Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.984 views

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Pro "wong cilik" itu tidak harus berpenampilan ndeso, blusukan, pakai sandal jepit, lempar-lempar bingkisan, "andum" sertifikat atau bagi-bagi sepeda.

Pro "wong cilik" itu tidak harus pamer kata "kami pro wong cilik". Gak harus bengak-bengok dan bilang: "kami partainya wong cilik".

Pro "wong cilik" itu BBM murah, listrik murah, Tol juga murah. Ora mahal.

Pro "wong cilik" itu tidak ada impor, kecuali terpaksa. Gak over load dan ugal-ugalan. Kasihan para petani, hasil pertanian kurang laku dan petani pada susah. Mereka itu "wong cilik".

Pro "wong cilik" itu tidak menyusahkan petani.

Pro "wong cilik" itu punya empati kepada mereka yang hidup di kawasan kumuh, bukan menggusurnya, tapi menata dan merapikannya.

Pro "wong cilik" juga tidak rela melihat para nelayan kehilangan mata pencaharian karena proyek "reklamasi". Bukan malah mendukungnya.

"Wong cilik" iku sopo? Ya petani, nelayan, tukang ojek, pedagang kaki lima, warga yang tak punya tempat tinggal alias "ngontrak", anak-anak yang orang tuanya gak mampu membiayai sekolah mereka, keluarga yang hidup di kawasan kumuh, warga yang kesulitan biaya ketika sakit dan para pengangguran yang kalah bersaing dengan tenaga-tenaga kerja dari China. Mereka bukan "komoditas politik". Bukan barang jualan kampanye. Bukan alat pencitraan. Mereka adalah warga negara yang riil adanya. Pro "wong cilik" berarti berpihak kepada mereka, buat program nyata untuk mengatasi problem mereka,  berada di pihak mereka ketika mereka dipinggirkan.

Pro "wong cilik" itu suatu tindakan. Bukti nyata yang bisa dirasakan oleh mereka yang disebut "wong cilik". Tidak sesaat, dan hanya musim kampanye. Tapi konstan, terus menerus, untuk jangka panjang.

Pro "wong cilik" itu kebijakan yang menguntungkan buat hidup mereka, dan masa depan mereka. Pro "wong cilik" itu memberi ruang buat mereka agar berkesempatan hidup layak dan punya harapan masa depan.

Pro "wong cilik" itu berpihak pada mereka ketika mereka tergusur karena menjadi pihak yang lemah. Pro "wong cilik" bukan berhadap-hadapan dengan 'orang besar". Tetapi, memastikan "wong cilik" tidak jadi korban kesewenang-wenangan "orang besar". Pro "wong cilik" itu memberi keadilan bagi mereka yang tidak mampu mengupayakan keadilan bagi dirinya sendiri karena keadaan dan posisinya yang lemah. Itulah pentingnya penguasa dihadirkan.

Anies hadir di Jakarta, dipilih untuk mengurus warga Jakarta. Diantara tugasnya memastikan keadilan itu merata. Jakarta tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang makmur, tapi juga untuk mereka yang sedang berjuang memperbaiki nasib hidupnya.

Pro "wong cilik" itu ikhtiar memperjuangkan keadilan bagi mereka. Mengupayakan kesetaraan dalam semua aspek kehidupan warga. Urusannya pada kerja cerdas, kerja keras dan kerja terarah. Tidak ada hubungannya dengan penampilan, apalagi pencitraan.

Pro "wong cilik"" sama sekali tidak ada kaitannya dengan wajah, mimik, gaya bicara, model berjalan dan pola berpakaian. Tidak soal jika seorang gubernur berpakaian layak untuk menjaga etika, kehormatan dan formalitas jabatan. Tapi hati, pikiran dan tindakannya tetap untuk mereka yang perlu diperjuangkan. Mereka adalah "wong cilik'.

Hati artinya rasa. Seorang pemimpin mesti bisa merasakan problem yang dihadapi rakyatnya. Hati tukang becak, pedagang kaki lima di Tanah Abang, tukang ojek di jalan Thamrin dan nelayan di kawasan Pantai Utara. Mereka butuh nafkah untuk melanjutkan hidup bagi keluarganya. Anies lindungi mereka, kasih ruang untuk mereka mencari nafkah. Meski dihujani kritik dan sejumlah stigma. Anies hadapi, karena ini risiko keberpihakan dan berjuang untuk keadilan. Anies harus berhadapan dengan pengembang reklamasi demi nelayan di Pantai Utara yang terancam mata pencahariannya.

Pikiran itu gagasan. Rumah DP 0%, kampung aquarium, "Lingko" sebagai program transportasi terintegrasi, Ok Oce, dan sejenisnya adalah buah pikiran yang menyediakan ruang bagi "wong cilik" untuk tumbuh dan berkembang mengejar kesataraan hidup. Nampaknya, Anies serius mengerjakan ini. Hasilnya sudah mulai dirasakan warga Jakarta.

Jadi, pro "wong cilik" itu mesti dilihat buktinya dalam satunya hati, gagasan, narasi dan tindakan yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh "wong cilik". Dan hasil itu mesti terukur. Dalam setahun, Anies nampak memberi bukti awal yang cukup meyakinkan. Masih ada waktu empat tahun lagi. Rakyat, khususnya yang hidup di Jakarta, sedang dan terus menunggu bukti selanjutnya. Bagaimana gebrakan Anies untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan di Jakarta ini di empat tahun kedepan?  Di hati, pikiran, tangan dan keberanian Anies "wong cilik" Jakarta sedang penuh harapan. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 18/10/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Aksi Protes Digelar di Berbagai Kota di India Setelah Tewasnya Seorang Muslim

Aksi Protes Digelar di Berbagai Kota di India Setelah Tewasnya Seorang Muslim

Kamis, 27 Jun 2019 17:43

Iran Peringatkan AS untuk Tidak Lagi Langgar Wilayah Udara Mereka

Iran Peringatkan AS untuk Tidak Lagi Langgar Wilayah Udara Mereka

Kamis, 27 Jun 2019 17:33

Pemerintah Libya yang Diakui PBB Rebut Kembali' Kota Utama yang Dikuasai Pasukan Haftar

Pemerintah Libya yang Diakui PBB Rebut Kembali' Kota Utama yang Dikuasai Pasukan Haftar

Kamis, 27 Jun 2019 17:23

Penyelidik PBB: Myanmar Harus Memberikan Kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya

Penyelidik PBB: Myanmar Harus Memberikan Kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya

Kamis, 27 Jun 2019 16:00

Kejahatan di Balik Bencana Banjir Sultra, Bisakah Diberantas?

Kejahatan di Balik Bencana Banjir Sultra, Bisakah Diberantas?

Kamis, 27 Jun 2019 15:52

Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Kamis, 27 Jun 2019 15:30

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Kamis, 27 Jun 2019 15:28

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Kamis, 27 Jun 2019 14:45

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Kamis, 27 Jun 2019 14:25

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Kamis, 27 Jun 2019 14:08

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

Kamis, 27 Jun 2019 13:55

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Kamis, 27 Jun 2019 13:35

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Kamis, 27 Jun 2019 11:05

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Kamis, 27 Jun 2019 10:38

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kamis, 27 Jun 2019 10:05

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

Kamis, 27 Jun 2019 09:06

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Kamis, 27 Jun 2019 08:10

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Kamis, 27 Jun 2019 07:22

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Kamis, 27 Jun 2019 07:05

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Kamis, 27 Jun 2019 06:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X