara melalui gerakan dakwahnya yang "washat" (tengah-tengah) dan tidak "ghuluw" (berlebihan), dan menekankan aspek amal.

Dengan sepuluh prinsip yang ada dalam "Risalah Dakwah", yang ditulis oleh Hasan Al-Banna, generasi Ikhwan yang tumbuh, benar-benar mereka ini menjadi para mujahid dakwah yang kokoh, dan hidup di tengah-tengah masyarakat luas, dan beramal dengan ikhlas. Mereka berjuang menegakkan prinsip dan nilai Islam, dan terus mengamalkannya.

Generasi baru dalam Gerakan Ikhwan, selalu ditekankan sifat-sifat yang mulia, dan para pemimpinnya memberikan tauladan. Bukan hanya sekadar yang sifatnya teori, tetapi masing-masing memberikan tauladan secara total. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Hasan Al-Banna yang dibunuh oleh penguasa Mesir. Mereka dididik berkorban (tadhiyah) dan ikhlas, serta hidup zuhud, dan wara', tidak memuja kehidupan dunia.

Hasan al-Banna menekankan pada tujuan dakwah, seperti di dalam "da'watuna" (dakwah kami), sesungguhnya dakwah Ikhwan itu, tidak ada sedikitpun mempunyai motif kepentingan dengan dunia.

Dakwah Ikhwan digambarkan oleh Hasan Al-Banna sebening cahaya, dan dan seputih sinar, tidak ada sedikitpun terselip dengan motif kepentingan-kepentingan duniawi. Semuanya dijalankan semata-mata atas dasar keinginan mendapatkan ridho dari Allah Rabbul Alamin.

Sampai-sampai Hasan Al-Banna memerintahkan kepada kadernya, yang berjuang bersama-sama dengan Ikhwan, agar keluar meninggalkan jamaah itu, bila mereka dalam bergabung dengan Ikhwan memiliki motif dan ambisi duniawi, dan kepentingan-kepentingan yang tidak selaras dengan tujuan dakwah Ikhwan.

Karena itu, dakwah Ikhwan, seperti yang diringkas oleh Hasan al-Banna seperti: "Allah Tujuan Kami (Allahu Ghoyatuna), Rasul Tauladan Kami (Ar-Rasul Qudwatuna), al-Qur'an undang-undang kami (al-Qur'an dusturuna), Jihad Jalan Hidup kami (al-jihad sabiluna), dan Mati Syahid Tujuan Tertinggi kami (al-mautu fi sabilillah asma amanina)".

Itulah prinsip-prinsip dasar dakwah Ikhwan yang ditegaskan Hasan al-Banna. Prinsip-prinsip itulah yang terus menjadi sumber motivasi dalam gerakan dakwah Ikhwan, dan membuat para pengikutnya selalu berkorban. Ikhwan menjadi lebih kuat dan solid, sepanjang sejarahnya, meskipun selalu ada perbedaan di dalam gerakannya.

Jamaah Ikhwan dengan gerakan dakwahnya yang hampir 100 tahun itu, berhasil mengantarkan perubahan di setiap negara, dan sekarang menjadi fenomena di dunia Arab, Afrika utara, dan di berbagai belahan dunia.

Ikhwan terlibat secara aktif dalam setiap perjuangan pembebasan. Termasuk di Palestina, Afghan, Irak, Lebanon, Afrika Utara, dan bahkan usaha-usaha Ikhwan yang gigih di Eropa, Amerika dan sejumlah negara lainnya.

Sekarang di Indonesia. Apa yang menjadi masalah, dan di mana letak persoalannya? Di mana terjadi perbedaan antara Gerakan Ikhwan di Mesir dan di Indonesia? Jika PKS ini menjadi represantasi Jamaah Ikhwan, tetapi justeru sangat berbeda corak gerakan dan implementasinya dalam amal.

Di Indonesia PKS yang nampak justru, sudah sangat menyimpang terkait dengan "ghoyah" (tujuan). Dalam aspek amal dan secara "i'tiqodi"  sudah nampak pula  menyimpang. Penyimpangan (inhirof) yang terjadi di dalam PKS, bukan hanya terkait dengan masalah-masalah amal semata, tetapi yang menyimpang sudah terkait dengan masalah yang paling pokok dan asas, terkait dengan iman dan aqidah,  yang menjadi ruh dari gerakan mereka.

