Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.979 views

Memahami Paham Sekularisme dalam Undang-undang Ormas

Oleh: Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH. 

(Tim Ahli KAPU Partai Bulan Bintang)

Perppu Ormas yang telah disahkan menjadi Undang-Undang adalah manifestasi keinginan politik, bukan keinginan hukum. Tidak dapat dipungkiri, bahwa kekuatan Partai Politik yang mendukung Perppu menjadi Undang-Undang adalah sepaham dengan pemerintah.

Di sisi lain, Partai Politik yang menolak adalah sepaham dengan Ormas-Ormas Islam yang kemudian mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Namun, sekarang telah kehilangan obyeknya, karena telah didahului oleh putusan DPR yang menyetujui menjadi Undang-Undang.

Di antara dua kelompok tersebut terdapat kelompok yang "memahami kebijakan Presiden" yakni Dewan Pimpinan MUI. Perlu dimengerti bahwa di tingkat pimpinan MUI, pendapat juga terbelah menjadi dua, ada pihak yang pro dan ada pihak yang kontra, yang berujung diformulasikannya perbedaan tersebut dalam wujud mengakomodasi pendapat kedua belah pihak.

Keputusan akhir Dewan Pimpinan MUI yang kemudian disampaikan dalam RDPU DPR RI didahului dengan pernyataan "MUI dapat memahami kebijakan Presiden RI yang menerbitkan Perppu Ormas..." Selebihnya bersifat normatif belaka dengan memberikan penegasan terhadap apa yang sebenarnya sudah jelas.

Penulis secara pribadi memandang keberadaan Perppu sampai dengan menjadi Undang-Undang tidak sejalan dengan tumpuan hukum yang berasaskan keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

Semua argumentasi teoretis yuridis telah penulis sampaikan secara resmi saat pemberian Keterangan Ahli Hukum Pidana di sidang Mahkamah Konstitusi. Penulis dalam posisi sebagai Ahli yang dihadirkan oleh para Pemohon.

Penulis juga "dapat memahami" perbedaan sikap para pimpinan MUI. Namun, penulis berseberangan dengan sikap resmi Dewan Pimpinan MUI tersebut.

Menurut pendapat penulis, frasa "dapat memahami" tidak dapat dimaknai lain, sepanjang tidak dimaksudkan adanya kesamaan wujud pikiran antara Dewan Pimpinan MUI dengan pemerintah. Dengan demikian, dapat dikatakan sikap resmi Dewan Pimpinan MUI memiliki pandangan yang relatif sama dengan pemerintah.

Sejatinya, Undang-Undang Ormas harus dikritisi dengan serius, karena dapat menegasikan ajaran agama Islam. Substansi Pasal 59 ayat (4) huruf c sangat multi tafsir dengan tambahan frasa "paham lain". Subjektifitas pemerintah akan sangat dominan menentukan adanya "paham lain" yang bertujuan mengganti atau mengubah Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Tegasnya, berpotensi mengancam eksistensi syariat Islam.

Pada kasus pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pemerintah mendalilkan HTI telah mengusung paham kekhalifahan untuk mengganti/mengubah Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Padahal kekhalifahan adalah bagian dari perintah agama dan telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Kemudian diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin hingga khalifah Ottoman Turki. Dapat dikatakan, secara langsung maupun tidak langsung, Perppu Ormas pada saat itu telah menegasikan ajaran agama dalam hal kekhalifahan.

Lebih lanjut, Undang-Undang Ormas sangat berpotensi menjadikan Pemerintah termasuk dalam eksponen perspektif sekuler. Eksponen perspektif sekuler, cenderung menjaga ke"paripurna"an agama.

Mengutip pendapat Jose Casanova, paham sekularisme mengimplementasikan tiga kemungkinan.

Pertama, sekularisasi bermakna diferensiasi dan spesialisasi yang memisahkan ranah agama dan negara, ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Kedua, sekularisasi bermakna sebagai representasi merosotnya keyakinan agama, sehingga agama sama sekali kehilangan otoritasnya .

Ketiga, sekularisasi bermakna privatisasi, yang mempostulatkan bahwa agama diletakkan dalam ranah privat. Dengan kata lain, agama berada dalam posisi marginal dalam kekuasaan atau proses modernisasi.

Ditinjau dari perspektif tipologi kekuasaan organik, penguasa atas nama negara memberikan dukungan dan akomodasi terhadap kelompok agama. Penguasa menjadikan tokoh-tokoh agama, baik sebagai representasi kepentingan kelompok agama maupun sebagai badan penasehat negara. Agama hanya berstatus simbolik dan formalistik belaka.

Indonesia bukankah menganut paradigma sekuler, melainkan paradigma simbiotik. Antara agama dan negara saling membutuhkan dan bersinergi. Pasal 29 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 adalah landasan konsitusional yang mengakui adanya hukum Agama dan dengannya negara harus menghormati dan mengambil nilai-nilai universalnya guna mewujudkan kemashlahatan dan menolak kemudharatan.

Terdapat banyak teori yang mendukung sinergitas antara agama dan negara. Teori dimaksud adalah teori receptio in complexu, teori receptio a contrario, teori pluralisme (derajat kuat), teori lingkaran konsenteris, dan teori eksistensi hukum Islam.

