Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.052 views

Rektor Baru ITB, Isu Radikalisme dan Matinya Otonomi Kampus

 

Oleh:

Dr. Syahganda Nainggolan*

 

BERBAGAI media menuliskan kampus tertua di Indonesia, Technische Hogeschool Bandoeng, alias ITB, yang tahun depan akan berumur seabad, luar biasa karena akhirnya mempunyai rektor perempuan pertama. Apakah "the presence is an essence?" Apakah keluarga besar ITB, termasuk alumninya bahagia?

Pemilihan Rektor ITB kali ini adalah pemilihan pertama di mana faktor akademik atau sudut pandang akademik tidak menjadi acuan utama. Hal ini puluhan tahun dilawan ITB ketika rezim Suharto di masa lalu ingin memaksakan semua kampus di Indonesia rektornya ditunjuk Suharto. Agar kampus-kampus dapat digunakan untuk kepentingan penguasa. Namun, Rektor-rektor ITB dan Senat Guru Besar kala itu berhasil berargumentasi dengan Suharto agar kebebasan kampus diberikan pada ITB. Dan memang ITB adalah satu satunya kampus yang di masa itu mempunyai otonomi kampus.

Apa itu sudut pandang akademik? Sudut pandang akademik adalah cara memandang dengan pendekatan kebebasan ilmiah. Kebebasan ilmiah adalah menyerahkan kebenaran pada objektivitas ilmiah. Objektivitas ilmiah adalah berpikir dan bertindak berdasarkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, yang kekuatan logik dan observasi-terverifikasi jadi acuan mutlak.

Sudut pandang akademik dan kebebasan ilmiah telah menjadi acuan seabad civitas akademika ITB mengemban tugas untuk membesarkan ITB menjadi kampus teknologi utama dan pertama di Indonesia, dan beberapa jurusannya menjadi salah satu bidang yang masuk kelas dunia, seperti jurusan Informatika.

Kebanggaan atas kebebasan ilmiah di ITB selama ini mampu mensubordinasikan berbagai fenomena dan gejala berpikir dogmatisme dan dianggap non "mainstream". Berpikir dogmatism meski berkembang di kalangan mahasiswa maupun dosen ITB, namun ketika kembali dalam ranah kampus/universitas, semua mereka sepakat pada "mainstreaming" objektivitas ilmiah.

Pemilihan Rektor ITB kali ini, suasana kebebasan ilmiah bergeser kacau-balau ketika ada indikasi beberapa unsur yang berpengaruh dalam pemilihan rektor, memainkan isu politik kotor untuk pemilihan rektor, yakni radikalisme. Kelompok-kelompok ini sejak setahun lalu sudah mengembar-gemborkan ITB sebagai sarang radikalisme.

Untuk itu, digaung-gaungkan pemilihan Rektor ITB harus melibatkan badan intelijen negara (BIN) dan badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT). Islamophobia didorong untuk menjadi isu sentral ketimbang isu kebebasan ilmiah dan kancah prestasi ITB dalam riset dan kemajuan industri.

Resonansi yang diharapkan kelompok-kelompok ini adalah agar kekuasaan rezim Jokowi, yang mempunyai veto 35% suara pada pemilihan rektor, digunakan untuk memenangkan calon rektor yang sejalan dengan "kode" antiradikalisme tersebut.

Untuk menjaga ITB sebagai institusi ilmiah, sejak dahulu, keabsahan berpikir ilmiah itu digariskan oleh senat guru besar ITB. Senat guru besar ITB masa itu adalah kebanggan dan keagungan sebuah perguruan tinggi. Saat ini, fungsi senat guru besar itu digantikan senat akademik, sebanyak 59 orang, yang mana senat guru besar tetap menjadi bagian didalamnya.

Dalam pemilihan Rektor ITB, senat akademik dipercaya untuk menentukan kelayakan calon rektor. Dari 100-an calon rektor ITB baru ini, senat akademik secara hati hati menyeleksi calon rektor. Pada tahap pertama, calon rektor diseleksi dari 100-an calon menjadi 30 calon. Lalu, dari 30 calon menjadi 10 calon. Lalu, dari 10 calon menjadi 6 calon dan lalu seleksi lagi, akhirnya ditetapkan menjadi 3 calon.

Proses seleksi dari institusi senat akademik atau dari orang-orang yang memiliki klaim sebagai masyarakat ilmiah, atau dari simbol logik dan kebenaran ilmu pengetahuan, keluarlah 3 nama, yakni Professor Kadarsyah Suryadi, Professor Jaka Sembiring dan Professor Reini Wirahadikusumah. Posisi voting ilmiah yang obyektif ini diberikan kepada Kadarsyah sebanyak 28, kepada Jaka Sembiring 10 dan Reini 10 suara. Sisanya terbagi pada calon terbawah.

Setelah 3 calon, pemilihan berikutnya diserahkan ke Majelis Wali Amanah (MWA), sebuah institusi yang tidak ilmiah lagi, di mana Mendikbud dan Gubernur, sebagai anggota, dan beberapa lainnya mewakili masyarakat, di luar anggota senat akademik.

 

Mengapa Otonomi Kampus ITB Dimatikan?

Ketika Kadarsyah dipilih senat akademik sebagai calon rektor terbaik, namun tidak dijadikan rektor oleh kekuatan MWA dan negara, maka kita mengetahui bahwa upaya anggota senat akademik (59 orang) itu, terbentur kekuasan Jokowi, yang melihat isu radikalisme lebih penting bagi penentuan rektor ITB.

