Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.850 views

Mawas Politik Generasi Milineal

Oleh: Oktavia Nurul Hikmah, S.E.

(Alumni Unair, Anggota Komunitas Revowriter Gresik)

Dunia perpolitikan memanas jelang Pilpres 2019. Publik disuguhi berbagai intrik politik, mulai dari drama pengumuman cawapres, perang tagar hingga kompetisi perebutan suara milenial.

Dua kubu berseteru dengan berbagai strategi untuk memenangkan hati masyarakat. Satu hal yang wajar dan niscaya ada dalam iklim demokrasi karena penguasa membutuhkan suara rakyat untuk duduk di singgasana. Adu profil dan citra calon penguasa pun dilakukan demi merebut suara rakyat.

Kubu petahana telah mengumumkan ketua tim suksesnya, seorang pengusaha muda kekinian. Sementara kubu oposisi pun memiliki cawapres yang juga pengusaha muda. Ramai pembahasan, strategi ini diperlukan untuk memenangkan kubu milenial. Tak heran, karena generasi milenial mendominasi jumlah pemilih pada Pilpres mendatang. Sebanyak 40% pemilih adalah pemilih pemula.

Berbeda dengan pemilih di usia yang lebih tua, generasi milenial cenderung tidak loyal, tidak suka diatur dan lekat dengan media sosial. Hal-hal inilah yang akan dipertimbangkan para timses saat meramu jurus-jurus kampanye jitu demi memenangkan suara generasi milenial.

Sistem demokrasi meniscayakan metode pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Jargon dari, oleh dan untuk rakyat diwujudkan dengan keterlibatan rakyat untuk memilih wakil rakyat dan penguasa secara langsung. Namun, penting diingat, cukup sebatas inilah keterlibatan rakyat. Berikutnya, nasib mereka tergantung pada keamanahan para wakil rakyat dan penguasa.

Calon wakil rakyat dan penguasa menggencarkan kampanye untuk mendekatkan diri dengan calon pemilih. Iklan di televisi, media cetak dan sosial media membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Wakil Ketua MPR Mahyudin pun menyatakan, “Biaya politik di Indonesia sangat mahal itu harus diakui. Untuk mencalonkan diri menjadi gubernur saja seorang kandidat mesti mengeluarkan ongkos politik untuk berbagai pembiayaan bisa di atas puluhan miliar rupiah bahkan bisa 100 miliar rupiah” (rmol.co, 22/3/2018).

Tak heran, para pelaku kampanye membutuhkan kolaborasi dengan pengusaha untuk membiayai kampanyenya. Dan tak sedikit pula pengusaha yang terjun secara langsung ke dunia perpolitikan. Coba ditelisik saja, pemilik televisi dan grup media secara umum didominasi oleh orang-orang partai.

Besarnya biaya politik dalam sistem demokrasi inilah yang menyebabkan kedzaliman terhadap rakyat tumbuh subur. Para politisi terikat utang budi kepada para pengusaha yang membiayai kampanyenya. Maka meluncurlah berbagai kebijakan yang memihak pengusaha sekaligus mengabaikan rakyat yang telah memilihnya. Korupsi menjadi konsekuensi yang dianggap wajar.

Sebagaimana dinyatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menilai salah satu masalah pelik Indonesia sampai saat ini yakni korupsi yang masih merajalela. Masih banyaknya perilaku koruptif itu, berkaitan erat dengan sistem demokrasi yang berbiaya tinggi (detik.com, 2/11/2017).

Kasus 41 orang wakil rakyat yang menjadi tersangka korupsi di Malang menjadi bukti yang gamblang. Empat orang wakil rakyat yang tersisa memaksa pengangkatan wakil rakyat pengganti karena DPRD Malang lumpuh total. Satu dua orang masih bisa dikatakan kekhilafan. Tapi 41 orang tersangka dari 45 orang adalah indikasi kecacatan permanen sistem demokrasi. 

Sobat, pesta demokrasi pertamamu telah menjelang. Agar tidak menjadi pemuda buta politik, kita perlu tahu kajian politik sesuai keimanan kita. Tahukah sobat, Islam pun memiliki pengaturan politik. Politik atau siyasah dalam Bahasa Arab memiliki makna pengurusan umat. Penguasa dalam sistem Islam, menjalankan peran sebagai pelayan urusan umat. Setiap penguasa memahami, keamanahannya dalam melayani urusan umat akan dipertanggungjawabkan secara langsung di hadapan Allah.

