Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.447 views

Hari Santri Nasional Momentum Membangkitkan Ruhul Jihad

Oleh: Tatang Hidayat*

Apa yang ada di dalam pikiranmu ketika mendengar kata santri? Apakah mereka kaum yang tidak punya masa depan? Atau mereka adalah kaum yang hidup di sebuah lembaga pendidikan yang bernama pesantren? Atau mereka adalah kaum yang melakukan aksi heroik jalan kaki Ciamis ke Jakarta dalam aksi bela Islam 212?

Tentunya kita memiliki jawaban masing-masing dengan istilah santri. Adapula yang mendefinisikan santri sebagai sebuah singkatan dari gramatika bahasa arab, dan ini tentunya sudah masyhur dikalangan para santri.

Kata Santri jika ditulis dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf  (سنتري), yang setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan. Ra(ر)  adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan. Tentunya masih banyak lagi pemaknaan kata santri dan itu tergantung perpektif masing-masing yang menjelaskan.

Berbicara tentang santri, tentunya tidak bisa dilepaskan dengan yang namanya pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah sejak lama ada di negeri ini, bahkan jauh sebelum negeri ini merdeka. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam pada umumnya terus menyelenggarakan pendidikan yang memiliki misi mengkader umat untuk menjadi tafaqquh fiddin dan memotivasi kader ulama dalam misi dan fungsinya sebagai warasat al-anbiya.

Tentu keutamaan tersebut diperuntukkan kepada para ulama yang selalu mengamalkan ilmunya, yang selalu membela kebenaran, yang selalu cinta kepada kebaikan dan yang gemar melakukan amr ma’ruf nahi munkar. Maka dalam sejarahnya, tidak heran selain fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader sebagai Ulama, pesantren juga terkenal dengan peranannya dalam menyebarkan agama Islam dengan dakwah dan jihad.

Ketika Imperialisme dan Kolonialisme menjajah negeri ini, maka umat Islam sebagai mayoritas yang ada di negeri ini tidak tinggal diam. Bahkan dalam sejarahnya Ulama dan Santri selalu menjadi garda terdepan dalam memimpin pergerakan nasional dalam rangka mengusir segala bentuk penjajahan yang ada di negeri ini.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang usianya sudah tua, telah banyak melahirkan generasi yang tidak hanya menolak segala bentuk penjajahan, melainkan selalu menjadi motor penggerak dalam melakukan perlawanan terhadap para penjajah.

Menurut Awwas (2015: 97) di zaman pergerakan pra kemerdekaan, peran pesantren juga sangat menonjol, lagi-lagi melalui alumninya. Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, pendiri gerakan Syarikat Islam dan guru pertama Soekarno di Surabaya, adalah juga alumnus pesantren, KH. Mas Mansyur, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Ki Bagus Hadikusumo, KH. Kahar Muzakkir, dan masih banyak lagi alumnus pesantren yang menjadi tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh.

Setelah penjajahan Kolonial Belanda yang bercokol di negeri ini selama 350 tahun,  tiba giliran pasukan Jepang yang ingin turut serta mengisap karunia ilahi di bumi pertiwi ini. lagi-lagi kalangan pesantren menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk penjajahan. Saat  kebijakan-kebijakan yang tidak berperikemanusiaan dan diperparah lagi dengan adanya penyembahan terhadap sesama manusia melalui kewajiban seikeirei. Di beberapa tempat rakyat sudah berani melakukan sabotase dan perlawanan, termasuk sekian banyak perlawanan itu datang dari para santri Pondok Pesantren Sukamanah di bawah asuhan asy-Syahid KH. Zainal Musthafa.

Maka jika kita menelusuri sejarah lebih mendalam ke belakang, kita tidak perlu mempertanyakan kembali bagaimana peran pesantren dengan Ulama dan santri dalam mengusir segala bentuk penjajahan. Ulama dan santri selalu menjadi garda terdepan dalam membela kebenaran dan menolak segala bentuk kezaliman. Lantas pertanyaannya, setelah besarnya peran Ulama dan santri dalam mengusir penjajah di negeri ini apakah negeri ini sudah merdeka?

