Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.272 views

Persekusi, Sekenario Apalagi Ini?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Persekusi! Kalimat ini mendadak populer sejak gaung #2019GantiPresiden muncul. Mereka yang kontra penguasa diidentifikasi, lalu dipersekusi. Ada Ustadz Abdussomad, Ustadz Bachtiar Nasir, Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Rocky Gerung, dan sejumlah nama lainnya. Mereka masuk list dan daftar orang-orang yang harus dipersekusi. Dianggap berbahaya bagi suara petahana. Tentu tidak di semua tempat.

Sempat berhenti beberapa bulan. Persekusi sepi sejak capres-cawapres ditetapkan. Sekarang kumat lagi. Korbannya orang-orang itu. Pelakunya punya latar belakang yang tak jauh beda dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Polanya mirip. Orang duga: sutradaranya sama.

Neno Rabu lalu (6/3) menghadapi persekusi. Dicegat di bandara Lombok oleh sejumlah orang tak dikenal. Tapi, persekusi gagal. Karena dihalau oleh masyarakat setempat. Mirip kasus Neno saat dipersekusi di Pekan Baru, Riau.

Di hari yang sama, Rocky Gerung diancam oleh sejumlah orang. Datang ke panitia penyelenggara dan siap perang jika Rocky Gerung dipaksakan datang untuk ngisi acara seminar di Universitas Muhammadiyah Jember Jawa Timur. Si pengancam sudah kirim surat ke Polres, Banser dan MUI Jember. Tak diketahui, itu surat pemberitahuan atau ijin. Ijin apa juga tak diketahui. Semoga bukan ijin untuk perang. Kok ke Banser juga? Apakah gak salah alamat? Terserah anda berimajinasi.

"Karena situasi tak kondusif, mengancam keamanan dan rawan konflik sosial, maka aparat kemudian melarang Rocky Gerung." Biasanya begitu nanti endingnya.  Ah, itu sih lagu lama. Yang melanggar siapa, yang dilarang siapa. Kebolak-balik.

Viral di medsos bahwa pelaku yang ancam perang adalah oknum kader partai pendukung petahana. Posisinya sekarang sedang nyaleg. Tetap masih harus diklarifikasi, benar tidak "si penabuh genderang perang" itu oknum partai. Kalau bener, ya gak perlu kaget.

Yang pasti, persekusi akhir-akhir ini sudah mulai jadi budaya. Ini bahaya! Pertama, merusak demokrasi. Menebar rasa takut kepada masyarakat. Dakwah dan forum-forum ilmiah terasa terintimidasi. Kampus dan majlis ta'lim tak lagi jadi mimbar bebas untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat rakyat.

Kedua, ini akan memicu konflik sosial. Masyarakat yang terlalu lama merasa tertekan dan terintimidasi, mereka hanya butuh waktu untuk meledak. Sekali ada trigger, kemarahan itu akan tumpah. Seperti bom waktu, nunggu momentum dan hilangnya kesabaran. Soal ini, lengkap dijelaskan dalam teori konfliknya Marx, Lewis Coser dan Jonathan Turner. Silahkan baca!

Diam tak berarti takut. Diam itu menghitung kekuatan dan mengukur dampak sosialnya untuk bangsa dan negara. Tapi, kalkulasi rasional itu bisa hilang seketika jika triggernya kuat. Orde Lama dan Orde Baru sudah mengalami itu. PKI yang dalam sejarah Indonesia pernah menebar teror dimana-mana, akhirnya dibantai habis setelah G 30S PKI terjadi. Itulah trigger.

Persekusi Neno dan Rocky yang sempat berhenti, lalu muncul lagi jelang akhir masa kampanye menyisakan satu pertanyaan penting: ada apa? Adakah ini hanya bagian dari kepanikan seperti persekusi-persekusi sebelumnya? Atau ini berada dalam design strategi baru? Ini yang harus dibedah, bahkan diwaspadai. Bicara apa yang ada di balik persekusi lebih menarik dan penting, dari pada sekedar membahas persekusinya sendiri.

Prabowo-Sandi untuk saat ini menguat dukungannya. Sejumlah survei, meski tak dirilis di media, menyebut sudah terjadi crossing. Suara Prabowo-Sandi menyalib Jokowi-Ma'ruf. Dengan sendirinya, kelompok pendukung Prabowo-Sandi sudah jadi mayoritas. Psikologi mayoritas akan merasa lebih kuat. Ini membuat mereka lebih mudah dipancing keluar untuk melawan setiap orang "yang dianggap" mengganggu mereka. Kalau ini berhasil, maka akan terjadi benturan dua kelompok anak bangsa.

Ada kekhawatiran bahwa sekenario membenturkan dua kelompok pendukung capres-cawapres sedang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Takutnya begitu. Tentu, ini melibatkan sutradara yang terlatih, berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Tujuannya? Chaos. Kalau sudah chaos, pemilu bisa ditunda.

Menghayal! Boleh jadi. Tapi, segala kemungkinan bisa terjadi dalam dunia politik. Sebuah dunia yang paling sulit ditebak ujung ceritanya. Unpredictable. Inilah yang membuat penasaran dan menggoda banyak orang untuk ikut terlibat dalam permainan.

Coba perhatikan! Setelah sekian lama adem ayem. Neno kampanye sana-sini aman. Begitu juga Rocky Gerung, bebas ngisi ceramah di kampus-kampus. Mendadak, persekusi muncul lagi setelah sekian bulan beristirahat. Adakah hubungannya dengan elektabilitas petahana yang terus turun? Bukankah persekusi itu justru semakin membuat elektabilitas petahana semakin terpuruk? Tidakkah rakyat semakin tak simpati dengan model persekusi? Dan rakyat yang punya hak pilih, kenapa dibuat kecewa? Atau ada sekenario lain? Sekenario membatalkan pemilu? Inilah yang harus diwaspadai jelang akhir masa kampanye ini. Salah langkah, rawan! Semua bisa berantakan! [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 7/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X