Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.685 views

Hutang Ribawi Bikin Hidup Tak Harmoni

 

Oleh: Isti Shofiah

"Saya berharap ini jd berita positif. Saya pribadi hanya ingin menjalankan new normal versi saya. Pengen hidup tenang seadanya dan apa adanya tanpa ada hutang, have a nice day," tulis Ivan Gunawan dalam akun Instagramnya.

Hidup dengan kartu kredit sudah menjadi hal lumrah di kalangan masyarakat menengah ke atas, termasuk para artis. Mereka merasa belum keren jika belum memakainya. Sebab, itu semua memang dinarasikan demikian, sehingga kalangan atas berlomba memakainya tanpa memperhatikan hukum agama tentangnya. Padahal, pemakaiannya memaksa mereka hutang dengan bunga, tentunya.

Manusia ingin hidup nyaman itu fitrah. Di sistem kapitalisme saat ini, istilah hidup nyaman diidentikkan dengan banyaknya materi, baik uang maupun barang branded yang dimiliki. Sehingga, mereka kalangan atas memilih jalan pintas untuk bisa hidup mewah meski hasil ngutang di balik kartu kreditnya. Ya, secara dzahir mereka terlihat kaya, tetapi sejatinya banyak beban hidup yang ditanggung karena hutang.

Rafi Ahmad misalnya. Dengan mobil sport dan beberapa mobil serta rumah mewah yang dimiliki tentu orang lain mengira hidupnya nyaman, berlimpahan materi maka tentu mereka bahagia. Padahal, Raffi sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia bekerja keras berangkat pagi pulang pagi hanya untuk bayar cicilan. Miris kan?

Dan hal serupa juga dilakukan Ivan Gunawan. Designer kondang itu memakai sebanyak enam buah kartu kredit. Tentu, tujuannya sama yakni ingin tetap hidup mewah meski dengan cara ngutang. Namun, pada akhirnya ia pun menyadari bahwa dengan banyaknya hutang membuat hidupnya tak tenang, terlebih di masa wabah seperti ini. Ia mengatakan bahwa pemasukan dana tak banyak sedangkan cicilan tetap harus dibayarkan dan tak dapat ditunda. Maka, Ia ingin hidup dengan tenang tanpa bayang-bayang hutang dengan berhenti memakai kartu kredit.

Hedonisme sungguh menyerang negeri ini ke berbagai kalangan. Demi sebuah gaya hidup, banyak yang rela melakukan segala cara. Mereka tak peduli melanggar norma agama atau tidak. Tua atau muda, kaya atau miskin, semua telah terjangkiti hedonisme. Tak heran, pernah terjadi kasus pelajar menjual diri hanya demi memiliki HP dengan merk apel gigit. Oh No! Sebegitu akutnya hedonisme meracuni otak anak negeri.

Sikap hedonis lahir dari sekular kapitalisme yang dianut negeri ini, juga negeri-negeri yang lain di dunia. Ya, kesenangan materi adalah hal utama yang ditanamkan dalam pemahaman hedonisme. Kebahagiaan diukur dari banyaknya materi dan kemewahan yang dimiliki. Gaya hidup hedonisme tak lain hanyalah salah satu dampak dari naluri/gharizah baqa’ (mempertahankan diri) yang mendorong manusia mempertahankan diri atau menguasai sesuatu yang diinginkan.  

Sebagai seorang muslim, harusnya kita bersyukur dan bangga. Itu karena Islam tak hanya mengatur urusan ibadah semata. Lebih dari itu Islam juga sebagai ideologi yang memiliki pandangan hidup khas sesuai dengan akidah Islam. Kebahagian dalam Islam diukur ketika seorang hamba mendapatkan keridhoan dari penciptanya, Allah Swt. Bagaimana? Dengan cara menaati perintah Allah dan menjauhi larangaNya.

Bila kita bisa memaknai arti kebahagiaan secara benar maka dengan sendirinya kita akan mewujudkan langkah kehidupan kita sesuai dengan syariat Islam. Sebutlah dengan menerapkan pola hidup sederhana, bersyukur dengan apa yang kita miliki dan selalu 'melihat ke bawah' saat di luar sana masih banyak orang-orang yang masih membutuhkan. Hal tersebut bisa menjadi pengontrol bagi kita agar terhindar dari hedonisme.

Kebahagiaan sejati tidak diukur dari banyaknya harta atau mewahnya rumah, namun kebahagiaan itu apabila muncul ketenangan dalam hati dan selalu bersyukur atas rezeki yang telah Allah beri. Banyak atau sedikitnya rezeki adalah ketika ridho Allah menyertai, sehingga muncul sikap qana'ah dalam diri.

Sementara itu, negara yang menjadikan Islam sebagai ideologi, takkan membiarkan hutang berbau ribawi bertebaran memangsa rakyat. Hukum asal berhutang adalah boleh. Namun, kebolehan itu bisa berubah menjadi haram tatkala ada tambahan lain sebagai kompensasi di dalamnya. Sekecil apapun kompensasi atau keuntungan itu tetaplah haram. Sebagaimana dalam kaidah para ulama mengatakan, “Setiap utang piutang yang di dalamnya ditarik keuntungan, maka itu adalah riba“.

Dan Allah telah berfirman yang artinya, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Al Baqarah : 275)

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari jerat ribawi dan memberikan kita rezeki dan kehidupan yang berkah. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Hutang Ribawi Bikin Hidup Tak Harmoni

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 16/04/2021 23:56

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah