Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.985 views

Toleransi dan Ucapan Selamat Natal

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Setiap akhir Desember, orang selalu ribut soal ucapan Selamat Natal. Mirip penentuan awal dan akhir Ramadhan. Sudah jadi annual discussion. Diskusi yang diwarnai pro-kontra ini sudah jadi ritual tahunan menyambut Tahun Baru Masehi.

Ucapan Selamat Natal tidak saja jadi diskusi sosial, tapi tak jarang justru jadi konsumsi politik. Apalagi Desember kali ini dekat dengan jadual pilpres. Wajar jika semangat untuk menarik masalah ini ke diskusi politik jadi seksi. Yang pasti, bisa menghangatkan suasana pilpres.

Di Indonesia, umat Islam itu mayoritas. Diskusi sosial dan politik tak bisa lepas dari Umat Islam. Maka, urusan Natal sekalipun, tak bisa lepas dari Umat Islam. Sebab, secara sosial, Umat Islam ada di lingkungan mereka yang sedang merayakan Natal.

Ada yang memaknai ucapan Selamat Natal itu bagian dari toleransi. Karena itu, boleh-boleh saja. Pendapat ini diikuti oleh Ma'ruf Amin. Baru-baru saja Ma'ruf mengucapkan Selamat Natal. Buktinya bisa dilihat di video yang lagi viral di medsos. Ada yang bilang ini Qaul Jadid, pendapat baru. Sebab, beredar juga video lama. Video tertanggal 20 Desember 2012 lalu. Di video yang beredar itu, Ma'ruf Amin sebagai kordinator ketua harian MUI "diberitakan" pernah mengumumkan fatwa MUI yang mengharamkan bagi Umat Islam mengucapkan Selamat Natal. Jika benar, berarti ini pendapat lama, atau Qaul Qadim. Apakah video itu valid? Perlu diklarifikasi.

Jika video itu valid,  maka muncul pertanyaan: Kok Ma'ruf Amin berubah? Namanya juga manusia. Jika benar ada perubahan pendapat, tentu Ma'ruf punya dalil, argumentasi dan dasar alasannya sendiri. Dan itu bagian dari hak seseorang untuk berubah. Aturan dan UU negara menjamin. Sekali lagi, jika video lama yang beredar itu valid. Soal konsekuensi sosial-politik? Itu soal lain.

Di pihak lain, ada pendapat bahwa toleransi tidak harus dengan mengucapkan Selamat Natal. Apalagi empat Imam Mazhab pernah mempersoalkan. Bahkan Nurcholish Madjid, cendikiawan muslim yang dianggap "paling liberal" pun meminta Umat Islam berhati-hati soal ini.

Toleransi itu sikap dan perilaku. Bagi orang yang punya otoritas kekuasaan, toleransi itu kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif. Toleransi dalam sikap dan perilaku lebih otentik, terukur dan dapat dirasakan. Dari pada sekedar pencitraan verbal, oral dan untuk memenuhi kebutuhan formal. Toleransi itu baru fungsional dan eksistensial jika diwujudkan dalam sikap dan perilaku nyata. Artinya, bisa langsung dirasakan dalam interaksi sosial.

Ada tiga pilar seseorang dianggap toleran. Pertama, jika anda mau menyadari bahwa keragaman (pluralitas) dan perbedaan sebagai bagian yang niscaya dalam kehidupan sosial anda, maka anda toleran. Pluralitas dan perbedaan adalah kemutlakan sejarah, realitas otentik yang tak seorangpun bisa menghindari, apalagi menolaknya. Anda nyaman berada dalam keragaman, berarti anda akan mudah bertoleransi. Sebaliknya, anda selalu merasa tidak nyaman dalam keragaman dan perbedaan, berarti bibit intoleransi berpotensi merusak hubungan sosial anda. Jika tak segera teratasi, ini bisa jadi benih berkembangnya radikalisme. Dari sinilah virus terorisme tumbuh, atau sengaja ditumbuhkan oleh pihak-pihak yang memang menginginkan terus adanya terorisme. Baik untuk kepentingan institusional maupun kepentingan internasional. Gayung bersambut.

Toleransi tidak hanya bisa menerima perbedaan pendapat, status sosial, dan etnis, tapi terutama yang paling mendasar adalah mampu menerima perbedaan agama dan keyakinan. Kesadaran atas keragaman sebagai keniscayaan sosial adalah prinsip dasar dan pondasi toleransi. Tanpa kesadaran ini, toleransi adalah omong kosong. Meski setiap tahun selalu mengucapkan selamat dan menyambut Natal.

Kedua, Anda bisa menghormati orang yang menggunakan kebebasannya untuk berkumpul, berpendapat, beribadah dan mengekspresikan keyakinan dan imannya, berarti anda toleran. Selama tidak ada norma sosial, aturan dan hukum negara yang dilanggar. Tapi, jika anda merasa terganggu dengan ibadah dan ritual orang lain, itu tandanya anda tidak toleran.

Ketiga, jika Anda bisa bersaudara, berteman, bergaul, bahkan kerjasama dengan orang yang berbeda agama dan keyakinan, anda toleran. Tapi, jika anda selalu membatasi pergaulan dan kerjasama karena faktor agama dan keyakinan, apalagi faktor etnis, ormas atau pilihan politik, maka anda bukan orang yang toleran.

Jika orang Minang kumpul dan merasa nyaman hanya dengan orang Minang, orang Batak, Jawa, Bugis dan Dayak hanya mau bergaul dengan sesama etnis, orang pribumi maunya sama pribumi, komunitas keturunan Tionghoa membatasi diri dalam bergaul dan berbisnis hanya dengan sesamanya, Muslim, Kristen, Budha dan Hindu bergaul hanya sesama satu iman, ini namanya ekskusifitas yang bisa jadi benih intoleransi. Ketegangan sosial terjadi karena eksklusifitas model begini.

Toleran adalah sikap inklusif, yang bisa menerima perbedaan menjadi bagian dari keniscayaan hidup. Bukan eksklusifisme dengan membangun komunitas dan kelompok-kelompok yang terbatas dan eksklusif. Inklusifitas dan eksklusivitas itu diukur dari fakta-fakta dalam pergaulan sosial, bukan asumsi dan opini. Sebab, asumsi dan opini seringkali didominasi produknya oleh otoritas kekuasaan dan kelompok mayoritas. Mau-mau mereka. Apalagi jika mereka kuasai media sebagai alat penetrasinya.

Tiga pilar toleransi di atas, yaitu menerima pluralitas sebagai keniscayaan sosial, menghargai kebebasan untuk mengekspresikan perbedaan, dan menerima dengan tulus perbedaan menjadi bagian dari interaksi sosial, akan jadi standar untuk mengukur toleran tidaknya seseorang atau suatu kelompok.

Jadi, toleran tidaknya seseorang bukan pada mau tidak ia mengucapkan selamat natal, tapi lebih pada realitas nyata dari kesadaran, sikap dan perilaku sosialnya. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 25/12/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Rabu, 19/02/2020 08:24

Menghadapi Virus Corona