Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.637 views

Tertampar oleh Rupiah yang Terkapar

Oleh: Astia Putri, SE*

 

            Seorang teman berseloroh dalam sebuah bincang hangat di sebuah ruangan. Rupiah ya kemaren udah nyamain nomer delivery order nya makanan cepat saji. Sekarang coba lihat, sepertinya sekali senggol saja sudah siap-siap terjun ke angka 15 ribu. Sarkasnya ungkapan ini tentu tidak sembarang muncul. Geram dan kesal lebih tepatnya, dan mungkin bisa mewakili perasaan jutaan rakyat Indonesia pula.

            Pemerintah melalui perwakilan menteri-menterinya bersikukuh, perkara rupiah melemah adalah perkara yang tak seharusnya terlalu diributkan. Masyarakat diminta berkaca pada negara lain. Perhatikan, tidak hanya Indonesia yang mengalami hal ini. Negara lain pun demikian. Ini karena Dollar yang menguat. Maka bukan salah rupiahnya. Alhasil, banyak meme-meme sarkas lain bermunculan menanggapi aksi salah-menyalahkan ini. Ibarat melihat rumah sendiri kebakaran, bukannya fokus memadamkan api, justru hanya berujar “toh, rumah tetangga juga begitu”. Nice statement!.

            Seseorang apakah harus ditampar dulu sebelum menyadari kesalahannya? Tamparan abstrak tapi nyata melemahnya nilai tukar rupiah ini seharusnya sudah cukup menyadarkan pemerintah Indonesia akan kegagalan sistem ekonomi yang dijalankan saat ini. Bukan dengan aksi salah-menyalahkan, namun dengan aksi saling mengoreksi.

            Rupiah melemah dapat ditinjau dari dua sebab. Pertama, faktor internal, melemahnya rupiah itu sendiri. Kedua faktor eksternal berupa menguatnya dollar. Faktor internal merujuk pada kebijakan moneter dan ekonomi yang diterapkan Indonesia dalam mengatur perekonomian. Kebijakan moneter dalam bentuk penggunaan uang kertas (fiat money) yang secara intrinsik dan nominal memiliki perbedaan menjadikan ia tak terjaga nilainya. Banyaknya uang yang dicetak tak sebanding dengan pertambahan jumlah barang. Inflasi pun tak terelakkan.

Ditambah lagi, kebijakan ekonomi berupa topangan sektor non ril melalui perbankan riba dan perdagangan dalam pasar modal relatif menjadi sektor andalan dalam menarik dana. Mekanisme perputaran dana yang sesungguhnya tidak jelas dan penuh dengan spekulasi. Liberalisasi investasi ini menjadikan suatu negara mudah sekali terancam perekonomiaannya hanya akibat perilaku spekaluatif para investor dalam menanggapi berbagai isu global dan nasional suatu negara.

Belum lagi ketergantungan yang besar dalam hal impor, bahkan untuk produk pokok sekalipun, menjadikan industri mudah goyah dengan melemahnya rupiah. Kemandirian industri dan pangan tak mampu dibangun akibat adanya liberalisasi ekonomi dalam bentuk privatisasi (swastanisasi) sumber daya alam oleh pihak asing, sehingga adanya gejolak rupiah sangat mempengaruhi harga barang di pasaran.

Siapa saja dalam keadaan terdesak akan tenggelam, apa saja akan diraih untuk menyelamatkan diri. Negara, dalam keadaan terjepit, akhirnya meraih solusi apapun. Tak jarang mengorbankan rakyatnya sendiri. Ketika sumber pendanaan semakin menipis, peningkatan pajak dan utang luar negeri serta pencabutan subsidi menjadi solusi.

Dari sisi eksternal, Trade war antara AS dan China dapat dikatakan biang keladi semua keributan ini. Dollar sebagai mata uang yang merajai dunia secara sepihak menjadi poros bagi nafas ekonomi dunia. Ketika AS menggunakan strategi peningkatan suku bunga acuan untuk menarik investor, maka terang saja, ibarat tisu yang ditetesi air, basahlah hampir semua wilayah. Indonesia tak ketinggalan, menginduk kebijakan AS, kenaikan suku bunga acuan pun dilakukan. Minimal agar bisa bertahan.

            Padahal, jika kita berusaha melek, hegemoni AS atas mata uang sungguh telah tertancap kuat di seluruh negeri. Penerapan strategi taktis pragmatis ini hanyalah bak memberi sebuah tabung oksigen bagi pasien sekarat. Selama, kaki, tangan, kepala kita masih berkiblat pada mata uang AS, jangan berharap Indonesia mampu menjadi negara yang kuat perekonomiannya, bahkan menyaingi AS.

 

Solusi Paradigmatis Islam yang “Menampar”

            Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi ketika seseorang mendapatkan tamparan. Semakin memikirkan kesalahan atau justru mengeraskan hatinya. Pandangan Islam sebagai counter atas kebijakan zalim Kapitalisme adalah sebuah tamparan yang semata-mata ingin membangkitkan kesadaran penguasa.

Meremehkan solusi Islam yang hadir dari Sang Pencipta langit, bumi dan segala yang ada didalamnya, termasuk manusia, adalah bentuk kedurhakaan. Islam telah mengatur melalui firmanNya untuk menghindari riba yang telah nyata keharamannya. "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (QS. Al-Baqarah: 275). Eksploitasi dan penjajahan akan mampu diatasi, jika riba yang diyakini sebagai alat hegemoni dihentikan. Kestabilan mata uang juga terjaga melalui pemberlakukan emas dan perak sebagai mata uang yang memiliki nilai intrinsik dan nominal yang sepadan.

            Islam juga mendorong adanya kemandirian ekonomi melalui pengaturan sistem kepemilikan. Liberalisasi ekonomi yang menyerahkan pengelolaan sumber daya alam milik umum dan negara kepada asing haram dilakukan. Negara wajib mengelola secara optimal sumber daya alam yang ada untuk kepentingan rakyat, sehingga terhindar dari ketergantungan dengan negara lain. Pun akhirnya, melalui kebijakan ini, penarikan pajak tak menjadi sumber pendapatan utama sebagaimana terjadi saat ini.

            Rusaknya tata pengelolaan moneter dan ekonomi telah nampak nyata. Pun telah nyata solusi counter terbaik yang seharusnya “menampar” pemerintah untuk segera kembali pada solusi paradigmatis Islam yakni kesadaran untuk menerapkan syariat Islam dalam bingkai daulah Khilafah Islam.

 Wahai penguasa, engkau seharusnya mengurus dan melindungi rakyat. “Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).  Ingatlah pula firman Allah: “Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thaha: 124).

Penulis adalah Member Komunitas “Pena Langit”

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

Sabtu, 08 Dec 2018 13:58

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Sabtu, 08 Dec 2018 13:53

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Sabtu, 08 Dec 2018 12:53

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 08 Dec 2018 12:00

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Sabtu, 08 Dec 2018 11:53

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Sabtu, 08 Dec 2018 10:53

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Sabtu, 08 Dec 2018 09:53

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Sabtu, 08 Dec 2018 08:53

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Sabtu, 08 Dec 2018 07:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X