Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.901 views

Kasus UAS dan Ancaman Disharmoni Bangsa

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

NKRI harga mati! Yah, itu mah dari dulu. Gak berubah. Semua rakyat paham dan menjaganya. Kecuali gerakan separatisme yang ingin merdeka. Itu baru jadi musuh bersama. Lawan politik itu bukan musuh. Jadi, jangan karena beda pilihan politik dan kritik penguasa dianggap anti NKRI.

Slogan NKRI harga mati jangan dijadikan ajang persekusi. Apalagi untuk melakukan kriminalisasi. Jangan! Kata orang Jawa: gak elok. Entar malatin!

Sekarang NKRI harga mati sedang dihadapkan pada dua kasus sekaligus. Pertama, kasus Papua. Manokwari, Sorong dan Fak Fak rusuh. Sejumlah obyek vital dibakar dan dihancurkan. Termasuk kantor DPRD dan pasar. Sejumlah bendera merah putih diturunkan. Kabarnya ada yang dibakar. Mereka teriakkan merdeka! Rakyat tanya: dimana NKRI harga mati itu sekarang berada?

Kedua, kasus UAS. UAS menista agama? Nanti dulu. Sabar! Harus secara cermat melihat duduk persoalannya. Jangan asal tuduh. Jangan asal lapor. Ini sensitif bro. Ngono yo ngono, tapi jangan juga keterlaluan.

UAS menghina salib? Jangan buru-buru menyimpulkan. Jika pidato UAS terbuka, di depan publik dan didengar oleh khalayak umum, maka patut dipertanyakan. Tapi, jika pidato UAS itu tertutup, hanya untuk internal umat Islam, dan dalam rangka menafsirkan kitab sucinya, itu bukan penistaan. Apalagi jika dimaksudkan untuk memperkokoh aqidah jama'ahnya, jelas itu bukan SARA. Kenapa membuat komperasi atau perbandingan dengan agama lain?

Semua tokoh agama juga menggunakan metode komperasi. Jangan langsung ditafsirkan menghina agama lain. Cukup berbahaya kalau setiap kajian keagamaan dan metode komperasi dianggap sebagai penistaan agama. Sebab, hampir semua tokoh agama menggunakan metode komperasi ketika mendoktrin jama'ahnya. Dan metode komperasi ini bisa ditebak isinya: membenarkan agama yang dianut dengan serta merta mengoreksi kekurangan, kelemahan dan bahkan "kesalahan" agama lain. Tidak di Masjid, tidak di Gereja, tidak di Sinagog, hampir semua tokoh agama melakukan itu. Mau dilaporkan? Kalau begitu, semua tokoh agama menista dong? Semua tokoh agama harus  dipenjara dong? Ngaco!

Mesti dipahami, ada panggung internal dan tertutup, ada juga panggung eksternal dan terbuka. Di panggung internal, setiap tokoh agama meyakinkan umatnya untuk berpegang teguh terhadap iman dan keyakinannya. Cara efektif diantaranya dengan membandingkannya terhadap agama lain. Dalam perbandingan itu pasti agamanya yang benar dan agama lain salah. Kalau sama-sama benarnya, untuk apa memilih dan berpegang teguh kepada agamanya? Kenapa tidak pindah atau double keyakinan? Metode perbandingan menjadi pilihan yang dianggap efektif untuk memperkuat aqidah jama'ah.

Di dalam Al-Qur'an dan juga al-Hadis, dua sumber utama umat Islam, banyak menyinggung tema perbandingan itu. Muncul istilah kafir, munafiq dan mukmin untuk menegaskan kebenaran Islam atas agama yang lain. Apakah Al-Qur'an dan al-Hadis itu SARA? Tentu tidak.

Begitu juga pidato para pendeta di gereja. Pasti Kristen yang paling benar dan serta merta menganggap agama lain salah. Apakah para pendeta ketika menjelaskan kesalahan, kelemahan dan kekurangan agama lain di gereja itu SARA? Ya tidak!

