Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.432 views

Capresmu Bukan Nabimu

Sahabat Voa Islam,

Fenomena capres 2014 ini benar-benar seperti menumpulkan akal sehat sebagian orang. Ada dua kandidat pasangan capres-cawapres yang dibela pendukungnya seperti membela nabinya, hidup dan matinya. Di media sosial, status dan tautan yang dibagikan oleh para pendukung itu benar-benar saling menjatuhkan pihak yang tidak didukungnya. Sedangkan capres yang didukung, dibela bak pahlawan hingga ke akar-akarnya.

Anehnya, ketika ada kasus penghinaan terhadap agamanya, Tuhan dan nabinya, mereka malah diam saja. Dengan banyak dalih mereka tidak mengangkat masalah penting ini, seolah urusan capres ini jauh lebih penting hingga ke surga neraka sana. Padahal mayoritas para pendukung capres-cawapres ini adalah mengaku dirinya Muslim. Tapi keberpihakan mereka terhadap Islam jauh panggang daripada api. Mereka lebih asik mengurusi fitnah sana-sini, bela sana-sini, komentar sana-sini terhadap capres-cawapres tersebut.

Mereka lupa, bahwa urusan ini berskala hanya lima tahun sekali. Urusan ini hanya berdimensi sesaat, sekedipan mata. Tapi anehnya, urusan ini dibela hingga darah, airmata dan taruhan nyawa. Memang, dunia adalah tempat yang melalaikan. Ternyata bukan hanya tahta, harta dan wanita, bahkan capres pun bisa malalaikan seseorang dari tujuan hidupnya di dunia ini. Tak mungkin malaikat Mungkar-Nangkir nanti akan bertanya siapa capres dukunganmu waktu pemilu 2014 di Indonesia. Sebaliknya, siapa tuhanmu, nabimu bahkan apa amalan unggulanmu di dunia, menjadi topik inti yang seharusnya direnungkan oleh kita semua.

Islam dihina. Satu media massa berbahasa Inggris memuat gambar bendera bertuliskan syahadat disandingkan dengan gambar tulang dan tengkorak. Di sampingnya, ada lima orang sedang disiksa dan ditutup matanya oleh orang yang diasosiasikan sebagai muslim. Pesan ini sangat vulgar menghina, Allah dan Rasul-Nya disamakan dengan simbol bajak laut yang kerjaannya membunuhi orang.

Anehnya, amat sedikit umat Islam yang bereaksi. Mereka tenang-tenang saja menghadapi penghinaan ini dengan banyak dalih. Padahal di zaman Rasulullah masih hidup, halal darahnya bagi mereka yang menghina Allah dan Rasul-Nya. Tapi itu semua tidak berlaku di zaman ini. Mereka jauh lebih peduli, lebih marah, lebih beringas ketika capres-cawapresnya dihina. Seolah, capres-cawapres inilah yang akan bisa membela mereka kelak di hari pengadilan akhir ketika tak ada satu orang pun yang bisa membela orang lainnya. Mereka buta. Karena sesungguhnya buta itu bukan mata fisik tapi mata hati ketika manusia tak lagi bisa membedakan mana yang layak untuk dibela mati-matian, mana yang merupakan senda gurau semu belaka.

Momen capres-cawapres ini seolah menunjukkan jati diri seseorang yang sebenarnya. Dengan segala sikap dan sepak terjangnya, para pendukung itu membuka karakter diri yang sesungguhnya. Meskipun ada beberapa pendukung yang berusaha rasional bahkan mengakui bahwa momen copras-capres ini mampu menurunkan level kecerdasan pada banyak orang, tapi toh tetap dilakoni juga. Padahal selain menurunkan level kecerdasan, momen copras-capres ini bukan tidak mungkin mampu menurunkan kadar keimanan, sadar ataupun tidak.

Dengan sukarela mereka memilih pemimpin yang akan menjalankan hukum selain hukum Allah. Setelah sebelumnya, rakyat memilih wakilnya (katanya) untuk yang akan duduk di legislatif dan bertugas membuat undang-undang buatan manusia. Undang-undang yang bisa mengubah halal menjadi haram dan haram menjadi halal. Dan presiden-wakill presiden inilah yang nantinya menjalankan undang-undang tersebut tanpa peduli apakah itu melanggar hukum syariat atau tidak.

Terlepas dari itu semua, setelah tanggal 9 Juli 2014 semoga semua ketidakwarasan ini berakhir. Ada harapan semoga akal sehat para pendukung copras-capres ini segera kembali. Hidup harus berlanjut. Siapapun pemimpinnya, tak akan ada perubahan signifikan dihasilkan. Toh, hukumnya tetap hukum yang berdasar pada akal manusia yang seringkali dibuat secara akal-akalan. Toh, Palestina tetap membara tanpa ada keinginan dari pemimpin untuk mengerahkan tentara ke sana dan membela rakyat Gaza dari kekejian Zionis Israel. Toh, kebijakan negeri ini tetap tergadai di tangan asing. Toh, kita tetap setengah mati mempertahankan akidah ketika hukum yang diterapkan atas diri adalah hukum jahiliyah.

Astaghfirullah al adzim. Semoga Allah mengampuni kelemahan diri yang ternyata masih lemah untuk menegakkan akidah. Wallahu alam. (riafariana)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Senin, 10 Aug 2020 20:15

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

Senin, 10 Aug 2020 18:59

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Senin, 10 Aug 2020 18:48

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X