Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.092 views

Belajar dari Kehidupan Nabi Ibrahim*

Oleh: Adi Permana Sidik

(Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip USB YPKP Bandung)

Kurang lebih 2 bulan yang lalu, baru saja kita merayakan hari raya idul fitri. Alhamdulillah pada hari ini kita juga bisa merayakan hari raya Islam lainnya yaitu hari raya idul adha. Jika hari raya idul fitri tidak bisa dilepaskan dari ibadah shaum di bulan Ramadhan, maka hari raya idul adha tidak bisa dilepaskan dengan ibadah haji.

Dan jika kita bicara ibadah haji, maka tidak bisa dilepaskan dari sejarah sosok yang menjadi pelopornya, yaitu Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS). Oleh karena itu, penulis sampaikan beberapa penggalan kisah hidup Nabi Ibrahim AS, dengan harapan kita bisa mengambil pelajaran, sekaligus kita bisa teladani di dalam kehidupan kita.

Kisah pertama, yaitu kisah saat Ibrahim masih muda dan belum diangkat menjadi Nabi. Saat itu, dengan akal pikiran dan semangat yang dimilikinya, Ibrahim muda berusaha untuk mencari sebuah kebenaran. Kebenaran tentang siapa kah Tuhan itu? Dan seperti apa bentuk Tuhan itu?

Dalam prosen pencarian itu, Ibrahim muda sempat mengakui bahwa bintang, bulan, matahari sebagai Tuhannya. Namun ketika bintang itu tenggelam, bulan itu terbenam, dan matahari pun terbenam, maka Ibrahim sampai pada kesimpulan, bahwa benda-benda tersebut bukanlah Tuhan, justru semua itu hanya sebagian kecil dari hasil ciptaan Tuhanya. Dan Tuhan yang menciptakan itu semuanya adalah Allah SWT. Kisah ini diabadikan di dalam Al-Qur’an surat Al-An’am (6) : 75-60.

Apa pelajarannya? Proses berpikir mencari kebenaran memang merupakan suatu yang alami, apalagi bagi para pemuda yang memang sedang memiliki semangat tinggi untuk mengetahui segala hal. Namun, sejauh-sejaunya mencari, sedalam-dalamnya menggali, seberap besar atau sekeras-kerasnya seorang pemuda berusaha berpikir, pada akhirnya dan ujungnya ia akan kembali kepada fitrahnya sendiri yakni mengakui adanya Tuhan.

Jadi, kalau saat ini ada para pemuda, khususnya para pemuda Islam yang masih mencari, mempertanyakan, atau menggugat tentang Tuhan, lebih khusus lagi Allah, sesungguhnya mereka sudah terlambat dan itu bukan sesuatu yang hebat. Karena hal itu sudah ada sejak zaman dahulu, dan jawabannya juga sudah ada dan jelas yaitu di dalam Al-Quranul Karim dan Hadits Nabi Muhammad.

Kisah kedua, setelah Ibrahim mendapatkan dan meyakini kebenaran yang hakiki, maka ia sebagai Nabi ditugaskan oleh Allah SWT untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran kepada masyarakatnya dan mengajaknya. Kita ketahui, bahwa saat itu Nabi Ibrahim berada di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja zalim yang memiliki keyakinan bahwa Tuhannya adalah patung-patung berhala.

Maka ketika Nabi Ibrahim berdakwah kepada masyarakat termasuk rajanya untuk menyembah Allah SWT, dakwahnya ditolak. Bahkan bukan hanya ditolak, Nabi Ibrahim dihukum oleh rajanya dengan dibakar hidup-hidup. Namun atas mukjizat Allah, api yang disiapkan dan digunakan untuk membakar Nabi Ibrahim tersebut menjadi dingin sehingga api itu tidak dapat membakar Nabi Ibrahim. Kisah ini bisa dilihat dalam QS surat Al-Anbiya (20): 69.

Pelajaran dari kisah tersebut adalah, sebagai Muslim, yang sudah meyakini kebenaran Islam, maka kita wajib untuk berdakwah, mengajak masyarakat lainnya yang belum masuk Islam untuk masuk Islam. Sedangkan kepada sesama Muslim, dakwah kita mengajak agar mereka semakin taat lagi kepada Allah SWT. Tentu berdakwah ini sebatas dengan kemampuan yang kita miliki.

