Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.197 views

Film KTI, Wujud Seni Kebebasan dalam Sistem Sekuler?

Oleh : Miranda Anugrah Usman 

Industri perfilman kembali menjadi alat menggaungkan kehadiran kaum eljibiti.  Setelah tayang pada tanggal 18 April yang lalu, film Kucumbu Tubuh Indahku (KTI) ini menuai banyak kontroversi. Bagaimana tidak, beberapa adegan dalam film garapan sutradara Garin Nugroho ini menampilkan kisah seorang pria yang jelas-jelas telah melabrak kodratnya.

Dikisahkan bahwa pemeran utama dalam film ini adalah seorang laki-laki yang berprofesi sebagai penari tradisional yang hampir punah, yaitu tari Lengger Lanang. Dimana penari dalam tarian itu merupakan kaum pria yang berdandan seolah-olah dirinya adalah wanita.  Tarian ini merupakan salah satu seni tari asal banyumas dan kabarnya sudah ada sejak zaman majapahit.

Mengangkat tema tentang kisah cinta sejenis penari ini, mengakibatkan terjadinya kontroversi di masyarakat. Sejak penayangan perdananya, telah muncul setidaknya dua petisi yang menolak penayangan film ini. Bahkan walikota Depok telah mengeluarkan surat perintah untuk menolak penayangan film ini di bioskop-bioskop daerah Depok. Namun demikian, masih ada juga pihak-pihak yang mendukung penayangan film ini. Tentu saja dukungan itu datang dari para pro eljibiti.

Sistem Sekuler dan Kebebasan Kaum Pelangi

Melihat kasus ini, sangatlah jelas bahwa sistem sekulerisme telah memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada seseorang, bahkan jika hal itu adalah sesuatu yang melanggar kodrat dan keimananya. Sistem rusak ini telah menghalalkan segala sesuatu yang di murkai Allah SWT dengan mengatasnamakan HAM. Sehingga seseorang akan merasa bebas melakukan apa saja walaupun hal itu tidak sesuai dengan ajaran agama bahkan melawan fitrahnya, asalkan telah mengantongi izin HAM.

Tidak adanya kontrol negara secara totalitas dalam penayangan film-film Indonesia ini telah menjadi bukti bahwa sistem ini tidak becus dalam mengurus kesiapan mental para generasi muda. Karena tentu saja film-film seperti di atas akan membidik para remaja yang diibaratkan sebagai gelas kosong. Mereka belum mengetahui jati dirinya sehingga akan lebih mudah terpengaruh dengan adanya film-film yang mengandung unsur eljibiti ini.

Sangat jelaslah bahwa dalam sistem yang rusak ini, segala sesuatu dapat menjadi media untuk merusak generasi. Dengan adanya pemberian hak dan kebebasan sebesar-besarnya itulah, yang menimbulkan timbulnya kelompok-kelompok yang sudah tidak malu lagi melabrak syariat bahkan melenceng dari kodrat aslinya.

Menjadi bagian dari kelompok eljibiti ini bukanlah sesuatu yang dianggap tabu lagi. Bahkan para orang tua saat ini malah terbawa arus dengan melatih anak mereka sebagai seorang gay sedari kecil. Mereka menganggap sikap kemayu anak lelakinya hanyalah sebagai bahan lelucon semata tanpa memikirkan masa depan yang akan terus membayangi jika tak dikontrol sejak dini.

Islam dan seni                                  

Dalam Islam, seni bukanlah sesuatu hal yang dilarang asalkan sesuai dengan syariat. Keberadaan seni perfilman itu seharusnya menjadi media untuk berdakwah dan mengajak kembali kepada kebenaran, bukan sebaliknya.

Dengan kemajuan iptek dan teknologi, maka media untuk berdakwah dan menyampaikan kebaikan pun harus terus di upgrade. Karena para remaja saat ini senang dengan kegiatan menonton film, maka industri perfilman pun harus dikuasai oleh para pendakwah Islam. Sehingga akan tertutuplah kesempatan para perusak generasi untuk menguasai pemikiran remaja dari hal-hal yang menyesatkan yakni menyebarluaskan gaya hidup bebas dan jelas bertentangan dengan syariat Islam.

Untuk itu, sangat diperlukan peran negara dalam hal ini pemerintah untuk dapat mengabulkan hal tersebut. Jika pemerintah sudah dapat menyortir dengan baik apa yang menjadi konsumsi para remaja, maka tidak akan menjadi kekhawatiran bersama lagi anak-anak kita menjadi korban dari pefileman yang mengandung unsur sara dan eljibiti.

Dan tentunya pemerintah yang demikian itu hanya akan kita temui apabila sistem sekuler yang rusak ini telah tergantikan dengan sistem Islam yang mulia. Apabila sistem Islam telah diterapkan secara kaffah (keseluruhan) baik dalam kehidupan keseharian maupun dalam bernegara, maka tidak akan kita jumpai lagi pemerintahan yang meloloskan uji sensor film yang mengandung gaya hidup bebas, hedonism, dan pemikiran-pemikiran sesat lainnya. Wallahu’alam bi ash-shawab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Halu oleo.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 16/07/2019 16:10

(Politik) Dagang Sapi