Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.803 views

Baby Force Parmusi

Oleh

Ibnu Syafaat, wartawan dan pemerhati gerakan Islam

 

KASUS penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beberapa waktu silam membuka tabir peta perjuangan umat. Pada kasus ini, kita bisa melihat ada kelompok Islam yang berada di garis paling depan dalam membela agama Allah. Tak sedikit kelompok Islam yang mendukung Ahok. Ada pula yang bersikap abu-abu pada kasus Ahok ini.

Salah satu kelompok Islam yang paling depan mengawal kasus Ahok adalah Front Pembela Islam (FPI). Bahkan Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab selalu memimpin Aksi Bela Islam untuk memenjarakan Ahok.

Tak heran jika FPI berada di garis terdepan dalam mengawal kasus Ahok. Mengingat FPI sejak didirikan garis juangnya adalah membela agama Allah dengan gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Menarik kita simak kehadiran Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang juga berada di garis terdepan mengawal kasus Ahok.

Mengapa menarik? Karena selama ini kiprah Parmusi lebih dikenal sebagai gerakan politik. Serta tidak pernah terdengar Parmusi turun aksi ke jalan menyuarakan kebenaran. Masyarakat mengenal Parmusi sebagai bagian dari unsur Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti diketahui, Parmusi adalah cikal bakal pembentukan PPP.

Pada 1973, Parmusi yang saat itu bernama Partai Muslimin Indonesia melebur bersama Nahdlatul Ulama, Partai Serikat Islam Indonesia, dan Perti menjadi PPP. Sejak saat itulah, Parmusi berubah menjadi Persaudaraan Muslimin Indonesia, ormas pendukung PPP.

Namun, sejak Usamah Hisyam terpilih secara aklamsi pada 2015 sebagai Ketua Umum Parmusi, orientasi gerak organisasi alami perubahan. Parmusi didorong fokus pada gerakan dakwah. Dengan tagline Connecting Muslim diharapkan Parmusi dapat merangkul masyarakat dari berbagai latarbelakang pemahaman keislaman.

Kembali ke kasus Ahok. Parmusi all out turun ke jalan hingga proses peradilan Ahok usai. Massa Parmusi yang didominasi dengan warna hijau kerap memenuhi ruas jalan depan PN Jakarta Utara, tempat berlangsungnya sidang Ahok.

Tak hanya itu, Parmusi juga melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap Presiden Jokowi. Saat itu Ahok sudah berstatus tersangka, tetapi belum juga dinonaktifkan oleh Jokowi. Padahal jika merujuk dari kasus gubernur-gubernur provinsi lain yang tersandung kasus dan ditetapkan tersangka, maka pemerintah langsung menonaktifkan.

Meski pada akhirnya PTUN menolak gugatan Parmusi, namun langkah ini patut diacungkan jempol. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak lain jika penguasa dapat digugat.

 

Bingkai Connecting Muslim

Menghilangkan imej Parmusi sebagai gerakan politik di bawah kendali PPP merupakan tugas berat. Imej yang melekat berpuluh-puluh tahun tersebut tak bisa dilunturkan sesaat. Hasrat dan godaan politik akan muncul kapanpun. Bisikan-bisikan kembali menjadi organisasi politik akan terus terdengar kencang. Tinggal bagaimana pembuktian komitmen pengurus Parmusi agar tak keluar dari bingkai Connecting Muslim.

Connecting Muslim berarti merangkul seluruh lapisan umat. Connecting Muslim berarti menyatukan, bukan memecahbelah. Connecting Muslim berarti cair, inklusif, lentur. Connecting Muslim berarti kekuatan.

Ketika Connecting Muslim tak hanya slogan dan betul-betul dijejaki, maka Parmusi akan menjadi organisasi massa Islam besar dan kuat. Keberadaan Parmusi akan diperhitungkan. Seperti halnya Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai organisasi besar, NU diperhitungkan oleh banyak kalangan, termasuk penguasa. Masukan atau saran NU kepada penguasa begitu didengar. Hingga kemudian NU juga berperan menentukan arah perjalanan bangsa. Teranyar suara NU didengar saat penentuan Capres-Cawapres yang bakal bertarung pada Pilpres 2019.

Untuk menuju organisasi yang besar dan kuat, maka perlu penguatan program yang mampu mewujudkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya organisasi (SDO). Dalam sebuah organisasi, SDM dan SDO merupakan hal penting. Betapa banyak organisasi Islam yang jalan di tempat karena persoalan kaderisasi dan kemandirian ekonomi.

