Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.167 views

Tolak Intervensi AS Atas Masalah Indonesia

Oleh: Eva Arlini, SE (Anggota Komunitas Revowriter)

Sebuah video yang diunggah sebuah akun instagram memperlihatkan Duta Besar Amerika Serikat untuk PPB, Nikki Haley dipermalukan saat ia berpidato di University of Houston, Texas.

Di tengah pidatonya sejumlah aktivis mahasiswa pro- Palestina berteriak dengan ucapan “pembunuh”. Dalam kondisi terdiam, Nikki terus diteriaki dengan ucapan kaki “tangan teroris”, “penjajah Israel”. Tampaknya para mahasiswa tersebut sadar betul, Nikki Haley mewakili wajah bengis Amerika sebagai pendukung utama sang pembantai Israel.

Nikki menjadi bagian dalam usaha pembenaran pemindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al Quds. Baru-baru ini enam puluh lima orang rakyat Palestina tewas dan ribuan terluka oleh militer Israel dalam aksi protes pemindahan Kedubes AS ke al Quds.

Terlalu telanjang kekejaman Israel dam Amerika bagi dunia. Sehingga, meskipun pelaku kejahatan tersebut adalah pemerintahnya sendiri, namun rasa kemanusiaan para aktivis mahasiswa itu lebih tersentuh pada derita rakyat Palestina.

Dengan kejadian tersebut, yang lebih tak masuk akal lagi adalah wacana yang beredar dari lisan Bapak Wiranto, bahwa Amerika akan membantu Indonesia dalam memerangi terorisme. Bayangkan, pemerintah Amerika pendukung Israel yang utama. Amerika membenarkan apapun langkah Israel dalam upaya merampas seluruh tanah Palestina.

 

Amerika tak peduli dan tetap setia meski ribuan rakyat Palestina kehilangan nyawa disebabkan ulah Israel. Ancaman nyata bagi tiap nyawa rakyat Palestina adalah Israel. Namun kini teman setia Israel berbaik hati membantu Indonesia selesaikan masalah terorisme? Anda percaya, seseorang yang suka menyiksa tetangganya akan membantu keluarga anda menghindari sebuah tindak kejahatan?

Bukan hanya pendukung Israel, AS sendiri telah berbuat layaknya teroris. Tak ada yang akan mengingkari sepak terjang AS terhadap Irak. Pada tahun 2003 AS menginvasi Irak hingga menewaskan sekitar seratus ribu warga sipil Irak. Alasan dari invasi tersebut, bahwa AS hendak mengamankan senjata pemusnah massal milik teroris nyatanya cuma hoax. Justru AS membuktikan bahwa dialah the real terrorist.

Bapak penguasa, kami khawatir dengan keselamatan negeri kami jika AS campur tangan mengurusi urusan Indonesia. Mengingat catatan kejahatannya, kami menolak intervensi Amerika terhadap masalah Indonesia. Kami khawatir negeri ini porakporanda seperti perlakukan Amerika terhadap Irak.

Cukuplah peringatan Allah swt pada kaum muslim, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu. (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi …” [Ali-Imran/3 : 118]

Lagipula, publik menyaksikan bahwa Densus 88 sebagai tim khusus penanganan terorisme tak menemui kendala berarti dalam memburu teroris. Buktinya, dalam waktu singkat Densus 88 berhasil mengamankan terduga teroris di berbagai tempat.

Bahkan ada yang ditembak mati. Sebagaimana yang terjadi di Terminal Pasir Hayama, Cianjur, Densus 88 menembak mati empat terduga teroris dengan asalan terduga melakukan perlawanan.Wajar akhirnya publik bertanya-tanya mengenai urgensi keterlibatan asing untuk membantu penanganan terorisme.

Termasuk mempertanyakan urgensi keberadaan undang-undang terorisme untuk memberantas terorisme, mengingat Densus 88 begitu sigap tanpa kendala memburu para terduga teroris.

Jika hingga saat ini apa yang disebut sebagai terorisme tersebut belum mampu diberantas oleh pihak keamanan, bukan berarti solusinya adalah bantuan asing. Banyak faktor yang harus dievaluasi oleh pemerintah.

