Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.477 views

Rektor Baru ITB, Isu Radikalisme dan Matinya Otonomi Kampus

 

Oleh:

Dr. Syahganda Nainggolan*

 

BERBAGAI media menuliskan kampus tertua di Indonesia, Technische Hogeschool Bandoeng, alias ITB, yang tahun depan akan berumur seabad, luar biasa karena akhirnya mempunyai rektor perempuan pertama. Apakah "the presence is an essence?" Apakah keluarga besar ITB, termasuk alumninya bahagia?

Pemilihan Rektor ITB kali ini adalah pemilihan pertama di mana faktor akademik atau sudut pandang akademik tidak menjadi acuan utama. Hal ini puluhan tahun dilawan ITB ketika rezim Suharto di masa lalu ingin memaksakan semua kampus di Indonesia rektornya ditunjuk Suharto. Agar kampus-kampus dapat digunakan untuk kepentingan penguasa. Namun, Rektor-rektor ITB dan Senat Guru Besar kala itu berhasil berargumentasi dengan Suharto agar kebebasan kampus diberikan pada ITB. Dan memang ITB adalah satu satunya kampus yang di masa itu mempunyai otonomi kampus.

Apa itu sudut pandang akademik? Sudut pandang akademik adalah cara memandang dengan pendekatan kebebasan ilmiah. Kebebasan ilmiah adalah menyerahkan kebenaran pada objektivitas ilmiah. Objektivitas ilmiah adalah berpikir dan bertindak berdasarkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, yang kekuatan logik dan observasi-terverifikasi jadi acuan mutlak.

Sudut pandang akademik dan kebebasan ilmiah telah menjadi acuan seabad civitas akademika ITB mengemban tugas untuk membesarkan ITB menjadi kampus teknologi utama dan pertama di Indonesia, dan beberapa jurusannya menjadi salah satu bidang yang masuk kelas dunia, seperti jurusan Informatika.

Kebanggaan atas kebebasan ilmiah di ITB selama ini mampu mensubordinasikan berbagai fenomena dan gejala berpikir dogmatisme dan dianggap non "mainstream". Berpikir dogmatism meski berkembang di kalangan mahasiswa maupun dosen ITB, namun ketika kembali dalam ranah kampus/universitas, semua mereka sepakat pada "mainstreaming" objektivitas ilmiah.

Pemilihan Rektor ITB kali ini, suasana kebebasan ilmiah bergeser kacau-balau ketika ada indikasi beberapa unsur yang berpengaruh dalam pemilihan rektor, memainkan isu politik kotor untuk pemilihan rektor, yakni radikalisme. Kelompok-kelompok ini sejak setahun lalu sudah mengembar-gemborkan ITB sebagai sarang radikalisme.

Untuk itu, digaung-gaungkan pemilihan Rektor ITB harus melibatkan badan intelijen negara (BIN) dan badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT). Islamophobia didorong untuk menjadi isu sentral ketimbang isu kebebasan ilmiah dan kancah prestasi ITB dalam riset dan kemajuan industri.

Resonansi yang diharapkan kelompok-kelompok ini adalah agar kekuasaan rezim Jokowi, yang mempunyai veto 35% suara pada pemilihan rektor, digunakan untuk memenangkan calon rektor yang sejalan dengan "kode" antiradikalisme tersebut.

Untuk menjaga ITB sebagai institusi ilmiah, sejak dahulu, keabsahan berpikir ilmiah itu digariskan oleh senat guru besar ITB. Senat guru besar ITB masa itu adalah kebanggan dan keagungan sebuah perguruan tinggi. Saat ini, fungsi senat guru besar itu digantikan senat akademik, sebanyak 59 orang, yang mana senat guru besar tetap menjadi bagian didalamnya.

Dalam pemilihan Rektor ITB, senat akademik dipercaya untuk menentukan kelayakan calon rektor. Dari 100-an calon rektor ITB baru ini, senat akademik secara hati hati menyeleksi calon rektor. Pada tahap pertama, calon rektor diseleksi dari 100-an calon menjadi 30 calon. Lalu, dari 30 calon menjadi 10 calon. Lalu, dari 10 calon menjadi 6 calon dan lalu seleksi lagi, akhirnya ditetapkan menjadi 3 calon.

Proses seleksi dari institusi senat akademik atau dari orang-orang yang memiliki klaim sebagai masyarakat ilmiah, atau dari simbol logik dan kebenaran ilmu pengetahuan, keluarlah 3 nama, yakni Professor Kadarsyah Suryadi, Professor Jaka Sembiring dan Professor Reini Wirahadikusumah. Posisi voting ilmiah yang obyektif ini diberikan kepada Kadarsyah sebanyak 28, kepada Jaka Sembiring 10 dan Reini 10 suara. Sisanya terbagi pada calon terbawah.

Setelah 3 calon, pemilihan berikutnya diserahkan ke Majelis Wali Amanah (MWA), sebuah institusi yang tidak ilmiah lagi, di mana Mendikbud dan Gubernur, sebagai anggota, dan beberapa lainnya mewakili masyarakat, di luar anggota senat akademik.