Sesungguhnya yang menjadi "wasail" (sarana) berubah menjadi "ghoyah" (tujuan). Partai, parlemen, kekuasaan, jabatan, harta kekayaan dan sarana-sarana lainnya, sekarang berubah menjadi "ghoyah".

Ditangkap dan ditahannya Luthfi Hasan Ishak oleh KPK, karena faktor utamanya, PKS telah mengubah prinsip dasar gerakan. Di mana "wasail" berubah menjadi "ghoyah".

Bahkan, sampai-sampai mengubah secara total ittijah (orientasi) dari gerakan mereka yang hanya menjadi "wasail" justeru menjadi tujuan "ghoyah". Karena, mereka sudah menuhankan kekuasaan, jabatan, harta kekayaan, perempuan,  dan aksesoris dunia lainnya.

Lalu, para pemimpin PKS tidak lagi menjadi orang-orang yang meniru dan meneladani para salafush shalilh, yang hidup zuhud dan wara', tetapi menjadi barisan para pengikut "Qorun" dan "Bal'am".

Mereka menjadi para penikmat duniawi. Menjadikan duniawi sebagai sesembahan mereka yang baru. Bukan lagi Allah Rabbul 'Alamin.

Para elit PKS tidak lagi berwala' (memberikan loyalitas) kepada Allah dan Rasul, tetapi sebaliknya memberikan wala'nya kepada mereka yang terang-terangan memusuhi terhadap Allah dan Rasul.

Karena itu, PKS yang hakekatnya Jamaah Ikhwan itu, melakukan pengkhianatan terhadap manhaj dan tujuan gerakan itu sendiri. Seperti yang telah mereka lakukan saat mereka mendeklarasikan dirinya menjadi partai terbuka, di Hotel Rizt  Carlton, Juni 2008.

Selanjutnya, PKS sebagai gerakan dakwah pemimpinnya tidak berani bersikap bara' (menolak) segala bentuk pelanggaran, penyimpangan, dan kemungkaran yang terjadi di tengah-tengah kehidupan, terutama oleh penguasa.

Bahkan, PKS memberikan dukungannya kepada penguasa yang terang-terangan melakukan pengingkaran terhadap al-haq (al-Islam), sampai hari ini. Semuanya sikap dan tindakan  ini hanya diberi stempel dengan : "demi kemaslahatan dakwah".

Gerakan ini seperti yang terjadi di kalangan Yahudi, yang kemudian oleh Allah Ta'ala dikutuk, karena sikapnya yang menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Ta'ala. Membenarkan segala yang dilarang oleh Allah Ta'ala.

Selama lebih satu dekade, tidak nampak yang sangat menonjolkan usaha-usaha yang dilakukan oleh PKS, khususnya dalam mengubah kehidupan umat dan bangsa ini. Justru masuk dalam lingkaran kekuasaan yang sangat merusak, dan menghancurkan kehidupan ini.

Sejatinya, jika kalangan internal bisa mengambi ibroh dari peristiwa yang dialami Luthfie Hasan Ishak, dan melakukan otokritik, dan membersihkan dari unsur-unsur yang sudah tidak lagi komit terhadap manhaj dan thoriqoh dakwah Ikhwan yang menjadi prinsip gerakannya, mungkin masih dapat berharap masa depan PKS, sebagai bentuk model gerakan Ikhwan di Indonesia.

Tetapi, justru yang ada sekarang ini, yang muncul sikap defensif dan apologi, seperti yang diperlihatkan oleh Hidayat Nurwahid. Umat menjadi sangat tidak simpati cara itu.

Seharusnya, di internal PKS melakukan penyidikan dan investigasi, mereka yang salah harus dikeluarkan dari PKS, siapapun. Tidak membiarkan kesalahan dan keadaan yang ada. Karena itu, hanya akan membawa kehancuran belaka. Siapapun tidak ada yang maksum, termasuk Hilmi Aminuddin yang menjadi tokoh sentral dalam PKS.

Mungkinkah kasus seperti Lutfhi Hasan Ishak ini sudah sangat sistemik di dalam organisasi gerakan PKS?

Kalau itu yang terjadi, dan tidak ada satupun yang berani melakukan koreksi, maka sesungguhnya gerakan dakwah yang kemudian berwajah PKS itu, nantinya akan terkubur seperti "Qorun", yang lupa dan ingkar atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah Azza Wa jalla. Wallahu a'lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Balita Penderita Tumor Mata dari Jambi Butuh Bantuan Biaya Pengobatan. Ayo Bantu!!!

