Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.066 views

Laskar TPS; Serdadu Melawan Kecurangan

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres curang! Itulah yang selama ini dikahawatirkan banyak pihak. Ketika aparat berpihak, aparatur negara ikut kampanye, KPU dan Bawaslu berat sebelah, daftar pemilih sarat masalah, maka kecurigaan muncul.

Anda bisa bayangkan, ada 9 juta KTP dengan tanggal lahir yang sama. TKA tak bisa bahasa Indonesia, tapi ada di DPT. Sementara WNI, punya KTP, tapi tak masuk DPT. Ah, itu kasuistik! Tapi banyak kasusnya dan berulang di tempat yang berbeda-beda. Seolah, disini ketahuan dan diprotes, di tempat lain muncul. Polanya selalu seperti itu. Akhirnya, publik duga-duga: siapa pemain di belakangnya?

Ketika semua itu mencoba dikonfirmasi dan diprotes, tak banyak hasilnya. Prosedur normatif tak mempan. Demi menjaga pemilu agar jujur, adil dan aman, serta tidak menimbulkan konflik dan kegaduhan yang tidak diinginkan pasca pemilu, maka lahirnya Laskar TPS. Lahirnya Laskar TPS bertujuan untuk menjaga agar pemilu itu jujur, adil dan aman. Caranya? Mencegah terjadinya kecurangan pra, saat dan pasca pencoblosan.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS yang diinisiasi oleh Adhyaksa Dault, mantan menpora ini punya sistem kerja: memantau pilpres, mengamankan/menangkap oknum yang curang, melaporkannya ke Bawaslu dan aparat, serta menviralkannya di media dan medsos.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS berencana merekrut 10-100 orang untuk menjaga di setiap TPS. Mereka bertugas pertama, memantau seluruh proses tahapan pilpres, baik pra pencoblosan, saat pencoblosan, maupun setelah pencoblosan.

DPT amburadul, money politic, bagi-bagi amplop dan sembako, segala bentuk intimidasi, perusakan atribut paslon adalah bagian dari bentuk kecurangan dan pelanggaran nyata pra pencoblosan. Disinilah peran Laskar TPS membantu tugas Bawaslu dan aparat.

WNA mau ikut nyoblos? Nah, ini yang terus dikhawatirkan. Oknum KPPS ikut mengarahkan pemilih ke Paslon tertentu. Ada yang merusak surat suara saat penghitungan. Bahkan sejumlah pemilih nyoblos lebih dari sekali. Ini semua adalah bentuk pelanggaran yang biasa terjadi saat pencoblosan. 10-100 anggota Laskar TPS siap mencegah dan mengamankan oknum-oknum ini. Tangkap! Terus laporkan, dan viralkan videonya.

Pelanggaran juga bisa terjadi pasca pencoblosan. Data rekapitulasi hasil pemilu dirubah/diganti dalam perjalanan ke PPK (kecamatan), misalnya. Atau surat suara yang sudah dicoblos bisa juga ditukar oleh oknum KPPS. Apalagi kotak suara terbuat dari kardus. Kok curiga? Ya iyalah. Waspada!

Untuk mengenali kecurangan itu, serdadu Laskar TPS di seluruh Indonesia dibekali pemahaman tentang daftar kecurangan dan pelanggaran pemilu yang biasa dan rawan terjadi. Sehingga, proses pemantauan punya sasaran yang tepat dan tindakan yang cepat.

Langkah kedua, mereka, para oknum yang terpantau oleh serdadu Laskar TPS akan diamankan atau ditangkap. Diminta keterangan dan dilaporkan kepada Bawaslu serta aparat kepolisian. No main hakim sendiri. Pasti!

Bagaimana jika aparat diam, atau malah melindungi si oknum? Ini akan jadi masalah besar. Aparat harus netral. Jika tidak, rusak demokrasi kita. Akumulasi dari kecurangan plus ketidakadilan aparat berpotensi jadi amuk massa yang tak terkontrol. Meminjam istilahnya M.H. Ainun Najib, Jangan sampai justru "ketelawur" oleh rakyat. Tentu, rakyat tak ingin itu terjadi. Bangsa ini adalah bangsa beradab!

