Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.107 views

Mawas Politik Generasi Milineal

Oleh: Oktavia Nurul Hikmah, S.E.

(Alumni Unair, Anggota Komunitas Revowriter Gresik)

Dunia perpolitikan memanas jelang Pilpres 2019. Publik disuguhi berbagai intrik politik, mulai dari drama pengumuman cawapres, perang tagar hingga kompetisi perebutan suara milenial.

Dua kubu berseteru dengan berbagai strategi untuk memenangkan hati masyarakat. Satu hal yang wajar dan niscaya ada dalam iklim demokrasi karena penguasa membutuhkan suara rakyat untuk duduk di singgasana. Adu profil dan citra calon penguasa pun dilakukan demi merebut suara rakyat.

Kubu petahana telah mengumumkan ketua tim suksesnya, seorang pengusaha muda kekinian. Sementara kubu oposisi pun memiliki cawapres yang juga pengusaha muda. Ramai pembahasan, strategi ini diperlukan untuk memenangkan kubu milenial. Tak heran, karena generasi milenial mendominasi jumlah pemilih pada Pilpres mendatang. Sebanyak 40% pemilih adalah pemilih pemula.

Berbeda dengan pemilih di usia yang lebih tua, generasi milenial cenderung tidak loyal, tidak suka diatur dan lekat dengan media sosial. Hal-hal inilah yang akan dipertimbangkan para timses saat meramu jurus-jurus kampanye jitu demi memenangkan suara generasi milenial.

Sistem demokrasi meniscayakan metode pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Jargon dari, oleh dan untuk rakyat diwujudkan dengan keterlibatan rakyat untuk memilih wakil rakyat dan penguasa secara langsung. Namun, penting diingat, cukup sebatas inilah keterlibatan rakyat. Berikutnya, nasib mereka tergantung pada keamanahan para wakil rakyat dan penguasa.

Calon wakil rakyat dan penguasa menggencarkan kampanye untuk mendekatkan diri dengan calon pemilih. Iklan di televisi, media cetak dan sosial media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Wakil Ketua MPR Mahyudin pun menyatakan, “Biaya politik di Indonesia sangat mahal itu harus diakui. Untuk mencalonkan diri menjadi gubernur saja seorang kandidat mesti mengeluarkan ongkos politik untuk berbagai pembiayaan bisa di atas puluhan miliar rupiah bahkan bisa 100 miliar rupiah” (rmol.co, 22/3/2018).

Tak heran, para pelaku kampanye membutuhkan kolaborasi dengan pengusaha untuk membiayai kampanyenya. Dan tak sedikit pula pengusaha yang terjun secara langsung ke dunia perpolitikan. Coba ditelisik saja, pemilik televisi dan grup media secara umum didominasi oleh orang-orang partai.

Besarnya biaya politik dalam sistem demokrasi inilah yang menyebabkan kedzaliman terhadap rakyat tumbuh subur. Para politisi terikat utang budi kepada para pengusaha yang membiayai kampanyenya. Maka meluncurlah berbagai kebijakan yang memihak pengusaha sekaligus mengabaikan rakyat yang telah memilihnya. Korupsi menjadi konsekuensi yang dianggap wajar.

Sebagaimana dinyatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menilai salah satu masalah pelik Indonesia sampai saat ini yakni korupsi yang masih merajalela. Masih banyaknya perilaku koruptif itu, berkaitan erat dengan sistem demokrasi yang berbiaya tinggi (detik.com, 2/11/2017).

Kasus 41 orang wakil rakyat yang menjadi tersangka korupsi di Malang menjadi bukti yang gamblang. Empat orang wakil rakyat yang tersisa memaksa pengangkatan wakil rakyat pengganti karena DPRD Malang lumpuh total. Satu dua orang masih bisa dikatakan kekhilafan. Tapi 41 orang tersangka dari 45 orang adalah indikasi kecacatan permanen sistem demokrasi. 

Sobat, pesta demokrasi pertamamu telah menjelang. Agar tidak menjadi pemuda buta politik, kita perlu tahu kajian politik sesuai keimanan kita. Tahukah sobat, Islam pun memiliki pengaturan politik. Politik atau siyasah dalam Bahasa Arab memiliki makna pengurusan umat. Penguasa dalam sistem Islam, menjalankan peran sebagai pelayan urusan umat. Setiap penguasa memahami, keamanahannya dalam melayani urusan umat akan dipertanggungjawabkan secara langsung di hadapan Allah.

