Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.905 views

Mungkinkah Mafia Narkoba Menguasai Indonesia Seperti Mexico?

Jakarta (voa-islam.com)  Akankah Indonesia  menjadi seperti Mexico? Di mana mafia dan bos kartel narkoba mengalahkan negara. Negara menjadi lumpuh. Tidak berdaya menghadapi jaringan mafia narkoba.

Jaringan kartel narkoba sudah begitu luas. Sehingga, kekuatan negara tak mampu menghadapi mereka. Ditambah, adanya main mata, antara aparat penegak hukum, dan sejumlah penjabat dengan para gembong narkoba.

Para bos kartel narkoba itu, mereka memiliki ladang-ladang yang luas di seantero pegunungan Mexico, mereka sudah memiliki pabrik guna memproses narkoba. Mereka memiliki pesawat dan kapal sendiri.

Mereka mengirimkan barang "haram" itu ke berbagai negara dengan menggunakan sarana-sarana mereka miliki. Mereka memiliki bank sendiri, guna menampung uang dari dari penjualan narkoba.

Tentu, bagi pemerintah  Mexico yang paling masygul, di mana para bos kartel narkoba itu, mereka membentuk pasukan militer, dan dilengkapi dengan berbagai jenis senjata mutakhir. Bukan hanya digunakan melawan pasukan pemerintah. Tetapi, kalangan kartel narkoba itu, berperang melawan sesama jaringan narkoba di Mexico. Sehingga, Mexico terus dilanda kekacauan, dan perang antara pemerintah melawan pasukan kartel obat bius,dan perang diantara mereka sendiri.

Di Indonesia pengguna terus bertambah luas. Dahulu yang menjadi pusat narkoba di "Segitiga emas", yang berpusat di Thailand. Tetapi, karena pemerintah Thailand melakukan pengetatan, sekarang berpindah ke Indonesia. Di Indonesia perdagangan narkoba sudah sangat luas. Peredaran sudah sampai di gang-gang di kampung.

Bandara  dan pelabuhan begitu mudah masuk barang "haram" dari manca negara, seperti Malaysia, Hongkong, Singapura, Bangkok, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Karena para pejabat dan pengawas di Bandara dan Pelabuhan dengan sangat mudah, mereka bisa disuap.

Bahkan, di penjara-penjara menjadi pusat peredaran dan pengendalian, bisnis narkoba. Ini tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya keterlibatan oknum-oknum aparat penegak hukum, yang memberikan  keleluasaan kepada para bandar narkoba yang sekarang sudah berada dalam penjara. Sehingga, mereka dapat dengan leluasa melakukan aktitivitas bisnis narkoba.

Apartemen banyak yang menjadi pusat pembuatan narkoba. Sudah berapa banyak narkoba yang diproses di apartemen oleh para bos narkoba  di Jakarta  ini. Tanpa ada kecurigaan apapun terhadap mereka. Belum lagi, tempat hiburan, sekarang menjadi pusat perederan narkoba. Tidak sedikit dikalangan artis yang menjadi pengguna narkoba.

Sekarang Indonesia sudah menempati urutan nomor tiga dalam hal perdagangan narkoba dunia. Hampir menyamai Mexico. Perederannya dan perdagangan sudah sangat luas. Tak habis-habis. Jutaan orang Indonesia menjadi pengguna narkoba. Indonesia menjadi pasar baru bagi perdagangan narkoba. Dengan jumlah penduduk 240 juta, dan anak-anak muda, serta terjadinya "baby boom", sekarang ini, Indonesia menjadi pasar yang menarik.

Rumah-rumah eksklusif di pinggir pantai, berupa vila dan apartemen, tidak luput menjadi tempat penyelundupan narkoba. Indonesia sebenarnya menjadi negara dalam keadaan bahaya "state emergency". Karena sudah begitu luasnya peredaran narkoba. Generasi muda yang baru banyak yang menjadi generasi yang "teler".

Nantinya generasi baru di Indonesia akan mengalami kondisi yang sangat suram. Mereka miskin, dicekoki narkoba, dan sudah kehilangan kesadaran, lemah, dan tidak memiliki gairah hidup, dan ini menjadi fenomena di kota-kota besar. Sekalipun sudah dibentuk oleh kepolisan yaitu BNN (Badan Nasional Narkotika), yang bertujuan memberantas narkoba, tetapi buktinya tak pernah habis, dan bahkan berkembang biak.

Di Mexico, Presiden Enrique Pena Nieto mengumumkan rencana negeri itu membentuk satuan kepolisian baru untuk memerangi kejahatan dan kartel-kartel obat bius. Pasukan polisi itu, yang mengambil model pasukan Guardia Civil Spanyol, akan beranggotakan 10.000 personil yang tangguh. Meksiko saat ini memiliki satuan kepolisian kota, negara bagian dan kepolisian nasional.

"Meksiko menginginkan kedamaian," ujar presiden baru itu saat memberikan sambutan dalam pertemuan kabinet, para gubernur, parlemen dan hakim ditambah para pengamat HAM.

"Prioritasnya, adalah mengurangi angka pembunuhan, penculikan dan pemerasan," lanjut Nieto. Enam poin strategi Presiden Nieto termasuk memperbarui pasukan keamanan yang selama ini terbagi dalam lima wilayah operasi. Selain berencana membantuk satuan kepolisian baru, Presiden Nieto juga menganggarkan 8,8 miliar dollar AS untuk program sosial yang ditujukan untuk mencegah kejahatan.

Nieto dilantik menjadi presiden pada 1 Desember 2012, menggantikan Felipe Calderon dari Partai Aksi Nasional (PAN). Sesuai undang-undang Meksiko, presiden memiliki masa jabatan enam tahun dan tak bisa dipilih lagi.

Selama pemerintahan Felipe Calderon yang mencanangkan perang melawan kartel obat bius mengakibatkan setidaknya 60.000 orang tewas. Padahal, pemerintah sudah mengerahkan militer untuk memerangi geng-geng narkoba. Apa yang terjadi di Mexico sudah mirip di Indonesia. Begitu banyak peredaran narkoba, dan berbagai kelompok geng sudah terlibat dalam bisnis ini.

Militer Meksiko menjalankan operasi anti-kartel sangat luas, sampai menjangkau seluruh Mexico.Tetapi para jaringan kartel obat bius di Mecxico itu, mereka sudah memiliki pasukan bersenjata, maka militer Mexico menjadi kewalahan menghadapi mereka. Hasil penjualan obat bius alias narkoba itu,mereka gunakan membeli alat-alat militer melawan pasukan pemerintah.

Betapa bahayanya jaringan kartel yang sudah menjadi kekuatan mafia dan memiliki jaringan yang sangat luas seperti Mexico, dan negara harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar. Tidak mudah membasmi kartel obat bius yang sudah melibatkan elemen yang begitu luas, baik aparat, pejbata, dan sebagian rakyat yang hidupnya dari perederan obat bius.

Indonesia pemerintahnya sangat lemah dalam melawan jaringan narkoba. Seperti yang ditunjukkan oleh Presiden SBY, yang memberikan grasi kepada "Ratu Marijuana" dari Australias, Corby.

Ini menjadi preseden yang buruk, di mana seorang Presiden memberikan grasi kepada "Ratu Marijuana". Dampaknya semakin lemah dalam pemberantasan obat terlarang, narkoba. Ini benar-benar menjadi ancaman masa depan Indonesia. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X