Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.497 views

Merdeka 73 Tahun, Indonesia Dapat Apa Kerjasama dengan Amerika?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Sudah 73 tahun kita merdeka. Sudah hampir 70 tahun Indonesia bekerjasama dengan Amerika Serikat, sejak tahun 1949. Betapa sudah lama kita bersahabat dengan mereka. Di kunjungan Mike Pompeo beberapa hari lalu di Jakarta, seperti yang biasa dilakukan utusan AS yang lain, dia mengontrol dan memastikan seberapa besar komitmen Indonesia  sebagai mitra bagi AS.

Pada kunjungan itu, Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengajukan tema "Celebrate our diversity, prosper together as strategic partner" untuk ulangtahun ke 70 kerjasama Indonesia dan AS di tahun 2019. Tema agar Indonesia dijadikan mitra yang setara bagi AS untuk kesejahteraan bersama. 

Keragaman yang ada antara Indonesia dan AS harus dirayakan. Beragam sumber daya alam, sumber daya manusia, juga pengaruhnya di dunia. Untuk SDA dan SDM, Indonesia bisa berbangga. Tapi tidak untuk pengaruh di dunia. Dengan kasat mata bisa kita lihat, siapa mereka, siapa kita. Bagi mereka, menjadi mitra strategis berarti terus mengamankan kepentingan AS, menjaga demokrasi yang diusung AS.

Menjadi mitra, bukan berarti Indonesia selalu dicintai AS. Baru-baru ini Trump telah memasukkan Indonesia ke dalam 128 negara yang dia benci karena menolak kebijakan AS menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel. Baru-baru ini pula AS memprotes peraturan tentang masuknya barang Impor ke Indonesia. AS menganggap hal itu sebagai penghalang masuknya barang dagangannya ke Indonesia. Ancaman denda 5 triliun dan sanksi dari WTO dialamatkan AS kepada Indonesia. Plus pencabutan generalized system  of preferences 124 produk Indonesia yang diekspor ke AS.

Perhitungan ala pedagang dipakai. Pemerintah takut kehilangan mitra. Berharap kita terus menjalin hubungan agar tetap mendapatkan keuntungan  Apalagi dua tahun ini, neraca perdagangan kita surplus terhadap AS. Tetapi di sisi lain pemerintah lupa. Setiap kerjasama dengan AS, mereka selalu meraup keuntungan lebih dari kita. Kalau tidak mau mengatakan, kita tidak memperoleh apapun. Bahkan kehilangan banyak hal.

Sejarah sudah memperlihatkan kepada kita. Berutang kepada AS untuk pembangunan di orde baru. Seperti yang diungkap oleh Jhon Perkins dalam bukunya, the Economic Hit Man. Indonesia sebagai negara berkembang menerima pinjaman dari AS untuk pembangunan di negaranya. Tetapi uang itu mengalir untuk teknologi dan tenaga ahli yang didatangkan oleh AS. Setelah itu, kita harus tetap membayar utang sekaligus bunganya.

Perusahaan tambang raksasa AS datang ke Indonesia. Mengeksplorasi, mengelola, dan menikmati kekayaan alam Indonesia. Exxon mobile dengan tambang minyak bumi di Natuna. Chevron dengan tambang panas bumi di Gunung Salak Jawa Barat. Dan Freeport dengan tambang emas di Papua. Dengan bagi hasil berapapun yang menjadi pemasukan bagi APBN RI. Atau berapa ribuan tenaga kerja yang diberdayakan di perusahaan tambang itu. Semuanya tetap milik mereka. Bukan milik kita.

Dari kerjasama khususnya utang, pemerintah Indonesia berkonsekuensi meratifikasi banyak Undang-undang. Undang-undang dalam bidang ekonomi, sosial budaya, juga pertahanan dan keamanan negara. Undang-undang yang kebanyakan tidak memihak  rakyat Indonesia. Tetapi memanjakan para pemodal besar.

