Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.569 views

Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Prabowo resmi jadi menhan. Dilantik Jokowi di tangga istana. Beserta seluruh kabinet Jokowi, Prabowo duduk di anak tangga itu. Jokowi-Ma'ruf tetap duduk di atas.

Beda keadaannya ketika Prabowo mengendorse sekaligus bohir Jokowi saat nyagub DKI. Telunjuk Prabowo berwibawa. Nasib berubah ketika di 2014 Jokowi jadi rival Prabowo di pilpres. Posisi jadi sejajar. Terutama di dalam debat capres, satu sama lain adu program, argumen bahkan saling menjatuhkan lawan. Namanya juga debat.

2019, posisi masih sama. Keduanya jadi capres. Satu level. Hanya saja, Jokowi incumbent, dan Prabowo mantan calon yang kalah. Dan hasil pilpres, Prabowo kalah lagi oleh orang yang sama. Dalam politik, apakah setiap tanding ulang hasilnya selalu sama? mungkin iya.

Setelah kalah, Prabowo merapat. Diminta merapat, kata timnya. Oke lah. Itu sama saja. Prabowo diberi hadiah  menteri. Sejak saat itu, telunjuk Jokowi yang berlaku. Prabowo jadi anak buah Jokowi. Gak serius, bisa saya berhentikan di tengah jalan, kata Jokowi. Kalimat ini berlaku dan juga ditujukan kepada Prabowo.

Demi untuk negara, kami akan jalankan. Begitu "kira-kira" jawaban Prabowo jika dikonfirmasi. Apalagi anggaran Kemenhan luar biasa besar. 127 triliun rupiah. Nyaris tak tersentuh BPK dan KPK. Karena berkaitan dengan alutista. Sama tak tersentuhnya dengan anggaran Badan Intelijen Negara (BIN).

Bergairah bukan? Meski demikian, di luar istana Prabowo dapat bullian dan hujatan dari berbagai pihak. Tak hanya dari pendukungnya, tapi juga dari para pendukung Jokowi. Kemarin gebrak meja, kok sekarang jadi... Itulah diantara komentar miring terhadap Prabowo.

Bagi mayoritas para pendukung, Prabowo dianggap berhianat. Untuk menghadapi ini, tim Prabowo intens menulis artikel, bikin video dan juga meme. Intinya menjelaskan dan mengklarifikasi kenapa Prabowo "ngotot" ingin jadi menhan. Tapi, nampaknya dari semua klarifikasi tim media dan buzzer Prabowo tak cukup menjelaskan secara gamblang apa alasan riil dibalik langkah politiknya itu. Meski menuduh para pendukung yang tak setuju sebagai orang-orang baperan, emosional, gak tahu high politik, terprovokasi oleh pihak ketiga. Kalau kita identifikasi orang perorang yang mengklarifikasi itu adalah orang-orang dekat Prabowo. Ada orang lain, tapi publik tahu siapa dia dan bekerja untuk siapa. Maksudnya? Tim buzzer punya dinamikanya sendiri.

Apa betul para pendukung Prabowo itu baper dan emosional? Sebagian mungkin betul. Tak bisa dipungkiri. Seorang istri yang tahu suaminya selingkuh, pasti marah. Baper? Iya. Tapi, istri yang tak marah ketika melihat suaminya selingkuh, pasti sudah tak waras akalnya. Paham?

Politik itu tidak hitam putih. Jangan dianalogikan seperti suami istri, katanya. Hitam-putih itu standar nilai. Jika standar nilai itu tak lagi ada dalam dunia politik, maka rusaklah jagat Indonesia ini.

Mari kita baca seutuhnya langkah Prabowo ini dengan menggunakan standar nilai. Pertama, dari sisi etika. Kalah, lalu gabung ke "musuh politik" meninggalkan teman, anak buah dan jutaan para pendukungnya. Ini tentu tidak etis. Tak mengajarkan kepada anak bangsa bagaimana berpolitik yang elegan dan bermartabat.

Anak buah dan pendukung mesti patuh pada Prabowo dong... Kilahnya. Ajak bicara tidak, musyawarah juga gak, suruh patuh. Patuh dari Hongkong? Tanya para pendukung.

Hidayat Nurwahid, mitra Prabowo dari PKS menanyakan: kalau akhirnya berkoalisi dan jadi menteri, buat apa kemarin nyapres? Tifatul Sembiring juga nge-tweet: "aku kira singa, tak tahunya kucing peliharaan". Tajam banget sindirinya. Artinya, politik gak punya pakem.

