Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.381 views

Menteri Muda, Mampukah Menjadi Solusi?

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

 

“Beri aku seribu orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Tapi beri aku sepuluh orang pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia!” –Bung Karno

Pemuda. Ialah subjek penggerak sebuah negara. Sukses tidaknya sebuah negara ditentukan oleh bangkitnya para pemuda. Gerakan pemuda selalu menjadi pelopor bagi kemajuan dan masa depan bangsa. Dengan kata lain, gerakan pemuda menjadi kekuatan utama yang melahirkan revolusi-revolusi besar bagi peradaban sebuah bangsa.

Potensi pemuda sebagai agent of change dan agent of control dapat memberikan posisi bagi peran pemuda di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini, pemuda memiliki kekuatan besar untuk melakukan gerakan-gerakan kemajuan yang dapat memberikan masukan dalam membangun pemerintahan.

Berbicara mengenai pemerintahan, maka berbicara tentang politik. Pemuda dan politik, menjadi topik hangat yang menarik untuk diperbincangkan saat ini. Terutama saat presiden Joko Widodo mengumumkan rencananya untuk merekrut para pemuda sebagai pengisi kabinet. Harapannya dengan adanya anak muda yang dinamis dan energik bisa beradaptasi dan membawa Indonesia unggul di tengah arus perubahan teknologi yang sangat pesat.

Calon menteri itu ada yang usianya di bawah 35 tahun, ada yang di bawah 30 tahun, bahkan ada yang 25 tahun. “Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019), dalam pertemuan dan makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media massa.

Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di asia tenggara banyak memunculkan pemimpin pemuda dari dunia start up. 4 diantaranya sudah menyandang status unicorn, bahkan dekacorn. Beberapa nama pemuda dari dunia start up yang sudah masuk kantong calon pengisi kabinet, seperti Ferri Unardi (Founder Traveloka), Achmad Zaky (Founder Bukalapak), Nadiem Makarim (Founder Go-Jek) dan William Tanuwijaya (Founder Tokopedia).

Sedangkan dari kalangan partai koalisi ada Grace Natalie, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Tsamara Amany, Bahlil Lahadalia. Dan beberapa tokoh potensial partai politik yang pernah menjadi oposisi juga diperbincangkan, antara lain Sandiaga Uno, Edhy Prabowo, sampai Ahmad Muzani. Hingga sampai saat ini Jokowi masih menyimpan nama-nama calon menterinya. Pertanyaannya, mampukah para pemuda ini menjadi solusi atas segala permasalahan di Indonesia?

Pemuda Dalam Cengkeraman Kapitalisme

Memang, tidak ada salahnya apabila menggantungkan harapan pada para pemuda. Karena pemuda adalah tonggak penerus peradaban bangsa, di tangannya lah perubahan besar itu ada. Apalagi pemuda masa kini adalah pemuda-pemuda yang kritis dan mampu bersaing dengan segala kreatifitas dalam kancah dunia.

Indonesia sendiri dengan pemudanya diakui mampu bersaing dengan negara-negara lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hasil karya anak negeri yang tampil di berbagai kompetisi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Bahkan Duta besar Amerika, Robert Blake menilai bahwa generasi muda Indonesia memiliki kreatifitas dan berbakat di bidang start up (perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet) yang menjadi lirikan para investor asing. Sebut saja Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dll. Banyaknya inovasi dan kreatifitas yang dimunculkan oleh generasi kini adalah sisi positif dari semakin berkembangnya jaman teknologi. Ini merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Maka tak heran jika Jokowi pun melirik potensi para pemuda ini untuk direkrut sebagai pengisi di kursi kabinet.

Namun sayangnya, potensi ini pun tak luput dari dampak negatif yang dihasilkan. Arus sekularisme dan kapitalisme menjadikan pemuda-pemudi Indonesia dengan segala potensinya menjadi manusia-manusia yang individualis dan hanya berorientasi pada dunia semata. Semua hanya ditujukan untuk kepentingan bisnis. Bahkan paham sekularisme (memisahkan aturan agama dari kehidupan) yang ada saat ini, menjadikan para generasi hanya sibuk dengan aktivitas-aktivitas penunjang kemapanan demi meraih materi seperti entrepreneurship, program penyehatan ekonomi, wiraswasta, dll.

