Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.735 views

Apakah Presiden Jokowi Akan Menjadi Soekarno?

JAKARTA (voa-islam.com) - Geger pernyataan Jokowi. Di mana Jokowi seperti ingin menjadi Soekarno, dan berani mengatakan kepada Barat : 'GO TO HELL WITH YOUR AID'. Jokowi ingin menendang IMF, World Bank, ADB, PBB dan lembaga multilateral lainnya. Benarkah? Jokowi dan orang-orang sekelilingnya berani membuat langkah baru yang tidak lazim?

Jokowi ingin merubah hubungan negara-negara Selatan (Dunia Ketiga) dengan negara maju industri (Barat), meninggalkan ketergantungan dan utang. Menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan politik? Tapi, apakah Jokowi mengerti esensi dan implikasi dari pidatonya? 

Karena, jika benar-benar Jokowi mengerti apa yang diucapkan atau dipidatokannya, dan ingin menendang lembaga-lembaga multilateral, seperti IMF, World Bank, dan PBB, maka Jokowi merupakan pemimpin  kedua, sesudah Soekarno, yang berani melakukan konfrontasi secara langsung terhadap Barat. 

Indonesia dibawah Jokowi bisa menjadi pelopor bagi negara-negara Selatan (Dunia Ketiga), melepaskan diri dari ketergantungan kepada Barat, dan melakukan tranformasi kebijakan politik luar negeri Indonesia, yang selama ini sangat dependen (tergantung) kepada Barat. Ini menjadi sebuah teka-teki?

Mungkin orang-orang di sekeliling Jokowi ingin beretorika dan membangun kembali romantisme, keluar dari stigma lama, yang mencitrakan lebih progresif, dan mengimplementasikan kebijakan luar negeri yang agresif, anti penjajahan, dan ketergantungan kepada Barat?  Dengan mengambil momentum saat berkumpulnya para pemimpin Asia-Afrika di Jakarta.

Mungkin juga para perancang strategi politik Jokowi ingin mengubah 'patron' Indonesia yang selama ini kepada Barat, kemudian digeser kepada Cina. Secara global kekuatan Amerika sudah digeser oleh Cina, secara ekonomi, politik, dan militer. Inilah pertanyaan yang sangat mendasar. Para perancang dan pengambil kebijakan di sekeliling Jokowi, kemungkinan orang-orang yang bisa disebut 'Cina Connection alias 'Cina minded'.  

Namun, akibat pernyataan Jokowi itu sudah menimbulkan kritik dari mantan Preesiden SBY. Pernyataan Presiden Jokowi soal utang kepada IMF, dinilai 'asbun', karena tidak didukung dengan fakta.

Di mana Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pekan lalu mengungkapkan pendapatnya soal lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB) dan World Bank (Bank Dunia).

"Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh World Bank, IMF dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang," kata Jokowi, Selasa (21/4/2015).

Jokowi juga menegaskan harus adanya reformasi struktural keuangan global untuk menghilangkan dominasi kelompok negara Barat atas negara-negara miskin. Menurut Jokowi, saat ini dunia membutuhkan pimpinan global yang kolektif yang dijalankan secara adil dan bertanggungjawab.

Pernyataan Jokowi itu belakangan ditambah dengan pernyataannya di sebuah harian di ibukota tentang posisi Indonesia yang masih memiliki utang di IMF. Dari pernyataan itulah yang membuat mantan Presiden SBY berbicara, meluruskan pernyataan Jokowi.

Melalui akun Twitternya @SBYudhoyono, Selasa (28/4/2015) siang. SBY mengklarifikasi sejumlah hal terkait dengan posisi Indonesia dengan IMF. Menurut dia, pernyataan Jokowi salah. Menurut dia, pada 2006 Indonesia sudah melunasi utang.

"Saya harus mengatakan bahwa seluruh utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi pada 2006 yang lalu. Keseluruhan utang Indonesia terhadap IMF adalah US$9,1 miliar, jika dengan nilai tukar sekarang setara Rp117 triliun, dan pembayaran terakhirnya kita lunasi pada 2006, atau 4 tahun lebih cepat dari jadwal," tulis SBY dalam akun twitter yang telah memiliki 7 juta pengikut itu.