Coba buka you tube, anda akan mendapatkan para tokoh agama berpidato dengan membuat perbandingan. Kalau apa yang ada di you tube dilaporkan, Indonesia gaduh. Tokoh-tokoh agama akan dipidanakan.

Dianggap SARA kalau dinyatakan secara terbuka dan sengaja untuk menghina serta merendahkan agama atau umat lain. Audiensnya umum. Itu baru penistaan. Coba lihat di Facebook. Kita akan temui betapa banyak orang menghina Al-Qur'an, Nabi Muhammad dan ajaran Islam. Itu baru SARA. Kenapa gak ditangkap ya? Kepo!

Beda dengan kasus Ahok. Ahok bicara di depan umum. Bahkan audiensnya mayoritas muslim. Lalu ia menyinggung ayat yang tak semestinya. Ya penodaan. Tapi itu politis! Terserah anda memaknainya. Yang pasti, pengadilan telah memutus Ahok sebagai penista agama. Ada intervensi! Sopo sing intervensi? Ahok gubernurnya. Presidennya temen Ahok. Mosok penguasa bisa ditekan. Justru penguasalah yang bisa menekan. Hehe

Jadi, apa yang dilakukan UAS banyak juga dilakukan oleh para tokoh agama di komunitasnya masing-masing. Tokoh agama dari berbagai agama. Itu biasa dan wajar sebagai upaya untuk mendoktrin umat masing-masing. Persoalan muncul ketika konsumsi internal diupload ke publik. Ramai deh. Apalagi Sang Tokoh lagi dicari-cari kesalahannya. Jadilah itu barang. Yang upload bebas. Loh, kok bisa? Kok beda dengan Buniyani yang upload video Ahok? Kepo lagi!

Melaporkan kasus UAS akan memicu munculnya pelaporan terhadap para tokoh dari agama lain yang melakukan hal yang sama. Jika ini terjadi, bukan hanya kegaduhan yang akan kita hadapi, tapi harmonisasi hubungan antar umat beragama di Indonesia akan terganggu, bahkan bisa terancam.

Kasuisasi UAS tidak hanya memicu munculnya banyak laporan lain terkait penistaan agama, tapi juga akan mendorong benturan antar umat beragama. Dukungan berbagai pihak akan bermunculan.

Soal agama, ini sensitif. Jika tak bisa dikendalikan, ini akan memicu konflik sosial. Dan otomatis disarmonisasi bangsa ini akan dipertaruhkan. Berbahaya! [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 23/8/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Mematikan Cina Melonjak Jadi 80 Orang, Lebih 2700 Terkonfirmasi

Senin, 27 Jan 2020 11:19

Tanggapi Pernyataan Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Tanggapi Pernyataan Mahfud MD, Ustaz Tengku: Yang Haram Itu Sistem Pemerintahan Firaun dan Namrud

Senin, 27 Jan 2020 10:06

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Israel Resmi Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berbisnis Dan Haji

Senin, 27 Jan 2020 09:57

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Jubir FPI: Jika Akhir Hayat Johny Indo Muslim, Jenazahnya Wajib Diurus Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:29

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Anak dan Istri Kedua Johny Indo: Papa Ingin Dikubur Secara Islam

Senin, 27 Jan 2020 08:01

Workshop Kasus Reyhnhard Sinaga

Workshop Kasus Reyhnhard Sinaga

Senin, 27 Jan 2020 06:57

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Senin, 27 Jan 2020 05:45

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Ahad, 26 Jan 2020 22:00

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Ahad, 26 Jan 2020 20:00

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Ahad, 26 Jan 2020 19:06

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Ahad, 26 Jan 2020 16:37

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

Ahad, 26 Jan 2020 15:40

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Ahad, 26 Jan 2020 13:00

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 11:30

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Ahad, 26 Jan 2020 11:15

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Ahad, 26 Jan 2020 11:01

Korupsi dan Demokrasi

Korupsi dan Demokrasi

Ahad, 26 Jan 2020 10:58

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 10:32

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Ahad, 26 Jan 2020 09:37

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Sabtu, 25 Jan 2020 23:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X