Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.570 views

Berbincang dengan Akbar, Si Uighur yang Mengungsi ke Norwegia

Oleh: Savitry Khairunnisa*

Saya teringat sembilan tahun lalu, di kelas kursus bahasa Norwegia. Teman-teman saya beragam latar belakang dan asal negaranya. Ada yang datang ke Norwegia karena pernikahan, pekerjaan, tapi kebanyakan adalah para pengungsi dan pencari suaka. Kami bukan saja mendengarkan guru dan mengikuti pelajaran, tapi juga saling bertukar cerita.

Saat yang paling saya nantikan adalah jam istirahat. Biasanya kami akan ngobrol, ada yang ngopi, keluar untuk merokok atau mencari udara segar, baca koran, atau mendiskusikan pelajaran tadi. Teman-teman saya ketika itu ada yang dokter asal Palestina, ibu rumah tangga dari Suriah, pelajar dari Iran, guru Matematika dari Somalia, wanita-wanita Filipina dan Thailand yang menikah dengan orang Norwegia, dan mereka yang berasal dari Eropa Timur.

Salah seorang yang langsung menarik perhatian saya adalah teman yang pendiam dan selalu tekun dengan catatannya. Kulitnya putih, rambut lurus, dengan wajah yang unik, perpaduan Cina dan Kaukasia. Namanya Akbar Osman. Waktu itu usianya masih awal dua puluhan. Setiap jam istirahat, dia tidak pernah ngobrol dengan kami, melainkan selalu sibuk dengan buku catatannya. Saya lirik apa yang dia tulis. Ternyata ia sedang berusaha menghafal kosa kata bahasa Norwegia ke dalam bahasanya, yang dia tulis dalam aksara Arab.

Saya puji betapa rajinnya dia tetap belajar, sementara kami asyik ngobrol dan bersantai. Akbar menjawab, "Aku harus lulus kursus ini untuk bisa melanjutkan ke universitas."

Akhirnya kami ngobrol juga. Akbar cerita bahwa dia berasal dari Xinjiang, China. Dia adalah etnis Uyghur.
Saya tanyakan apa yang membawa dia ke Norwegia. Apakah negaranya tidak aman?

Ternyata Akbar adalah yatim. Ia datang sendiri ke Norwegia. Negaranya China memang tidak sedang berperang. Tapi dia mengumpulkan keberanian untuk meninggalkan negaranya. Sebagai minoritas muslim, orang Uyghur sudah lama mengalami persekusi, tekanan, dan pengawasan ketat dari pemerintah China. Mereka tidak bebas menjalankan ibadah. Mereka dipaksa mengganti nama muslim menjadi nama yang sesuai menurut pemerintah China. Mereka selalu dicurigai sebagai orang-orang yang akan melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah. Hidup selalu dalam ketakutan.

Ia sempat mengungsi beberapa waktu ke Kyrgyzstan, sebelum akhirnya dikirim ke Norwegia. 
Norwegia adalah salah satu negara Eropa yang punya kewajiban menampung pengungsi kuota, yaitu para pengungsi yang tidak dapat ditampung oleh negara kedua.
Sembilan tahun berlalu, dan Akbar sudah menjadi warga negara Norwegia.

Akbar, sebagaimana diaspora Uyghur di seluruh dunia, adalah mereka yang beruntung karena bisa terbebas dari kekangan penguasa zalim. Mereka bisa membangun hidup di negeri baru yang melindungi, memberi rasa aman, dan menjanjikan masa depan yang lebih baik. Jutaan muslim Uyghur lainnya masih terperangkap di tanah air mereka sendiri. Kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Uyghur bukan fiksi, dan ini sudah berlangsung lama. 
Banyak media internasional dan lembaga kemanusiaan yang mengecam apa yang dilakukan pemerintah China pada rakyatnya ini. Dan kini seruan dan kecaman itu menggaung semakin kuat. Semoga saja ada langkah diplomatis persuasif yang bisa menghentikan penindasan terhadap orang Uyghur oleh pemerintah China. Kecil kemungkinannya, meski oleh pemerintah Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sekalipun.

***

Saya masih beberapa kali bertemu sekilas dengan Akbar di pusat kota. Ia sudah jadi sarjana dari Universitas Stavanger jurusan Ekonomi. Kini ia bekerja di Haugesund sembari mengambil program MBA di universitas di kota kami. Akbar sudah menikah dengan wanita Uyghur yang selalu memakai kerudung. Cantik sekali. Mereka baru saja dikaruniai seorang anak perempuan. Alhamdulillah.

Ketika bertemu dua hari lalu di toko bahan makanan Asia, kami sempat ngobrol sebentar. Saya ucapkan simpati dan bersedih atas apa yang terjadi pada kaumnya di China.

"Tolong doakan kami. Doakan keluarga besar saya di Turkestan. Doakan agar Allah selalu melindungi kami."

Ya, untuk saat ini, selain menyebarkan informasi secara masif melalui media sosial dan mendukung gerakan kepedulian untuk Uyghur, yang paling bisa kita lakukan adalah berdoa. Berdoa secara khusus di kala sujud untuk saudara-saudara kita itu. Doa sebagai sesama manusia yang punya hak yang sama untuk hidup dalam suasana aman, damai, dan selamat. (rf/voa-islam.com)

*Penulis saat ini tinggal di Norwegia

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Riset Tunjukkan Olahraga di Pagi Hari Lebih Cepat Membakar Lemak

Senin, 24 Jun 2019 22:30

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Polisi Sebut Penangkapan Rahmat Baequni Tidak Ada Hubungannya dengan Desain Masjid 'Iluminati'

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Pengidap Nomophobia Terus Bertambah

Senin, 24 Jun 2019 22:20

Konsep Perang

Konsep Perang

Senin, 24 Jun 2019 22:17

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Revisi Aturan Kawasan Ekonomi Khusus: Sinyal Impor Tenaga Pendidik Asing?

Senin, 24 Jun 2019 21:42

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

BMKG Jabar Nilai Suhu Dingin di Kota Bandung Masih Wajar

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Menkumham Tolak Syarat Napi Khatam Al Quran Baru Bisa Bebas

Senin, 24 Jun 2019 21:24

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Persis Jabar, Agus Priatna Minta Dukungan Penuh dari Kader

Senin, 24 Jun 2019 21:20

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI

Senin, 24 Jun 2019 21:10

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Ketuk Palu Kebenaran dan Keadilan

Senin, 24 Jun 2019 21:07

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Gerindra Klaim Belum Ada Utusan Jokowi-Ma'ruf Bicarakan Rekonsiliasi

Senin, 24 Jun 2019 21:03

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Polda Metro Jaya Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Senin, 24 Jun 2019 20:57

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Safari Dakwah di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 24 Jun 2019 20:48

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Serangan Houthi di Bandara Saudi Tewaskan Satu Orang

Senin, 24 Jun 2019 20:39

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Putra Mursi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Erdogan

Senin, 24 Jun 2019 20:17

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Mohamed Ould Ghazouani Jadi Presiden Baru Mauritania

Senin, 24 Jun 2019 20:13


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X