Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.691 views

Merdeka 73 Tahun, Indonesia Dapat Apa Kerjasama dengan Amerika?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Sudah 73 tahun kita merdeka. Sudah hampir 70 tahun Indonesia bekerjasama dengan Amerika Serikat, sejak tahun 1949. Betapa sudah lama kita bersahabat dengan mereka. Di kunjungan Mike Pompeo beberapa hari lalu di Jakarta, seperti yang biasa dilakukan utusan AS yang lain, dia mengontrol dan memastikan seberapa besar komitmen Indonesia  sebagai mitra bagi AS.

Pada kunjungan itu, Menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengajukan tema "Celebrate our diversity, prosper together as strategic partner" untuk ulangtahun ke 70 kerjasama Indonesia dan AS di tahun 2019. Tema agar Indonesia dijadikan mitra yang setara bagi AS untuk kesejahteraan bersama. 

Keragaman yang ada antara Indonesia dan AS harus dirayakan. Beragam sumber daya alam, sumber daya manusia, juga pengaruhnya di dunia. Untuk SDA dan SDM, Indonesia bisa berbangga. Tapi tidak untuk pengaruh di dunia. Dengan kasat mata bisa kita lihat, siapa mereka, siapa kita. Bagi mereka, menjadi mitra strategis berarti terus mengamankan kepentingan AS, menjaga demokrasi yang diusung AS.

Menjadi mitra, bukan berarti Indonesia selalu dicintai AS. Baru-baru ini Trump telah memasukkan Indonesia ke dalam 128 negara yang dia benci karena menolak kebijakan AS menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel. Baru-baru ini pula AS memprotes peraturan tentang masuknya barang Impor ke Indonesia. AS menganggap hal itu sebagai penghalang masuknya barang dagangannya ke Indonesia. Ancaman denda 5 triliun dan sanksi dari WTO dialamatkan AS kepada Indonesia. Plus pencabutan generalized system  of preferences 124 produk Indonesia yang diekspor ke AS.

Perhitungan ala pedagang dipakai. Pemerintah takut kehilangan mitra. Berharap kita terus menjalin hubungan agar tetap mendapatkan keuntungan  Apalagi dua tahun ini, neraca perdagangan kita surplus terhadap AS. Tetapi di sisi lain pemerintah lupa. Setiap kerjasama dengan AS, mereka selalu meraup keuntungan lebih dari kita. Kalau tidak mau mengatakan, kita tidak memperoleh apapun. Bahkan kehilangan banyak hal.

Sejarah sudah memperlihatkan kepada kita. Berutang kepada AS untuk pembangunan di orde baru. Seperti yang diungkap oleh Jhon Perkins dalam bukunya, the Economic Hit Man. Indonesia sebagai negara berkembang menerima pinjaman dari AS untuk pembangunan di negaranya. Tetapi uang itu mengalir untuk teknologi dan tenaga ahli yang didatangkan oleh AS. Setelah itu, kita harus tetap membayar utang sekaligus bunganya.

Perusahaan tambang raksasa AS datang ke Indonesia. Mengeksplorasi, mengelola, dan menikmati kekayaan alam Indonesia. Exxon mobile dengan tambang minyak bumi di Natuna. Chevron dengan tambang panas bumi di Gunung Salak Jawa Barat. Dan Freeport dengan tambang emas di Papua. Dengan bagi hasil berapapun yang menjadi pemasukan bagi APBN RI. Atau berapa ribuan tenaga kerja yang diberdayakan di perusahaan tambang itu. Semuanya tetap milik mereka. Bukan milik kita.

Dari kerjasama khususnya utang, pemerintah Indonesia berkonsekuensi meratifikasi banyak Undang-undang. Undang-undang dalam bidang ekonomi, sosial budaya, juga pertahanan dan keamanan negara. Undang-undang yang kebanyakan tidak memihak  rakyat Indonesia. Tetapi memanjakan para pemodal besar.

Sebaliknya, sampai sekarang tidak pernah kita temui kesetaraan Indonesia dengan AS. Indonesia tidak memiliki kesempatan menambang emas, minyak, panas bumi AS. Kita juga tidak pernah bisa mengusulkan apalagi mendiktekan undang-undang yang harus ditegakkan di dalam negeri AS. Tentang kesejahteraan apalagi. Kesejahteraan yang diharapkan menjadi buah dari kerjasama selama ini juga tidak pernah terwujud.

Diantara Indonesia dan AS tidak pernah setara. Tetapi kitalah yang terjajah. Tak berdaulat. Geram saja tidak akan menaikkan posisi tawar kita di hadapan negara adidaya AS. Dunia pun sudah memahami AS sudah di ambang kehancuran. Hanya butuh kemauan untuk menyingkirkannya. AS masih terlihat kuat dengan ideologi sekularnya yang bisa berkompromi dengan ideologi lain, dengan prinsip meraih manfaat materi.

Selain itu AS masih terlihat kuat karena kesetiaan negara-negara pengikutnya yang tetap setia memegang erat demokrasi. Jadi, pilihan ada pada kita: menjadi negara yang berdaulat bahkan menjadi negara adidaya, atau tetap menjadi boneka. Tetap mempertahankan demokrasi atau beralih kepada sistem politik yang shahih, yang lahir dari Akidah Islam. Akidah yang diyakini mayoritas penduduk negeri ini. Sistem politik itu adalah khilafah yang telah terbukti menjadi adidaya 1300 tahun lamanya. Kesetaraan dan kesejahteraan diraih bagi negeri-negeri yang bergabung di dalamnya. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

Ahad, 17 Feb 2019 12:25

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Ahad, 17 Feb 2019 12:12

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Ahad, 17 Feb 2019 11:48

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Ahad, 17 Feb 2019 11:35

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Ahad, 17 Feb 2019 11:01

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Ahad, 17 Feb 2019 10:45

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

Ahad, 17 Feb 2019 09:52

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Ahad, 17 Feb 2019 09:01

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 17 Feb 2019 08:36

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ahad, 17 Feb 2019 07:01

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Ahad, 17 Feb 2019 05:01

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Ahad, 17 Feb 2019 01:17

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Ahad, 17 Feb 2019 00:59

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

Sabtu, 16 Feb 2019 20:50

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Sabtu, 16 Feb 2019 20:30

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Sabtu, 16 Feb 2019 20:25


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X