Sudah dua tahun balita Irgi Perdana menderita tumor mata. Untuk menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, ia butuh uluran tangan kaum Muslimin...

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Latest News
Kereta Cepat: Pulau Jawa Dominan Nikmati APBN daripada Daerah Lain

Kereta Cepat: Pulau Jawa Dominan Nikmati APBN daripada Daerah Lain

Kamis, 11 Feb 2016 21:09

Rumah Tahfidz Husnul Khatimah: Semangat Kaum Senja di Ujung Garut

Rumah Tahfidz Husnul Khatimah: Semangat Kaum Senja di Ujung Garut

Kamis, 11 Feb 2016 20:55

Istilah Radikal; Jebakan Barat bagi Umat Islam

Istilah Radikal; Jebakan Barat bagi Umat Islam

Kamis, 11 Feb 2016 20:55

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Mendukung LGBT, Starbucks Indonesia Pastikan Sejalan dengan Manajemen Pusat

Kamis, 11 Feb 2016 20:40

Perempuan dalam Jerat Perbudakan Modern Imbas MEA

Perempuan dalam Jerat Perbudakan Modern Imbas MEA

Kamis, 11 Feb 2016 20:30

AS Sebar Lebih Banyak Pasukan ke Helmand untuk Cegah Jatuh ke Tangan Taliban

AS Sebar Lebih Banyak Pasukan ke Helmand untuk Cegah Jatuh ke Tangan Taliban

Kamis, 11 Feb 2016 20:15

Psikolog: Homoseks Bukan Bawaan dari Lahir dan Bisa Disembuhkan

Psikolog: Homoseks Bukan Bawaan dari Lahir dan Bisa Disembuhkan

Kamis, 11 Feb 2016 19:52

Jokowi, Lain Dulu Lain Sekarang: Inkonsisten

Jokowi, Lain Dulu Lain Sekarang: Inkonsisten

Kamis, 11 Feb 2016 19:09

Alhamdulillah! Maret 2016, Pelabuhan Halal Mulai Beroperasi di Indonesia

Alhamdulillah! Maret 2016, Pelabuhan Halal Mulai Beroperasi di Indonesia

Kamis, 11 Feb 2016 18:54

Puldapii Anjurkan BNPT Agar Bersikap Mendidik dan Membina

Puldapii Anjurkan BNPT Agar Bersikap Mendidik dan Membina

Kamis, 11 Feb 2016 18:28

Pengamat, juga Pendukung Jokowi: Utang Kereta Cepat Sepanjang Hayat!

Pengamat, juga Pendukung Jokowi: Utang Kereta Cepat Sepanjang Hayat!

Kamis, 11 Feb 2016 17:09

Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Mulai Gunakan Biogas

Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an Mulai Gunakan Biogas

Kamis, 11 Feb 2016 15:39

Mengeyampingkan Rakyat, Manjakan Pengusaha, Gerindra: Jokowi Inkonsisten!

Mengeyampingkan Rakyat, Manjakan Pengusaha, Gerindra: Jokowi Inkonsisten!

Kamis, 11 Feb 2016 15:09

Para Pemimpin Tradisional Afrika Selatan 'Resah' Cucu Nelson Mandela Masuk Islam

Para Pemimpin Tradisional Afrika Selatan 'Resah' Cucu Nelson Mandela Masuk Islam

Kamis, 11 Feb 2016 14:00

Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Mujahidin di Idlib Akan Eksekusi Siapapun yang Berkhianat Membantu Desa Syi'ah Fuaa dan Kafraya

Kamis, 11 Feb 2016 13:15

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

ISIS/IS Undang Kapolri & Pimpinan Banser Ikut Berperang di Suriah?

Kamis, 11 Feb 2016 13:09

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Karena Tak Menundukkan Pandangan, Akhir Hidup Muadzin Ini Murtad

Kamis, 11 Feb 2016 11:59

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Temu Pembaca Smart With Islam dan Talk Show Time Will Never Be Back

Kamis, 11 Feb 2016 11:23

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

BNPT Rekrut Muhammadiyah, NU, dan MUI untuk Dapatkan Keterangan Jihad

Kamis, 11 Feb 2016 11:09

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award  2016

Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya di Laut Masuk Nominasi Nansen Refugee Award 2016

Kamis, 11 Feb 2016 10:52



Must Read!
X