Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.806 views

Laskar TPS; Serdadu Melawan Kecurangan

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres curang! Itulah yang selama ini dikahawatirkan banyak pihak. Ketika aparat berpihak, aparatur negara ikut kampanye, KPU dan Bawaslu berat sebelah, daftar pemilih sarat masalah, maka kecurigaan muncul.

Anda bisa bayangkan, ada 9 juta KTP dengan tanggal lahir yang sama. TKA tak bisa bahasa Indonesia, tapi ada di DPT. Sementara WNI, punya KTP, tapi tak masuk DPT. Ah, itu kasuistik! Tapi banyak kasusnya dan berulang di tempat yang berbeda-beda. Seolah, disini ketahuan dan diprotes, di tempat lain muncul. Polanya selalu seperti itu. Akhirnya, publik duga-duga: siapa pemain di belakangnya?

Ketika semua itu mencoba dikonfirmasi dan diprotes, tak banyak hasilnya. Prosedur normatif tak mempan. Demi menjaga pemilu agar jujur, adil dan aman, serta tidak menimbulkan konflik dan kegaduhan yang tidak diinginkan pasca pemilu, maka lahirnya Laskar TPS. Lahirnya Laskar TPS bertujuan untuk menjaga agar pemilu itu jujur, adil dan aman. Caranya? Mencegah terjadinya kecurangan pra, saat dan pasca pencoblosan.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS yang diinisiasi oleh Adhyaksa Dault, mantan menpora ini punya sistem kerja: memantau pilpres, mengamankan/menangkap oknum yang curang, melaporkannya ke Bawaslu dan aparat, serta menviralkannya di media dan medsos.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS berencana merekrut 10-100 orang untuk menjaga di setiap TPS. Mereka bertugas pertama, memantau seluruh proses tahapan pilpres, baik pra pencoblosan, saat pencoblosan, maupun setelah pencoblosan.

DPT amburadul, money politic, bagi-bagi amplop dan sembako, segala bentuk intimidasi, perusakan atribut paslon adalah bagian dari bentuk kecurangan dan pelanggaran nyata pra pencoblosan. Disinilah peran Laskar TPS membantu tugas Bawaslu dan aparat.

WNA mau ikut nyoblos? Nah, ini yang terus dikhawatirkan. Oknum KPPS ikut mengarahkan pemilih ke Paslon tertentu. Ada yang merusak surat suara saat penghitungan. Bahkan sejumlah pemilih nyoblos lebih dari sekali. Ini semua adalah bentuk pelanggaran yang biasa terjadi saat pencoblosan. 10-100 anggota Laskar TPS siap mencegah dan mengamankan oknum-oknum ini. Tangkap! Terus laporkan, dan viralkan videonya.

Pelanggaran juga bisa terjadi pasca pencoblosan. Data rekapitulasi hasil pemilu dirubah/diganti dalam perjalanan ke PPK (kecamatan), misalnya. Atau surat suara yang sudah dicoblos bisa juga ditukar oleh oknum KPPS. Apalagi kotak suara terbuat dari kardus. Kok curiga? Ya iyalah. Waspada!

Untuk mengenali kecurangan itu, serdadu Laskar TPS di seluruh Indonesia dibekali pemahaman tentang daftar kecurangan dan pelanggaran pemilu yang biasa dan rawan terjadi. Sehingga, proses pemantauan punya sasaran yang tepat dan tindakan yang cepat.

Langkah kedua, mereka, para oknum yang terpantau oleh serdadu Laskar TPS akan diamankan atau ditangkap. Diminta keterangan dan dilaporkan kepada Bawaslu serta aparat kepolisian. No main hakim sendiri. Pasti!

Bagaimana jika aparat diam, atau malah melindungi si oknum? Ini akan jadi masalah besar. Aparat harus netral. Jika tidak, rusak demokrasi kita. Akumulasi dari kecurangan plus ketidakadilan aparat berpotensi jadi amuk massa yang tak terkontrol. Meminjam istilahnya M.H. Ainun Najib, Jangan sampai justru "ketelawur" oleh rakyat. Tentu, rakyat tak ingin itu terjadi. Bangsa ini adalah bangsa beradab!

Ketiga, para Serdadu Laskar TPS juga bertugas mengabadikan peristiwa pelanggaran dan kecurangan itu melalui foto dan video. Lalu yang keempat, foto dan video itu harus diviralkan. Tentu, yang paling efektif diantaranya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan WA. Juga TV mainstream. Ada beberapa TV swasta yang masih netral. Para serdadu Laskar TPS, semua tanpa terkecuali, diberikan akses/kontak ke TV mainstream, dan dibantu oleh operator pusat. Serius sekali? Tampaknya, Laskar TPS tak main-main soal ini, agar kecurangan dapat dicegah. Jika gagal dicegah, ini berpotensi menimbulkan konflik sosial, bahkan horisontal. Indikatornya sudah mulai dirasakan. Menghawatirkan!

. . . Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? latar belakang lahirnya Serdadu Laskar TPS. . .

Jika para pelanggarnya adalah oknum aparat? Jika mereka melakukan intimidasi dan kekerasan?  Khususnya untuk kasus  ini, bisa langsung disediakan aksesnya ke KOMNAS HAM. Termasuk KOMNAS HAM internasional jika terkait kekerasan pilpres yang dilakukan oleh oknum aparat.

Kehadiran Laskar TPS layak diapresiasi agar proses demokrasi ini jadi estalase yang bisa dilihat secara transparan oleh seluruh rakyat Indonesia. Apa yang terjadi pra-saat-pasca pencoblosan bisa terpantau oleh seluruh rakyat Indonesia, karena diabadikan dalam foto dan video. Kita bisa bayangkan jika 10-100 personil Laskar TPS pegang HP, lalu memotret dan memvideokan detil-detil peristiwa, maka akan jadi seperti malaikat-malaikat penjaga pilpres, khususnya TPS. Semua oknum tak ada yang bisa lari dan menghindar dari pantauan serdadu Laskar TPS. Mereka akan dikejar, ditangkap, dilaporkan dan diviralkan ke seluruh pelosok negeri. Bahkan ke dunia internasional.

10-100 personal Laskar TPS sudah masuk kategori jumlah massa yang cukup besar. Mereka akan disiplin sesuai dengan tugas dan kinerjanya. Jumlah sebanyak ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi intimidasi dan ancaman terhadap mereka. Sebab, satu TPS dengan TPS yang lain terkoordinasi. Luar biasa!

Kabarnya, sebelum Laskar TPS ini dideklarasikan secara resmi hari ini, Selasa, 5 Maret 2019, publik sudah ramai meresponnya. Bahkan sejumlah media sudah wawancara, termasuk TV One dan Radio Dakta. Dan deklarasi hari ini, tak kurang dari 40 media yang meliput.

Animo publik juga sangat masif. Pra deklarasi, sudah banyak pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Kebayang seperti Tamasya Al-Maidah saat Pilgub DKI 2017. Bedanya, Laskar TPS memprioritaskan para serdadu untuk bertugas di TPS-nya masing-masing. Sehingga, mudah mengenali panitia dan para pemilih setempat. Kecuali wilayah TPS yang kekurangan anggota, akan disuplai dari wilayah yang lain. Ada sedikit pengerahan massa.

Kok sampai segitunya? Untuk memastikan bahwa pilpres jujur, adil dan aman. Apakah kalau tanpa Laskar TPS, pemilu gak jujur dan adil? Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 5/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X