Menurut SBY ada tiga alasan mengapa saat itu membuat keputusan mempercepat pelunasan utang kepada IMF. Pertama, menurut SBY ekonomi RI sudah tumbuh relatif tinggi, sektor riil bergerak, fiskal aman dan cadangan devisa cukup kuat.

Kedua, imbuh SBY, dengan melunasi utang ke IMF, RI tidak lagi didikte dalam pengelolaan ekonomi termasuk penyusunan APBN. "Ketiga, rakyat Indonesia tidak lagi dipermalukan dan merasa terhina karena kita tidak lagi menjadi pasien IMF. Bebas dari trauma masa lalu," tambah SBY.

Jika pernyataan Jokowi tidak dikoreksi, menurut SBY bisa saja rakyat menuding dirinya yang berbohong. Bagi SBY, kebenaran merupakan hal yang mutlak. "Jika pernyataan Presiden Jokowi tersebut tidak saya koreksi, rakyat bisa menuduh saya yang berbohong. Kebenaran bagi saya mutlak," tegas SBY.

Merespons kicauan SBY di linimasa, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto mengatakan Indonesia tercatat masih memiliki utang kepada IMF pada 2009 sebesar 3,093 miliar. "Data dari statistik utang luar negeri Indonesia, ya ada ADB, IMF tahun 2009 muncul US$ 3,093 miliar," jelas Andi.

Kendati demikian Andi tidak menampik penryataan SBY yang menyebutkan pada 2006 RI telah melunasi utang ke IMF. "Di 2006 memang kita tidak memiliki utang dengan IMF tapi muncul lagi pada 2009," tegas putera kandung Theo Syafii ini.

Saling berbantah antara SBY dan Jokowi sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, melalui media sosial, SBY dan Jokowi juga saling sindir. Meski belakangan, pihak Istana tidak mengakui akun atas nama Jokowi tersebut dikelola oleh pihak Jokowi.

Kala itu SBY melalui akun twitternya menulis soal kepemimpinan yang potensial menjadi diktator bila setiap perkataan dan tindakannya selalu dibenarkan. "Petik pelajaran di dunia. Pemimpin yang selalu dibenarkan apapun perkataan & tindakannya, tak disadari bisa menjadi diktator atau tiran," demikian tulis SBY 28 November 2014 lalu.

Kemudian, hubungan antara Jokowi-SBY kembali menghangat saat Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro yang tak lain anak bungsu SBY menyampaikan dalam rapat konsultasi antara DPR dan Presiden agar Partai Demokrat tidak di-Golkar-kan dalam Kongres III yang akan berlangsung pada 8-11 Mei 2015 mendatang di Surabaya.

Bangsa akan melihat konsisten atau tidak ucapan Jokowi terhadap IMF, World Bank, dan PBB? Apakah Jokowi akan menjadi Soekarno yang berani menegaskan sikapnya dengan mengatakan : 'GO TO HELL WITH YOUR AID'? Atau mungkin Jokowi hanya sekadar beretorika, dan  ingin mengganti 'BOS' dari Washington ke Beijing (Peking)? Wallahu'alam. mashadi/dtta. 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Program Kerja Itu Harus Permudah Umat, Bukan Semata Angka Serapan

Program Kerja Itu Harus Permudah Umat, Bukan Semata Angka Serapan

Selasa, 01 Dec 2020 15:20

MIT Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi? Ini Analisa Pengamat

MIT Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi? Ini Analisa Pengamat

Selasa, 01 Dec 2020 15:11

Penguasa Baru itu Bernama Satgas Penanganan Covid-19

Penguasa Baru itu Bernama Satgas Penanganan Covid-19

Selasa, 01 Dec 2020 13:00

Nasihat Kematian

Nasihat Kematian

Selasa, 01 Dec 2020 11:00

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Selasa, 01 Dec 2020 09:50

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X