Secara penjajahan fisik mungkin saja Indonesia sudah merdeka, namun secara ideologi tentu saja negeri ini belum merdeka. Kafir barat penjajah tetap berupaya melanggengkan dominasi mereka di dunia Islam, termasuk di Indonesia. Neoimperialisme dan Neoliberalisme mereka lancarakan untuk mengontrok politik pemerintahan dan menghisap sumber daya ekonomi Negara lain. 

Neoimperialisme adalah penjajahan model baru yang ditempuh oleh negara-negara kapitalis untuk tetap menguasai dan menghisap negara lain. Dalam penjajahan model lama dikenal semangat gold (kepentingan penguasaan sumberdaya ekonomi), glory (kepentingan kekuasaan politik) dan gospel (kepentingan misi Kristiani) sedangkan Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara di bidang ekonomi.

Dijelaskan oleh anggota MPR, Ahmad Basarah, di depan peserta Training of Trainers 4 Pilar di lingkungan TNI dan Polri di Bandung, mengatakan bahwa bangsa ini secara ekonomi sudah dijajah oleh kapitalisme global. ia mengatakan bahwa tak hanya dalam soal kepemimpinan yang sudah terkontaminasi unsur kapitalisme namun saat ini juga ada sekitar 173 undang-undang yang berpihak pada asing dan tak sesuai dengan Pancasila (reportaseindonesia.com, 29/8/2015).

Kekayaan alam negeri ini banyak dikuasai pihak asing. dibidang minyak dan gas (migas), misalnya, ada 60 kontraktor asing. mereka telah menguasai hampir 90% migas. Semua itu terjadi lantaran kebijakan liberalisasi di sektor tambang dan migas oleh pemerintah (inilahREVIEW, 05/II/10/2012).

Saat ini Indonesia sudah dikurung oleh 13 pangkalan militer Amerika Serikat, Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore,Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.” Connie Rahakundini Bakrie, pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia. Jakarta (Garuda Militer 14/12/2012).

Intinya negeri kita hampir di semua bidang sudah di kuasai asing. Maka negeri kita harus segera di selamatkan. Dan ini tanggung jawab kita, umat Islam. Maka sangat di nantikan kembali peran Ulama dan Santri dari kalangan pesantren untuk menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan negeri ini dari segala bentuk penjajahan. Jauh sebelum merdeka, kaum Muslim tak pernah berhenti mengobarkan perang jihad melawan penjajah. Pangeran Dipenogoro, Imam Bonjol, Tengku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Cut Nyak Dien dll adalah diantara para pahlawan Islam yang berjihad fi sabilillah melawan kafir penjajah.

Setelah merdekapun, alumnus pesantren menjadi garda terdepan dalam berjihad, KH. Hasyim Asy’ari dalam resolusi jihad-nya (22 Oktober 1945) menyatakan bahwa membela Indonesia sebagai negeri Muslim dari kaum penjajah adalah kewajiban syar’i.
Bung Tomo ikut menggelorakan semangat jihad itu, dengan cara meneriakkan  'Allahu Akbar' dalam membuka dan menutup pidatonya. Resolusi ini lahir ketika Rais Akbar NU, Hasyim Asyari memanggil konsul NU  se-Jawa dan Madura untuk rapat besar gedung itu pada 21 dan 22 Oktober 1945.

Maka, dalam momentum hari santri santri nasional yang rutin dirayakan setiap tahunnya perlu adanya penghayatan bagaimana ruhul jihad para ulama dan santri dahulu dalam memperjuangkan dan membebaskan negeri ini. Bukan malah sebaliknya, momentum hari santri nasional dimanfaatkan para politisi untuk melakukan pencitraan dan popularitas.

Lihatlah apa yang terjadi hari ini, dan saya jamin Pahlawan Kiai kita dulu akan menangis tersedu sedu. Hari Santri seolah momentum baik untuk politisi mengerek citra dan popularitas. Hari Santri seolah penegasan hegemoni sekelompok orang atas kelompok yang lain. Hari Santri seolah proklamasi bahwa "saya santri dan kamu bukan santri". Hari santri selalu menjadi show of force bagi kekuatan manapun yang berniat "menciderai perjuangan Ulama". Tiap kelompok berdiskusi bagaimana cara "mengorbankan santri" untuk kepentingan kelompoknya (Murtado, 2017).

