Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.911 views

Kesultanan Papua Bagian dari Kesultanan Melayu Raya

 

Oleh:

Gesang Ginanjar R

Pemerhati Sejarah Islam

 

ISLAM hadir di Papua sejak 5 abad yang lalu atau sekitar 500 tahun yang lalu yang dibawa oleh para pendakwah dari beberapa kesultanan di Nusantara, seperti Kesultanan Tidore, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Bacan. Sebelum Islam hadir di tanah emas ini, wilayah ini juga sudah dikenal oleh para Raja-Raja Sriwijaya, yang menyebut wilayah ini dengan nama Janggi, sedangkan kata Papua (Pua-Pua) sendiri berasal dari bahasa Melayu kuno bermakna, berambut keriting, karena kita tahu masyarakat Papua memiliki rambut keriting dan kulit gelap.

Islam telah menancapkan cahayanya di tanah emas ini yang disebarkan oleh para ulama-ulama dari dari kesultanan di Nusantara, salah satunya adalah ulama dari Kesultanan Bacan (Maluku/ Mulukiyah). Di Maluku terdapat empat Kesultanan, yaitu, Bacan, Jailolo, Ternate dan Tidore (Moloku Kie Raha atau Mamlakatul Mulukiyah). Kesultanan Bacan adalah Kesultanan tertua di Maluku. Syiar Islam oleh Kesultanan Bacan disebarkan di wilayah Raja Ampat.

Dakwah Islam diterima oleh masyarakat Papua saat itu karena persamaan bahasa dengan wilayah Kesultanan Maluku dan tentunya Islam disebarkan lewat jalan damai. kesultanan Bacan membentuk empat kesultanan (Kolano Fat/ Raja Empat/Raja Ampat) kecil di wilayah Papua, diantaranya adalah Kaicil Patra War, bergelar Komalo Gurabesi (Kapita Gurabesi) di Pulau Waigeo, Kaicil Patra War bergelar Kapas Lolo di Pulau Salawati. Kaicil Patra Mustari bergelar Komalo Nagi di Misool, Kaicil Boki Lima Tera bergelar Komalo Boki Sailia di Pulau Seram. Isitilah Kaicil adalah gelar anak laki-laki Sultan Maluku. Sedangkan, nama Pulau Salawati diambil dari kata Shalawat.

Selain itu Sultan Bacan juga memberikan nama-nama pulau di wilayah Papua lainnya. Seperti Pulau Saunek Mounde (buang sauh di depan), Teminanbuan (tebing dan air terbuang), War Samdin (air sembahyang). War Zum-zum (penguasa atas sumur) dan lainnya. Nama-nama tersebut merupakan bukti-bukti peninggalan nama-nama tempat dan keturunan Raja Bacan yang menjadi Raja-raja Islam di Kepulauan Raja Ampat. 

Selain dari Kesultanan Bacan, Sultan Ibnu Mansur (Sultan Tidore X) juga melakukan ekspedisi ke Papua dengan satu armada kora-kora. Ekspedisi ini menjelajahi Pulau Waieo, Batanta, Salawati, Misool di Kepulauan Raja Ampat. Di wilayah Misool, Sultan Ibnu Mansur disebut Sultan Papua I oleh masyarakat setempat dan beliau juga mengangkat Kaicil Patra War, putra Sultan Bacan dengan gelar Komalo Gurabesi. Kacili Patra War kemudian dinikahkan dengan putri Sultan Ibnu Mansur, yaitu Boki Thayyibah. Dari penikahan inilah Kesultanan Tidore memperluas pengaruhnya hingga ke Raja Ampat bahkan hingga Biak.

Islam juga disebarluaskan ke berbagai wilayah pesisir Papua Barat, seperti Kokas, Kaimana, Namatota, Kayu Merah, Aiduma dan Lakahia oleh para pedagang Muslim seperti dari Bugis, Buton, Ternate dan Tidore. Selain melakukan perdagangan mereka juga memiliki misi untuk mendakwahkan Islam kependuduk setempat.

Dari hubungan perdagangan dan dakwah inilah lahirlah  Kesultanan-Kesultanan Otonomi Tidore di Papua, seperti di wilayah Raja Ampat yang terdiri dari Kerajaan Waigeo (yang berpusat di Weweyai), Kerajaan Salawati (Shalawat) (berpusat di Sailolof), Kerajaan Misool (berpusat di Lilinta) dan Kerajaan Batanta.

Kesultanan-kesultanan otonomi ini diangkat langsung oleh Sultan Tidore yang berkuasa saat itu. Sedangkan di Fak-Fak dan Kaimanan terdapat sembilan kerajaan otonom dibawah kesultanan Tidore, diantaranya Petuanan Namatota, Komisi, Fatagar, Ati-ati, Rumbati, Pattipi, Sekar, Wertuar dan Arguni. Pengangkatan penguasa di wilayah ini juga diangkat langsung oleh Sultan Tidore.