Pada saat uji kelayakan publik akademik ITB, oleh MWA, di kampus ITB, Kadarsyah memperlihatkan keunggulan mutlak, dengan mengantongi voting 358 suara, Jaka Sembiring 150 suara dan Reini hanya di papan bawah, 81 suara. Meski suara ini bersifat setengah sakral, karena itu suara diluar senat akademik, namun pada saat Senat Akademik memilih calon menjadi 3 suara, Kadarsyah tetap yang tertinggi.

Pada pemilihan secara politik di kantor Menteri Pendidikan, (8/11/2019), Reini menang dalam pemilihan. Inilah sebuah ironi, di mana Kadarsyah dengan modal 48,28% kalah dari Reini yang bermodalkan 17,24% saja.

Apa penjelasan yang ingin diketahui terkait ini? Dari sisi akademik kita sudah selesai, Kadarsyah terbaik, sedangkan Jaka Sembiring dan Reini jauh di bawahnya. Jadi kemenangan Reini adalah kemenangan nonpendekatan akademik. Apakah karena dia wanita?

Di ITB isu gender bukanlah isu objektif. Objektivitas ilmiah tidak membatasi kebebasan perempuan seperti dalam ajaran dogmatis, misalnya. Lalu, apakah yang menarik untuk dipahami? Tentu saja isu radikalisme tadi.

Isu radikalisme kampus, dalam "hearing" 3 calon rektor itu, pada 2 November, ketika ditanyakan soal radikalisme, kandidat rektor Kadarsyah dan Jaka Sembiring mengangkat bendera merah, sebagai jawaban atas pertanyaan itu. Sedangkan Reini bendera hijau. Bendera merah artinya mereka menganggap isu radikalisme tidak mainstream di ITB, sebaliknya bendera hijau menunjukkan, sedikitnya, ada. Nah kode merah versus hijau ini adalah kunci bagi pemerintah Jokowi untuk mengetahui siapa yang pro pada isu anti radikalisme di kampus dan siapa yang tidak.

 

Penutup

ITB adalah sebuah kampus yang sudah ada di Indonesia sebelum negara Indonesia ada. ITB juga yang mencetak Ir. Sukarno menjadi pemimpin radikal di Indonesia dan sekaligus negara-negara Asia-Afrika. Sehingga isu radikalisme di ITB sesungguhnya isu murahan. Isu murahan ini dicoba mainkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengaitkan kampus pada radikalisme.

Pada tataran masyarakat ilmiah, atau senat akademik, ITB masih waras, terbukti dengan menihilkan isu itu sebagai pertimbangan memilih calon rektor. Senat akademik lebih melihat visi kebangkitan kampus sebagai "entrepreneurial University", disamping sebagai tulang punggung riset dan teknologi.

Sayangnya, kampus ITB bukan lagi institusi otonom, yang bebas dari intervensi kekuasaan. Kampus saat ini harus tunduk pada keinginan rezim dalam menjalankan isu anti radikalisme. Situasi ini akan berdampak buruk buat ITB, setelah 100 tahun berdiri, di mana kebebasan ilmiah dan objektivitas terpinggirkan.

Tepuk tangan kita tentang kehadiran perempuan yang pertama kali sebagai Rektor ITB, dari uraian di atas, harus direnungkan kembali, apakah hanya sekadar "presence" (kehadiran),  bukan sebagai "essence" (esensi)?*

**Penulis adalah Alumni Teknik Geodesi & Geomatika ITB dan Magister Studi Pembangunan ITB

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Hay'at Tahrir Al-Sham Tangkap Jurnalis Asal AS Bilal Abdul Kareem Di Idlib

Hay'at Tahrir Al-Sham Tangkap Jurnalis Asal AS Bilal Abdul Kareem Di Idlib

Sabtu, 15 Aug 2020 08:15

Berikan Sambutan pada Milad MUI, UAH Tekankan Pentingnya Memetakan Tantangan Dakwah

Berikan Sambutan pada Milad MUI, UAH Tekankan Pentingnya Memetakan Tantangan Dakwah

Jum'at, 14 Aug 2020 23:31

Covid-19 Belum Mereda, Muhammadiyah Perkuat Gerakan Pakai Masker

Covid-19 Belum Mereda, Muhammadiyah Perkuat Gerakan Pakai Masker

Jum'at, 14 Aug 2020 23:17

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Peran ‘Aisyiyah Cegah Cyberbullying Lewat Keluarga Sakinah

Jum'at, 14 Aug 2020 23:15

Turki: Sejarah Tidak Akan Memaafkan Pengkhianatan UEA Terhadap Palestina

Turki: Sejarah Tidak Akan Memaafkan Pengkhianatan UEA Terhadap Palestina

Jum'at, 14 Aug 2020 22:25

Korban Tewas AKibat Ledakan di Pelabuhan Beirut Tetap Meningkat, Puluhan Lainnya Masih Hilang

Korban Tewas AKibat Ledakan di Pelabuhan Beirut Tetap Meningkat, Puluhan Lainnya Masih Hilang

Jum'at, 14 Aug 2020 22:10

Mardani Ali Sera: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021  Ambisius

Mardani Ali Sera: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Ambisius

Jum'at, 14 Aug 2020 21:55

Penasihat Erdogan: Persahabatan Dengan UEA 'Lebih Berbahaya Daripada Permusuhannya'

Penasihat Erdogan: Persahabatan Dengan UEA 'Lebih Berbahaya Daripada Permusuhannya'

Jum'at, 14 Aug 2020 21:35

Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Jum'at, 14 Aug 2020 21:32

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Jum'at, 14 Aug 2020 21:26

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Jum'at, 14 Aug 2020 21:24

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Jum'at, 14 Aug 2020 20:21

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Jum'at, 14 Aug 2020 14:25

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Jum'at, 14 Aug 2020 13:28

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X