Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.848 views

Mengapa Serangan Udara Koalisi Tak Dapat Menggusur IS?

JAKARTA (voa-islam.com) - Pada 24 November, menjelang senja, empat jet tempur Prancis meninggalkan kapal induk Charles de Gaulle di laut Mediterania timur. Mereka menuju sasaran yang harus  di Suriah.

Mereka membawa misi menghancurkan ISIS/IS di Suriah dan Irak, sebagai pembalasan atas serangan kelompok itu di Paris, sebelas hari sebelumnya yang menewaskan lebih 153 orang, dan meninggalkan 300 orang yang luka.

Hanya dalam jarak waktu lima jam, pesawat tempur melepaskan 20 rudal dengan target sasaran fasilitas pusat komando dan pelatihan milik ISIS/IS dekat kota Tal Afar di Irak timur laut, ungkap Kementerian Pertahanan Prancis, Jum'at, 27/11/2015.

Sejak terjadinya serangan yang sangat dramatis di ibukota Paris, Prancis telah meningkatkan komitmennya bersama dengan koalisi pimpinan Amerika memerangi ISIS /IS, tetapi menurut para analis keamanan dan intelijen mengatakan bahwa tindakan serangan udara koalisi dinilai tidak memadai untuk memberantas kelompok militan di Suriah.

"Hollande mengatakan serangan ISIS/IS terhadap Paris adalah tindakan perang," kata Dr Edwin Bakker, Direktur Pusat Terorisme dan Kontraterorisme dari Leiden University di Den Haag. "Anda tidak hanya bisa duduk di rumah, dan mengatakan ini adalah tindakan perang. Tidak. Anda harus melakukan sesuatu," tambahnya.

Kedatangan kapal induk Prancis di Mediterania timur minggu ini, menandakan Prancis melipatgandakan tiga kali kemampuan militernya, termasuk pesawat tempur yang melakukan misi di Irak dan Suriah.

Sejak 19/9/ 2014, 12 jet Prancis telah melakukan lebih dari 285 serangan terhadap target ISIS/IS dari pangkalan di Yordania dan UEA. 18 pesawat jenis Rafael M, sebagai jet tempur yang memiliki multi kemampuan yang berpangkalan di kapal induk Charles de Gaulle, 8 pesawat tempur di kapal Super Etendard, dan berbagai macam pesawat pengintai.

Jumlah pesawat tempur Prancis yang ikut dalam misi ke Irak dan Suriah mencapai 38 pesawat jet tempur. Menurut Kementerian Pertahanan Prancis, pesawat-pesawat tempur itu telah menyerang lebih dari 35 target sasaran ISIS/IS, sejak 13 November.

"Ini respon terhadap 'serangan teroris', dan akan meningkatkan jumlah dan intensitas serangan udara," tegas Dr Reinoud Leenders, ahli Timur Tengah dalam Departemen Studi Perang King College London.

"Tapi, jika anda melihat jumlah serangan udara yang sebenarnya, maka kita hanya jumlah serangan Perancis sejak serangan Paris. Tidak ada negara lain yang ikut terlibat dalam serangan di Suriah. Ini sudah menampakan hanya Prancis yang memiliki tindakan tegas terhadap IS/ISIS, dan dampak serangan ini sangat sedikit, "jelas Leenders. Sejatinya, "75 persen serangan udara masih dilakukan oleh Amerika,” tambahnya.

Yordania, Mesir dan Rusia menyerang IS/ISIS?

Serangan terhadap IS/ISIS hanya melaksanakan "balas dendam". Tidak ada konsistensi. Seperti yang dilakukan oleh Jordania. Jordania melakukan serangan udara setelah kelompok IS/ISIS menembak jatuh sebuah pesawat Jordania, kemudian mengeksekusi pilotnya yaitu Moaz al-Kasasbeh awal tahun ini. Sesudah tidak ada tindakan lagi.

Sama seperti yang dilakukan oleh Prancis, hanya reaksi yang sifatnya sejenak atas serangan kota Paris, dan banyak ahli berspekulasi bahwa serangna udara Prancis itu, tidka signifikan menghancurkan IS/ISIS.