Ingat tugas kita hanya dakwah, soal hasilnya seperti apa itu adalah urusan Allah SWT. Dan saat berdakwah ini, kita harus juga siap dengan risikonya. Sering kali kita dapati bahwa orang yang berdakwah, justru mereka dicaci, dihina, dibenci, diusir. Bahkan ada yang diancam akan dibunuh. Sering kali kita juga menyaksikan bahwa orang-orang yang berdakwah dengan sungguh-sungguh, secara materi dunia mereka seperti kekurangan. Sekali lagi itu adalah bagian dari risiko perjuangan dakwah.

Kisah ketiga, ialah ketika Nabi Ibrahim sudah berkeluarga, yakni ketika beliau sudah memiliki istri yaitu Siti Sarah. Walaupun Ibrahim diangkat menjadi Nabi, ternyata beliau tidak langsung diberikan keturunan. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan lamanya waktu diberikan keturunan. Namun beliau terus bersabar dan berdo’a kepada Allah, sampai akhirnya ketika usianya sudah menua, Allah kabulkan do’anya dengan hadirnya putranya yang bernama Ismail. Tidak lama kemudian beliau juga dianugerahi lagi seorang putra bernama Ishak. Kelak di kemudian hari kedua putra beliau juga diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT.

Pelajaran dari kisah tersebut jelas sekali bahwa, persoalan keturunan, kapan saatnya memiliki anak, berapa jumlah anak yang dimiliki, itu semua adalah hak Allah SWT. Tidak ada yang mampu mempercepat maupun memperlambat kehadirannya, sama dengan kematian.

Oleh sebab itu, bagi seorang Muslim, baik yang belum punya keturunan, atau yang sudah memiliki keturunan dan ingin menambah keturunannya lagi, namun sampai saat ini belum Allah kabulkan, maka teruslah berdo’a, teruslah bersabar, teruslah berikhtiar, jangan berputus asa apalagi berburuk sangka kepada Allah. In syaa Allah dalam waktu penantian tersebut ada hikmah dan tarbiyah yang sedang Allah berikan hingga waktu itu tiba. Mungkin juga lamanya waktu penantian tersebut, akan Allah ganti dengan sosok keturunan yang kelak akan menjadi pejuang dalam agama ini, sehingga menjadi amal jariah orang tuanya di akhirat nanti. Kisahnya bisa dilihat di surat As-Shaffat (37): 100.

Kisah keempat, masih terkait dengan keluarga. Nabi Ibrahim yang usianya sudah tidak muda lagi. Ketika beliau baru merasakan bahagianya memiliki anak. Beliau kembali diuji lagi oleh Allah. Beliau diperintahkan oleh Allah untuk membawa istri dan anaknya yang pertama yang masih bayi, ke sebuah lembah yang gersang, kering kerontang, panas, dan tidak ada kehidupan manusia di sana. Secara manusiawi, sesungguhnya beliau tidak sanggup untuk melakukannya, namun karena ini perintah Allah, maka Nabi Ibrahim harus tetap melaksanakannya.

Tidak lama dari situ, ketika Nabi Ibrahim sedang cinta-cintanya, sedang sayang-sayangnya kepada putranya Ismail. Datang lagi ujian dari Allah SWT. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail yang ketika itu sedang tumbuh menjadi seorang remaja.

Kita bisa membayangkan bagaimana kondisi psikologis beliau. Sudah lama menantikan seorang putra, baru punya anak sedang sayang-sayangnya harus disembelih. Secara manusiawi dan rasional, hal tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh seorang ayah kepada anaknya sendiri.

