Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.493 views

Korban Terbesar Terorisme adalah Umat Islam, Benarkah?

Penulis: Imanda Amalia, MPH*

 

 ‘‘Korban terbesar terorisme adalah umat Islam..,” (John Pilger, Jurnalis)

Dalam dunia kesehatan kita mengenal istilah penyakit Neglected Disease. Neglected Disease merupakan penyakit tropis yang diabaikan, terjadi pada populasi berpendapatan rendah disebabkan oleh berbagai patogen seperti virus, bakteri, protozoa, dan cacing. Dua puluh penyakit tropis yang terabaikan, memengaruhi lebih dari 1,4 miliar orang. Neglected Disease dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, kerugian ekonomi, dan menimbulkan dampak negatif terhadap pengembangan sumber daya manusia. Implikasi Neglected Disease adalah farmasi global dunia tidak mencurahkan investasi mereka untuk penelitian pengobatan penyakit ini, dikarenakan penyakit ini diderita oleh orang miskin.

Jika di bidang kesehatan ada Neglected Disease, maka di bidang politik ada Neglected Victim of Terrorism. Istilah ini merujuk pada korban terorisme yang diabaikan oleh dunia yaitu kaum muslim. Meskipun awalnya istilah terorisme diciptakan Amerika sebagai legitimasi membidik dunia Islam untuk mencegah kebangkitan Islam dan selalu melekat pada organisasi Islam radikal, tetapi yang terjadi justru mayoritas korban terorisme ini adalah muslim. Hal ini menunjukkan bahwa sejatinya korban terorisme adalah kaum muslimin.

Seperti yang disampaikan oleh Manajer Program Database Terorisme Global START Erin Miller, yang melacak serangan teror sejak 1970, menyatakan bahwa serangan terhadap umat Islam semakin meningkat. Ada banyak serangan terhadap umat Islam di Barat, tapi media seringkali tidak mengabaikan. Hal ini juga disampaikan jurnalis Inggris John Pilger, bahwa korban terbesar terorisme adalah muslim. Hal senada disampaikan oleh para periset dari National Consortium for the Study of Terrorism and Responses to Terrorism (START) menemukan adanya peningkatan tindak kekerasan terkait terorisme terhadap umat Islam di 35 negara, termasuk AS dan negara-negara Eropa, dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, umat Islam juga menghadapi ancaman terorisme di luar negaranya. Dari temuan para peneliti dapat disimpulkan bahwa umat Islam telah menjadi korban sebenarnya dari aksi terorisme di seluruh dunia.

 Aksi terorisme terbaru yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru menewaskan 49 muslim. Dunia hanya diam, Neglected, mengabaikan. Aksi terorisme terhadap muslim ini telah meningkat dari pelecehan individu, meningkat menjadi pembunuhan massal. Aksi terorisme ini menjadikan semua negara barat semakin meningkatkan pengamanan. Pengamanan terutama di masjid akan semakin ditingkatkan. Efek pengamanan masjid bisa baik jika memang pengamanan murni untuk mengamankan, bisa buruk jika semua "aktivitas" termasuk dakwah juga diawasi. Hal ini dapat  menyebabkan islamophobia semakin meningkat di seluruh dunia. Islamophobia kini seperti penyakit yang tidak hanya diderita oleh non-muslim tapi juga oleh muslim.

 Jurnalis Bethany Allen-Ebrahimian menyatakan "Islamophobia" Dimulai pada tahun-tahun setelah 9/11. Momentum keruntuhan gedung WTC 11 Maret 2001 juga dijadikan modal awal untuk menyebarluaskan yang mereka sebut dengan perang melawan teroris. Istilah lainnya War on Terorisme (WOT). Presiden Gorge W.Bush ketika itu langsung mengumumkan “either you with us or with terorist” Anda bersama kami atau bersama teroris.

Sejalan dengan Presiden Gorge W.Bush, Pada tahun 2011, Presiden Obama mendirikan Program Countering Violent Extremism (CVE) untuk melawan semua ideologi kekerasan, yang diselenggarakan oleh kelompok atau individu di AS, dengan melibatkan masyarakat dalam upaya kontraterorisme.

