Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.275 views

Benarkah Kursi Jokowi Sudah Goyang?

 

Oleh:

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

JIKA di Pilpres bulan April lalu Jokowi tampak begitu perkasa. Sulit untuk dilawan. Aparat, ASN, ormas besar, pengusaha, media dan para pendukung, baik premium maupun militan, berada dalam satu barisan yang rapi dan kokoh. Mereka dikendalikan dengan kekuatan yang sangat sistematis dan terstruktur. Berpengalaman dan profesional. Bagaimana dengan KPU, Bawaslu dan MK? Rakyat sudah menyimpan catatannya masing-masing.

Sementara Prabowo, lawan politik Jokowi, sekali menghadapi tekanan, menyerah pasrah. Semua pasukan pendukungnya berantakan. Terutama para ulama. Satu persatu pendukung disibukkan dengan kasus hukum. Sebagian sudah ditangkap dan ditahan. Perlawanan berakhir ketika Prabowo bertemu dengan Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan dua kali jumpa dengan Budi Gunawan (BG). Puncaknya adalah pertemuan di MRT Lebak Bulus dengan Jokowi dan pesta nasi goreng bersama Mega di Teuku Umar. Publik menyebutnya: inilah rekonsiliasi. Prabowo betul-betul telah menyerah kalah.

Masuknya Prabowo ke kubu PDIP membuat Megawati makin percaya diri. Ia bisa tekan Jokowi. Apalagi jika Golkar ikut bergabung. Emang mau? Kalau negonya cocok, kenapa tidak? Golkar itu partai rasional. Terutama jika menyangkut bagi-bagi jabatan.

Menyadari keadaan ini, para jenderal istana dan Surya Paloh tak tinggal diam. Berbagai manuver dilakukan. Sejak saat itu, di kubu Jokowi terjadi pertempuran dua kubu. Kubu Teuku Umar dimana BG ada di blok ini. Bahkan menjadi tokoh sentral yang sangat berpengaruh. Satunya lagi adalah kubu Gondangdia. Yaitu kubu Surya Paloh cs.

Di tengah dua kelompok ini sedang berebut pengaruh dan adu kuat untuk menekan Jokowi, kasus Papua meledak. Kerusuhan, penganiayaan, pembakaran hingga pembunuhan terus terjadi. Tak kurang dari 32 orang meninggal di kerusuhan Wamena. Belum lagi ratusan gedung perkantoran, ruko dan rumah yang dibakar.

Berbarengan dengan kasus Papua, mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia bergerak. Mereka turun ke jalan dan demo, menuntut revisi UU KPK dibatalkan. Mereka juga menolak RKUHP, RUU Pertanahan, RUU ketenagakejaan. Bahkan sebagian menuntut Jokowi mundur. Tuntutan mundur ini serius, atau hanya asesoris? Semua akan bergantung pada eskalasi demo itu sendiri.

Situasi makin sulit ketika aparat dianggap oleh mahasiswa telah bersikap represif. Ada mahasiswa yang dikabarkan retak tengkorak kepalanya. Salah satunya adalah Faisal Amir, mahasiswa Al-Azhar.  Keadaannya sedang kritis. Di Kendari, ada dua mahasiswa mati tertembak. Di Sulawesi Selatan "kabarnya" ada satu mahasiswa terlindas mobil Barakuda. Videonya viral. Berbagai video lain menunjukkan sejumlah mahasiswa yang digebukin, ditendang, diseret, dikejar hingga masuk rumah dan masjid. Bahkan diburu hingga masuk markas TNI AL.

Tidak hanya mahasiswa, para petugas medis pun mengaku mendapatkan perlakukan yang sama. Ada yang mukanya bengkak seperti bekas dipukul. Siapa yang mukul? Masih dalam penyelidikan.

Situasi ini semakin menimbulkan kemarahan, baik mahasiswa maupun rakyat pada umumnya. Tidak saja mahasiswa yang marah, tapi juga anak-anak pelajar seperti STM.

Di saat situasi semakin menghawatirkan, ada setidaknya empat kebakaran dalam tiga hari. Kebakaran bus Transjakarta di Pondok Cabe Ciputat, kebakaran pasar mobil di Kemayoran, kebakaran pabrik Sritex di Solo dan kebakaran lahan gambut di dekat bandara Kertajati Bandung. Kebakaran atau dibakar? Belum jelas. Adakah kaitannya dengan kerusuhan akhir-akhir ini? Belum juga diketahui. Berbagai praduga dan spekulasi muncul.

