Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.437 views

Berbincang dengan Akbar, Si Uighur yang Mengungsi ke Norwegia

Oleh: Savitry Khairunnisa*

Saya teringat sembilan tahun lalu, di kelas kursus bahasa Norwegia. Teman-teman saya beragam latar belakang dan asal negaranya. Ada yang datang ke Norwegia karena pernikahan, pekerjaan, tapi kebanyakan adalah para pengungsi dan pencari suaka. Kami bukan saja mendengarkan guru dan mengikuti pelajaran, tapi juga saling bertukar cerita.

Saat yang paling saya nantikan adalah jam istirahat. Biasanya kami akan ngobrol, ada yang ngopi, keluar untuk merokok atau mencari udara segar, baca koran, atau mendiskusikan pelajaran tadi. Teman-teman saya ketika itu ada yang dokter asal Palestina, ibu rumah tangga dari Suriah, pelajar dari Iran, guru Matematika dari Somalia, wanita-wanita Filipina dan Thailand yang menikah dengan orang Norwegia, dan mereka yang berasal dari Eropa Timur.

Salah seorang yang langsung menarik perhatian saya adalah teman yang pendiam dan selalu tekun dengan catatannya. Kulitnya putih, rambut lurus, dengan wajah yang unik, perpaduan Cina dan Kaukasia. Namanya Akbar Osman. Waktu itu usianya masih awal dua puluhan. Setiap jam istirahat, dia tidak pernah ngobrol dengan kami, melainkan selalu sibuk dengan buku catatannya. Saya lirik apa yang dia tulis. Ternyata ia sedang berusaha menghafal kosa kata bahasa Norwegia ke dalam bahasanya, yang dia tulis dalam aksara Arab.

Saya puji betapa rajinnya dia tetap belajar, sementara kami asyik ngobrol dan bersantai. Akbar menjawab, "Aku harus lulus kursus ini untuk bisa melanjutkan ke universitas."

Akhirnya kami ngobrol juga. Akbar cerita bahwa dia berasal dari Xinjiang, China. Dia adalah etnis Uyghur.
Saya tanyakan apa yang membawa dia ke Norwegia. Apakah negaranya tidak aman?

Ternyata Akbar adalah yatim. Ia datang sendiri ke Norwegia. Negaranya China memang tidak sedang berperang. Tapi dia mengumpulkan keberanian untuk meninggalkan negaranya. Sebagai minoritas muslim, orang Uyghur sudah lama mengalami persekusi, tekanan, dan pengawasan ketat dari pemerintah China. Mereka tidak bebas menjalankan ibadah. Mereka dipaksa mengganti nama muslim menjadi nama yang sesuai menurut pemerintah China. Mereka selalu dicurigai sebagai orang-orang yang akan melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah. Hidup selalu dalam ketakutan.

Ia sempat mengungsi beberapa waktu ke Kyrgyzstan, sebelum akhirnya dikirim ke Norwegia. 
Norwegia adalah salah satu negara Eropa yang punya kewajiban menampung pengungsi kuota, yaitu para pengungsi yang tidak dapat ditampung oleh negara kedua.
Sembilan tahun berlalu, dan Akbar sudah menjadi warga negara Norwegia.

Akbar, sebagaimana diaspora Uyghur di seluruh dunia, adalah mereka yang beruntung karena bisa terbebas dari kekangan penguasa zalim. Mereka bisa membangun hidup di negeri baru yang melindungi, memberi rasa aman, dan menjanjikan masa depan yang lebih baik. Jutaan muslim Uyghur lainnya masih terperangkap di tanah air mereka sendiri. Kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Uyghur bukan fiksi, dan ini sudah berlangsung lama. 
Banyak media internasional dan lembaga kemanusiaan yang mengecam apa yang dilakukan pemerintah China pada rakyatnya ini. Dan kini seruan dan kecaman itu menggaung semakin kuat. Semoga saja ada langkah diplomatis persuasif yang bisa menghentikan penindasan terhadap orang Uyghur oleh pemerintah China. Kecil kemungkinannya, meski oleh pemerintah Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sekalipun.

***

Saya masih beberapa kali bertemu sekilas dengan Akbar di pusat kota. Ia sudah jadi sarjana dari Universitas Stavanger jurusan Ekonomi. Kini ia bekerja di Haugesund sembari mengambil program MBA di universitas di kota kami. Akbar sudah menikah dengan wanita Uyghur yang selalu memakai kerudung. Cantik sekali. Mereka baru saja dikaruniai seorang anak perempuan. Alhamdulillah.

