Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.900 views

Tertampar oleh Rupiah yang Terkapar

Oleh: Astia Putri, SE*

 

            Seorang teman berseloroh dalam sebuah bincang hangat di sebuah ruangan. Rupiah ya kemaren udah nyamain nomer delivery order nya makanan cepat saji. Sekarang coba lihat, sepertinya sekali senggol saja sudah siap-siap terjun ke angka 15 ribu. Sarkasnya ungkapan ini tentu tidak sembarang muncul. Geram dan kesal lebih tepatnya, dan mungkin bisa mewakili perasaan jutaan rakyat Indonesia pula.

            Pemerintah melalui perwakilan menteri-menterinya bersikukuh, perkara rupiah melemah adalah perkara yang tak seharusnya terlalu diributkan. Masyarakat diminta berkaca pada negara lain. Perhatikan, tidak hanya Indonesia yang mengalami hal ini. Negara lain pun demikian. Ini karena Dollar yang menguat. Maka bukan salah rupiahnya. Alhasil, banyak meme-meme sarkas lain bermunculan menanggapi aksi salah-menyalahkan ini. Ibarat melihat rumah sendiri kebakaran, bukannya fokus memadamkan api, justru hanya berujar “toh, rumah tetangga juga begitu”. Nice statement!.

            Seseorang apakah harus ditampar dulu sebelum menyadari kesalahannya? Tamparan abstrak tapi nyata melemahnya nilai tukar rupiah ini seharusnya sudah cukup menyadarkan pemerintah Indonesia akan kegagalan sistem ekonomi yang dijalankan saat ini. Bukan dengan aksi salah-menyalahkan, namun dengan aksi saling mengoreksi.

            Rupiah melemah dapat ditinjau dari dua sebab. Pertama, faktor internal, melemahnya rupiah itu sendiri. Kedua faktor eksternal berupa menguatnya dollar. Faktor internal merujuk pada kebijakan moneter dan ekonomi yang diterapkan Indonesia dalam mengatur perekonomian. Kebijakan moneter dalam bentuk penggunaan uang kertas (fiat money) yang secara intrinsik dan nominal memiliki perbedaan menjadikan ia tak terjaga nilainya. Banyaknya uang yang dicetak tak sebanding dengan pertambahan jumlah barang. Inflasi pun tak terelakkan.

Ditambah lagi, kebijakan ekonomi berupa topangan sektor non ril melalui perbankan riba dan perdagangan dalam pasar modal relatif menjadi sektor andalan dalam menarik dana. Mekanisme perputaran dana yang sesungguhnya tidak jelas dan penuh dengan spekulasi. Liberalisasi investasi ini menjadikan suatu negara mudah sekali terancam perekonomiaannya hanya akibat perilaku spekaluatif para investor dalam menanggapi berbagai isu global dan nasional suatu negara.

Belum lagi ketergantungan yang besar dalam hal impor, bahkan untuk produk pokok sekalipun, menjadikan industri mudah goyah dengan melemahnya rupiah. Kemandirian industri dan pangan tak mampu dibangun akibat adanya liberalisasi ekonomi dalam bentuk privatisasi (swastanisasi) sumber daya alam oleh pihak asing, sehingga adanya gejolak rupiah sangat mempengaruhi harga barang di pasaran.

Siapa saja dalam keadaan terdesak akan tenggelam, apa saja akan diraih untuk menyelamatkan diri. Negara, dalam keadaan terjepit, akhirnya meraih solusi apapun. Tak jarang mengorbankan rakyatnya sendiri. Ketika sumber pendanaan semakin menipis, peningkatan pajak dan utang luar negeri serta pencabutan subsidi menjadi solusi.

Dari sisi eksternal, Trade war antara AS dan China dapat dikatakan biang keladi semua keributan ini. Dollar sebagai mata uang yang merajai dunia secara sepihak menjadi poros bagi nafas ekonomi dunia. Ketika AS menggunakan strategi peningkatan suku bunga acuan untuk menarik investor, maka terang saja, ibarat tisu yang ditetesi air, basahlah hampir semua wilayah. Indonesia tak ketinggalan, menginduk kebijakan AS, kenaikan suku bunga acuan pun dilakukan. Minimal agar bisa bertahan.

            Padahal, jika kita berusaha melek, hegemoni AS atas mata uang sungguh telah tertancap kuat di seluruh negeri. Penerapan strategi taktis pragmatis ini hanyalah bak memberi sebuah tabung oksigen bagi pasien sekarat. Selama, kaki, tangan, kepala kita masih berkiblat pada mata uang AS, jangan berharap Indonesia mampu menjadi negara yang kuat perekonomiannya, bahkan menyaingi AS.

