Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
224.760 views

Jokowi Menelanjangi Dirinya di Depan Mata Rakyat Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Wawancara Jokowi dan Prabowo oleh televisi asing Bloomberg dan Channel News Asia, yang berdurasi dua setengah menit itu kalau dihitung Jokowi hanya tampil di setengah menitnya saja.

Tetapi, banyak kalayak yang penasaran ingin tahu isinya, saat mengklik link-nya " http://www.youtube.com watch?v=qdNmtYcaAzg&featu re=youtu.be", video itu sudah dihapus!

Dalam wawancara itu, menunjukkan kemampuan dan kualitas Jokowi yan g hanya bisa cengar-cengir, dan menjawab dengan : “I don’t think about that ..”.Sampai wartawati yang mewancarai Jokowi tidak dapat menahan tawanya, dan tertawa berderai melihat kemampuan Jokowi, menjawab pertanyaan yang disodorkannya.

Komen-komen yang ada, diantara dari seorang Guru Besar Ekonomi di Universitas Indonesia (UI), Taufik Baharuddin juga berpendapat bahwa dia tidak bisa mengukur kemampuan Jokowi untuk memimpin 250 juta rakyat Indonesia, ketika melihat wawancara itu.

Berbeda dengan Prabowo yang tampak fasih, bukan soal bahasa Inggrisnya, tetapi tentang apa yang akan dilakukannya bila dirinya nanti terpilih sebagai presiden RI. Video itu ditutup dengan sebuah kesimpulan yang tertulis di situ bahwa pemikiran Prabowo 100 tahun di depan dibanding Jokowi.

Sangat wajar kalau pendukung Jokowi jadi meradang karena video ini. Sekarang, rakyat Indonesia lebih bisa melihat ‘aslinya’ Jokowi, ketika mendengar dan melihat pidato calon presiden Joko Widodo selama dua kali dalam forum Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menjadi perbincangan secara luas dikalangan masyarakat.

Kapasitas Jokowi sebagai capres pun dipertanyakan. Pidato Jokowi dalam acara deklarasi kampanye damai dan berintegritas yang digelar KPU pada Selasa (3/6/2014) malam menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Sikap kaku dan kurang mengusai materi tampak menonjol dari pidato Jokowi. "Pidato Jokowi semalam sama sekali tidak mencerminkan sosok calon presiden. Bagaimana nanti kalau melakukan diplomasi dengan dunia internasional," kata Emha M salah satu profesional muda di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Kegusaran salah satu warga Jakarta tersebut memang dapat dimaklumi. Jika melihat pidato Jokowi di Hotel Bidakara yang ditayangkan secara langsung di beberapa stasiun televisi itu cukup kontras bila disandingkan dengan pidato Prabowo Subianto yang cenderung tenang dan tidak gugup.

Komentar senada juga muncul di Youtube yang ditulis Kansha Husnadia yang menuliskan "Saya sedih lihat wajah jokowi dan cara bicaranya. Tidak lebih baik dari siswa SMK saya yang belum lama ini ujian praktiknya berpidato," tulisnya mengomentari pidato Jokowi yang muncul di Youtube.

Banyak juga yang tetap mengapresiasi Jokowi, meski tidak terkait dengan pidatonya. Jokowi memiliki alibi atas pidatonya yang direspons negatif oleh banyak orang. Ia menampik bila pidato dalam acara deklarasi kampanye damai dan bermartabat disebut kaku. Menurut Jokowi, pidato dia serius.

Alasannya persoalan di lapangan yang belakangan terjadi cukup serius seperti intimidasi, kekerasan, dan kampanye hitam. "Saya harus serius dong. Saya nggak mau hal yang prinsip disampaikan secara santai, harus serius," kelit Jokowi. Bisa saja Jokowi berkelit.

Namun bila disandingkan dengan pidato Prabowo memang cukup kontras. Prabowo tampak menguasai aturan umum dalam pidato. Prabowo menyapa sejumlah pihak yang terkait dalam acara tersebut seperti dengan tertib menyapa Ketua Bawaslu, Ketua DKPP, Ketua KPU, Panglima TNI, Kapolri, Ketua DPR, pasangan capres/cawapres Jokowi-JK, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Pidato Jokowi mengulang kebiasaan barunya dengan membaca mukaddimah yang berisi pujian pada Allah SWT dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, tradisi lazim bagi masyarakat muslim.

Meski, di akhir pidato, Jokowi alpa dengan tidak melengkapi kalimat yang lazim dipakai seperti "Billahi Taufiiq wal hidayah" atau "wallahul muwafiq ilaa aqwatih thoriiq" lalu diikuti dengan ucapan salam.

Sedangkan Prabowo Subianto, berbeda dengan Jokowi, di forum resmi yang digelar KPU membiasakan mengucap salam secara lengkap dengan mengucap "assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" diikuti salam "om swastiastu shanti om".

Salam Prabowo ini tampak memberi pesan nasionalisme dengan menyebut salam yang mencerminkan pluralitas Indonesia. Pidato Jokowi dalam dua kali kesempatan di forum KPU semakin menunjukkan bila ia memang tidak biasa melakukan orasi di depan publik.

Kendati demikian, Cawapres JK beralasan "Susah cari orang yang pintar bicara panjang, bisa kerja panjang. Kalau Jokowi bicara pendek bekerjanya panjang," bela JK di hadapan ratusan kiai dan ulama dalam acara silaturahmi ulama pesantren di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Kemampuan komunikasi publik bagi pemimpin selevel presiden semestinya menjadi faktor penting. Apalagi, Presiden tidak lagi mengurus urusan teknis. Kebijakan yang sifatnya makro, kerja diplomasi serta ucapannya yang mampu menggerakkan masyarakat menjadi salah satu kerja presiden.

Kerja bagi presiden tidak dapat dimaknai kerja di lapangan. Karena Presiden tidak mengurus hal teknis yang sifatnya mikro. Sungguh kasihan bangsa Indonesia melihat Jokowi dipaksakan oleh orang-orang yang sangat tidak bertanggungjawab, memaksa Jokowi menjadi calon presiden?

Ini akan menjadi preseden buruk bagi masa depan Indonesia, di mana para ‘cukong’ dengan menutup hati, telinga, dan mata, terus memaksa Jokowi berlaga di pilpres 2014. (afgh/dbs/voa-islam.com)

Berita Terkait :

Melawan Lupa (1): Kasus Talangsari, Jama'ah Islamiyah dan Komnas HAM 01 

Melawan Lupa (2): Beberapa Nama, Saksi Palsu dan Islah Talangsari

Melawan Lupa (3): 'License To Kill' Muslim Talangsari Lampung 1989

AM Hendropriono Dalang Pembunuhan Tragedi Munir, Talangsari, Lampung

Riyanto 'Talangsari': Komnas HAM & Kontras Lestarikan Citra Buruk Pada Islam

Innalillah, Jenderal-Jenderal Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Jum'at, 03 Feb 2023 13:45

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Jum'at, 03 Feb 2023 10:02

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42


MUI

Must Read!
X