Tapi biidznillah, atas izin Allah, beliau bisa melaksanakan perintah super berat itu. Ketika tinggal hitungan detik leher Ismail akan putus oleh pedangnya, datanglah hadiah dari Allah SWT. Pengorbanan Nabi Ibrahim Allah ganti dengan tidak jadinya Ismail disembelih, dan sembelihan itu diganti dengan seekor hewan sembelihan. Kisah menakjubkan itu bisa dibaca dalam surat As-Shaffat (37) : 99-111.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah hebat di atas? Pertama, Allah ingin mengajarkan kepada Nabi Ibrahim dan kita semua, bahwa tidak boleh ada kecintaan kepada apapun dan kepada siapapun yang melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT. Kedua, puncak kebahagian seorang Muslim itu bukan kepada apa yang dimilikinya tapi ketika seseorang bisa tetap taat dan tunduk kepada Allah SWT sekalipun dia harus mengorbankan orang tua, istri, anak, bahkan nyawanya sekalipun. Dan itulah sesungguhnya puncak dari ketauhidan seseorang, juga manifetasi atau perwujudan dari syahadat kita kepada Allah, yaitu La ilaha Illa Allah. Bahwa tidak ilah yang berhak disembah, diibadahi, dimintai pertolongan, dimintai rejezik, dicintai, kecuali Allah SWT.  

Di dalam Al-Qur’an persoalan yang penting ini bisa kita baca pada surat Al-Imron ayat 14, dan surat At-Taubah ayat 24. Untuk lebih jelasnya lagi, pembaca bisa mempelajarinya lebih mendalam lagi.

Kisah kelima, kisah terakhir yang ingin khatib sampaikan, yaitu setelah Nabi Ibrahim beserta keluarganya berhasil melalui ujiannya satu persatu, menjelang wafatnya, beliaubeserta putranya Ismail, diperintahkan Allah untuk meninggikan baitullah, rumah Allah, yang pondasinya sudah dibuat oleh Nabi Adam AS, kemudian memakmurkannya. Perintah itu juga kemudian dilaksanakan dengan baik, dan jejaknya masih ada sampai dengan saat ini yaitu bangunan Ka’bah dan Masjidil Haram, yang senantiasa diziarahi, dimakmurkan oleh seluruh  kaum Muslimin di seluruh dunia. Dan kehidupan yang penuh berkah dan hikmah dari Nabi Ibarahim, Siti Hajar, Siti Sarah, Ismail, Ishak, kemudian Allah abadikan dalam semua prosesi ibadah haji. Kisahnya bisa dibaca dalam Surat Al-Baqoroh (2): 127, dan Surat Ibrahim (14): 37.

Dari kisah terakhir tersebut, pelajaran yang bisa kita ambil yaitu, bahwa ciri keluarga Muslim yang benar, khususnya kepada laki-laki adalah senantiasa memakmurkan rumah Allah yaitu masjid. Di mana pun kita berada, di mana pun kita bekerja, apa pun profesi kita, setinggi apa pun jabatan kita, sebesar apa pun penghasilan kita, kita harus senantiasa dekat dengan masjid dan memakmurkan masjid. Karena di masjid lah sumber segala kebaikan akan kita dapatkan.

Oleh sebab itu, penulis mengajak kepada seluruh pembaca umumnya, dan khususnya kepada para lelaki, mulai dari para kakek, para ayah, para pemuda, anak-anak, mari berjanji, berniat sungguh-sungguh, mulai hari ini, saat ini, detik ini, kita akanrajin datang ke masjid, memakmurkan masjid, menghidupkan masjid. Makmurkan dengan sholat berjamaah, menuntut ilmu, ta’lim, berdiksusi, membicarakan persoalan umat, serta menyelesaikan persoalan umat. Karena dari masjid lah peradaban Islam itu akan tegak kembali. In sya Allah. Wallahu’alam bis Showab.

*) Disarikan dari Khutbah Idul Adha yang Disampaikan pada Ahad, 11 Agustus 2019 di Kampus Unpas Jl. Lengkong Besar No.68 Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Hamas Tembakan Beberapa Roket Ke Laut, Sebut Sebagai Sebuah 'Pesan' Untuk Israel

Senin, 10 Aug 2020 20:15

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

PKS Kritik Pemerintah yang Kurang Serius Tangani Riset Inovasi

Senin, 10 Aug 2020 18:59

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Mertodranan

Senin, 10 Aug 2020 18:48

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X