Ketiga, para Serdadu Laskar TPS juga bertugas mengabadikan peristiwa pelanggaran dan kecurangan itu melalui foto dan video. Lalu yang keempat, foto dan video itu harus diviralkan. Tentu, yang paling efektif diantaranya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan WA. Juga TV mainstream. Ada beberapa TV swasta yang masih netral. Para serdadu Laskar TPS, semua tanpa terkecuali, diberikan akses/kontak ke TV mainstream, dan dibantu oleh operator pusat. Serius sekali? Tampaknya, Laskar TPS tak main-main soal ini, agar kecurangan dapat dicegah. Jika gagal dicegah, ini berpotensi menimbulkan konflik sosial, bahkan horisontal. Indikatornya sudah mulai dirasakan. Menghawatirkan!

. . . Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? latar belakang lahirnya Serdadu Laskar TPS. . .

Jika para pelanggarnya adalah oknum aparat? Jika mereka melakukan intimidasi dan kekerasan?  Khususnya untuk kasus  ini, bisa langsung disediakan aksesnya ke KOMNAS HAM. Termasuk KOMNAS HAM internasional jika terkait kekerasan pilpres yang dilakukan oleh oknum aparat.

Kehadiran Laskar TPS layak diapresiasi agar proses demokrasi ini jadi estalase yang bisa dilihat secara transparan oleh seluruh rakyat Indonesia. Apa yang terjadi pra-saat-pasca pencoblosan bisa terpantau oleh seluruh rakyat Indonesia, karena diabadikan dalam foto dan video. Kita bisa bayangkan jika 10-100 personil Laskar TPS pegang HP, lalu memotret dan memvideokan detil-detil peristiwa, maka akan jadi seperti malaikat-malaikat penjaga pilpres, khususnya TPS. Semua oknum tak ada yang bisa lari dan menghindar dari pantauan serdadu Laskar TPS. Mereka akan dikejar, ditangkap, dilaporkan dan diviralkan ke seluruh pelosok negeri. Bahkan ke dunia internasional.

10-100 personal Laskar TPS sudah masuk kategori jumlah massa yang cukup besar. Mereka akan disiplin sesuai dengan tugas dan kinerjanya. Jumlah sebanyak ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi intimidasi dan ancaman terhadap mereka. Sebab, satu TPS dengan TPS yang lain terkoordinasi. Luar biasa!

Kabarnya, sebelum Laskar TPS ini dideklarasikan secara resmi hari ini, Selasa, 5 Maret 2019, publik sudah ramai meresponnya. Bahkan sejumlah media sudah wawancara, termasuk TV One dan Radio Dakta. Dan deklarasi hari ini, tak kurang dari 40 media yang meliput.

Animo publik juga sangat masif. Pra deklarasi, sudah banyak pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Kebayang seperti Tamasya Al-Maidah saat Pilgub DKI 2017. Bedanya, Laskar TPS memprioritaskan para serdadu untuk bertugas di TPS-nya masing-masing. Sehingga, mudah mengenali panitia dan para pemilih setempat. Kecuali wilayah TPS yang kekurangan anggota, akan disuplai dari wilayah yang lain. Ada sedikit pengerahan massa.

Kok sampai segitunya? Untuk memastikan bahwa pilpres jujur, adil dan aman. Apakah kalau tanpa Laskar TPS, pemilu gak jujur dan adil? Kalau wasit ikut jadi pemain, bagaimana bisa jujur dan adil? Justru karena para wasit ikut ke lapangan dan nendang bola, maka Laskar TPS ini lahir. Ngerti kagak Lo? [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 5/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan Karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan Karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

Senin, 19 Oct 2020 09:35

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Senin, 19 Oct 2020 09:23

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

Senin, 19 Oct 2020 09:17

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Senin, 19 Oct 2020 08:44

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Ahad, 18 Oct 2020 23:55

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Ahad, 18 Oct 2020 22:49

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Ahad, 18 Oct 2020 22:38

Azerbaijan Kembali Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur SU-25 Milik Armenia di Jabrayil

Azerbaijan Kembali Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur SU-25 Milik Armenia di Jabrayil

Ahad, 18 Oct 2020 21:15

Shalat Jamaah Kembali Dilanjutkan di Masjidil Haram Setelah Jeda 7 Bulan Akibat COVID-19

Shalat Jamaah Kembali Dilanjutkan di Masjidil Haram Setelah Jeda 7 Bulan Akibat COVID-19

Ahad, 18 Oct 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 19/10/2020 15:35

Ngabalin Ditunggangi ISIS