Pola sepeti itu terus berlaku, seperti ketika IS/ISIS mengeksekusi 21 sandera Mesir di Libya awal tahun ini, kemudian Mesir melakukan serangan udara ke basis IS/ISIS di Libya. Namun, serangann udara Mesir tidak berlangsung lama, karena mereka tidak memiliki dukungan politik ketika sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan solusi politik tidak yang militer untuk konflik Libya.

Seperti dengan serangan baru terhadap kota Paris, tindakan Rusia sama, ketika IS/ISIS mengaku bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat Metrojet Rusia yang menewaskan 224 orang penumpangnya di Sinai pada bulan Oktober, Rusia juga mengintensifkan serangan udara di Suriah.

Justru yang menjadi korban serangan udara itu, bukanlah kelompok IS/ISIS, tapi ratusan penduduk sipil yang tewas. Sampai hari ini tidak ada secara terinci berapa jumlah kelompok IS/ISIS yang sudah tewas akibat serangan udara Rusia.

Respon yang memadai?

Leenders mengatakan bahwa seringkali “sikap" melakukan serangan balik oleh Prancis dan lain-lain harus dilihat sebagai merespon tegas terhadap serangan IS/ISIS. "Tapi saya tidak yakin bahwa rudal yang dijatuhkan akan menjadi respon yang memadai," tuturnya. Jadi walaupun Prancis dan Rusia sudah begitu banyak memuntahkan rudal jelajahnya ke sasasaran IS/ISIS, tapi masih dipandang belum cukup efektif.

Serangan udara yang begitu masif oleh Prancis dan Rusia, tetapi memiliki dampak sedikit perubahan di darat. Tidak terjadi perubahan di darat, tetap wilayah-wilayah Suriah masih dikuasai oleh IS/ISIS.

Dalam serangan udara yang sudah berlangsung selama 15 bulan sejak awal koalisi, pasukan Amerika telah melakukan serangan udara 6471 - 3768 di Irak dan 2.703 di Suriah - dan mitra koalisi telah melakukan lebih 1.818, dan lebih 1.664 berada di Irak.

Menurut analis keamanan Amerika sudah mengeluarkan anggaran $5 miliar dollar atau $11 juta per-hari. Media Rusia telah melaporkan bahwa dalam 48 hari sampai dengan 17 Nopember pesawat tempur Rusia telah melakukan hampir 2.300 serangan udara di Suriah. Ini adalah jumlah serangan udara yang sangat signifikan lebih tinggi per hari dari serangan koalisi dari koalisi yang jumlahnya sudah mencapai 8.289 serangan udara selama 450 hari.

Namun kelompok militan itu tetap mengendalikan Mosul dan Raqqa, yang menjadi pusat kelompok IS/ISIS di Irak dan Suriah.

Bahkan, gerakan ISIS/IS menyebar ke berbagai negara seperti Prancis, Turki, Lebanon, Mali, Tunisia, dan sejumlah negara lainnya. Pengaruh IS/ISIS mulai dari Aljazair sampai ke Filipina. Seakan tidak habis-habis dengan banyaknya rudal yang dijatuhkan oleh pesawat jet tempur Amerika, Prancis, Rusia, Inggris.

Menurut Leender, tanpa pasukan darat tidak akan dapat menggusur IS/ISIS, dari Irak dan Suriah.

Koalisi Amerika, Rusia, Prancis dan Inggirs, serta sejumlah negara lainnya, tidak berani terjun langsung dalam medan perang Suriah dan  Irak. Koalisi menggunakan milisi Syiah Hesbollah, Pasukan Pasdaran, Garda Revolusi, Garda Republik, kelompok Kurdi, tanp berani menghadapi langsung IS/ISIS. Hanya dengan dendam mungkin kurang efektif membasmi IS/ISIS. Wallahu'alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Milisi Pro-Haftar Tangkap Puluhan Warga Derna Libya Setelah Lima Tahanan Kabur Dari Penjara Ghirnata

Milisi Pro-Haftar Tangkap Puluhan Warga Derna Libya Setelah Lima Tahanan Kabur Dari Penjara Ghirnata

