Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.952 views

Perang Total atau Kalah Total?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Perang total! Itulah diksi yang digunakan kubu Jokowi. Sebagai juru bicara adalah Moeldoko, mantan jenderal. Sementara Jokowi lebih suka menggunakan kata "saya akan lawan". Dua kata ini memiliki semangat yang sama. "Perang total" dan "saya akan lawan". Kata lain yang mirip adalah "serbu". Tapi, kata ini belum muncul.

Dua kata ini yaitu "perang" dan "lawan" biasanya digunakan dalam situasi dharurat. Setelah tak ada lagi jalan, maka strategi "perang" dan "lawan" jadi pilihan terakhir. Ketika adu gagasan gagal, argumentasi tak lagi mempan, maka perang dan lawan terpaksa harus dilakukan.

Lawan siapa dan dalam bentuk apa? Dua pertanyaan ini muncul di diskusi publik mengingat negara tidak sedang dalam keadaan dharurat, baik dharurat militer atau sipil. Negara juga tak punya musuh. Beda dengan "Ganyang PKI" dan "Lawan Kompeni". Ini benar-benar dharurat.

Narasi "perang total" Moeldoko dan "saya akan lawan" Jokowi jika dikaitkan dalam konteks pilpres, baru bisa dipahami. Ada situasi dharurat yang dialami kubu Jokowi. Situasi ini bisa digambarkan dari hasil elektabilitas Jokowi yang terus merosot. Bahkan sudah di bawah 50 persen. Elektabilitas petahana di bawah 50 persen, itu dharurat. Apa yang dikatakan Sofyan Wanandi benar. Posisi Jokowi sudah tak aman lagi. Hampir tak ada strategi yang berhasil dilakukan untuk menyelamatkan elektabilitas Jokowi.

Di tengah badai menghantam elektabilitas Jokowi, Romy ditangkap KPK (15/3). Kemarin (27/3), politisi Golkar berinisial BS asal Jawa Tengah, juga ditangkap KPK. Episode Jokowi vs KPK seperti sedang berjalan. KPK berpolitik? Tidak! Dan tidak akan pernah. KPK tak boleh berpolitik. Hanya saja, situasi dimana Jokowi sedang dihantam badai, KPK sedikit leluasa untuk keluar dari tekanan kekuasaan. Sebab, kekuasaan Jokowi sudah di ujung dan mulai rapuh.

Badai datang lagi dari keluarga Jusuf Kalla (JK). Erwin Aksa, keponakan JK yang jadi pengusaha muda ini keluar dari kapal Jokowi. Bersama 1000 pengusaha nyebrang ke kubu Prabowo. Begitu juga Fatimah Kalla, Dirut Kalla Group yang juga adik bungsu JK ini ikut hadir dan memberi dukungan terhadap kampanye Prabowo di lapangan Karebosi Makasar, Sulawesi Selatan. Olengnya kapal Jokowi menjadi sebab mengapa keluarga Kalla ganti perahu.

Di pilpres 2014 keluarga JK menyumbang suara dari Makasar 70,53 persen dan Sulsel 71,41 persen untuk Jokowi. Kali ini, di pilpres 2019, kemungkinan 70-71 persen suara Sulsel akan disumbangkan keluarga Kalla untuk Prabowo.

Surat telegram Kapolri bernomor STR/126/III/OPR.1.1.1/2019 tanggal 18 Maret kemarin agar polisi netral itu apakah ada hubungannya dengan situasi dharurat yang dihadapi kubu Jokowi ini? Masih perlu dibuktikan di lapangan. Masyarakat betul-betul berharap agar polisi jadi wasit yang benar-benar netral. Tidak perlu ikut-ikutan mendata daftar pemilih paslon tertentu.

Keadaan inilah yang kemungkinan besar menjadi faktor utama mengapa diksi "perang total" dan "saya akan lawan" itu muncul. Karena situasi memang betul-betul sedang dharurat. Tak ada jalan lain kecuali mengerahkan semua potensi dan menggunakan semua peluang untuk perang dan melawan.

Perang dan perlawanan itu sudah dimulai. Bentuknya? Tentu, menggunakan kekuasaan adalah peluang yang paling memungkinkan. Sebagai penguasa, anggaran dan fasilitas negara bisa diakses dan digerakkan.

Sejumlah menteri kabinet dengan semua anggaran dan otoritas yang dimiliki terpantau melakukan kampanye. "Ibu ..ibu... Siapa yang menggaji ibu?". Masih ingat video itu? "Bapak-ibu, dana desa ini dari siapa?". Masih ingat juga siapa yang ngomong itu?

Beberapa video dan cerita yang beredar di media menggambarkan kampanye para menteri kabinet Jokowi. Terang-terangan. Sejumlah ASN di Batam kabarnya "dipaksa" untuk mencari minimal 10 suara. Diduga juga ASN-ASN di tempat lain. Banyak "bisik-bisik" di tengah masyarakat. Mereka bungkam, demi keselamatan statusnya. Mereka hanya berani acungkan dua jari sambil mukanya ditutup pakai panci. Sebuah bentuk protes dan pemberontakan yang unik dan menghibur.

Bagaimana gubernur mengumpulkan bupati, dan bupati menginstruksikan para camat dan lurah untuk memenangkan paslon nomor 01, juga sudah banyak diidentifikasi publik. Lurah berkampanye sudah banyak videonya yang beredar. Bansos dan dana desa yang didistribusikan sebagai bagian dari kampanye terus masif dilakukan. Sebaran sembako yang terus dibagikan ke warga pemilih adalah bukti bahwa perang total itu nyata adanya. Bukti rekaman videonya tak terhitung lagi.

Belum lagi "dugaan" adanya kekuatan mesin di medsos yang melakukan cloning akun dan penyebaran hoak. Haekal Hasan dan Ferdinand Hutahaean (Pengurus DPP Demokrat) sudah jadi korbannya. Hingga saat ini, belum ketahuan siapa pelakunya. Semoga tim cyber kepolisian bisa melacaknya. Sejumlah intimidasi dan sandera juga semakin banyak indikatornya untuk dibaca publik.

Apakah perang total ini akan berhasil menyelamatkan elektabilitas Jokowi? Sepertinya sulit. Buktinya, elektabilitas Jokowi terus turun dan menjauh dari angka 50 persen. Kenapa? Karena strategi perang total tak menarik simpati rakyat. Model money politics, intimidasi dan halalkan semua cara tak membuat rakyat tergoda. Cara-cara semacam ini malah membuat "Swing voters" lari dan "undecided voters" kehilangan selera. Yang mungkin terjadi justru bisa sebaliknya, perang total akan berujung menjadi kekalahan total. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 28/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X