Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.471 views

Laskar TPS; Serdadu Melawan Kecurangan

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres curang! Itulah yang selama ini dikahawatirkan banyak pihak. Ketika aparat berpihak, aparatur negara ikut kampanye, KPU dan Bawaslu berat sebelah, daftar pemilih sarat masalah, maka kecurigaan muncul.

Anda bisa bayangkan, ada 9 juta KTP dengan tanggal lahir yang sama. TKA tak bisa bahasa Indonesia, tapi ada di DPT. Sementara WNI, punya KTP, tapi tak masuk DPT. Ah, itu kasuistik! Tapi banyak kasusnya dan berulang di tempat yang berbeda-beda. Seolah, disini ketahuan dan diprotes, di tempat lain muncul. Polanya selalu seperti itu. Akhirnya, publik duga-duga: siapa pemain di belakangnya?

Ketika semua itu mencoba dikonfirmasi dan diprotes, tak banyak hasilnya. Prosedur normatif tak mempan. Demi menjaga pemilu agar jujur, adil dan aman, serta tidak menimbulkan konflik dan kegaduhan yang tidak diinginkan pasca pemilu, maka lahirnya Laskar TPS. Lahirnya Laskar TPS bertujuan untuk menjaga agar pemilu itu jujur, adil dan aman. Caranya? Mencegah terjadinya kecurangan pra, saat dan pasca pencoblosan.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS yang diinisiasi oleh Adhyaksa Dault, mantan menpora ini punya sistem kerja: memantau pilpres, mengamankan/menangkap oknum yang curang, melaporkannya ke Bawaslu dan aparat, serta menviralkannya di media dan medsos.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS berencana merekrut 10-100 orang untuk menjaga di setiap TPS. Mereka bertugas pertama, memantau seluruh proses tahapan pilpres, baik pra pencoblosan, saat pencoblosan, maupun setelah pencoblosan.

DPT amburadul, money politic, bagi-bagi amplop dan sembako, segala bentuk intimidasi, perusakan atribut paslon adalah bagian dari bentuk kecurangan dan pelanggaran nyata pra pencoblosan. Disinilah peran Laskar TPS membantu tugas Bawaslu dan aparat.

WNA mau ikut nyoblos? Nah, ini yang terus dikhawatirkan. Oknum KPPS ikut mengarahkan pemilih ke Paslon tertentu. Ada yang merusak surat suara saat penghitungan. Bahkan sejumlah pemilih nyoblos lebih dari sekali. Ini semua adalah bentuk pelanggaran yang biasa terjadi saat pencoblosan. 10-100 anggota Laskar TPS siap mencegah dan mengamankan oknum-oknum ini. Tangkap! Terus laporkan, dan viralkan videonya.

Pelanggaran juga bisa terjadi pasca pencoblosan. Data rekapitulasi hasil pemilu dirubah/diganti dalam perjalanan ke PPK (kecamatan), misalnya. Atau surat suara yang sudah dicoblos bisa juga ditukar oleh oknum KPPS. Apalagi kotak suara terbuat dari kardus. Kok curiga? Ya iyalah. Waspada!

Untuk mengenali kecurangan itu, serdadu Laskar TPS di seluruh Indonesia dibekali pemahaman tentang daftar kecurangan dan pelanggaran pemilu yang biasa dan rawan terjadi. Sehingga, proses pemantauan punya sasaran yang tepat dan tindakan yang cepat.

Langkah kedua, mereka, para oknum yang terpantau oleh serdadu Laskar TPS akan diamankan atau ditangkap. Diminta keterangan dan dilaporkan kepada Bawaslu serta aparat kepolisian. No main hakim sendiri. Pasti!

Bagaimana jika aparat diam, atau malah melindungi si oknum? Ini akan jadi masalah besar. Aparat harus netral. Jika tidak, rusak demokrasi kita. Akumulasi dari kecurangan plus ketidakadilan aparat berpotensi jadi amuk massa yang tak terkontrol. Meminjam istilahnya M.H. Ainun Najib, Jangan sampai justru "ketelawur" oleh rakyat. Tentu, rakyat tak ingin itu terjadi. Bangsa ini adalah bangsa beradab!

Ketiga, para Serdadu Laskar TPS juga bertugas mengabadikan peristiwa pelanggaran dan kecurangan itu melalui foto dan video. Lalu yang keempat, foto dan video itu harus diviralkan. Tentu, yang paling efektif diantaranya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan WA. Juga TV mainstream. Ada beberapa TV swasta yang masih netral. Para serdadu Laskar TPS, semua tanpa terkecuali, diberikan akses/kontak ke TV mainstream, dan dibantu oleh operator pusat. Serius sekali? Tampaknya, Laskar TPS tak main-main soal ini, agar kecurangan dapat dicegah. Jika gagal dicegah, ini berpotensi menimbulkan konflik sosial, bahkan horisontal. Indikatornya sudah mulai dirasakan. Menghawatirkan!

. . . Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? latar belakang lahirnya Serdadu Laskar TPS. . .

Jika para pelanggarnya adalah oknum aparat? Jika mereka melakukan intimidasi dan kekerasan?  Khususnya untuk kasus  ini, bisa langsung disediakan aksesnya ke KOMNAS HAM. Termasuk KOMNAS HAM internasional jika terkait kekerasan pilpres yang dilakukan oleh oknum aparat.