Ketika bertemu dua hari lalu di toko bahan makanan Asia, kami sempat ngobrol sebentar. Saya ucapkan simpati dan bersedih atas apa yang terjadi pada kaumnya di China.

"Tolong doakan kami. Doakan keluarga besar saya di Turkestan. Doakan agar Allah selalu melindungi kami."

Ya, untuk saat ini, selain menyebarkan informasi secara masif melalui media sosial dan mendukung gerakan kepedulian untuk Uyghur, yang paling bisa kita lakukan adalah berdoa. Berdoa secara khusus di kala sujud untuk saudara-saudara kita itu. Doa sebagai sesama manusia yang punya hak yang sama untuk hidup dalam suasana aman, damai, dan selamat. (rf/voa-islam.com)

*Penulis saat ini tinggal di Norwegia

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU Seperti Boeing 737 MAX 8

Rizal Ramli ke Mahfud MD: Status KPU Seperti Boeing 737 MAX 8

Kamis, 25 Apr 2019 18:01

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Sedikitnya 11 Tentara Suriah Tewas dalam Serangan HTS di Barat Laut Hama

Kamis, 25 Apr 2019 17:44

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Said Didu Tak Ingin Mahfud MD Dimanfaatkan KPU

Kamis, 25 Apr 2019 17:01

Jokowi vs People Power

Jokowi vs People Power

Kamis, 25 Apr 2019 16:05

Bukan Perang Tapi Banyak yang Mati

Bukan Perang Tapi Banyak yang Mati

Kamis, 25 Apr 2019 16:01

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

3 Anggota Dewan Militer Sudan Mengundurkan Diri Setelah Mencapai Kesepakatan dengan Demonstran

Kamis, 25 Apr 2019 15:15

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

AS Dukung Jenderal Pemberontak Khalifa Haftar Serang ibukota Libya Tripoli

Kamis, 25 Apr 2019 14:30

Tersangka KPK Ancam Bongkar Dana Pilpres jika Tidak Dilindungi

Tersangka KPK Ancam Bongkar Dana Pilpres jika Tidak Dilindungi

Kamis, 25 Apr 2019 13:53

Sri Lanka Kerahkan Ribuan Tentara untuk Bantu Polisi Buru Tersangka Pelaku Bom Paskah

Sri Lanka Kerahkan Ribuan Tentara untuk Bantu Polisi Buru Tersangka Pelaku Bom Paskah

Kamis, 25 Apr 2019 13:45

Penyelenggara Pemilu Bekerjalah Secara Profesional

Penyelenggara Pemilu Bekerjalah Secara Profesional

Kamis, 25 Apr 2019 13:44

Aa Gym: Curang Bikin Hidup Tidak Tenang

Aa Gym: Curang Bikin Hidup Tidak Tenang

Kamis, 25 Apr 2019 13:15

Pemilu Berjalan Lancar. Said: Anda Waras?

Pemilu Berjalan Lancar. Said: Anda Waras?

Kamis, 25 Apr 2019 12:53

Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Kamis, 25 Apr 2019 12:26

Bukan Human Error, Tapi Tuman Error

Bukan Human Error, Tapi Tuman Error

Kamis, 25 Apr 2019 11:53

Dua Orang Ini Sindir Bengkaknya Suara

Dua Orang Ini Sindir Bengkaknya Suara

Kamis, 25 Apr 2019 10:53

Stop Hina Prabowo!

Stop Hina Prabowo!

Kamis, 25 Apr 2019 10:39

Mind Game, Permainan Berbahaya KPU

Mind Game, Permainan Berbahaya KPU

Kamis, 25 Apr 2019 10:04

Area Sampling Quick Count

Area Sampling Quick Count

Kamis, 25 Apr 2019 08:33

Langkah Gubernur Anies Perluas Pembebasan PBB Diapresiasi Fahira Idris

Langkah Gubernur Anies Perluas Pembebasan PBB Diapresiasi Fahira Idris

Kamis, 25 Apr 2019 07:08

Prabowo dan Upaya Merebut ''Kedaulatan Rakyat''

Prabowo dan Upaya Merebut ''Kedaulatan Rakyat''

Kamis, 25 Apr 2019 06:24


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X