Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.362 views

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

 

Oleh: Ria Fariana

Sekian tahun yang lalu, saya bertemu dengan anak SMA yang bersiap mau melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah ngobrol beberapa lama, meluncurlah beberapa pengakuan darinya. Ternyata ia akan melanjutkan kuliah kedokteran umum di Jerman.

“Kenapa harus ke Jerman? Universitas *** di dalam negeri kan bereputasi internasional.”

“Iya Mbak, tapi daya saingnya ketat banget. Gak yakin saya bisa lolos.”

“Kalau gak yakin lolos di dalam negeri, kenapa malah yakin bisa lolos di luar negeri?”

“Sistem ujian penerimaannya beda. Berkas SMA saya kirimkan ke sana, wawancara dikit dan jauh lebih mudah dan gak ribet sistem penerimaan di sana.”

“Tapi pasti mahal kan?”

“Nah itu, free kuliah di Jerman. Saya cuma harus memikirkan biaya hidup sehari-hari saja. Dan papa ada saudara di sana, jadi bisa tinggal bareng saudara papa.”

Beberapa bulan setelahnya, dia betul-betul terbang ke Jerman menempuh kuliah kedokteran dengan gratis.

Saya pun teringat pada seorang teman dekat yang sejak awal mengenal cita-cita utamanya adalah menjadi dokter. Dia pun cerdas, ya lebih cerdas lah daripada saya yang dodol di matematika, fisika dan kimia. Sebagai teman yang baik, saya dukung cita-citanya. Sayang,menjelang lulus SMA dia tak mendaftar fakultas kedokteran. Apa alasannya?

“Ortuku gak mampu buat membiayai aku kuliah kedokteran.”

“Negeri kan bisa cari beasiswa. Trus pasti ada cara supaya kamu tetap bisa kuliah di sana.”

“Ya, kan masuk awal itu tetap butuh duit. Darimana duitnya? Udahlah, realistis saja. Terlalu muluk aku mau masuk kedokteran.”

Dia yang gagal masuk fakultas kedokteran, saya yang merasa nyeri bahkan hingga saat ini. Sementara itu, seorang teman yang lain masuk fakultas kedokteran universitas swasta. Uang dana pembangunan kena setengah milyar. Belum uang SPP dan biaya per sks, serta uang jaket, iuran jurusan dan sebagainya. Mudah, bila ada uang. Masalahnya, haruskah fakultas kedokteran ini hanya boleh dimasuki  mereka yang berduit saja?

Topik ini bahasan lama sebetulnya, tapi layak diangkat seiring dengan merebaknya wabah covid19. Korban yang terus bertambah setiap hari, tenaga medis kelelahan dan tumbang terutama dari kalangan dokter. Hingga artikel ini ditulis, tak kurang 45 dokter meninggal akibat covid19. Belum tenaga kesehatan lain semisal perawat, bidan, dan tenaga laboratorium. Padahal ujung wabah ini masih belum terlihat kapan berakhir. Itu masih di kota besar. Bagaimana dengan kondisi para dokter di kota kecil atau bahkan wilayah terpencil?

Masih banyak wilayah di Indonesia yang masih belum tersentuh medis beserta dengan tenaga kesehatannya. Apakah sebegitu langkanya mencari bibit calon dokter di antara para anak negeri? Atau mungkin, ada yang salah dengan sistem pendidikan selama ini?

Profesor Johanes Surya rela bersusah-susah mencari bibit unggul ke pelosok-pelosok untuk demi kepentingan olimpiade matematika dan sains. Berhasil? Tentu. Bibit itu sering ditemukan di pelosok Irian Jaya dan Madura ujung Sumenep yang bahkan listrik pun masih langka. Permata-permata seperti ini perlu digosok oleh orang yang tepat. Bila seorang Johanes Surya beserta yayasannya bisa melakukan hal ini, negara dengan segenap kepentingan demi melindungi kesehatan rakyat tentunya harus lebih bisa dari ini.

Selain berpikir menekan angka bertambahnya korban setiap hari dengan berbagai kebijakan, sudah waktunya pemerintah terutama Kementerian Nasional bekerjasama dengan Pendidikan Tinggi memikirkan hal ini. Kita berharap wabah ini bisa segera berlalu akhir tahun. Setelahnya, segeralah disusun kebijakan tentang sistem kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah ketersediaan tenaga dokter yang menjadi ujung tombak saat wabah datang.

Kita telah kehilangan sekian puluh tenaga medis cemerlang. Beberapa di antaranya adalah guru besar yang telah besar pula jasanya dalam dunia kesehatan. Butuh waktu berapa puluh tahun lagi untuk memiliki orang-orang sekualitas mereka? Indonesia telah mengalami darurat medis. Kondisi ini harus segera disikapi dengan baik. Salah satunya adalah membuka pintu yang lebih lebar agar fakultas kedokteran tidak lagi milik ‘the haves’ saja. Mereka yang bercita-cita menjadi dokter dan didukung potensi serta kemampuan yang ada, seharusnya tidak lagi kesulitan mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran. Apalagi bila alasannya cuma masalah duit.

Sekolah tinggi untuk perawat juga harus lebih diperbanyak dan dipermudah prosesnya. Tentu saja dengan tidak mengabaikan kualitas dan fasilitas yang harus disediakan oleh negara. Begitu juga dengan sekolah tenaga kesehatan lainnya. Kebutuhan ini tidak bisa nanti-nanti lagi. Pemimpin negara harus sigap untuk segera membicarakan masalah ini dengan menteri dan pihak terkait. 

Mungkin Indonesia masih belum bisa seideal Jerman dalam hal memberi pendidikan tinggi gratis pada mahasiswanya. Tapi paling tidak, pengalaman menghadapi wabah covid19 ini seharusnya cukup membuat banyak pihak yang memegang kebijakan untuk mau menelaah ulang sistem pendidikan negeri ini. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 16:07

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Rabu, 30 Sep 2020 20:25

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Rabu, 30 Sep 2020 19:35

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X