Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.716 views

Radikalisme Jadi Kambing Hitam

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

KAMIS siang (10/10/2019), publik Indonesia dibuat geger. Pasalnya seorang Menkopulhukam menjadi korban penusukan di Pandeglang, Banten (www.merdeka.com, Jum’at 11/10/2019). Setelah itu, Pak Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Pandeglang kemudian dirujuk ke RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) di Jakpus.

Tentunya kejadian penyerangan seperti ini tidaklah bisa dibenarkan dan patut mendapat kecaman. Bahkan hal demikian tentunya merupakan tindakan teror yang bisa membahayakan nyawa orang lain. Semoga beliau, Pak Wiranto segera lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

Adapun selanjutnya dibangun sebuah narasi dan wacana bahwa setelah kejadian ini, Presiden Jokowi menyerukan untuk memerangi paham radikalisme (www.cnnindonesia.com, Kamis 10/10 2019). Tentunya seruan memerangi radikalisme susah untuk dilepaskan dari nuansa islamophobia. Melihat fragmen banyaknya persekusi terhadap ulama, yang terbaru kasus pembatalan kuliah umum UAS di Masjid UGM yang rencananya hari Sabtu, 12 Oktober 2019. Terbitnya Perpu Nomer 2 Tahun 2017, yang digunakan untuk mencabut BHP dari ormas HTI. Begitu pula alerginya istana dengan hal – hal yang berbau bendera tauhid, salah satu contohnya langkah Menag yang melakukan investigasi di MAN 1 Sukabumi, Jabar (www.nasional.tempo.co, 21 Juli 2019). Ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa narasi radikalisme itu diarahkan kepada Islam dan aktivisnya.

Sesungguhnya radikalisme bukanlah ajaran Islam. Islam tidak mengajarkan melakukan tindakan – tindakan teror dan radikal untuk melakukan perubahan kearah Islam di tengah – tengah masyarakat. Pendek kata, dakwah atau seruan kepada Islam disampaikan dengan menyeru akal manusia agar terbentuk sebuah kesadaran sebagai hamba Allah SWT yang senantiasa harus beribadah kepadaNya. Tentunya aktivitas demikian sejalan dengan sila pertama Pancasila yang menjadi asas dari semua sila Pancasila.

Justru, yang menjadikan metode menyebar teror dan radikal dalam melakukan perubahan di masyarakat adalah Ideologi Komunis. Bermula dari pandangan Lenin yang memandang konsepsi perubahan ala Marxisme adalah sebuah utopia. Maka Lenin mengambil haluan revolusi fisik guna bisa mewujudkan cita – cita yakni masyarakat tanpa kelas. Jadi bisa dipahami faktanya dari Revolusi Bolsevick Lenin. Ia menghabisi semua keluarga Tsar Rusia.

Begitu pula yang terjadi di Indonesia yaitu pemberontakan PKI. Baik dari PKI Muso tahun 1948 dan aksi G 30 S/PKI tahun 1965, aksi yang dilakukannya adalah sebuah kekejaman, kesadisan dan keberutalan yang tidak bisa diterima oleh rasa kemanusiaan.

Jadi salah alamat bila Islam menjadi pihak tertuduh dalam narasi radikalisme ini. Bila radikalisme itu bukan ajaran Islam, tentunya ajaran Islam secara keseluruhan tidaklah mengandung radikalisme di dalamnya. Islam sangatlah memuliakan kehidupan yang ada pada seseorang. Bahkan dalam menjaganya, Islam menetapkan ancaman dan sangsi yang tegas dan keras.

Allah SWT menyatakan dalam sebuah firmanNya yang artinya: “Barangsiapa yang membunuh orang lain tanpa sebab yang dibenarkan, atau karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka ia layaknya membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan orang lain, maka ia layaknya telah menghidupkan manusia seluruhnya” (TQS. Al Maidah ayat 32).

Bagi mereka yang telah menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, Islam telah menetapkan sangsi qishosh dan bila mendapatkan ampunan dari keluarga korban, tentunya hanya membayar denda, yakni berupa uang 1000 dinar atau 100 ekor unta. 

Jangankan dalam kasus pembunuhan, sangsinya demikian rupa, bahkan dalam kasus penganiayaan sangat mendapat perhatian besar di dalam ajaran Islam. Sebagai contoh, orang yang melakukan penganiayaan yang menyebabkan hidungnya rusak terpotong salah satu sisinya, maka dikenakan ½ diyat, yakni membayar 50 ekor unta (Kitab Nidhomul Uqubat fil Islam bab Jinayat).

Walhasil dengan aturan dan sangsi demikian akan mampu mencegah masyarakat dari perbuatan – perbuatan melukai, menganiaya, dan pembunuhan, sehingga keamanan akan mudah untuk diwujudkan.

Sekarang yang semestinya menjadi  konsentrasi semua elemen bangsa dan umat Islam untuk bersatu menghilangkan sekat – sekat perbedaan, bergerak bersama untuk mewujudkan kemerdekaan yang sebenar – benarnya yakni terbebas dari penjajahan dalam segala bentuknya. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan mampu untuk diwujudkan, baik lahir maupun batin.

Umat Islam tentunya memegang peranan penting dalam mewujudkan sebuah negeri yang makmur dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Umat Islam harus mampu menampilkan bahwa ajaran Islam mampu menjawab berbagai problem keumatan dan kebangsaan dengan tuntas dan baik. *Penulis tinggal di Malang, Jawa Timur.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ingatkan Kader Pentingnya Perpaduan Dakwah dan Keharmonisan Rumah Tangga

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ingatkan Kader Pentingnya Perpaduan Dakwah dan Keharmonisan Rumah Tangga

Senin, 16 Dec 2019 09:36

Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Senin, 16 Dec 2019 06:31

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Senin, 16 Dec 2019 04:37

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Senin, 16 Dec 2019 02:04

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Ahad, 15 Dec 2019 23:50

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 23:20

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Ahad, 15 Dec 2019 21:45

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Ahad, 15 Dec 2019 21:30

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Ahad, 15 Dec 2019 21:25

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Ahad, 15 Dec 2019 21:15

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

Ahad, 15 Dec 2019 21:00

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam  Serangan di Tripoli

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam Serangan di Tripoli

Ahad, 15 Dec 2019 20:45

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Ahad, 15 Dec 2019 20:20

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

Ahad, 15 Dec 2019 19:10

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Ahad, 15 Dec 2019 12:19

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Ahad, 15 Dec 2019 11:43

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Ahad, 15 Dec 2019 10:41

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 08:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X