Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.036 views

Merdeka 73 Tahun, Indonesia Dapat Apa Kerjasama dengan Amerika?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Sudah 73 tahun kita merdeka. Sudah hampir 70 tahun Indonesia bekerjasama dengan Amerika Serikat, sejak tahun 1949. Betapa sudah lama kita bersahabat dengan mereka. Di kunjungan Mike Pompeo beberapa hari lalu di Jakarta, seperti yang biasa dilakukan utusan AS yang lain, dia mengontrol dan memastikan seberapa besar komitmen Indonesia  sebagai mitra bagi AS.

Pada kunjungan itu, Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengajukan tema "Celebrate our diversity, prosper together as strategic partner" untuk ulangtahun ke 70 kerjasama Indonesia dan AS di tahun 2019. Tema agar Indonesia dijadikan mitra yang setara bagi AS untuk kesejahteraan bersama. 

Keragaman yang ada antara Indonesia dan AS harus dirayakan. Beragam sumber daya alam, sumber daya manusia, juga pengaruhnya di dunia. Untuk SDA dan SDM, Indonesia bisa berbangga. Tapi tidak untuk pengaruh di dunia. Dengan kasat mata bisa kita lihat, siapa mereka, siapa kita. Bagi mereka, menjadi mitra strategis berarti terus mengamankan kepentingan AS, menjaga demokrasi yang diusung AS.

Menjadi mitra, bukan berarti Indonesia selalu dicintai AS. Baru-baru ini Trump telah memasukkan Indonesia ke dalam 128 negara yang dia benci karena menolak kebijakan AS menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel. Baru-baru ini pula AS memprotes peraturan tentang masuknya barang Impor ke Indonesia. AS menganggap hal itu sebagai penghalang masuknya barang dagangannya ke Indonesia. Ancaman denda 5 triliun dan sanksi dari WTO dialamatkan AS kepada Indonesia. Plus pencabutan generalized system  of preferences 124 produk Indonesia yang diekspor ke AS.

Perhitungan ala pedagang dipakai. Pemerintah takut kehilangan mitra. Berharap kita terus menjalin hubungan agar tetap mendapatkan keuntungan  Apalagi dua tahun ini, neraca perdagangan kita surplus terhadap AS. Tetapi di sisi lain pemerintah lupa. Setiap kerjasama dengan AS, mereka selalu meraup keuntungan lebih dari kita. Kalau tidak mau mengatakan, kita tidak memperoleh apapun. Bahkan kehilangan banyak hal.

Sejarah sudah memperlihatkan kepada kita. Berutang kepada AS untuk pembangunan di orde baru. Seperti yang diungkap oleh Jhon Perkins dalam bukunya, the Economic Hit Man. Indonesia sebagai negara berkembang menerima pinjaman dari AS untuk pembangunan di negaranya. Tetapi uang itu mengalir untuk teknologi dan tenaga ahli yang didatangkan oleh AS. Setelah itu, kita harus tetap membayar utang sekaligus bunganya.

Perusahaan tambang raksasa AS datang ke Indonesia. Mengeksplorasi, mengelola, dan menikmati kekayaan alam Indonesia. Exxon mobile dengan tambang minyak bumi di Natuna. Chevron dengan tambang panas bumi di Gunung Salak Jawa Barat. Dan Freeport dengan tambang emas di Papua. Dengan bagi hasil berapapun yang menjadi pemasukan bagi APBN RI. Atau berapa ribuan tenaga kerja yang diberdayakan di perusahaan tambang itu. Semuanya tetap milik mereka. Bukan milik kita.

Dari kerjasama khususnya utang, pemerintah Indonesia berkonsekuensi meratifikasi banyak Undang-undang. Undang-undang dalam bidang ekonomi, sosial budaya, juga pertahanan dan keamanan negara. Undang-undang yang kebanyakan tidak memihak  rakyat Indonesia. Tetapi memanjakan para pemodal besar.

Sebaliknya, sampai sekarang tidak pernah kita temui kesetaraan Indonesia dengan AS. Indonesia tidak memiliki kesempatan menambang emas, minyak, panas bumi AS. Kita juga tidak pernah bisa mengusulkan apalagi mendiktekan undang-undang yang harus ditegakkan di dalam negeri AS. Tentang kesejahteraan apalagi. Kesejahteraan yang diharapkan menjadi buah dari kerjasama selama ini juga tidak pernah terwujud.

Diantara Indonesia dan AS tidak pernah setara. Tetapi kitalah yang terjajah. Tak berdaulat. Geram saja tidak akan menaikkan posisi tawar kita di hadapan negara adidaya AS. Dunia pun sudah memahami AS sudah di ambang kehancuran. Hanya butuh kemauan untuk menyingkirkannya. AS masih terlihat kuat dengan ideologi sekularnya yang bisa berkompromi dengan ideologi lain, dengan prinsip meraih manfaat materi.

Selain itu AS masih terlihat kuat karena kesetiaan negara-negara pengikutnya yang tetap setia memegang erat demokrasi. Jadi, pilihan ada pada kita: menjadi negara yang berdaulat bahkan menjadi negara adidaya, atau tetap menjadi boneka. Tetap mempertahankan demokrasi atau beralih kepada sistem politik yang shahih, yang lahir dari Akidah Islam. Akidah yang diyakini mayoritas penduduk negeri ini. Sistem politik itu adalah khilafah yang telah terbukti menjadi adidaya 1300 tahun lamanya. Kesetaraan dan kesejahteraan diraih bagi negeri-negeri yang bergabung di dalamnya. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Uyghur Vs Hantu Corona China

Uyghur Vs Hantu Corona China

Sabtu, 25 Jan 2020 21:20

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Rebo Reborn : Konsep Quantum untuk Kembali Sehat di Pizza Diva

Sabtu, 25 Jan 2020 18:13

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Laporan: Saudi Berencana Mata-matai Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Sabtu, 25 Jan 2020 18:00

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

QQ FOODS Hadir Padukan Ruqyah dan Fisika Quantum Pada Kuliner

Sabtu, 25 Jan 2020 17:59

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

34 Cedera Otak Traumatis Setelah Serangan Rudal Iran di Pangkalan Ain Al-Assad Irak

Sabtu, 25 Jan 2020 17:41

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

Sabtu, 25 Jan 2020 07:01

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Sabtu, 25 Jan 2020 06:49

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Sabtu, 25 Jan 2020 05:48

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Sabtu, 25 Jan 2020 00:26


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X