Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.091 views

Baby Force Parmusi

Oleh

Ibnu Syafaat, wartawan dan pemerhati gerakan Islam

 

KASUS penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beberapa waktu silam membuka tabir peta perjuangan umat. Pada kasus ini, kita bisa melihat ada kelompok Islam yang berada di garis paling depan dalam membela agama Allah. Tak sedikit kelompok Islam yang mendukung Ahok. Ada pula yang bersikap abu-abu pada kasus Ahok ini.

Salah satu kelompok Islam yang paling depan mengawal kasus Ahok adalah Front Pembela Islam (FPI). Bahkan Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab selalu memimpin Aksi Bela Islam untuk memenjarakan Ahok.

Tak heran jika FPI berada di garis terdepan dalam mengawal kasus Ahok. Mengingat FPI sejak didirikan garis juangnya adalah membela agama Allah dengan gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Menarik kita simak kehadiran Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang juga berada di garis terdepan mengawal kasus Ahok.

Mengapa menarik? Karena selama ini kiprah Parmusi lebih dikenal sebagai gerakan politik. Serta tidak pernah terdengar Parmusi turun aksi ke jalan menyuarakan kebenaran. Masyarakat mengenal Parmusi sebagai bagian dari unsur Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti diketahui, Parmusi adalah cikal bakal pembentukan PPP.

Pada 1973, Parmusi yang saat itu bernama Partai Muslimin Indonesia melebur bersama Nahdlatul Ulama, Partai Serikat Islam Indonesia, dan Perti menjadi PPP. Sejak saat itulah, Parmusi berubah menjadi Persaudaraan Muslimin Indonesia, ormas pendukung PPP.

Namun, sejak Usamah Hisyam terpilih secara aklamsi pada 2015 sebagai Ketua Umum Parmusi, orientasi gerak organisasi alami perubahan. Parmusi didorong fokus pada gerakan dakwah. Dengan tagline Connecting Muslim diharapkan Parmusi dapat merangkul masyarakat dari berbagai latarbelakang pemahaman keislaman.

Kembali ke kasus Ahok. Parmusi all out turun ke jalan hingga proses peradilan Ahok usai. Massa Parmusi yang didominasi dengan warna hijau kerap memenuhi ruas jalan depan PN Jakarta Utara, tempat berlangsungnya sidang Ahok.

Tak hanya itu, Parmusi juga melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Presiden Jokowi. Saat itu Ahok sudah berstatus tersangka, tetapi belum juga dinonaktifkan oleh Jokowi. Padahal jika merujuk dari kasus gubernur-gubernur provinsi lain yang tersandung kasus dan ditetapkan tersangka, maka pemerintah langsung menonaktifkan.

Meski pada akhirnya PTUN menolak gugatan Parmusi, namun langkah ini patut diacungkan jempol. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak lain jika penguasa dapat digugat.

 

Bingkai Connecting Muslim

Menghilangkan imej Parmusi sebagai gerakan politik di bawah kendali PPP merupakan tugas berat. Imej yang melekat berpuluh-puluh tahun tersebut tak bisa dilunturkan sesaat. Hasrat dan godaan politik akan muncul kapanpun. Bisikan-bisikan kembali menjadi organisasi politik akan terus terdengar kencang. Tinggal bagaimana pembuktian komitmen pengurus Parmusi agar tak keluar dari bingkai Connecting Muslim.

Connecting Muslim berarti merangkul seluruh lapisan umat. Connecting Muslim berarti menyatukan, bukan memecahbelah. Connecting Muslim berarti cair, inklusif, lentur. Connecting Muslim berarti kekuatan.

Ketika Connecting Muslim tak hanya slogan dan betul-betul dijejaki, maka Parmusi akan menjadi organisasi massa Islam besar dan kuat. Keberadaan Parmusi akan diperhitungkan. Seperti halnya Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai organisasi besar, NU diperhitungkan oleh banyak kalangan, termasuk penguasa. Masukan atau saran NU kepada penguasa begitu didengar. Hingga kemudian NU juga berperan menentukan arah perjalanan bangsa. Teranyar suara NU didengar saat penentuan Capres-Cawapres yang bakal bertarung pada Pilpres 2019.