CVE memasuki era baru ketika Presiden Donald Trump berkuasa. Menurut Analisis Brennan Center (Brennan Center, 2018) kebijakan CVE menjadi semakin buruk. Brennan Center menunjukkan bahwa di bawah kebijakan Trump, CVE lebih mengarah kepada  Muslim Amerika dan komunitas minoritas lainnya. Brennan Center mencatat bahwa mayoritas program pendanaan CVE secara eksplisit menargetkan Muslim dan komunitas minoritas lainnya, Kebijakan CVE mengesampingkan prevalensi yang cukup signifikan terkait pembunuhan massal yang dilakukan oleh pelaku kulit putih.

Kritikan lembaga sejenis Brennan Center, akan banyak kita jumpai di media mainstream AS, maka, untuk itu pemerintahan Donald Trump melalui Rand Corporation memerlukan penelitian tandingan untuk menangkal hal tersebut. Hal ini diperlukan untuk memperkuat kebijakan deradikalisasi di AS untuk kemudian diekspor ke negara lain.

Penelitian terupdate Rand Corporate (Rand Corporate, 2019) menunjukkan terdapat upaya penguatan deradikalisasi melalui tiga fase, dengan fase awal berfokus pada populasi rentan, fase tengah berfokus lebih sempit pada individu yang berisiko mengalami radikalisasi untuk melakukan kekerasan, dan fase akhir berfokus pada individu yang telah melanggar hukum dan sudah terlibat dalam tindak pidana.

Pada fase awal meliputi: 1). Melawan kampanye online para ekstrimis dan 2). Mendidik komunitas untuk mengurangi faktor risiko. Contohnya: menghapus konten online yang mengandung kekerasan, mengkampanyekan pesan online untuk mendorong masyarakat dapat mengidentifikasi orang yang teradikalisasi, memberikan sumber daya dalam membantu para keluarga untuk menghindari radikalisasi, memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas organisasi, mendukung komunitas pemuda dan membangun program ekonomi

Fase tengah meliputi: 1). promosi dan  2). Intervensi. Contohnya: membangun kesadaran dan intervensi, kampanye pendidikan deradikalisasi pada masyarakat, pelatihan penegakan hukum, penilaian risiko pada individu yang dirujuk, membuat program untuk membantu intervensi, membantu program nonpemerintah untuk intervensi

Fase terakhir mengurangi residivis (individu atau kelompok untuk mengulangi perbuatan tercela walaupun ia sudah pernah dihukum karena melakukan perbuatan itu). Contohnya membuat program di dalam penjara meliputi konseling psikologi, konseling agama, dukungan sosial (konseling keluarga, konseling kerja) , membuat program setelah pasca dihukum.

Penelitian Rand Corporation dalam upaya counter deradikalisasi akan terus dilakukan, sedangkan upaya yang harus kita lakukan sebagai umat Islam adalah terus berupaya mengenali strategi terbaru lawan, sehingga kita dapat mempersiapkan strategi, sebagaimana Rasulullah Saw, sang ahli strategi. Rasulullah Saw menang dalam perang, berkat lihainya para informan, dalam memperoleh informasi mengenai kekuatan lawan. 

Kelemahan deradikalisasi sudah tampak di negara barat sendiri, dengan banyaknya analisis kritikan dari kebijakan ini, salah satunya prevalensi yang cukup signifikan terkait pembunuhan massal yang justru dilakukan oleh pelaku kulit putih. Maka, tambahkan kekuatan opini dakwah Islam ke tengah-tengah umat untuk mempercepat kebangkitan Islam.

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaf 61:8)

Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Brian, A, Jackson. 2019. Building an Effective and Practical Nasional Approach to Terrorism  Prevention. USA: Rand Corporation

http://www.aaiusa.org/brennan_center_analysis_reveals_cve_worsening_under_trump

https://foreignpolicy.com/2019/03/15/fps-guide-to-islamophobia/

https://www.rand.org/pubs/research_briefs/RB10030.html

*Penulis adalah Dosen, Founder RumahSyariahInstitue.Com, Strategist HELPS Syariah

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 16/01/2020 09:18

Boven Digoel