 

Solusi Paradigmatis Islam yang “Menampar”

            Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi ketika seseorang mendapatkan tamparan. Semakin memikirkan kesalahan atau justru mengeraskan hatinya. Pandangan Islam sebagai counter atas kebijakan zalim Kapitalisme adalah sebuah tamparan yang semata-mata ingin membangkitkan kesadaran penguasa.

Meremehkan solusi Islam yang hadir dari Sang Pencipta langit, bumi dan segala yang ada didalamnya, termasuk manusia, adalah bentuk kedurhakaan. Islam telah mengatur melalui firmanNya untuk menghindari riba yang telah nyata keharamannya. "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" (QS. Al-Baqarah: 275). Eksploitasi dan penjajahan akan mampu diatasi, jika riba yang diyakini sebagai alat hegemoni dihentikan. Kestabilan mata uang juga terjaga melalui pemberlakukan emas dan perak sebagai mata uang yang memiliki nilai intrinsik dan nominal yang sepadan.

            Islam juga mendorong adanya kemandirian ekonomi melalui pengaturan sistem kepemilikan. Liberalisasi ekonomi yang menyerahkan pengelolaan sumber daya alam milik umum dan negara kepada asing haram dilakukan. Negara wajib mengelola secara optimal sumber daya alam yang ada untuk kepentingan rakyat, sehingga terhindar dari ketergantungan dengan negara lain. Pun akhirnya, melalui kebijakan ini, penarikan pajak tak menjadi sumber pendapatan utama sebagaimana terjadi saat ini.

            Rusaknya tata pengelolaan moneter dan ekonomi telah nampak nyata. Pun telah nyata solusi counter terbaik yang seharusnya “menampar” pemerintah untuk segera kembali pada solusi paradigmatis Islam yakni kesadaran untuk menerapkan syariat Islam dalam bingkai daulah Khilafah Islam.

 Wahai penguasa, engkau seharusnya mengurus dan melindungi rakyat. “Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).  Ingatlah pula firman Allah: “Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thaha: 124).

Penulis adalah Member Komunitas “Pena Langit”

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Lagi, Menyoal MOS Berujung Maut

Jum'at, 19 Jul 2019 13:02

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Tokopedia dan Traveloka Garap Umrah, Biro Haji-Umrah PP Persis: Bisa Merusak Usaha Travel

Jum'at, 19 Jul 2019 09:34

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Haedar Nashir: Pemberantasan Korupsi Bagian Amal Shaleh

Jum'at, 19 Jul 2019 08:17

Bisnis yang Membunuh

Bisnis yang Membunuh

Jum'at, 19 Jul 2019 07:32

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Menakar Solusi Pendidikan Lewat Zonasi

Jum'at, 19 Jul 2019 07:20

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jaminan terhadap Kehormatan Perempuan

Jum'at, 19 Jul 2019 06:40

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Tanpa Iman, Ilmu Bukan untuk Amal

Jum'at, 19 Jul 2019 05:45

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Mardani: Pejabat Publik Mesti Berakhlak Baik dan Ikuti Aturan yang Berlaku

Jum'at, 19 Jul 2019 04:46

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Gegara Salah Ketik ‘Posisi’, Prabowo Tak Jadi Oposisi

Jum'at, 19 Jul 2019 03:49

Sepele Makanan

Sepele Makanan

Jum'at, 19 Jul 2019 02:37

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Terlibat Bantai Muslim Rohingya, Kepala Militer Myanmar Dilarang Masuk ke AS

Kamis, 18 Jul 2019 22:33

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Dua Garis Biru dan Urgensi Pendidikan Seks

Kamis, 18 Jul 2019 22:26

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Dehumanisasi Warga Suriah Mirip dengan Kampanye Genosida Muslim Bosnia

Kamis, 18 Jul 2019 21:18

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kelompok Bersenjata Culik Anggota Parlemen Libya di Benghazi

Kamis, 18 Jul 2019 20:26

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Mantan PM Pakistan Ditangkap atas Tuduhan Korupsi

Kamis, 18 Jul 2019 20:17

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Wow! 21.000 Orang dari 162 Negara Mendaftar dalam Lomba Hapalan Al-Qur'an dan Adzan di Arab Saudi

Kamis, 18 Jul 2019 20:15

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Ini Poin-poin Penting Hasil Rakornas Bidang Infokom MUI 2019

Kamis, 18 Jul 2019 19:53

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Pejuang Islamic State Penggal 4 Orang Mata-mata Pasukan Keamanan di Sinai Utara

Kamis, 18 Jul 2019 19:15

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Rusia Terjunkan Pasukan Khusus ke Idlib untuk Bantu Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir Oposisi

Kamis, 18 Jul 2019 18:15

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Pemimpin Senior Hamas Sebut Hubungan Mereka dengan Rezim Suriah Telah Putus Sejak 2012

Kamis, 18 Jul 2019 17:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X