Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.958 views

Menyelamatkan Indonesia Secara Obyektif

Oleh: Salis Fathu Rohmah (Mahasiswi Universitas Airlangga)

Pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia September lalu di Bali menghasilkan kesepakatan untuk menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di Indonesia. Sebagai tindak lanjut sejumlah PTN maupun PTS mengadakan kuliah akbar dan deklarasi kebangsaan bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan tersebut diklaim bertujuan untuk membangunkan kembali semangat kebangsaan yang mulai luntur serta upaya pencegahan meluasnya radikalisme di kalangan kampusyang dikhawatirkan oleh banyak pihak. Kuliah akbar tersebut memberikan pengajaran kepada mahasiswa dan civitas akademika yang lain untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila untuk menjaga keutuhan NKRI dan melawan radikalisme.

Kurang lebih dalam setahun terakhir pemerintah begitu masifnya mendorong pihak kampus untuk menggelar kegiatan yang semacam di atas dengan mengatasnamakan upaya deradikalisasi. Hal tersebut dikarenakan terdapat anggapan bahwa kampus adalah sarang penyebaran paham yang berbahaya ini yang dapat meracuni pemikiran pemuda dan menghilangkan semangat kebangsaannya untuk menjaga NKRI.

Radikalisme digambarkan sebagai momok yang begitu berbahaya yang bisa mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Lalu muncul pertanyaan, bagaimanakah wujud radikalisme itu dan seberapa berbahayanya hingga pemerintah beserta pihak kampus bersegera dan berupaya banyak dalam hal ini?

Banyak literatur menyebutkan bahwa radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial maupun politik dengan cara kekerasan. Namun anehnya radikalisme kerap kali diarahkan kepada terorisme yang ujung-ujungnya selalu menyudutkan islam. Bagaimana tidak? Media dari tulisan sampai film selalu menggambarkan teroris adalah penganut Islam yang taat dan bersedia mati untuk Islam. Tidak heran jika sampai menimbulkan apa yang sering disebut Islamophobia.

Anehnya lagi tindakan kekerasan terhadap orang Islam kerap terjadi akibat pengarusan isu tersebut di berbagai tempat terutama di Negara Barat tapi justru tidak pernah disebut sebagai tindakan teror.Padahal jika menyandingkan Islam dengan radikalisme secara obyektif, pastinya kedua hal tersebut sangat bertentangan. Karena Islam tidak pernah mengajarkan perubahan masyarakat dengan cara kekerasan. Memang salah jikaada muslim yang melakukan tindakan teror seperti yang banyak diberitakan. Namun satu hal tersebut seolah menjadi bahan ampuh untuk menghabisi dan mengubah image Islam secara keseluruhan menjadi menakutkan.

Inilah yang juga dihembuskan kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim hingga membuat phobia dengan agamanya sendiri. Begitu juga yang diaruskan di kalangan pemuda, dikatakan bahwa kelompok Islam yang menginginkan tegaknya syariat Islam justru dianggap bagian dari radikalisme yang dijadikan sebagai musuh bersama karena memecah belah NKRI.

Dalam tema yang diambil pada kuliah kebangsaan tersebut dikatakan bahwa upaya deradikalisasi diwujudkan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. Pertanyaannya, sejauh mana aplikasi nilai luhur Pancasila ini diterapkan hingga dapat menjaga negara ini? Apakah cukup dengan deklarasi diri bahwa pemuda adalah abdi setia pada Pancasila bisa memperbaiki negara? Namun terakhir kali justru beberapa kelompok masyarakat dan pemuda yang kritis terhadap pemerintah dibubarkan secara sepihak.

Upaya pemuda bangsa yang mencita-citakan perbaikan negeri ini dengan mengkritisi kebijakan, seperti pada aksi BEM SI, justru dipenjarakan dan disebut berseberangan dengan pemerintah. Upaya nyata tersebut justru dibungkam dan dihabisi dengan solusi pragmatis untuk negeri ini. Kemudian Islam sebagai solusi hakiki untuk menjadikan baik negeri ini jusru tidak diambil bahkan dimusuhi.Padahal Islam adalah serangkaian aturan yang datangnya dari Allah Yang Maha Baik.

Justru dengan Islamlah nilai-nilai luhur yang dimaksud dalam Pancasila dapat diterapkan senyata-nyatanya dalam kehidupan. Sudah terlalu banyak fakta menjelaskan bahwa kita tidak dapat berharap pada kapitalisme yang justru terus menggerogoti negeri ini. Sistem yang menuhankan uang dengan segala bentuk keserakahan dan penjajahannya inilah yang telah membuatseluruh tatanan kehidupan menjadi buruk termasuk dinegeri ini.