Sebaliknya, sampai sekarang tidak pernah kita temui kesetaraan Indonesia dengan AS. Indonesia tidak memiliki kesempatan menambang emas, minyak, panas bumi AS. Kita juga tidak pernah bisa mengusulkan apalagi mendiktekan undang-undang yang harus ditegakkan di dalam negeri AS. Tentang kesejahteraan apalagi. Kesejahteraan yang diharapkan menjadi buah dari kerjasama selama ini juga tidak pernah terwujud.

Diantara Indonesia dan AS tidak pernah setara. Tetapi kitalah yang terjajah. Tak berdaulat. Geram saja tidak akan menaikkan posisi tawar kita di hadapan negara adidaya AS. Dunia pun sudah memahami AS sudah di ambang kehancuran. Hanya butuh kemauan untuk menyingkirkannya. AS masih terlihat kuat dengan ideologi sekularnya yang bisa berkompromi dengan ideologi lain, dengan prinsip meraih manfaat materi.

Selain itu AS masih terlihat kuat karena kesetiaan negara-negara pengikutnya yang tetap setia memegang erat demokrasi. Jadi, pilihan ada pada kita: menjadi negara yang berdaulat bahkan menjadi negara adidaya, atau tetap menjadi boneka. Tetap mempertahankan demokrasi atau beralih kepada sistem politik yang shahih, yang lahir dari Akidah Islam. Akidah yang diyakini mayoritas penduduk negeri ini. Sistem politik itu adalah khilafah yang telah terbukti menjadi adidaya 1300 tahun lamanya. Kesetaraan dan kesejahteraan diraih bagi negeri-negeri yang bergabung di dalamnya. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Ahad, 21 Oct 2018 20:59

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Ahad, 21 Oct 2018 15:51

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Ahad, 21 Oct 2018 15:40

Misteri Meikarta Kembali Terbuka, Ada Apa?

Misteri Meikarta Kembali Terbuka, Ada Apa?

Ahad, 21 Oct 2018 15:35

Peran Wanita Sebagai Ibu Pencetak Generasi Peradaban

Peran Wanita Sebagai Ibu Pencetak Generasi Peradaban

Ahad, 21 Oct 2018 15:30

Sobat Muda, Yuk Bangkit! Jannah Menunggumu!

Sobat Muda, Yuk Bangkit! Jannah Menunggumu!

Ahad, 21 Oct 2018 15:02

Nyali KPK Diragukan di bawah Kepemimpinan Jokowi

Nyali KPK Diragukan di bawah Kepemimpinan Jokowi

Ahad, 21 Oct 2018 14:45

Dahnil Singgung Janji Jokowi Soal Ekonomi

Dahnil Singgung Janji Jokowi Soal Ekonomi

Ahad, 21 Oct 2018 13:45

BPJS Kesehatan Menjadi Perhatian Prabowo-Sandi

BPJS Kesehatan Menjadi Perhatian Prabowo-Sandi

Ahad, 21 Oct 2018 12:45

Dua Komika Diduga Lakukan Penistaan Agama, MUI: Laporkan Saja

Dua Komika Diduga Lakukan Penistaan Agama, MUI: Laporkan Saja

Ahad, 21 Oct 2018 07:35

[Stroy Hamka-6] Yang Membuat Hamka Berbeda

[Stroy Hamka-6] Yang Membuat Hamka Berbeda

Ahad, 21 Oct 2018 06:00

Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut Mengaminkan?

Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut Mengaminkan?

Sabtu, 20 Oct 2018 23:15

Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Sabtu, 20 Oct 2018 21:16

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

Sabtu, 20 Oct 2018 19:45

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Sabtu, 20 Oct 2018 18:16

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Sabtu, 20 Oct 2018 17:15

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Sabtu, 20 Oct 2018 16:15

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Sabtu, 20 Oct 2018 15:32

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Sabtu, 20 Oct 2018 14:42

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

Sabtu, 20 Oct 2018 12:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X