Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.854 views

Pemimpin yang Dirindukan

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Negara mesti ada pemimpin. Tanpa pemimpin, negara akan berantakan, lalu hilang. Lebih baik seribu tahun negara dipimpin oleh orang dzalim dari pada sehari tanpa pemimpin, kata Ibnu Taimiyah. Hak anda untuk setuju atau tidak. Tapi, kepemimpinan adalah mutlak dalam dunia sosial, terutama bangsa.

Jika negara atau sebuah bangsa dipimpin orang yang dianggap oleh rakyatnya dzalim, biasanya akan muncul gejolak. Semakin besar kedzaliman, semakin besar juga gejolaknya. Ini sudah jadi hukum sejarah. Berlaku di negara manapun dan kapanpun.

Kezaliman itu terjadi bisa karena kebodohan si pemimpin sehingga negara dikendalikan oleh pihak-pihak yang hanya tahu keuntungan dan bagaimana merampok kekayaan negara. Boleh jadi juga karena si pemimpin itu tak punya integritas sehingga suka melakukan ketidakadilan. Intimidasi dan tangkap setiap orang yang dianggap membahayakan posisinya. Membonsai lawan politik dan membungkam suara perbedaan.

Kekecewaan rakyat kemudian terakumulasi pada isu dan mometum tertentu, lalu secara bersama-sama bergerak melakukan perlawanan. Biasanya, situasi ini memakan korban. Semakin banyak korban berjatuhan, makin tinggi eskalasi perlawanan itu.

Orde Lama tumbang setelah tujuh jenderal Angkatan Darat diculik dan dibunuh PKI. Orde Baru tumbang setelah sejumlah mahasiswa diculik dan ditembak mati. Diawali dengan krisis ekonomi sebagai "trigger" yang menghadirkan gelombang massa. Gusdur harus turun setelah isu Bulog Gate. Apa Jokowi akan mundur dengan isu UU KPK, kematian dua mahasiswa Kendari dan 32 masyarakat pendatang di Papua? Allahu A'lam. Takut jawab ya? Tidak! Tak ada yang tahu soal niat itu kecuali Jokowi sendiri dan Tuhan. Tak ada juga yang tahu situasi kedepan.

Sudah jadi "sunnatullah", ketika pemimpin itu mengecewakan, maka rakyat berharap ada pergantian. Dalam konteks ini ada tiga kelompok. Pertama, kelompok emosional yang hanya berpikir pokoknya ganti. Siapapun penggantinya, tak penting baginya. Lebih baik atau lebih dzalim, tak dipikirkannya. Kedua, kelompok pragmatis-politis. Penggantinya harus orangnya dia. Setidaknya sesuai dengan selera dan kepentingan kelompok ini. Bisa dikendalikan dan dijadikan alat bagi kepentingannya. Kalau ada wakil presiden, maka orang-orang di sekeliling wakil presidenlah yang lebih bersemangat dan mendorong kuat segera terjadinya pergantian presiden itu. Banyak kelompok yang akhirnya merapat ke wakil presiden dan ikut mempercepat pergantian presiden. Ini namanya rizki nomplok, kata orang. Ketiga, kelompok idealis. Ganti ok, tapi penggantinya harus ok juga.

Saat ini mulai ada benih-benih kekecewaan. Berbagai demonstrasi mahasiswa di hampir semua wilayah di Indonesia jadi indikatornya. Saat itulah rakyat merindukan pemimpin yang lebih ideal. Apa kriteria ideal itu? Smart, punya komitmen, bicaranya bisa dipahami dan konsisten. Artinya, satu kata dengan perbuatan. Tak mudah diintervensi. Mandiri dalam bernarasi, bersikap dan mengambil keputusan. Punya gagasan yang tak saja bisa direalisasikan, tapi juga dibutuhkan. Tegas, jelas bobotnya dan menyejukkan dalam berkomunikasi. Mengayomi, bukan memusuhi. Peka terhadap suara rakyat, terutama suara mereka yang tertindas secara struktural dan kultural. Menjadikan hukum sebagai pondasi dalam membangun negara dan bangsa. Bukan sebagai sarana membunuh lawan politiknya. Berwibawa ketika berdiri dan berbicara di forum internasional. Sehingga menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara. Berdiri sama tinggi, bahkan sedikit di atas negara lainnya.

Intinya, seorang pemimpin harus punya integritas, kapasitas global dan komitmen kebangsaan maupun kerakyatan. Siapa itu? Rakyat sudah harus mulai mengindentifikasi orang dengan kriteria ini. Tentu orang seperti ini harus dilahirkan melalu proses politik yang benar dan sah sehingga punya legal standing yang kuat. Pemilu maksudnya? Betul sekali. Soal kapan pemilu akan digelar, itu soal lain. Bisa 2024, itu normalnya. Bisa setelah atau sebelumnya jika situasi tak normal. Meski tak normal, tetap harus mengacu pada konstitusi yang tersedia.

Dengan kriteria ini, maka Indonesia kedepan akan melahirkan pemimpin yang dirindukan, bukan pemimpin karbitan yang sarat polesan. [PurWD/voa-islam.com]

Doha, Qatar, 1 Oktober 2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Jum'at, 25 Sep 2020 18:25

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Jum'at, 25 Sep 2020 18:04

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

Jum'at, 25 Sep 2020 17:47

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Jum'at, 25 Sep 2020 14:30

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Jum'at, 25 Sep 2020 09:12

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

Jum'at, 25 Sep 2020 08:25

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

Jum'at, 25 Sep 2020 08:10

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 25 Sep 2020 07:51

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X