Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
58.966 views

Sebaiknya Jokowi Mengangkat Bendera Putih, Lebih Terhormat

JAKARTA (voa-islam.com) - Dari tiga kali debat  digelar oleh KPU tentang masalah-masalah mendasar bangsa Indonesia, mulai masalah pembangunan demokrasi, kesejahteraan, hak asasi manusia,  ekonomi, pertahanan keamanan, semua menunjukkan kapasitas Jokowi. Rakyat bisa menilai kualitas kepemimpinan sosok Jokowi sebagai calon presiden. Debat capres diselenggarakan KPU itu, bisa menjadi indikator terhadap calon presiden, layak atau tidak memimpin negeri ini.

Presiden atau pemimpin tidak bisa lahir secara instan. Presiden atau pemimpin tidak bisa lahir dari sebuah proses rekayasa media. Presiden atau pemimpin tidak bisa hanya dari hasil proses pencitraan. Presiden dan pemimpin harus benar-benar lahir dari sebuah ujian. Ujian dari hari ke hari, minggu, bulan, dan tahun dengan berbagai ujian. Seperti batu be rlian yang digosok, kemudian menjadi berlian. Bukan hasil polesan.

Calon presiden Jokowi bukan lahir dari sebuah proses panjang dari perjuangan seorang pemimpin. Tapi, lebih sebuah proses rekayasa media massa dan media sosial yang memainkan opini. Dengan berbagai cara yang sangat absur dan naif. Jokowi menjadi ‘gelembung’ balon yang naik diatas langit Indonesia  secara tiba-tiba. Jokowi belum teruji dengan sebuah ujian yang benar-benar dapat mem bentuk dirinya menjadi pemimpin sejati.

Media massa dan media sosial dengan sengaja membuat rekayasa dengan trik-trik yang dimaikan secara sistematis, termasuk poling dan survei yang seakan sebagai sebuah faktor penentu, bahwa Jokowi layak menjadi presiden dan pemimpin 250 juta rakyat Indonesia. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sengaja membuat sebuah rekayasa dan membentuk opini dengan mengangkat tokoh ‘Jokowi’ yang tiba-tiba memenuhi jagad dan langit politik Indonesia, sebagai tokoh yang harus diterima oleh rakyat Indonesia sebagai presiden dan pemimpin.

Tetapi, tiga kali berlangsung debat capres yang diselenggarakan KPU, menjadi ‘ujian’ bagi Jokowi, apakah dia seorang calon presiden dan pemimpin yang layak didukung atau tidak? Tiga kali debat calon presiden antara Prabowo – Jokowi, sudah sangat dengan jelas, memberikan gambaran kepada rakyat tentang kualitas dan kapasitas Jokowi. Memang, Jokowi belum atau tidak layak menjadi presiden dan pemimpin bangsa Indonesia.

Jokowi bukan tidak mampu menyampaikan visi-misinya dengan bahasa tutur secara baik, tetapi mantan walikota Solo itu, juga tidak menguasai dan memahami substanti masalahnya. Sekalipun, sudah dibentuk ‘Tim Ahli’ dari berbagai ahli yang mempersiapkan materi visi-misi, dan materi lainnya, tetapi tetap saja Jokowi tidak mampu mengartikulasikannya, bahkan terkadang nampak gugup, meskipun sudah membaca dan melihat catatan. Ternyata, tidak cukup dihafal materi-materi yang sudah disiapkan oleh ‘Tim Ahli’ yang dipimpin menantu Jenderal Theo Syafi’i , Andi Wijayanto dan Muarar Sirait, dan sejumlah jenderal.

Ini hanyalah menggambarkan memang Jokowi memang faktnya  belum siap menjadi presiden dan memimpin bangsa. Kualitasnya, kapasitasnya, kemampuannya, pandangannya, ilmu pengetahuannya, dan Jokowi masih sangat lemah dari segi ‘leadershipnya’, ketika harus berhadapan dengan fihak-fihak yang memiliki kepentingan terhadap Indonesia.  Jika Jokowi dipaksakan menjadi presiden dan pemimpin, makan akan menghancurkan dirinya sendiri, dan bangsa Indonesia. Jokowi bukanlah seperti ‘Bung Karno’. Itu  sudah sangat jelas selama dalam debat capres.

Indonesia bangsa besar, luas wilayahnya tiga daratan Eropa, berpenduduk 250  juta, di tengah-tengah perubahan besar, persaingan global, dan era keterbukaan yang sangat berpotensi akan mengancam eksistensi Indonesia. Sehingga, diperlukan seorang ‘tokoh’ yang akan memimpin Indonesia yang benar-benar mumpuni.

 Bukan hanya dengan modal Jokowi yaitu‘blusukan’ atau berbadan kurus dianggap sebagai ‘jujur’, yang menjadi antitesa dari kondisi Indonesia sekarang sudah sangat korup. Karena,  sudah terbukti, kurang dari dua tahun Jokowi menjadi Gubernur, sudah muncul kasus korupsi di DKI Jakarta, pembelian bus Transjakarta, Rp 1,5 triliun.

Jika para pendukung Jokowi, seperti Mega, elite PDIP, konglomerat, para jenderal yang terus memanasi Jokowi, sedikit memiliki ‘commonsense’ (akal sehat), pasti akan memilih jalan elegan dan terhormat, serta bijaksana, yaitu mengangkat ‘bendera putih’ (kalah), sebagai pernyataan kalah. Kemudian, memberikan kesempatan kepada Prabowo-Hatta Rajasa, memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Mumpung masih ada waktu. Jokowi mundur dari pencalonan presiden tidak akan kehilangan muka. Malah menjadi orang yang terhormat. Mendapatkan penghargaan. Sembari melanjutkan tugas sebagai gubernur DKI, yang diamanahkan oleh rakyat Jakarta. Jokowi tidak memilih ‘mangkir’, dan terus bergelut dengan bathinnya. Ini memang berat. Bagi Jokowi, Mega, elit PDIP, para jenderal, dan konglomerat.

Pilihan  ‘mengangkat bendera putih’ menjadi  sangat terhormat dan berharga, bagi masa depan Jokowi, Mega, para  jenderal, dan konglomerat. Tidak terus memaksakan Jokowi. Karena, hanya akan menghancurkan, dan mereka akan kehilangan masa depan, jika rakyat yang memvonisnya, 9 Juli nanti.  Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X