Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.775 views

Aksi Kriminal terhadap Wiranto

 

Oleh:

Harits Abu Ulya

Pengamat Terorisme dan Intelijen

 

KITA sepakat untuk mengutuk setiap aksi kekerasan fisik terhadap semua anak bangsa. Dan kekerasan bisa saja aktornya adalah negara, oknum aparatur negara, atau dari sekelompok masyarakat bahkan bisa dari individu-individu masarakat terhadap sesama anak bangsa penghuni NKRI.

Dan kasus yang menimpa Pak Wiranto menurut saya adalah salah satu contoh tindak kriminal kekerasan.

Dan aksi kriminal tersebut perlu di tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bisa saja itu pelakunya adalah orang-orang yang secara personal benci kepada Wiranto sebagai Menkopolhukam yang selama ini di anggap membuat statemen politik yang tidak nyaman bagi sebagian nalar dan nurani publik.

Bisa saja kasus kriminal ini seolah menjadi sangat penting karena yang di serang adalah seorang pejabat menteri meski jelang titik akhir jabatannya.

Tapi jika di bandingkan dengan kasus atau tragedi aksi kekerasan lainnya yang menimpa rakyat, maka apa yang di alami Wiranto suatu hal yang kecil. Rakyat masih banyak yang lebih menderita dan butuh perhatian lebih serius; pengungsi korban gempa Ambon, pengunsi dan korban penyerangan di wamena, korban meninggal dan luka-luka saat aksi demontrasi beberapa pekan lalu, dll.

Jadi kita proporsional saja, pelaku kriminal penyerangan di bawa ke meja hijau dan di adili.

Bisa saja ada sebagian pihak yang ngebet menyeret ke arah isu "teroris" dengan munculnya narasi keterkaitan pelaku kriminal tersebut dengan kelompok tertentu yang selama ini di cap "teroris". Dengan begitu dengan mudah muncul judul "Menteri Polhukam di serang Teroris", akhirnya akan banyak melupakan persoalan urgen lainnya dan publik di seret ke isu daur ulang yang tifak ada ujung pangkalnya.

Bahkan bisa saja muncul dramatisasi dengan narasi yang bombastis sesuai kepentingan politik yang menunggangi kasus kriminal ini jelang pelantikan presiden.

Di sisi lain ada realitas menarik; bahwa selama ini publik gelisah dan berharap agar para pejabat atau penguasa bisa kontrol diri tidak keluarkan kebijakan atau statemen yang menyakiti hati nurani rakyat.

Jika tidak, membuka keniscayaan memotifasi warga atau rakyat berbuat nekat  menyerang pejabat. Pada konteks ini, dalam kajian terorisme ketika kita bisa meminjam pendekatan metode analisa yang tepat agar paham kenapa selama ini aparat keamanan atau seorang pejabat jadi target kekerasan atau teror dari segelintir atau sekelompok orang.

Kita bisa menggunakan Framework Rasional , metodologi ini mengkaji korelasi antara teroris dan sasaran dalam aspek kesamaan-kepentingan, konflik kepentingan dan pola interaksi diantara keduanya.

Dalam Framework ini teroris dan sasaran terornya diletakkan sebagai aktor rasional dan strategis. Rasional dalam arti tindakan mereka konsisten dengan kepentingannya dan semua aksi mencerminkan tujuan mereka.Strategis dalam artian pilihan tindakan mereka dipengaruhi oleh langkah aktor lainnya (lawan) dan dibatasi oleh kendala (constrain) yang dimilikinya.

Jika "Framework kultural" berasumsi nilai menghasikan tindakan, tindakan sangat tergantung persepsi dan pemahaman (ideologi) yang dimiliki teroris. Dengan framework ini semata akan berdampak parsial memahami terorisme dan menyeret publik kepada profil teroris dan tindakan terornya semata sementara sasaran teror di abaikan.Dampak turunannya adalah solusi yang temporer dan parsial.

Sementara framework rasional berasumsi kalkulasi strategis antar aktor menghasilkan teror.Frame ini mengharuskan evaluasi terhadap langkah, kebijakan, strategi yang digunakan oleh kedua belah pihak;teroris dan sasaran teror.

Meski resiko logisnya penggunaan metodologi ini akan di anggap analisis yang obyektif dan rasional atau dianggap sebagai simpatisan teror karena manganalisa secara kritis sasaran teror, di saat “sasaran” sedang menjadi “korban”.

Penggunaan Framework rasional penting karena mampu menjawab dua hal penting; kondisi yang memunculkan dan kondisi yang meredam terjadinya teror.

Aksi kekerasan terhadap Pak Wiranto barangkali mengharuskan pribadi Wiranto untuk intropeksi diri dan mawas diri sebagai pejabat publik yang notabene abdi rakyat. Di samping kita juga tidak sepakat dengan segala bentuk aksi kekerasan oleh siapapun pelakunya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Senin, 16 Dec 2019 06:31

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Senin, 16 Dec 2019 04:37

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Senin, 16 Dec 2019 02:04

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Ahad, 15 Dec 2019 23:50

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 23:20

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Ahad, 15 Dec 2019 21:45

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Ahad, 15 Dec 2019 21:30

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Ahad, 15 Dec 2019 21:25

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Ahad, 15 Dec 2019 21:15

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

Ahad, 15 Dec 2019 21:00

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam  Serangan di Tripoli

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam Serangan di Tripoli

Ahad, 15 Dec 2019 20:45

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Ahad, 15 Dec 2019 20:20

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

Ahad, 15 Dec 2019 19:10

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Ahad, 15 Dec 2019 12:19

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Ahad, 15 Dec 2019 11:43

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Ahad, 15 Dec 2019 10:41

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 08:57

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Ahad, 15 Dec 2019 07:49


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X