Namun, pemimpin demikian tidak akan pernah muncul dalam sistem demokrasi yang berinduk pada sekulerisme. Jangankan mempertanggungjawabkan kepemimpinan di hadapan Allah, kepada rakyat yang mereka wakili pun mereka berkhianat. Tidak bisa dibantah, para politisi dalam sistem demokrasi adalah pejuang kepentingan pengusaha dan korporasi. Rakyat urusan mburi (terakhir).

Sobat, menolak demokrasi bukan sekedar menolak kedzaliman. Lebih dari itu, seorang muslim harus menolak demokrasi karena bertentangan dengan aqidah. Coba perhatikan, dalam demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat. Sekalipun implementasinya kedaulatan diwakilkan pada wakil rakyat, tetap saja manusia sebagai pemilik kedaulatan yang akan membuat aturan untuk diterapkan. Berbagai undang-undang dan kebijakan pemerintah adalah gambaran kedaulatan tersebut.

Sementara, Islam menempatkan pemilik kedaulatan hanya pada Allah SWT semata. Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Pemberi Aturan bagi manusia. Menempatkan kedaulatan di tangan rakyat meniscayakan pembangkangan manusia terhadap Rabbnya.

Karena itu Sobat, mawas politik bukan berarti terjun dan berpartisipasi dalam sistem politik demokrasi. Sebaliknya, generasi milenial harus turut dalam arus perubahan dengan memperjuangkan sistem politik Islam. Sistem politik Islam hanya akan terwujud dalam sebuah institusi negara khilafah yang berlandaskan syariat sebagaimana gambaran Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW.

Perjuangan politik generasi milenial haruslah diawali dengan mengkaji Islam secara menyeluruh. Mengkaji kesempurnaan syariat Islam dan menerapkannya dalam kehidupan. Berikutnya, terlibat secara aktif dalam dakwah pemikiran menyerukan penerapan syariat kaffah dalam naungan khilafah.

Generasi milineal harus berada di garda terdepan dalam membongkar kesalahan sekulerisme demokrasi yang menjadi penyebab utamanya dicampakkannya aturan Allah SWT. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Jum'at, 16 Nov 2018 17:43

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 Nov 2018 16:45

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Jum'at, 16 Nov 2018 05:24

Pejabat Afghanistan Sebut 30 Polisi Tewas dalam Serangan Taliban di Pos Polisi Khaki Safed Farah

Pejabat Afghanistan Sebut 30 Polisi Tewas dalam Serangan Taliban di Pos Polisi Khaki Safed Farah

Kamis, 15 Nov 2018 20:45

Kelompok Afiliasi IS Peringatkan Serangan Lebih Lanjut Setelah Penikaman di Melbourne

Kelompok Afiliasi IS Peringatkan Serangan Lebih Lanjut Setelah Penikaman di Melbourne

Kamis, 15 Nov 2018 20:30

Dukung Prabowo-Sandi, Dukung juga Partai Pengusungnya

Dukung Prabowo-Sandi, Dukung juga Partai Pengusungnya

Kamis, 15 Nov 2018 19:31

Janji tak Sesuai Fakta Politisi: Ganti Presiden!

Janji tak Sesuai Fakta Politisi: Ganti Presiden!

Kamis, 15 Nov 2018 18:31

Palang Merah: Situasi Myanmar Tidak Tepat untuk Kembalinya Pengungsi Rohingya

Palang Merah: Situasi Myanmar Tidak Tepat untuk Kembalinya Pengungsi Rohingya

Kamis, 15 Nov 2018 17:45

KOPI DIGITAL (4): Jasa Buzzer Sosmed dan Broadcast Digital Marketing

KOPI DIGITAL (4): Jasa Buzzer Sosmed dan Broadcast Digital Marketing

Kamis, 15 Nov 2018 14:42

KOPI DIGITAL (2): Produk WhatsappMatic ini Memudahkan Broadcast

KOPI DIGITAL (2): Produk WhatsappMatic ini Memudahkan Broadcast

Kamis, 15 Nov 2018 14:09

Tolak Perda Syariah, PSI Disebut Partai Anti-agama

Tolak Perda Syariah, PSI Disebut Partai Anti-agama

Kamis, 15 Nov 2018 13:11

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Kamis, 15 Nov 2018 12:43

Pasukan Yaman Tangguhkan Serangan ke Kota Hodeidah yang Dikuasai Syi'ah Houtsi

Pasukan Yaman Tangguhkan Serangan ke Kota Hodeidah yang Dikuasai Syi'ah Houtsi

Kamis, 15 Nov 2018 12:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X