Sejumlah kasus yang terjadi akhir-akhir ini membuat posisi Jokowi nampaknya makin sulit. Jika dulu istana dan struktur pendukungnya kompak dan saling bahu membahu menghadapi masalah, maka kini kekompakan itu mulai memudar. Kenapa? Karena semua kubu sedang sibuk berebut jatah.

Jokowi mau terbitkan Perppu, PDIP keberatan. Majalah Tempo dan Gatra yang semula dianggap menjadi bagian dari pendukung istana, kini berbalik dan aktif menyerangnya. Mengkritik maksudnya. Tak sedikit juga para pendukung militan Jokowi yang kecewa karena kenaikan iuran BPJS yang dianggap terlalu memberatkan. Kekecewaan ini akan terus naik gelombangnya jika kehidupan rakyat makin susah.

Adu kuat para pendukung istana di tengah berbagai problem bangsa yang semakin "tak bisa ditebak ujungnya" ini membuat kekuatan Jokowi tampak semakin melemah. Jokowi berada diantara tumpukan kasus kerusuhan yang eskalasinya terus meningkat. Gelombang demonstrasi, baik di Jakarta, Sulawesi Selatan, Kendari, Papua dan daerah-daerah lainnya jika tak terpenuhi tuntutannya akan membuka peluang bagi sejumlah kubu untuk semakin kencang menekan Jokowi.

Ini ujian terutama terhadap kemampuan dan kematangan leadership Jokowi. Jika salah sikap dan penanganan, maka eskalasi demonstrasi mahasiswa bisa semakin membesar dan bahkan liar. Dan ini bisa melahirkan situasi yang betul-betul tak terduga. Apa itu? Hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Dalam kajian tranformasi politik, inilah yang mungkin disebut dengan istilah "kematangan situasi".

Yang pasti, pertama, Jokowi mesti mampu meredam mahasiswa dengan memberi apa yang mereka tuntut. Apa itu? Mengeluarkan Perppu terkait revisi UU KPK dan "menindak tegas" pihak-pihak yang telah menyebabkan luka dan kematian para mahasiswa. Kedua, memberi bagian yang proporsional terhadap kekuatan-kekuatan di lingkaran istana yang selama ini merasa ikut investasi atas kemenangan Jokowi. Sebut saja kubu Teuku Umar dan Gondangdia cs. Juga kubu Nahdiyin-PKB. Jika kubu yang terakhir ini kecewa, terbuka kemungkinan mereka akan bergabung dengan kelompok umat Islam yang selama ini jadi oposisi. Kalau ini terjadi, Jokowi kelar.

Bagaimana dengan kerusuhan di Papua dan demo kelompok 212? Sejauh ini keduanya belum menjadi kekuatan variabel yang bisa mempengaruhi posisi Jokowi.

Sebaliknya, Jika tuntutan mahasiswa dan tuntutan elit di lingkaran Jokowi tak bisa diselesaikan dengan baik, maka kursi Jokowi akan terus bergoyang.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

PPDB Bikin Galau, Apa Obatnya?

Senin, 06 Jul 2020 21:41

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Ennahda: Presiden Tunisia Essebsi Tolak Bantuan Keuangan dari UEA untuk Mengecualikan Kami

Senin, 06 Jul 2020 21:30

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Muhammadiyah: Wabah Belum Berakhir

Senin, 06 Jul 2020 20:32

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Ini Maslahat-Mudharat RUU Omnibus Law Menurut MUI

Senin, 06 Jul 2020 19:43

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

[VIDEO] Ustaz Fadlan: Ketuhanan Yang Maha Esa Ruh Bernegara

Senin, 06 Jul 2020 18:22

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Legislator Minta Operator Telekomunikasi Fasilitasi Internet Murah

Senin, 06 Jul 2020 17:49

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Legislator PAN Apresiasi Penghentian Program Kartu Prakerja

Senin, 06 Jul 2020 16:58

Mengkhianati Bung Karno

Mengkhianati Bung Karno

Senin, 06 Jul 2020 15:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X