Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
59.488 views

Sebaiknya Jokowi Mengangkat Bendera Putih, Lebih Terhormat

JAKARTA (voa-islam.com) - Dari tiga kali debat  digelar oleh KPU tentang masalah-masalah mendasar bangsa Indonesia, mulai masalah pembangunan demokrasi, kesejahteraan, hak asasi manusia,  ekonomi, pertahanan keamanan, semua menunjukkan kapasitas Jokowi. Rakyat bisa menilai kualitas kepemimpinan sosok Jokowi sebagai calon presiden. Debat capres diselenggarakan KPU itu, bisa menjadi indikator terhadap calon presiden, layak atau tidak memimpin negeri ini.

Presiden atau pemimpin tidak bisa lahir secara instan. Presiden atau pemimpin tidak bisa lahir dari sebuah proses rekayasa media. Presiden atau pemimpin tidak bisa hanya dari hasil proses pencitraan. Presiden dan pemimpin harus benar-benar lahir dari sebuah ujian. Ujian dari hari ke hari, minggu, bulan, dan tahun dengan berbagai ujian. Seperti batu be rlian yang digosok, kemudian menjadi berlian. Bukan hasil polesan.

Calon presiden Jokowi bukan lahir dari sebuah proses panjang dari perjuangan seorang pemimpin. Tapi, lebih sebuah proses rekayasa media massa dan media sosial yang memainkan opini. Dengan berbagai cara yang sangat absur dan naif. Jokowi menjadi ‘gelembung’ balon yang naik diatas langit Indonesia  secara tiba-tiba. Jokowi belum teruji dengan sebuah ujian yang benar-benar dapat mem bentuk dirinya menjadi pemimpin sejati.

Media massa dan media sosial dengan sengaja membuat rekayasa dengan trik-trik yang dimaikan secara sistematis, termasuk poling dan survei yang seakan sebagai sebuah faktor penentu, bahwa Jokowi layak menjadi presiden dan pemimpin 250 juta rakyat Indonesia. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sengaja membuat sebuah rekayasa dan membentuk opini dengan mengangkat tokoh ‘Jokowi’ yang tiba-tiba memenuhi jagad dan langit politik Indonesia, sebagai tokoh yang harus diterima oleh rakyat Indonesia sebagai presiden dan pemimpin.

Tetapi, tiga kali berlangsung debat capres yang diselenggarakan KPU, menjadi ‘ujian’ bagi Jokowi, apakah dia seorang calon presiden dan pemimpin yang layak didukung atau tidak? Tiga kali debat calon presiden antara Prabowo – Jokowi, sudah sangat dengan jelas, memberikan gambaran kepada rakyat tentang kualitas dan kapasitas Jokowi. Memang, Jokowi belum atau tidak layak menjadi presiden dan pemimpin bangsa Indonesia.

Jokowi bukan tidak mampu menyampaikan visi-misinya dengan bahasa tutur secara baik, tetapi mantan walikota Solo itu, juga tidak menguasai dan memahami substanti masalahnya. Sekalipun, sudah dibentuk ‘Tim Ahli’ dari berbagai ahli yang mempersiapkan materi visi-misi, dan materi lainnya, tetapi tetap saja Jokowi tidak mampu mengartikulasikannya, bahkan terkadang nampak gugup, meskipun sudah membaca dan melihat catatan. Ternyata, tidak cukup dihafal materi-materi yang sudah disiapkan oleh ‘Tim Ahli’ yang dipimpin menantu Jenderal Theo Syafi’i , Andi Wijayanto dan Muarar Sirait, dan sejumlah jenderal.

Ini hanyalah menggambarkan memang Jokowi memang faktnya  belum siap menjadi presiden dan memimpin bangsa. Kualitasnya, kapasitasnya, kemampuannya, pandangannya, ilmu pengetahuannya, dan Jokowi masih sangat lemah dari segi ‘leadershipnya’, ketika harus berhadapan dengan fihak-fihak yang memiliki kepentingan terhadap Indonesia.  Jika Jokowi dipaksakan menjadi presiden dan pemimpin, makan akan menghancurkan dirinya sendiri, dan bangsa Indonesia. Jokowi bukanlah seperti ‘Bung Karno’. Itu  sudah sangat jelas selama dalam debat capres.

Indonesia bangsa besar, luas wilayahnya tiga daratan Eropa, berpenduduk 250  juta, di tengah-tengah perubahan besar, persaingan global, dan era keterbukaan yang sangat berpotensi akan mengancam eksistensi Indonesia. Sehingga, diperlukan seorang ‘tokoh’ yang akan memimpin Indonesia yang benar-benar mumpuni.

 Bukan hanya dengan modal Jokowi yaitu‘blusukan’ atau berbadan kurus dianggap sebagai ‘jujur’, yang menjadi antitesa dari kondisi Indonesia sekarang sudah sangat korup. Karena,  sudah terbukti, kurang dari dua tahun Jokowi menjadi Gubernur, sudah muncul kasus korupsi di DKI Jakarta, pembelian bus Transjakarta, Rp 1,5 triliun.

Jika para pendukung Jokowi, seperti Mega, elite PDIP, konglomerat, para jenderal yang terus memanasi Jokowi, sedikit memiliki ‘commonsense’ (akal sehat), pasti akan memilih jalan elegan dan terhormat, serta bijaksana, yaitu mengangkat ‘bendera putih’ (kalah), sebagai pernyataan kalah. Kemudian, memberikan kesempatan kepada Prabowo-Hatta Rajasa, memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Mumpung masih ada waktu. Jokowi mundur dari pencalonan presiden tidak akan kehilangan muka. Malah menjadi orang yang terhormat. Mendapatkan penghargaan. Sembari melanjutkan tugas sebagai gubernur DKI, yang diamanahkan oleh rakyat Jakarta. Jokowi tidak memilih ‘mangkir’, dan terus bergelut dengan bathinnya. Ini memang berat. Bagi Jokowi, Mega, elit PDIP, para jenderal, dan konglomerat.

Pilihan  ‘mengangkat bendera putih’ menjadi  sangat terhormat dan berharga, bagi masa depan Jokowi, Mega, para  jenderal, dan konglomerat. Tidak terus memaksakan Jokowi. Karena, hanya akan menghancurkan, dan mereka akan kehilangan masa depan, jika rakyat yang memvonisnya, 9 Juli nanti.  Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Fraksi PKS Apresiasi Pembatalan Aturan Legalisasi Industri Miras

Rabu, 03 Mar 2021 07:46

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Lampiran Perpres Miras Dicabut, MUI: Momentum Kaji Ulang Seluruh Regulasi yang Destruksi

Rabu, 03 Mar 2021 07:12

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Masalah Pengelolaan Wakaf dari Berbagai Negara

Rabu, 03 Mar 2021 07:04

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05


MUI

Must Read!
X