Para intelejen negara harus intropeksi diri atas kinerja mereka, mengapa dengan berlarut-larutnya masalah terorisme ini, banyak peristiwa pemboman bisa terjadi tanpa mampu dicegah. Aparat kemanan harus intropeksi diri, mengapa tak mampu menuntaskan masalah tersebut.

Bila pemerintah tetap melanjutkan langkah kerja sama dengan Amerika dalam penanganan terorisme, jangan salahkan publik jika memandang hal tersebut dilakukan bukan untuk kepentingan Indonesia melainkan kepentingan Amerika sendiri. Ingat, publik tidak buta atas kebencian Amerika pada Islam dan umatnya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Keluarga Shamima Beghum Akan Lawan Upaya Inggris Cabut Kewarganegaraan Anaknya

Keluarga Shamima Beghum Akan Lawan Upaya Inggris Cabut Kewarganegaraan Anaknya

Sabtu, 23 Feb 2019 14:05

Bagi-bagi Sertifikat di Masjid

Bagi-bagi Sertifikat di Masjid

Sabtu, 23 Feb 2019 11:39

Pasukan Zionis Israel Tembak Mati Remaja Palestina Berusia 12 Tahun di Perbatasan Gaza

Pasukan Zionis Israel Tembak Mati Remaja Palestina Berusia 12 Tahun di Perbatasan Gaza

Sabtu, 23 Feb 2019 11:05

Prancis Klaim Tewaskan Wakil Komandan JINM di Mali Utara

Prancis Klaim Tewaskan Wakil Komandan JINM di Mali Utara

Sabtu, 23 Feb 2019 10:15

Shalat Jum'at dan Politik

Shalat Jum'at dan Politik

Sabtu, 23 Feb 2019 10:07

'Daud' vs 'Jalut'

'Daud' vs 'Jalut'

Sabtu, 23 Feb 2019 09:00

Nak, Adabmu Cerminanku

Nak, Adabmu Cerminanku

Sabtu, 23 Feb 2019 08:40

Soal Wartawan Diintimidasi Saat Liput Malam Munajat 212, Berikut Klarifikasi Panitia

Soal Wartawan Diintimidasi Saat Liput Malam Munajat 212, Berikut Klarifikasi Panitia

Sabtu, 23 Feb 2019 07:39

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Sabtu, 23 Feb 2019 07:02

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Soal Politik Uang, Gus Sholah: Ambil Saja, Anggap Sedekah tapi Jangan Pilih Orangnya

Jum'at, 22 Feb 2019 23:09

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Penelitian: Sekolah Islam Tidak Sebar Radikalisme

Jum'at, 22 Feb 2019 22:31

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Chusnul Mariyah: Masak Suara Tuhan Dihargai Rp100 Ribu?

Jum'at, 22 Feb 2019 21:47

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Uighur Minta MBS Kecam Perlakuan Brutal Cina pada Jutaan Minoritas Muslim di Xinjiang

Jum'at, 22 Feb 2019 21:35

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Polisi Israel Tangkap 60 'Orang Arab' di Al-Quds Yerusalem

Jum'at, 22 Feb 2019 21:00

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

200 Tentara AS akan Tinggal di Suriah Setelah Penarikan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:55

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Di Munajat 212 Habib Rizieq Kecam Penegakan Hukum yang Tidak Adil

Jum'at, 22 Feb 2019 20:23

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Bandung Terbitkan KTP Pertama untuk Penganut Aliran Kepercayaan

Jum'at, 22 Feb 2019 20:04

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jokowi Ditantang Balik Buka Data Pemegang HGU di Indonesia

Jum'at, 22 Feb 2019 19:55

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Meski Logo Persis Ditutup Kertas Saat Deklarasi Paslon 01, KKBH Persi Akan Tetap Melaporkan Panitia

Jum'at, 22 Feb 2019 17:47

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Perdana Menteri Pakistan Setujui Respon Militer Jika India Menyerang

Jum'at, 22 Feb 2019 17:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 22/02/2019 16:42

Misteri 'Earpice'