Maka jika benar cinta kepada negeri ini seharusnya pemuda muslim kembali ke identitas muslimnya untuk berjuang menegakkan sistem Islam dan membuang jauh-jauh kapitalisme yang menyengsarakan. Itulah yang dapat menyelamatkan negeri ini dari kehancuran realita hidup bangsa ini. [syahid/voa-islam.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Afrika Selatan Tolak tekanan Saudi dan UEA untuk Blokade Qatar

Afrika Selatan Tolak tekanan Saudi dan UEA untuk Blokade Qatar

Sabtu, 21 Jul 2018 21:30

Rusia Bunuh 1.771 Anak-anak di Suriah Sejak Tahun 2015

Rusia Bunuh 1.771 Anak-anak di Suriah Sejak Tahun 2015

Sabtu, 21 Jul 2018 21:20

Zionis Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Gencatan Senjata dengan Hamas

Zionis Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Gencatan Senjata dengan Hamas

Sabtu, 21 Jul 2018 21:10

Jihadis Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Milik Rusia untuk Kali ke-4 Bulan Ini

Jihadis Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Milik Rusia untuk Kali ke-4 Bulan Ini

Sabtu, 21 Jul 2018 21:00

Pizza Diva Halal dan Pikulbareng Donasikan 80 Porsi Pizza dan Teh Poci

Pizza Diva Halal dan Pikulbareng Donasikan 80 Porsi Pizza dan Teh Poci

Sabtu, 21 Jul 2018 11:37

Polling: Aher Bakal Cawapres yang Paling Dekat dengan Umat Islam

Polling: Aher Bakal Cawapres yang Paling Dekat dengan Umat Islam

Sabtu, 21 Jul 2018 07:16

Pendiri Insist: Yang Lebih Tepat Bukan Islam Nusantara tapi Fiqh Nusantara

Pendiri Insist: Yang Lebih Tepat Bukan Islam Nusantara tapi Fiqh Nusantara

Sabtu, 21 Jul 2018 06:37

Bunda, Jangan Jadikan Ananda Penghalang Kewajiban

Bunda, Jangan Jadikan Ananda Penghalang Kewajiban

Jum'at, 20 Jul 2018 23:15

Menjaga Keluarga dari Ancaman Liberalisasi, Mungkinkah?

Menjaga Keluarga dari Ancaman Liberalisasi, Mungkinkah?

Jum'at, 20 Jul 2018 22:54

Utang yang Dimiliki BUMN 5.000 T

Utang yang Dimiliki BUMN 5.000 T

Jum'at, 20 Jul 2018 22:53

Aturan hanya tinggalah Aturan, Banyak Fakta Pemerintah Abaikan Pasal Ini

Aturan hanya tinggalah Aturan, Banyak Fakta Pemerintah Abaikan Pasal Ini

Jum'at, 20 Jul 2018 21:53

1500 Tahanan Dibebaskan dari Penjara Assad Menyusul Kesepakatan Evakuasi Fou'a dan Kafraya

1500 Tahanan Dibebaskan dari Penjara Assad Menyusul Kesepakatan Evakuasi Fou'a dan Kafraya

Jum'at, 20 Jul 2018 21:50

Gaza Kehabisan Gas Untuk Memasak setelah Penutupan Perlintasan Karem Shalom oleh Israel

Gaza Kehabisan Gas Untuk Memasak setelah Penutupan Perlintasan Karem Shalom oleh Israel

Jum'at, 20 Jul 2018 21:40

Mesir Tunda Persidangan Mantan Presiden Mursi

Mesir Tunda Persidangan Mantan Presiden Mursi

Jum'at, 20 Jul 2018 21:25

Turki Tidak Akan Ekstradisi Jihadis Paling Dicari Australia Neil Prakash

Turki Tidak Akan Ekstradisi Jihadis Paling Dicari Australia Neil Prakash

Jum'at, 20 Jul 2018 21:07

Fahri Khawatir BUMN jadi Tempat Mangkal Tim Sukses

Fahri Khawatir BUMN jadi Tempat Mangkal Tim Sukses

Jum'at, 20 Jul 2018 20:53

Apakah Boleh Jual Aset BUMN tanpa Diketahui DPR?

Apakah Boleh Jual Aset BUMN tanpa Diketahui DPR?

Jum'at, 20 Jul 2018 19:53

Salafi Sejati Menyeru Kepada Allah, Bukan Kepada Gurunya

Salafi Sejati Menyeru Kepada Allah, Bukan Kepada Gurunya

Jum'at, 20 Jul 2018 15:24

Yusril Minta Pahami PT dengan Logika Hukum, bukan dengan Logika Politik

Yusril Minta Pahami PT dengan Logika Hukum, bukan dengan Logika Politik

Jum'at, 20 Jul 2018 13:59

GAN: Menteri Yang Ikut Caleg Harus Mundur

GAN: Menteri Yang Ikut Caleg Harus Mundur

Jum'at, 20 Jul 2018 13:24


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X