Pengurus Parmusi nampaknya memahami betul pentingnya SDM dan SDO. Untuk kaderisasi, Parmusi mencanangkan program lima dai di setiap kecamatan. Setiap pekan, Parmusi melakukan program pembinaan dai di berbagai penjuru Nusantara. Salah satu program yang menjadi gaung Parmusi adalah rencana Jambore 5000 Dai di Bogor, Jawa Barat, September 2018 mendatang.

Kemudian untuk penguatan kemandirian ekonomi organisasi, Parmusi memiliki program Satu Kader Satu Produk (SKSP). Tak hanya menyayasar bagi kepentingan organisasi, program ini menurut Usamah Hisyam menyayasar pula bagi kepentingan umat Islam secara luas.

“Persoalan hari ini, umat Islam membutuhkan perekonomian yang kuat. Apalagi Parmusi sebagai sebuah organisasi dakwah harus ditopang dengan ekonomi yang baik,” ujar Usamah pada suatu kesempatan.

Penulis pernah mengamati dan ikut serta merasakan denyut pembinaan ruhiyah dan ekonomi masyarakat  yang dilakukan Parmusi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di provinsi yang berbatasan dengan negara Timir Leste ini, Parmusi memiliki beberapa desa binaan, yang disebut sebagai Desa Madani.

Desa Madani ini merupakan perpaduan pembinaan masyarakat baik lahir maupun batin. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang beriman dan mandiri secara ekonomi. “Kemiskinan ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Parmusi sebagai ormas Islam memiliki konsep untuk membangun bangsa Indonesia agar keluar dari kemiskinan dengan mengembangkan Desa Madani,” kata Usamah Hisyam, Ketua Umum Parmusi di NTT, Februari 2018 silam.

Jika roda organisasi terus berjalan di rel Connecting Muslim dengan program-program yang kuat serta tidak tergiur urusan politik praktis, maka dalam waktu beberapa tahun ke depan Parmusi bisa menjadi organisasi yang diperhitungkan.

Perubahan paradigma dari gerakan politik menuju gerakan dakwah yang baru berjalan tiga tahun pasca Muktamar III di Batam 2015 silam menurut hemat penulis sudah terlihat hasilnya. Meski sejatinya sudah ada sejak puluhan tahun silam, namun Parmusi seperti terlahir kembali.

Bisa dikatakan, Parmusi menjelma menjadi baby force (bayi kuat atau ajaib) dalam gerakan Islam Indonesia masa kini. Sebagai bayi ajaib, Parmusi menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan nama-nama beken yang malang melintang di dunia dakwah seperti Ustaz Syuhda Bahri mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Farid Ahmad Okbah, Ustaz Bernard Abdul Jabbar kini bergabung bersama barisan Parmusi.

Namun, yang menjadi PR Parmusi kedepan adalah menentukan ciri khas organisasi. Sebagai organisasi dakwah, Parmusi masih terlihat sewarna dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, atau pun Wahdah Islamiyah. Tak ada yang berbeda dengan program pemberdayaan dai yang dilakukan Parmusi, DDII, Wahdah atau pun Hidayatullah. Masing-masing fokus pada program dai pelosok, pedalaman, perbatasan, serta wilayah terisolir.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Ahad, 23 Sep 2018 19:45

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Ahad, 23 Sep 2018 19:23

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Ahad, 23 Sep 2018 19:16

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Ahad, 23 Sep 2018 18:23

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Ahad, 23 Sep 2018 15:19

Ada Politik Dibalik Ulama

Ada Politik Dibalik Ulama

Ahad, 23 Sep 2018 15:07

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Ahad, 23 Sep 2018 08:22

Mushola Pertama untuk Lombok

Mushola Pertama untuk Lombok

Ahad, 23 Sep 2018 08:20

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia  Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Ahad, 23 Sep 2018 06:28

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 23:35

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Sabtu, 22 Sep 2018 23:00

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 22:39

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sabtu, 22 Sep 2018 20:19

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Sabtu, 22 Sep 2018 20:16

Islam Nusantara: Haruskah?

Islam Nusantara: Haruskah?

Sabtu, 22 Sep 2018 10:08

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Sabtu, 22 Sep 2018 07:38

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Sabtu, 22 Sep 2018 07:16

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Sabtu, 22 Sep 2018 07:12

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Sabtu, 22 Sep 2018 00:22

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X