Sabtu, 22 Jan 2022 21:38

Lebih 70 Orang Tewas Dalam Pertempuran Setelah Pembobolan Penjara Oleh Islamic State Di Hasakah

Lebih 70 Orang Tewas Dalam Pertempuran Setelah Pembobolan Penjara Oleh Islamic State Di Hasakah

Sabtu, 22 Jan 2022 21:06

Koalisi Pimpinan Saudi Bantah Targetkan Pusat Penahanan Di Provinsi Saada Yaman

Koalisi Pimpinan Saudi Bantah Targetkan Pusat Penahanan Di Provinsi Saada Yaman

Sabtu, 22 Jan 2022 20:45

Poros Partai Islam: Semoga Tidak Layu Sebelum Berkembang

Poros Partai Islam: Semoga Tidak Layu Sebelum Berkembang

Sabtu, 22 Jan 2022 17:00

Karya Santri SMA Ar-Rohmah Putri Juara Terfavorit Kontes Film Pendek Internasional

Karya Santri SMA Ar-Rohmah Putri Juara Terfavorit Kontes Film Pendek Internasional

Sabtu, 22 Jan 2022 16:21

Fahira Idris Terpilih sebagai Ketua Pansus PCR

Fahira Idris Terpilih sebagai Ketua Pansus PCR

Sabtu, 22 Jan 2022 15:56

18 Pasukan Keamanan Kurdi Tewas Dalam Upaya Pembobolan Penjara Oleh Anggota IS Di Hasakah

18 Pasukan Keamanan Kurdi Tewas Dalam Upaya Pembobolan Penjara Oleh Anggota IS Di Hasakah

Sabtu, 22 Jan 2022 15:15

PP 109 Tahun 2012 Batal Direvisi, Bonus Demografi Terancam Asap Rokok

PP 109 Tahun 2012 Batal Direvisi, Bonus Demografi Terancam Asap Rokok

Sabtu, 22 Jan 2022 14:50

Pengelolaan Baik, Sejumlah Masjid Musala Raih Penghargaan dari Amaliah Astra

Pengelolaan Baik, Sejumlah Masjid Musala Raih Penghargaan dari Amaliah Astra

Sabtu, 22 Jan 2022 13:32

Growth Together: Tumbuh Bersama Ciptakan Karya Terbaik Awal 2022

Growth Together: Tumbuh Bersama Ciptakan Karya Terbaik Awal 2022

Jum'at, 21 Jan 2022 16:38

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Jum'at, 21 Jan 2022 14:11

Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Pemerintah Buka Hotline Pengaduan

Pantau Minyak Goreng Satu Harga, Pemerintah Buka Hotline Pengaduan

Jum'at, 21 Jan 2022 13:34

Kiprah Sandiaga Bisa Menjadi Penyemangat Para Pengusaha dari Persis

Kiprah Sandiaga Bisa Menjadi Penyemangat Para Pengusaha dari Persis

Jum'at, 21 Jan 2022 13:10

Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kerap Digunakan Tempat Maksiat, Tiga Hotel di Tasikmalaya Disegel Satpol PP

Kamis, 20 Jan 2022 22:14

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Negara Eropa Desak Israel Hentikan Pembangunan Unit Rumah Baru Di Yerusalem Timur

Kamis, 20 Jan 2022 21:35

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Seorang Muslimah Di Pakistan Divonis Mati Karena Kirim Pesan Penistaan Dan Karikatur Nabi Lewat WA

Kamis, 20 Jan 2022 21:10

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Senat Prancis Larang Pemakaian Jilbab Di Acara Olahraga

Kamis, 20 Jan 2022 20:43

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Tendang Sesajen, Niat Baik Belum Tentu Diterima dengan Baik

Kamis, 20 Jan 2022 18:25

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Peluang Usaha Varasi Mobil Bagi hasil 20% di Lumajang, Terbatas!

Kamis, 20 Jan 2022 18:06

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Pemerintah Tetapkan Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Kamis, 20 Jan 2022 16:58


MUI

Must Read!
X