Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.234 views

Mawas Politik Generasi Milineal

Oleh: Oktavia Nurul Hikmah, S.E.

(Alumni Unair, Anggota Komunitas Revowriter Gresik)

Dunia perpolitikan memanas jelang Pilpres 2019. Publik disuguhi berbagai intrik politik, mulai dari drama pengumuman cawapres, perang tagar hingga kompetisi perebutan suara milenial.

Dua kubu berseteru dengan berbagai strategi untuk memenangkan hati masyarakat. Satu hal yang wajar dan niscaya ada dalam iklim demokrasi karena penguasa membutuhkan suara rakyat untuk duduk di singgasana. Adu profil dan citra calon penguasa pun dilakukan demi merebut suara rakyat.

Kubu petahana telah mengumumkan ketua tim suksesnya, seorang pengusaha muda kekinian. Sementara kubu oposisi pun memiliki cawapres yang juga pengusaha muda. Ramai pembahasan, strategi ini diperlukan untuk memenangkan kubu milenial. Tak heran, karena generasi milenial mendominasi jumlah pemilih pada Pilpres mendatang. Sebanyak 40% pemilih adalah pemilih pemula.

Berbeda dengan pemilih di usia yang lebih tua, generasi milenial cenderung tidak loyal, tidak suka diatur dan lekat dengan media sosial. Hal-hal inilah yang akan dipertimbangkan para timses saat meramu jurus-jurus kampanye jitu demi memenangkan suara generasi milenial.

Sistem demokrasi meniscayakan metode pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Jargon dari, oleh dan untuk rakyat diwujudkan dengan keterlibatan rakyat untuk memilih wakil rakyat dan penguasa secara langsung. Namun, penting diingat, cukup sebatas inilah keterlibatan rakyat. Berikutnya, nasib mereka tergantung pada keamanahan para wakil rakyat dan penguasa.

Calon wakil rakyat dan penguasa menggencarkan kampanye untuk mendekatkan diri dengan calon pemilih. Iklan di televisi, media cetak dan sosial media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Wakil Ketua MPR Mahyudin pun menyatakan, “Biaya politik di Indonesia sangat mahal itu harus diakui. Untuk mencalonkan diri menjadi gubernur saja seorang kandidat mesti mengeluarkan ongkos politik untuk berbagai pembiayaan bisa di atas puluhan miliar rupiah bahkan bisa 100 miliar rupiah” (rmol.co, 22/3/2018).

Tak heran, para pelaku kampanye membutuhkan kolaborasi dengan pengusaha untuk membiayai kampanyenya. Dan tak sedikit pula pengusaha yang terjun secara langsung ke dunia perpolitikan. Coba ditelisik saja, pemilik televisi dan grup media secara umum didominasi oleh orang-orang partai.

Besarnya biaya politik dalam sistem demokrasi inilah yang menyebabkan kedzaliman terhadap rakyat tumbuh subur. Para politisi terikat utang budi kepada para pengusaha yang membiayai kampanyenya. Maka meluncurlah berbagai kebijakan yang memihak pengusaha sekaligus mengabaikan rakyat yang telah memilihnya. Korupsi menjadi konsekuensi yang dianggap wajar.

Sebagaimana dinyatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menilai salah satu masalah pelik Indonesia sampai saat ini yakni korupsi yang masih merajalela. Masih banyaknya perilaku koruptif itu, berkaitan erat dengan sistem demokrasi yang berbiaya tinggi (detik.com, 2/11/2017).

Kasus 41 orang wakil rakyat yang menjadi tersangka korupsi di Malang menjadi bukti yang gamblang. Empat orang wakil rakyat yang tersisa memaksa pengangkatan wakil rakyat pengganti karena DPRD Malang lumpuh total. Satu dua orang masih bisa dikatakan kekhilafan. Tapi 41 orang tersangka dari 45 orang adalah indikasi kecacatan permanen sistem demokrasi. 

Sobat, pesta demokrasi pertamamu telah menjelang. Agar tidak menjadi pemuda buta politik, kita perlu tahu kajian politik sesuai keimanan kita. Tahukah sobat, Islam pun memiliki pengaturan politik. Politik atau siyasah dalam Bahasa Arab memiliki makna pengurusan umat. Penguasa dalam sistem Islam, menjalankan peran sebagai pelayan urusan umat. Setiap penguasa memahami, keamanahannya dalam melayani urusan umat akan dipertanggungjawabkan secara langsung di hadapan Allah.

Namun, pemimpin demikian tidak akan pernah muncul dalam sistem demokrasi yang berinduk pada sekulerisme. Jangankan mempertanggungjawabkan kepemimpinan di hadapan Allah, kepada rakyat yang mereka wakili pun mereka berkhianat. Tidak bisa dibantah, para politisi dalam sistem demokrasi adalah pejuang kepentingan pengusaha dan korporasi. Rakyat urusan mburi (terakhir).

Sobat, menolak demokrasi bukan sekedar menolak kedzaliman. Lebih dari itu, seorang muslim harus menolak demokrasi karena bertentangan dengan aqidah. Coba perhatikan, dalam demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat. Sekalipun implementasinya kedaulatan diwakilkan pada wakil rakyat, tetap saja manusia sebagai pemilik kedaulatan yang akan membuat aturan untuk diterapkan. Berbagai undang-undang dan kebijakan pemerintah adalah gambaran kedaulatan tersebut.