Kehadiran Laskar TPS layak diapresiasi agar proses demokrasi ini jadi estalase yang bisa dilihat secara transparan oleh seluruh rakyat Indonesia. Apa yang terjadi pra-saat-pasca pencoblosan bisa terpantau oleh seluruh rakyat Indonesia, karena diabadikan dalam foto dan video. Kita bisa bayangkan jika 10-100 personil Laskar TPS pegang HP, lalu memotret dan memvideokan detil-detil peristiwa, maka akan jadi seperti malaikat-malaikat penjaga pilpres, khususnya TPS. Semua oknum tak ada yang bisa lari dan menghindar dari pantauan serdadu Laskar TPS. Mereka akan dikejar, ditangkap, dilaporkan dan diviralkan ke seluruh pelosok negeri. Bahkan ke dunia internasional.

10-100 personal Laskar TPS sudah masuk kategori jumlah massa yang cukup besar. Mereka akan disiplin sesuai dengan tugas dan kinerjanya. Jumlah sebanyak ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi intimidasi dan ancaman terhadap mereka. Sebab, satu TPS dengan TPS yang lain terkoordinasi. Luar biasa!

Kabarnya, sebelum Laskar TPS ini dideklarasikan secara resmi hari ini, Selasa, 5 Maret 2019, publik sudah ramai meresponnya. Bahkan sejumlah media sudah wawancara, termasuk TV One dan Radio Dakta. Dan deklarasi hari ini, tak kurang dari 40 media yang meliput.

Animo publik juga sangat masif. Pra deklarasi, sudah banyak pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Kebayang seperti Tamasya Al-Maidah saat Pilgub DKI 2017. Bedanya, Laskar TPS memprioritaskan para serdadu untuk bertugas di TPS-nya masing-masing. Sehingga, mudah mengenali panitia dan para pemilih setempat. Kecuali wilayah TPS yang kekurangan anggota, akan disuplai dari wilayah yang lain. Ada sedikit pengerahan massa.

Kok sampai segitunya? Untuk memastikan bahwa pilpres jujur, adil dan aman. Apakah kalau tanpa Laskar TPS, pemilu gak jujur dan adil? Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 5/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
LPPOM MUI Terakreditasi ESMA Mudahkan Ekspor ke Timur Tengah

LPPOM MUI Terakreditasi ESMA Mudahkan Ekspor ke Timur Tengah

Senin, 21 Oct 2019 02:45

Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Terpapar Radikalisme versus Terpapar 'Abu Janda'

Ahad, 20 Oct 2019 23:19

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

100 NGO dari 40 Negara Kumpul di Istanbul Bahas Krisis Kemanusiaan NNegara Muslim

Ahad, 20 Oct 2019 21:09

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Bangladesh Klaim Pengungsi Rohingya Setuju Direlokasi ke Pulau di Teluk Benggala

Ahad, 20 Oct 2019 21:00

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Berpesan Aa Gym untuk Jokowi-Ma'ruf: Dekatlah dan Berlaku Adilah kepada Semua Masyarakat

Ahad, 20 Oct 2019 20:18

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Penunjang Keilmuan Auditor Syariah

Ahad, 20 Oct 2019 20:10

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Teori Abu Zahara dan Praktik Audit Lembaga Keuangan Islam

Ahad, 20 Oct 2019 19:58

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh?

Ahad, 20 Oct 2019 19:42

Menangani Cross Hijaber

Menangani Cross Hijaber

Ahad, 20 Oct 2019 19:16

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

PKK Biayai Kejahatan di Turki dengan Uang yang Didapat dari Aktivitas Ilegal di Eropa

Ahad, 20 Oct 2019 19:15

Panggung Politik Ala Artis

Panggung Politik Ala Artis

Ahad, 20 Oct 2019 18:19

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

India dan Pakistan Terlibat Baku Tembak dengan Mortir dan Senapan Serbu di Kashmir

Ahad, 20 Oct 2019 18:15

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Pentagon: Semua Pasukan AS yang Ditarik dari Timur Laut Suriah Akan Pindah ke Irak Barat

Ahad, 20 Oct 2019 17:15

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

PKS: Banyak Janji Periode Pertama Jokowi yang Belum Dituntaskan

Ahad, 20 Oct 2019 16:07

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Al-Qassam Ingatkan Israel bahwa Tentara Mereka Masih (Ditahan) di Gaza

Ahad, 20 Oct 2019 14:00

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Studi: Lemak Juga Bisa Menumpuk di Paru-paru

Ahad, 20 Oct 2019 12:38

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Aisyiyah Siap Sebarkan Mubalighot di Seluruh Pelosok Tanah Air

Ahad, 20 Oct 2019 10:34

Buku Merah

Buku Merah

Ahad, 20 Oct 2019 09:26

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Gadget Addict Mewabah, Penderita Sakit Jiwa Bertambah

Sabtu, 19 Oct 2019 23:46

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Intelijen Turki Tahan Seorang 'Imam' Organisai Fetullah di Meksiko

Sabtu, 19 Oct 2019 22:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X