Namun, pemimpin demikian tidak akan pernah muncul dalam sistem demokrasi yang berinduk pada sekulerisme. Jangankan mempertanggungjawabkan kepemimpinan di hadapan Allah, kepada rakyat yang mereka wakili pun mereka berkhianat. Tidak bisa dibantah, para politisi dalam sistem demokrasi adalah pejuang kepentingan pengusaha dan korporasi. Rakyat urusan mburi (terakhir).

Sobat, menolak demokrasi bukan sekedar menolak kedzaliman. Lebih dari itu, seorang muslim harus menolak demokrasi karena bertentangan dengan aqidah. Coba perhatikan, dalam demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat. Sekalipun implementasinya kedaulatan diwakilkan pada wakil rakyat, tetap saja manusia sebagai pemilik kedaulatan yang akan membuat aturan untuk diterapkan. Berbagai undang-undang dan kebijakan pemerintah adalah gambaran kedaulatan tersebut.

Sementara, Islam menempatkan pemilik kedaulatan hanya pada Allah SWT semata. Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Pemberi Aturan bagi manusia. Menempatkan kedaulatan di tangan rakyat meniscayakan pembangkangan manusia terhadap Rabbnya.

Karena itu Sobat, mawas politik bukan berarti terjun dan berpartisipasi dalam sistem politik demokrasi. Sebaliknya, generasi milenial harus turut dalam arus perubahan dengan memperjuangkan sistem politik Islam. Sistem politik Islam hanya akan terwujud dalam sebuah institusi negara khilafah yang berlandaskan syariat sebagaimana gambaran Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW.

Perjuangan politik generasi milenial haruslah diawali dengan mengkaji Islam secara menyeluruh. Mengkaji kesempurnaan syariat Islam dan menerapkannya dalam kehidupan. Berikutnya, terlibat secara aktif dalam dakwah pemikiran menyerukan penerapan syariat kaffah dalam naungan khilafah.

Generasi milineal harus berada di garda terdepan dalam membongkar kesalahan sekulerisme demokrasi yang menjadi penyebab utamanya dicampakkannya aturan Allah SWT. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Sexy Killer: Gambaran Nyata Cengkeraman Kapitalisme SDA Indonesia

Sexy Killer: Gambaran Nyata Cengkeraman Kapitalisme SDA Indonesia

Kamis, 25 Apr 2019 05:22

Generasi Milenial Tumbal Para Kapital

Generasi Milenial Tumbal Para Kapital

Kamis, 25 Apr 2019 03:16

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

Kamis, 25 Apr 2019 02:07

Aroma Busuk Industri Game Online

Aroma Busuk Industri Game Online

Kamis, 25 Apr 2019 01:00

Al-junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Al-junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Kamis, 25 Apr 2019 00:31

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Rabu, 24 Apr 2019 23:25

Penyelidikan Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Penyelidikan Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Rabu, 24 Apr 2019 22:45

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Rabu, 24 Apr 2019 22:00

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Rabu, 24 Apr 2019 21:49

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Rabu, 24 Apr 2019 21:15

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

Rabu, 24 Apr 2019 19:38

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Rabu, 24 Apr 2019 19:34

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Rabu, 24 Apr 2019 19:29

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Rabu, 24 Apr 2019 19:22

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Rabu, 24 Apr 2019 18:57

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Rabu, 24 Apr 2019 18:53

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Rabu, 24 Apr 2019 18:38

Menantu Donald Trump Sebut 'Kesepakatan Abad Ini' Akan Dipresentasikan Akhir Ramadhan

Menantu Donald Trump Sebut 'Kesepakatan Abad Ini' Akan Dipresentasikan Akhir Ramadhan

Rabu, 24 Apr 2019 18:37

Korban Tewas Akibat Pemboman di Sri Lanka Naik Menjadi 359 Orang

Korban Tewas Akibat Pemboman di Sri Lanka Naik Menjadi 359 Orang

Rabu, 24 Apr 2019 18:33

PKS Olah Limbah Kampanye Jadi Produk Kreatif Bermanfaat

PKS Olah Limbah Kampanye Jadi Produk Kreatif Bermanfaat

Rabu, 24 Apr 2019 18:22


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X