Sementara, Islam menempatkan pemilik kedaulatan hanya pada Allah SWT semata. Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Pemberi Aturan bagi manusia. Menempatkan kedaulatan di tangan rakyat meniscayakan pembangkangan manusia terhadap Rabbnya.

Karena itu Sobat, mawas politik bukan berarti terjun dan berpartisipasi dalam sistem politik demokrasi. Sebaliknya, generasi milenial harus turut dalam arus perubahan dengan memperjuangkan sistem politik Islam. Sistem politik Islam hanya akan terwujud dalam sebuah institusi negara khilafah yang berlandaskan syariat sebagaimana gambaran Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW.

Perjuangan politik generasi milenial haruslah diawali dengan mengkaji Islam secara menyeluruh. Mengkaji kesempurnaan syariat Islam dan menerapkannya dalam kehidupan. Berikutnya, terlibat secara aktif dalam dakwah pemikiran menyerukan penerapan syariat kaffah dalam naungan khilafah.

Generasi milineal harus berada di garda terdepan dalam membongkar kesalahan sekulerisme demokrasi yang menjadi penyebab utamanya dicampakkannya aturan Allah SWT. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Sabtu, 20 Jul 2019 05:44

Cara Memperlakukan Kulit Hewan Kurban?

Cara Memperlakukan Kulit Hewan Kurban?

Sabtu, 20 Jul 2019 05:10

KB dan Pernikahan Dini, Solusi atau Bencana?

KB dan Pernikahan Dini, Solusi atau Bencana?

Sabtu, 20 Jul 2019 01:26

Krisis Keadilan di Negara Hukum

Krisis Keadilan di Negara Hukum

Jum'at, 19 Jul 2019 23:23

Pajak, Alat Pemalak Rakyat di Negeri Zamrud Khatulistiwa

Pajak, Alat Pemalak Rakyat di Negeri Zamrud Khatulistiwa

Jum'at, 19 Jul 2019 22:25

Dua Garis Biru, Ada Apa Ya?

Dua Garis Biru, Ada Apa Ya?

Jum'at, 19 Jul 2019 22:14

Mantan Jubir LNA Sebut Jenderal Haftar Gunakan 'Sihir' Untuk Hipnotis Pasukannya

Mantan Jubir LNA Sebut Jenderal Haftar Gunakan 'Sihir' Untuk Hipnotis Pasukannya

Jum'at, 19 Jul 2019 21:35

AS AKan Kirim 500 Pasukan ke Arab Saudi Saat Ketegangan Meningkat dengan Iran

AS AKan Kirim 500 Pasukan ke Arab Saudi Saat Ketegangan Meningkat dengan Iran

Jum'at, 19 Jul 2019 21:05

Turki Lancarkan Serangan Udara Baru ke Pemberontak Kurdi Setelah Pembunuhan Diplomat di Irbil

Turki Lancarkan Serangan Udara Baru ke Pemberontak Kurdi Setelah Pembunuhan Diplomat di Irbil

Jum'at, 19 Jul 2019 20:35

Kiswa Ka'bah Mulai Digulung Sebagai Persiapan untuk Musim Haji Tahun Ini

Kiswa Ka'bah Mulai Digulung Sebagai Persiapan untuk Musim Haji Tahun Ini

Jum'at, 19 Jul 2019 20:00

Pengadilan Gibraltar Perpanjang Penahanan Kapal Tanker Minyak Iran Selama 30 hari

Pengadilan Gibraltar Perpanjang Penahanan Kapal Tanker Minyak Iran Selama 30 hari

Jum'at, 19 Jul 2019 19:15

Misteri Angka 19

Misteri Angka 19

Jum'at, 19 Jul 2019 18:30

Kecewa dan Janggalnya Penanganganan Kasus Novel

Kecewa dan Janggalnya Penanganganan Kasus Novel

Jum'at, 19 Jul 2019 17:55

Janji Gelontorkan Triliunan Rupiah untuk Seniman Dikritisi

Janji Gelontorkan Triliunan Rupiah untuk Seniman Dikritisi

Jum'at, 19 Jul 2019 16:55

Defisit BPJS, RR: Menkeu Jago Ternyata Hanya Dongeng

Defisit BPJS, RR: Menkeu Jago Ternyata Hanya Dongeng

Jum'at, 19 Jul 2019 15:55

3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

3 Bentuk Kurban Untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Jum'at, 19 Jul 2019 15:00

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Argentina Bekukan Aset Serta Nyatakan Kelompok Syiah Hizbullah Sebagai Teroris

Jum'at, 19 Jul 2019 14:10

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Grasi Bagi Pedofili, Angin Surga Bagi Pemangsa

Jum'at, 19 Jul 2019 14:05

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Menlu Israel dan Bahrain Adakan Pertemuan Publik Pertama di AS

Jum'at, 19 Jul 2019 13:54

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Bom di Dekat Universitas Kabul Tewaskan 8 Orang

Jum'at, 19 Jul 2019 13:37


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X