Pemuda masa kini hanya dijadikan sebagai alat pendongkrak ekonomi dan kepentingan kapital tanpa mereka sadari. Apalagi penerapan sistem kapitalisme di negeri ini menjadikan negara kehilangan fungsinya. Dalam masyarakat kapitalisme akan banyak sekali dijumpai yayasan-yayasan. Di antaranya ada yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan sebagainya. Selain itu, kita jumpai pula banyak program swastaisasi dan privatisasi badan usaha milik negara (BUMN) yang bebas beredar.

Peran negara semacam ini, jelas menjadikan negara kehilangan fungsi utamanya sebagai pemelihara urusan rakyat. Akhirnya, rakyat dibiarkan berkompetisi secara bebas dalam masyarakat. Fakta adanya orang yang kuat dan yang lemah, yang sehat dan yang cacat, yang tua dan yang muda, yang kaya dan yang miskin diabaikan sama sekali. Yang berlaku kemudian adalah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang dan berhak hidup. Hal ini juga berlaku dalam sistem politiknya. Maka mustahil Indonesia ini akan bangkit menjadi negara besar selama sistem kapitalis bercokol di negeri ini sekalipun pemimpinnya adalah para pemuda.

Pemuda Bangkit Dengan Islam

Islam  menjadikan pemuda memiliki peran mulia yakni sebagai agen perubahan yang tak sekedar paham akan teknologi, kaya inovasi, tapi juga menjadikan itu semua satu kesatuan yang dibingkai dengan sudut pandang Islam . Para pemuda yang memiliki pemahaman Islam  sebagai ideologi akan menjadikan segala kreatifitas dan inovasinya sejalan dengan perjuangan Islam  membangkitkan pemikiran umat. Jadi bukan sekedar pemenuhan gaya hidup, materialisme, dan kesenangan duniawi saja yang diraih melainkan menjadi pilar sebuah peradaban. Inilah peran pemuda yang sesungguhnya.

Maka dengan peran tersebut akan muncullah kekuatan yang dapat merubah  dan bahkan memberikan kontribusi besar bagi tegaknya sebuah peradaban besar, yakni peradaban Islam . Tengoklah bagaimana para pemuda pemudi di masa pemerintahan Islam  menjadikan Islam  sebagai mercusuar peradaban. Disaat itu semua negara menoleh pada peradaban Islam  bahkan banyak para pembesar dari negara lain mengirim anak-anak mereka untuk menuntut ilmu di negeri Islam .

Di saat negeri-negeri eropa berada dalam masa kegelapan, di negeri-negeri Islam  mengalami perubahan dan kemajuan yang sangat pesat dengan semakin banyaknya ditemukan penemuan-penemuan baru dibidang kesehatan, geografi, sains dan teknologi. Maka mengembalikan pemuda kembali pada peran dan fungsinya adalah sebuah keharusan, karena jika tidak para pemuda kita hanya akan diperalat menjadi mesin ekonomi demi memenuhi kepuasan dan kebahagiaan semu ala kapitalis. Wallahu a’lam bish-shawwab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
LPG 3 Kg dan Islam

LPG 3 Kg dan Islam

Rabu, 22 Jan 2020 21:36

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia,  MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia, MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Rabu, 22 Jan 2020 20:33

Ethok-Ethok Nggeledah

Ethok-Ethok Nggeledah

Rabu, 22 Jan 2020 20:15

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

Rabu, 22 Jan 2020 19:02

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Rabu, 22 Jan 2020 18:16

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Rabu, 22 Jan 2020 18:14

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Rabu, 22 Jan 2020 17:59

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Rabu, 22 Jan 2020 17:35

Menag Kok Begini

Menag Kok Begini

Rabu, 22 Jan 2020 17:12

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Rabu, 22 Jan 2020 15:30

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

Rabu, 22 Jan 2020 15:18

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 22 Jan 2020 14:40

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

IHW: Omnibus Law Tidak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal

Rabu, 22 Jan 2020 11:44

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Standar Kebenaran Islam Adalah Syariat, Bukan Publik Figur

Rabu, 22 Jan 2020 11:08

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

KPAI: Bocah Korban Pencabulan Gay Bisa Jadi Pelaku Jika Tak Ditangani Secara Holistik-Integral

Rabu, 22 Jan 2020 10:39

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X