Untuk menuju organisasi yang besar dan kuat, maka perlu penguatan program yang mampu mewujudkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya organisasi (SDO). Dalam sebuah organisasi, SDM dan SDO merupakan hal penting. Betapa banyak organisasi Islam yang jalan di tempat karena persoalan kaderisasi dan kemandirian ekonomi.

Pengurus Parmusi nampaknya memahami betul pentingnya SDM dan SDO. Untuk kaderisasi, Parmusi mencanangkan program lima dai di setiap kecamatan. Setiap pekan, Parmusi melakukan program pembinaan dai di berbagai penjuru Nusantara. Salah satu program yang menjadi gaung Parmusi adalah rencana Jambore 5000 Dai di Bogor, Jawa Barat, September 2018 mendatang.

Kemudian untuk penguatan kemandirian ekonomi organisasi, Parmusi memiliki program Satu Kader Satu Produk (SKSP). Tak hanya menyayasar bagi kepentingan organisasi, program ini menurut Usamah Hisyam menyayasar pula bagi kepentingan umat Islam secara luas.

“Persoalan hari ini, umat Islam membutuhkan perekonomian yang kuat. Apalagi Parmusi sebagai sebuah organisasi dakwah harus ditopang dengan ekonomi yang baik,” ujar Usamah pada suatu kesempatan.

Penulis pernah mengamati dan ikut serta merasakan denyut pembinaan ruhiyah dan ekonomi masyarakat  yang dilakukan Parmusi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di provinsi yang berbatasan dengan negara Timir Leste ini, Parmusi memiliki beberapa desa binaan, yang disebut sebagai Desa Madani.

Desa Madani ini merupakan perpaduan pembinaan masyarakat baik lahir maupun batin. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang beriman dan mandiri secara ekonomi. “Kemiskinan ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Parmusi sebagai ormas Islam memiliki konsep untuk membangun bangsa Indonesia agar keluar dari kemiskinan dengan mengembangkan Desa Madani,” kata Usamah Hisyam, Ketua Umum Parmusi di NTT, Februari 2018 silam.

Jika roda organisasi terus berjalan di rel Connecting Muslim dengan program-program yang kuat serta tidak tergiur urusan politik praktis, maka dalam waktu beberapa tahun ke depan Parmusi bisa menjadi organisasi yang diperhitungkan.

Perubahan paradigma dari gerakan politik menuju gerakan dakwah yang baru berjalan tiga tahun pasca Muktamar III di Batam 2015 silam menurut hemat penulis sudah terlihat hasilnya. Meski sejatinya sudah ada sejak puluhan tahun silam, namun Parmusi seperti terlahir kembali.

Bisa dikatakan, Parmusi menjelma menjadi baby force (bayi kuat atau ajaib) dalam gerakan Islam Indonesia masa kini. Sebagai bayi ajaib, Parmusi menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan nama-nama beken yang malang melintang di dunia dakwah seperti Ustaz Syuhda Bahri mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Farid Ahmad Okbah, Ustaz Bernard Abdul Jabbar kini bergabung bersama barisan Parmusi.

Namun, yang menjadi PR Parmusi kedepan adalah menentukan ciri khas organisasi. Sebagai organisasi dakwah, Parmusi masih terlihat sewarna dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, atau pun Wahdah Islamiyah. Tak ada yang berbeda dengan program pemberdayaan dai yang dilakukan Parmusi, DDII, Wahdah atau pun Hidayatullah. Masing-masing fokus pada program dai pelosok, pedalaman, perbatasan, serta wilayah terisolir.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Selasa, 20 Nov 2018 01:49

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Senin, 19 Nov 2018 21:15

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Senin, 19 Nov 2018 21:03

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

Senin, 19 Nov 2018 20:45

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Senin, 19 Nov 2018 20:30

Dewan Pers Desak Polisi Segera Tangkap Pembunuh Dufi

Dewan Pers Desak Polisi Segera Tangkap Pembunuh Dufi

Senin, 19 Nov 2018 20:08


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X