Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.852 views

Wis Wayahe

Oleh:
 
Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
 
 
"WIS WAYAHE. Kalimat ini bergema di Pesantren Al-Anwar Sarang saat Prabowo sowan ke K.H. Maemoen Zubair September tahun lalu. Hampir semua santri dari lantai satu hingga lantai tiga menggemakan suara "Wis Wayahe"... Bercampur gema shalawat dari lidah ribuan santri. Suara ini mengiringi perjalanan Prabowo dari "ndalem" K.H. Maemoen Zubair ke "ndalem" K.H. Najih Maemoen Zubair, sang putra yang terang-terangan mendukung dan mengkampanyekan Prabowo for presiden.
 
Santri berani teriakkan "Wis Wayahe", tentu setelah para santri yakin Sang Kiyai mendukung penuh Prabowo jadi presiden. Dukungan ini dibaca para santri dari isi ceramah dan doa Mbah Moen. Terang dan jelas. Doakan Prabowo jadi presiden. Publik bisa melihatnya di YouTube.
 
Ceramah dan doanya natural. Tanpa diminta, apalagi diintervensi. Tak ada ralat doa. Tak ada selfie di kamar. Sebab, yang di kamar hanya ada K.H. Maemoen Zubair dan Prabowo. Tak ada kamera dan tukang foto. Kedua tokoh ini juga tak suka selfie. Keikhlasan menjadi rahasia hubungan mereka dengan Tuhan.
 
Di "ndalem" Mbah Moen, Prabowo dapat perlakuan cukup istimewa, bila dibanding politisi yang lain. Terutama jika dikait-kaitkan dengan isu pilpres kali ini. Setiap kali melangkah, tangan mulia Mbah Moen menggandeng erat Prabowo. Gandengan penuh energi. Diajak ke kamar khusus, lalu diminta untuk naik mobil putih. "Mobil saya ini seperti mobil presiden", kata Mbah Moen. Gak tahu apa maksud Kiai sepuh ini. Hanya Allah, beliau dan Prabowo yang tahu.
 
Saat Prabowo digenggam tangannya oleh Mbah Moen dan diajak ke kamar di tengah keramaian para ulama dan tamu di ruang depan, Gus Najih, putra Mbah Moen berbisik kepada salah satu santri: Prabowo menang. Insya Allah. Si santri kaget. Buru-buru Gus Najih melanjutkan: "2014 Jokowi yang diajak ke kamar, dan 2019 ini Prabowo yang diajak ke kamar". Lagi-lagi, Gus Najih mengahiri statemennya dengan kalimat:"insya Allah".
 
Runut peristiwa yang unik, kendati tetap  natural inilah yang meyakinkan di benak santri Al-Anwar saat itu bahwa Mbah Moen dukung Prabowo. Maka lahirlah teriakan 'Wis Wayahe". Opo iku "Wis Wayahe"? 
 
Setelah ditelusuri maksud dan arti "Wis Wayahe" ternyata artinya adalah "sudah saatnya Prabowo jadi pesiden". Oh... Ternyata... Maka tak terlalu mengejutkan ketika 1 Pebruari lalu Mbah Moen berungkali dalamndoanya menyebut nama Prabowo jadi presiden, meski di sampingnya ada Pak Jokowi. 
 
Video tentang doa Mbah Moen ini sempat viral di medsos dan jadi perbincangan publik. Media, baik elektronik, cetak maupun online seolah sedang dapat berkah. Tema doa Mbah Moen tinggi ratingnya. Di tengah polemik doa Mbah Moen, Gus Najih membuat closing dalam salah satu pidatonya: "Ayah saya tidak keliru dalam berdoa. Beliau memang sering berdoa untuk Pak Prabowo". Kelar! Karena yang membuat statemen adalah sang putra tertua kedua dari Mbah Moen. Polemik berhenti. Dan memang sudah saatnya untuk berhenti.
 
Kata "Wis Wayahe" terus populer di kalangan masyarakat Jawa. Kata ini semacam bentuk antusiasme bahwa 2019 terjadi pergantian presiden. Jokowi lengser, Prabowo menggantikannya. Terjadi suksesi melalui pemilu yang sah.
 
Artinya, di pilpres 2019 ini Jokowi kalah, begitulah kesimpulan akhir dari narasi "Wis Wayahe" dari para santrinya Mbah Maemoen Zubair. Bagaimana menjelaskan optimisme itu?
 
Meski pemilu belum digelar, antusiasme dan harapan santri Sarang yang diungkapkan dengan kata "Wis Wayahe" sepertinya punya peluang besar. Ada tiga teori yang setidaknya bisa menjelaskan antusiasme para santri itu.
 
Pertama, militansi idelogis biasanya memenangkan pertempuran melawan kekuatan logistik. Pendukung 02 militan. Iuran dan saweran untuk kebutuhan logistik kampanye. Tidak hanya orang dewasa, mahasiswa  dan wanita kecil seperti Gendis ikut saweran. Sementara 01 banjir logistik, baik untuk suatu acara atau dalam bentuk bagi-bagi sembako yang akhir-akhir ini masif menyerbu warga, dari jalan raya hingga ke gang gang rumah warga.
 
Kedua, meminjam teori Ibnu Khaldun, ketika penguasa "dianggap rakyat" telah melampaui batas kewajaran norma dan mengabaikan aturan,  maka prilaku politiknya cenderung berpeluang menggerus simpati dan dukungan rakyat. Saat itulah besar peluangnya terjadi suksesi (pergantian).
 
Ketiga, silent majority.  Dalam survei disebut dengan "undecided voters" yang jumlahnya cukup besar. Apalagi, dari sejumlah survei, termasuk yang dilakukan oleh Kompas, sebagaimana yang diungkapkan Sofyan Wanandi Senen malam 18 maret kemarin, elektabilitas petahana di bawah 50 persen. Ini bentuk nyata hukuman rakyat kepada petahana, kata Eep Syaefullah Fatah, CEO PolMark dan mantan penasehat politik Jokowi di 2014.  
 
Jelas, ini indikasi bahwa kekecewaan dan kemarahan rakyat tak lagi bisa dikendalikan. Dalam sistem demokrasi, kemarahan itu akan tertumpahkan di TPS 17 April 2019. Pilgub DKI 2017 adalah representasi terbaik untuk menggambarkan silent majority. Ahok kalah telak, kendati survei selalu memanjakannya dengan angka-angka yang bombastis. Lebay!
 
Tiga teori ini bisa jadi referensi yang representatif untuk mengurai analisis semangat "Wis Wayahe" dalam konteks pilpres 2019. Akankah teriakan santri Al-Anwar Sarang ini akan jadi kenyataan? Kalau lihat hasil survei, peluang takdirnya makin membesar. Kabarnya, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah menyalib dan memimpin di depan. Kita tunggu saja finalnya tanggal 17 April nanti.*
 
Jakarta, 19 Maret 2019

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01


MUI

Must Read!
X