Kedua, soal komitmen. Seseorang dianggap punya komitmen jika satu ucapan dengan perbuatan. Dan yang gak kalah penting adalah setia kawan. PKS yang lima tahun bermitra dan setia menemaninya dalam kekalahan pilpres 2014 ditinggalkan begitu saja. Dijanjikan jadi cawapres 2019, gak dipenuhi. Sudah gak jadi cawapres, ditinggalin lagi. Denger-denger jatah Cawagub DKI juga mau diambil lagi. Nasibmu oh PKS. Mungkin gak cermat cari teman.

Belum lagi para ulama, purnawirawan jenderal dan emak-emak yang telah banyak berkorban di saat-saat perjuangan. Kalian gak paham, karena informasi yang terbatas.  Entar kalian akan ngerti, katanya. Banyak PHP, kata HRS. Siapa HRS? Ah, pakai nanya lagi.

Ketiga, soal demokrasi. Jika yang kalah saja akhirnya gabung dan ikut koalisi, bagaimana check and balances? Demokrasi membutuhkan hadirnya pihak yang bersedia di luar pemerintahan dan mengambil peran pengawasan dan kontrol terhadap pemerintah. Prabowo tahu bagaimana nasib pers, dunia akademik dan mimbar rakyat sekarang. Mati suri. Dibutuhkan kekuatan lain yang bisa menjadi penyeimbang pemerintah agar tidak berjalan ke arah otoritarianisme.

Apa yang dilakukan Prabowo saat ini akan berpotensi merusak cara berpikir partai, terutama rakyat. Pilpres akan dianggap tak lebih dari sebuah dagelan dan pesta. Rakyat akan berpikir buat apa dukung si A atau si B, kalau keduanya tak beda identitas, karakter dan ideologinya. Habis pilpres nanti juga akan gabung dalam satu koalisi. Yang menang jadi presiden, yang kalah jadi menteri. Lalu, buat apa ikut milih. Buat apa ada pilpres kalau akhirnya makan sepiring berdua?

Tapi kalau milih dapat uang, boleh deh. Akhirnya, rakyat bertransaksi ala kapitalis. Berlomba untuk memanfaatkan para capres demi pendapatan tambahan. Saatnya pesta. Bukan pesta demokrasi, tapi pesta rizki.

Keempat, soal konsolidasi politik jangka panjang. 10 tahun PDIP jadi oposisi. Pemilu 2014 dan 2019 jadi top skor. Sebagai partai di luar pemerintahan periode 2004-2014, PDIP melakukan konsolidasi secara serius dan sungguh-sungguh. Hasilnya, PDIP kuat untuk saat ini. Mengapa Prabowo tidak sabar? Apakah karena merasa sudah tua? Tidakkah apa yang diperjuangkan para pahlawan itu akan diwarisi oleh generasi bangsa di masa depan.

Yang pasti, Prabowo dan Gerindra sedang dalam ujian yang berat. Ujian ini "mungkin" bisa dilewatinya jika Prabowo mampu bekerja secara cemerlang sebagai Menhan. Tidak saja sukses, tapi menonjol prestasinya. Jika prestasi yang ditunjukkan Prabowo sebagai Menhan betul-betul wow, mungkin ada konstituen yang masih mau mengapresiasi.  Disamping harus menunjukkan kontribusinya kepada para mantan pendukung. Ingat, para mantan.

Tapi jika prestasi Prabowo biasa-biasa saja, kelar! Apalagi kalau Prabowo diberhentikan di tengah jalan. Nasib Prabowo akan sungguh mengenaskan. Tak ada yang menjamin kalau Prabowo akan dipertahankan hingga lima tahun kedepan. Sebab, takdirnya sudah ada di 'genggaman' Jokowi.[PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 24/10/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

Jum'at, 15 Oct 2021 20:57

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Jum'at, 15 Oct 2021 20:50

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Jum'at, 15 Oct 2021 19:52

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Jum'at, 15 Oct 2021 19:22

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Jum'at, 15 Oct 2021 18:45

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Jum'at, 15 Oct 2021 16:45

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Jum'at, 15 Oct 2021 16:29

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Jum'at, 15 Oct 2021 16:00

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Jum'at, 15 Oct 2021 15:07

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Jum'at, 15 Oct 2021 10:30

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jum'at, 15 Oct 2021 07:14

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Jum'at, 15 Oct 2021 06:27

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Kamis, 14 Oct 2021 22:30

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Kamis, 14 Oct 2021 22:03

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

Kamis, 14 Oct 2021 21:47

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

Kamis, 14 Oct 2021 21:46

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

Kamis, 14 Oct 2021 21:10

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kamis, 14 Oct 2021 20:48

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Kamis, 14 Oct 2021 20:04

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Kamis, 14 Oct 2021 19:44


MUI

Must Read!
X