Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.477 views

Jaga Pilpres Dari Tangan-tangan Tak Siap Kalah

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Prabowo menang! Begitulah banyak yang sudah mulai berani membuat kesimpulan. Ada dua indikator yang mereka gunakan. Pertama, tak ada yang bisa melawan kekuatan rakyat.

Jokowi sedang berhadap-hadapan dengan rakyatnya sendiri. Rakyat yang kecewa atas tata kelola pemerintahannya yang tak sesuai janji dan ekspektasi. Kekecewaan itu yang membuat rakyat melimpahkan harapannya kepada Prabowo. Satu-satunya rival Jokowi di pilpres 2019.

Kampanye Prabowo selalu berlimpah massa. Kehadiran mereka digerakkan oleh harapan yang besar terhadap perubahan. Bagi mereka, Jokowi bukan lagi tempat yang tepat bagi rakyat menggantungkan harapan. Bodongnya janji politik, ketidakadilan hukum, rusaknya ekonomi, banjirnya pekerja asing, liberalnya impor yang mengakibatkan terancamnya kedaulatan pangan adalah sejumlah faktor mengapa banyak pemilih kemudian berpaling. Satu-satunya tempat berpaling adalah Prabowo.

Rakyat menghukum Jokowi. Kampanye Jokowi sepi, kecuali dihadiri oleh massa PDIP dan mereka yang digerakkan melalui kekuatan logistik. Selain  pengerahan massa dari aparat dan aparatur negara yang terintimidasi.

Satu persatu kepala desa dan polisi sudah mulai bernyali untuk bicara. Tatang, Kades Cidokom Rumpin Bogor mengaku diperintah atasan untuk memenangkan Paslon 01. Ajun Komisaris Sukman Azis, eks Kapolsek Pasirwangi Garut, juga mengakui bahwa dirinya dan kapolsek-kapolsek yang lain digerakkan untuk memenangkan 01. Ia mengeluh, baru kali ini polisi dilibatkan dalam kampanye.

Melanggar dong? Pihak mana yang berani memperkarakan? Laporan hanya tinggal laporan. Kendati demikian, cara-cara inkonstitusional yang sudah telanjang diketahui dan ditonton rakyat ini justru akan membuat rakyat makin antipati terhadap Jokowi. Ma'ruf Amin yang berlatar belakang ulama seharusnya menjadi kontrol terhadap praktek-praktek inkonstitusional ini, justru tak kelihatan fungsinya.

Selain kekuatan aparat dan kepala desa, Paslon 01 punya kekuatan logistik. Dalam sejarah, besarnya logistik tak akan mampu menghadapi kekuatan rakyat. Pilgub DKI adalah salah satu contohnya. Rakyat hanya ingin perubahan. Tak lebih dari itu!

Kedua, hijrahnya sejumlah elit ke Prabowo adalah bagian dari indikator adanya tanda-tanda kemenangan di kubu Prabowo. Erwin Aksa, pengusaha dari partai Golkar, adalah salah satunya. Tak sendiri, Erwin membawa 1000 pengusaha lainnya untuk dukung Prabowo. Erwin adalah contoh orang yang hijrah dengan terang-terangan. Kita tahu karakter pengusaha; termasuk Erwin dkk, membela yang bakal menang. Maka, pindahnya Erwin dkk diduga setelah mereka membaca arah angin yang mulai berubah. Dari mana tahunya? Tentu, mereka punya survei dan konsultan politik.

Sejumlah orang di lingkaran Jokowi, termasuk seorang jenderal, kabarnya juga secara diam-diam sedang merapat ke Prabowo. Bungkamnya Megawati ditandai oleh sejumlah elit sebagai kesadaran dan antisipasi akan potensi kekalahan Jokowi. Belum lagi pertemuan rahasia Sandi dengan K.H. Said Agil Siradj beberapa waktu lalu. Hanya orang bodoh yang tak mengkaitannya dengan urusan pilpres. Soal jatah menteri agamakah? Cukup mereka berdua saja yang tahu. Anda gak usah ikut-ikutan.

Debat Sabtu malam kemarin (30/3) seperti anti klimaks betapa Jokowi terlihat seperti sedang berada di ujung kekalahannya. Prabowo tampil dengan performa terbaiknya. Terlihat wawasan globalnya, matang dalam ideologi kebangsaan, ketegasan nasionalisme dan patriotismenya, serta kepercayaan dirinya keluar seolah seperti aura kemenangan sudah berada di genggamannya. Jauh jika dibandingkan dengan performa Prabowo di debat-debat sebelumnya.

Bukannya sejumlah lembaga survei telah memenangkan Jokowi? Lupakan para pelacur data itu. Jika anda tak percaya, tengoklah ke dapur survei mereka. Anda akan tahu, ternyata sejumlah lembaga survei tak lebih dari perusahaan yang sedang gigih ngejar laporan pendapatan tahunan, agar saat RUPS nanti surplus. Karena itu, jasa layanan mereka akan bergantung kepada siapa yang membayar dan bagaimana isi kontraknya.

Dinamika terakhir kampanye nampaknya membuat peluang Jokowi untuk comeback makin tipis. Operasi aparat dan mobilisasi para lurah serta ASN sudah mulai mendapatkan hadangan dan perlawanan dimana-mana. Dan rakyat memang harus menghalangi, karena itu inkonstitusional.

Tak menutup kemungkinan jika praktek-praktek inkonstitusional semacam ini terus dilakukan secara masif dan terang-terangan, akan memancing rakyat untuk melakukan sweeping dan persekusi. Ini bisa terjadi karena absennya Bawaslu dan tak netralnya aparat. Cara-cara inkonstitusional yang memalukan seperti ini mestinya segera dihentikan. Sebab, selain merusak proses demokrasi, juga justru akan membuat rakyat makin kehilangan simpati dan akhirnya menghakimi pemerintahan yang dipimpin Jokowi. Akibatnya, Jokowi bisa kalah makin telak di pilpres 2019 ini.

Telegram Kapolri agar aparat kepolisian netral itu sudah on the track. Datang di saat yang tepat. Tapi, jika di lapangan instruksi Kapolri tak berjalan, khawatir justru akan membuat oknum-oknum aparat malah berhadap-hadapan dengan rakyat yang ingin pilpres jurdil.

Ada yang bilang, Jokowi akan selamat dari kekalahan jika pemilu ditunda. Caranya? Dharurat sipil. Ini bahaya! Gak boleh terjadi. Karena itu, rakyat tak boleh terpancing.

Pilpres bukan perang ideologi. Bukan masalah Pancasila dan khilafah. Siapapun pemenangnya di pilpres ini, pancasila akan tetap tegak berdiri. NKRI tetap kokoh. Pihak yang menghadap-hadapkan pancasila vs khilafah itu hanya cari-cari celah untuk membenturkan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Tak lebih dari provokator yang kehilangan narasi dan kehabisan strategi. Ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendorong terjadinya konflik. Disitulah dharurat sipil punya alasan untuk menunda pilpres. Waspada, dan jangan terprovokasi.

Masa pencoblosan tinggal 17 hari lagi. Masa tegang dan rawan. Provokator sedang mencari celah untuk mengganggu pemilu. Waspadalah... Waspadalah...

Tekad rakyat untuk mensukseskan pemilu yang jujur, adil dan aman harus terus terjaga, agar pemilu yang demokratis ini bisa menjadi warisan luhur untuk generasi yang akan datang. Jangan biarkan dirusak oleh tangan-tangan yang tak siap untuk kalah. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kebali Ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X