Padahal santri itu jatidiri. Padahal santri adalah aset Negeri.
Padahal santri lahir dari umat untuk umat. Baiknya, dalam perayaan Hari Santri melibatkan seluruh masyarakat tanpa sekat agar kita murni berkhidmat. Libatkan pesantren, karena bagaimanapun santri lahir dari rahimnya dan jangan menciptakan sekat bersyariat karena akan melahirkan debat yang tak kunjung tamat (Murtado, 2017).

Umat saat ini sangat menantikan peran pesantren khususnya Ulama dan santri untuk kembali menorehkan sejarahnya kembali untuk menjadi garda terdepan dalam membela negeri ini dari cengkraman neoimperialisme dan neoliberalisme. Terbukti, ruhul jihad yang dilakukan santri Ciamis dalam aksi jalan kaki Ciamis ke Jakarta mampu membangkitkan semangat umat dalam aksi bela Islam 212. Tentunya ini membuktikan bahwa ruhul jihad kaum santri masih ada, dan umat menantikan kembali kaum santri dalam menorehkan sejarahnya untuk membela Islam.

Ulama dan santri dalam sejarahnya senantiasa mengemban risalah Allah sekaligus membumikan dan menegakkan hukum-hukum-Nya di muka bumi. Mereka senantiasa berusaha membebaskan umat manusia dari kesewenang-wenangan politik, kezaliman sosial, kerusakan moral dan keburukan hawa nafsu manusia. Mereka senantiasa mengajak umat manusia untuk menyembah hanya kepada Allah. Dari ketidakadilan kepada keadilan Islam. Dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akhirat. [syahid/voa-islam.com]

*) Ketua Badan Eksekutif Koordinator Daerah Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BE Korda BKLDK) Kota Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Apresiasi Kerja TNI-Polri, Fadli: Kian Jelas Kelompok Teroris dengan Semangat Separatis

Apresiasi Kerja TNI-Polri, Fadli: Kian Jelas Kelompok Teroris dengan Semangat Separatis

Senin, 20 Nov 2017 11:27

Reuni Akbar 212 Diharap Menangkan Kekuasaan Umat

Reuni Akbar 212 Diharap Menangkan Kekuasaan Umat

Senin, 20 Nov 2017 10:58

Doa Paul Pogba untuk 'Budak' Afrika di Libya; Semoga Allah di Sisimu dan Kekejaman Ini Berakhir

Doa Paul Pogba untuk 'Budak' Afrika di Libya; Semoga Allah di Sisimu dan Kekejaman Ini Berakhir

Senin, 20 Nov 2017 10:06

Pejuang Islamic State Tewaskan Seorang Komandan Senior IRGC di Al-Bukamal Suriah

Pejuang Islamic State Tewaskan Seorang Komandan Senior IRGC di Al-Bukamal Suriah

Senin, 20 Nov 2017 08:15

'The Untouchable Papah', Korupsi dan Solusi Islam Mengatasinya

'The Untouchable Papah', Korupsi dan Solusi Islam Mengatasinya

Ahad, 19 Nov 2017 22:30

300 Istri Pejuang Islamic State (IS) Menolak Pergi dari Al-Bukamal, Siap Lawan Pasukan Assad

300 Istri Pejuang Islamic State (IS) Menolak Pergi dari Al-Bukamal, Siap Lawan Pasukan Assad

Ahad, 19 Nov 2017 18:28

Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Sabtu, 18 Nov 2017 23:05

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Sabtu, 18 Nov 2017 22:00

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Sabtu, 18 Nov 2017 21:22

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Sabtu, 18 Nov 2017 16:39

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Sabtu, 18 Nov 2017 16:28

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Sabtu, 18 Nov 2017 16:25

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

Sabtu, 18 Nov 2017 16:12

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:42

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Sabtu, 18 Nov 2017 10:41

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:11

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Sabtu, 18 Nov 2017 09:33

Keadilan yang Hilang

Keadilan yang Hilang

Sabtu, 18 Nov 2017 08:14

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Sabtu, 18 Nov 2017 08:11

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 18/11/2017 08:14

Keadilan yang Hilang