Hukum Islam juga diterapkan di wilayah Papua pada saat itu, di wilayah Misool diangkat Qadhi (Hakim) Syara' yang mengurusi umat di wilayah tersebut. Masyarakat pribumi Papua juga banyak yang memakai nama-nama Islami seperti, Idris, Hamid, Muhammad dll yang bisa kita jumpai di wilayah Lapinton dan Beo.

Syiar Islam juga menjadikan para kepala suku di Papua jatuh cinta kepada Islam yang akhirnya banyak diantara dari mereka yang memeluk Islam, dari sinilah Islam semakin mudah diterima oleh masyarakat Papua, karena memang masyarakat Papua dikenal sangat bergantung kepada kepala suku mereka.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Terkait Materi Khutbah Jumat Akan Diatur Kemenag, Anggota DPR RI: Khatib Bukan Alat Pemerintah

Terkait Materi Khutbah Jumat Akan Diatur Kemenag, Anggota DPR RI: Khatib Bukan Alat Pemerintah

Jum'at, 24 Jan 2020 14:05

Stres Sosial Lagi Nge-tren?

Stres Sosial Lagi Nge-tren?

Jum'at, 24 Jan 2020 12:54

Dua Misi Musuh Islam terhadap Kaum Muslimin

Dua Misi Musuh Islam terhadap Kaum Muslimin

Jum'at, 24 Jan 2020 11:48

IHW Usulkan Sertifikasi Halal Jangan Gratis

IHW Usulkan Sertifikasi Halal Jangan Gratis

Jum'at, 24 Jan 2020 09:45

Pakar Dermatolog Tidak Anjurkan Mandi Air Panas

Pakar Dermatolog Tidak Anjurkan Mandi Air Panas

Jum'at, 24 Jan 2020 09:31

Milad ke-7, Kiprah Indonesia Halal Watch Diapresiasi LPPOM MUI

Milad ke-7, Kiprah Indonesia Halal Watch Diapresiasi LPPOM MUI

Jum'at, 24 Jan 2020 08:43

Komisi Fatwa MUI Tegaskan Tidak Membahas Fatwa Netflix

Komisi Fatwa MUI Tegaskan Tidak Membahas Fatwa Netflix

Jum'at, 24 Jan 2020 07:10

Celana 'Basah' Saat Bangun Tidur, Tidak ingat Mimpi, Harus Mandi?

Celana 'Basah' Saat Bangun Tidur, Tidak ingat Mimpi, Harus Mandi?

Kamis, 23 Jan 2020 22:45

Studi: 86 Persen Remaja Kecanduan Gim Online

Studi: 86 Persen Remaja Kecanduan Gim Online

Kamis, 23 Jan 2020 22:20

Empati di Tengah Bencana

Empati di Tengah Bencana

Kamis, 23 Jan 2020 22:19

WhatsApp Bakal Punya Fitur Stiker Animasi

WhatsApp Bakal Punya Fitur Stiker Animasi

Kamis, 23 Jan 2020 22:13

Utusan Khusus AS Ancam Pemimpin Baru Pasukan Quds IRGC Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Utusan Khusus AS Ancam Pemimpin Baru Pasukan Quds IRGC Akan Bernasib Sama dengan Soleimani

Kamis, 23 Jan 2020 20:35

Pejabat IRGC Sarankan Iran Sandera Orang Amerika Untuk Selesaikan Masalah Sanksi

Pejabat IRGC Sarankan Iran Sandera Orang Amerika Untuk Selesaikan Masalah Sanksi

Kamis, 23 Jan 2020 20:06

Harun Masiku Novel Baru

Harun Masiku Novel Baru

Kamis, 23 Jan 2020 18:15

KPK Makin Tak Berdaya

KPK Makin Tak Berdaya

Kamis, 23 Jan 2020 15:10

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Ancam Tembak Pesawat Sipil di Libya

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Ancam Tembak Pesawat Sipil di Libya

Kamis, 23 Jan 2020 14:45

Pentafood: Urun Modal Usaha Bebas Riba, Bagi Hasil 5x Sebulan

Pentafood: Urun Modal Usaha Bebas Riba, Bagi Hasil 5x Sebulan

Kamis, 23 Jan 2020 14:38

Mahkamah Agung India Tolak Tuntutan Untuk Menunda UU Kewarganegaraan Anti-Muslim

Mahkamah Agung India Tolak Tuntutan Untuk Menunda UU Kewarganegaraan Anti-Muslim

Kamis, 23 Jan 2020 13:57

Anggota Wudhu' Bercahaya, Inilah Cara Rasulullah Kenali Umatnya

Anggota Wudhu' Bercahaya, Inilah Cara Rasulullah Kenali Umatnya

Kamis, 23 Jan 2020 13:44

Fix Hijab Perintah Allah

Fix Hijab Perintah Allah

Kamis, 23 Jan 2020 13:39


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X