Penulis juga merumuskan teori "Solvasisasi (Pelarutan) Hukum" yang merupakan salah satu novelty dalam penelitian disertasi hukum.

Lebih lanjut, penulis sangat mengkhawatirkan terjadinya kemerosotan agama dan agama tidak lagi menjadi rujukan dalam pemecahan masalah.

Patut untuk diperhatikan bahwa "tiada kebenaran yang mendua" (Tan Hanna Dharma Mangrwa). Begitupun dalam menilai Undang-Undang Ormas.

Jadi, tidak tepat adanya sikap mengakomodasi antara yang pihak yang pro dan pihak yang kontra terhadap setuju atau tidak setuju Perppu menjadi Undang-Undang yang kemudian dipilihlah kata "dapat memahami". Wallahu'alam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Pakistan Hukum Gantung Pria Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 6 Tahun Zainab Fatima Ameen

Pakistan Hukum Gantung Pria Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 6 Tahun Zainab Fatima Ameen

Rabu, 17 Oct 2018 21:15

UEA Sewa Tentara Bayaran Asal AS untuk Bunuh Politisi, Ulama dan jihadis di Yaman

UEA Sewa Tentara Bayaran Asal AS untuk Bunuh Politisi, Ulama dan jihadis di Yaman

Rabu, 17 Oct 2018 20:35

Mengkritisi Setahun Anies Memimpin Jakarta

Mengkritisi Setahun Anies Memimpin Jakarta

Rabu, 17 Oct 2018 20:00

Satu Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Terbaru Zionis Israel di Gaza

Satu Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Terbaru Zionis Israel di Gaza

Rabu, 17 Oct 2018 17:15

Konsul Jenderal Saudi Mendadak 'Pulang Kampung' Saat Penyelidikan Kasus Hilangnya Khashoggi Meluas

Konsul Jenderal Saudi Mendadak 'Pulang Kampung' Saat Penyelidikan Kasus Hilangnya Khashoggi Meluas

Rabu, 17 Oct 2018 14:15

FPI Tasikmalaya: Kaum LGBT yang Terang-terangan adalah Para Bencong Pelacur

FPI Tasikmalaya: Kaum LGBT yang Terang-terangan adalah Para Bencong Pelacur

Rabu, 17 Oct 2018 13:18

Kado Fahri di Milad Prabowo dan untuk Rakyat Indonesia

Kado Fahri di Milad Prabowo dan untuk Rakyat Indonesia

Rabu, 17 Oct 2018 12:33

Reklamasi dan Meikarta, Fahri: Biasanya Berhenti di Pejabat Rendahan

Reklamasi dan Meikarta, Fahri: Biasanya Berhenti di Pejabat Rendahan

Rabu, 17 Oct 2018 11:33

Dianggap Kampanye di Forum Internasional, Luhut dan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu

Dianggap Kampanye di Forum Internasional, Luhut dan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu

Rabu, 17 Oct 2018 10:47

UAS Akan Hadiri Tabligh Akbar FORDAI di Cikarang

UAS Akan Hadiri Tabligh Akbar FORDAI di Cikarang

Rabu, 17 Oct 2018 10:37

Gubernur Sulteng: Hari Pertama Gempa Pemda Lumpuh

Gubernur Sulteng: Hari Pertama Gempa Pemda Lumpuh

Rabu, 17 Oct 2018 10:33

Kecurigaan Mantan Stafsus ESDM di Kasus Meikarta tak Meleset

Kecurigaan Mantan Stafsus ESDM di Kasus Meikarta tak Meleset

Rabu, 17 Oct 2018 10:33

Dinilai tak Netral di Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli: 2019 Kita Tempatkan Polisi Profesional

Dinilai tak Netral di Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli: 2019 Kita Tempatkan Polisi Profesional

Rabu, 17 Oct 2018 09:33

Sisi Kelam Tasikmalaya Oktober Festival 2018

Sisi Kelam Tasikmalaya Oktober Festival 2018

Rabu, 17 Oct 2018 09:01

[VIDEO] Massa Umat Islam Desak Pemkab Tasikmalaya Berantas LGBT

[VIDEO] Massa Umat Islam Desak Pemkab Tasikmalaya Berantas LGBT

Rabu, 17 Oct 2018 07:37

Lakukan 6 Hal Ini agar Jin Tidak Menggangu Kaum Perempuan

Lakukan 6 Hal Ini agar Jin Tidak Menggangu Kaum Perempuan

Selasa, 16 Oct 2018 22:59

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

Selasa, 16 Oct 2018 22:36

Bahaya Laten LGBT dan Solusinya

Bahaya Laten LGBT dan Solusinya

Selasa, 16 Oct 2018 22:14

Mengapa Delima Disebutkan dalam Al-Quran?

Mengapa Delima Disebutkan dalam Al-Quran?

Selasa, 16 Oct 2018 21:50

Facebook Ungkap 29 Juta Data Pengguna Diakses Hacker

Facebook Ungkap 29 Juta Data Pengguna Diakses Hacker

Selasa, 16 Oct 2018 21:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 16/10/2018 09:14

Maksiat Mengundang Bencana!