 

Mengapa Otonomi Kampus ITB Dimatikan?

Ketika Kadarsyah dipilih senat akademik sebagai calon rektor terbaik, namun tidak dijadikan rektor oleh kekuatan MWA dan negara, maka kita mengetahui bahwa upaya anggota senat akademik (59 orang) itu, terbentur kekuasan Jokowi, yang melihat isu radikalisme lebih penting bagi penentuan rektor ITB.

Pada saat uji kelayakan publik akademik ITB, oleh MWA, di kampus ITB, Kadarsyah memperlihatkan keunggulan mutlak, dengan mengantongi voting 358 suara, Jaka Sembiring 150 suara dan Reini hanya di papan bawah, 81 suara. Meski suara ini bersifat setengah sakral, karena itu suara diluar senat akademik, namun pada saat Senat Akademik memilih calon menjadi 3 suara, Kadarsyah tetap yang tertinggi.

Pada pemilihan secara politik di kantor Menteri Pendidikan, (8/11/2019), Reini menang dalam pemilihan. Inilah sebuah ironi, di mana Kadarsyah dengan modal 48,28% kalah dari Reini yang bermodalkan 17,24% saja.

Apa penjelasan yang ingin diketahui terkait ini? Dari sisi akademik kita sudah selesai, Kadarsyah terbaik, sedangkan Jaka Sembiring dan Reini jauh di bawahnya. Jadi kemenangan Reini adalah kemenangan nonpendekatan akademik. Apakah karena dia wanita?

Di ITB isu gender bukanlah isu objektif. Objektivitas ilmiah tidak membatasi kebebasan perempuan seperti dalam ajaran dogmatis, misalnya. Lalu, apakah yang menarik untuk dipahami? Tentu saja isu radikalisme tadi.

Isu radikalisme kampus, dalam "hearing" 3 calon rektor itu, pada 2 November, ketika ditanyakan soal radikalisme, kandidat rektor Kadarsyah dan Jaka Sembiring mengangkat bendera merah, sebagai jawaban atas pertanyaan itu. Sedangkan Reini bendera hijau. Bendera merah artinya mereka menganggap isu radikalisme tidak mainstream di ITB, sebaliknya bendera hijau menunjukkan, sedikitnya, ada. Nah kode merah versus hijau ini adalah kunci bagi pemerintah Jokowi untuk mengetahui siapa yang pro pada isu anti radikalisme di kampus dan siapa yang tidak.

 

Penutup

ITB adalah sebuah kampus yang sudah ada di Indonesia sebelum negara Indonesia ada. ITB juga yang mencetak Ir. Sukarno menjadi pemimpin radikal di Indonesia dan sekaligus negara-negara Asia-Afrika. Sehingga isu radikalisme di ITB sesungguhnya isu murahan. Isu murahan ini dicoba mainkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengaitkan kampus pada radikalisme.

Pada tataran masyarakat ilmiah, atau senat akademik, ITB masih waras, terbukti dengan menihilkan isu itu sebagai pertimbangan memilih calon rektor. Senat akademik lebih melihat visi kebangkitan kampus sebagai "entrepreneurial University", disamping sebagai tulang punggung riset dan teknologi.

Sayangnya, kampus ITB bukan lagi institusi otonom, yang bebas dari intervensi kekuasaan. Kampus saat ini harus tunduk pada keinginan rezim dalam menjalankan isu anti radikalisme. Situasi ini akan berdampak buruk buat ITB, setelah 100 tahun berdiri, di mana kebebasan ilmiah dan objektivitas terpinggirkan.

Tepuk tangan kita tentang kehadiran perempuan yang pertama kali sebagai Rektor ITB, dari uraian di atas, harus direnungkan kembali, apakah hanya sekadar "presence" (kehadiran),  bukan sebagai "essence" (esensi)?*

**Penulis adalah Alumni Teknik Geodesi & Geomatika ITB dan Magister Studi Pembangunan ITB

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Temuan Peneliti: Diet Berkontribusi Terhadap Insomnia

Senin, 16 Dec 2019 06:31

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Dewan Da'wah Tidak Akan Mendirikan Partai Politik

Senin, 16 Dec 2019 04:37

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Menghapal, Tradisi Keilmuan Peradaban Islam

Senin, 16 Dec 2019 02:04

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

MIUMI Aceh Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Versi Kemenag Menyesatkan

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

5G Indonesia Bisa Gantikan Wifi

Ahad, 15 Dec 2019 23:55

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Sembunyi di Ketiak Pemerintah

Ahad, 15 Dec 2019 23:50

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Soal Isu Ormas Islam Disuap Tiongkok, Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 23:20

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Masukan Terbuka untuk Pak Menag

Ahad, 15 Dec 2019 21:45

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Laporan: AS Akan Umumkan Penarikan 4000 Lebih Pasukan dari Afghanistan

Ahad, 15 Dec 2019 21:30

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Berat Berbakti pada Orangtua? Ingatlah 4 Keistimewaan Ini!

Ahad, 15 Dec 2019 21:25

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Kapal Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Israel di Perairan Siprus

Ahad, 15 Dec 2019 21:15

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

6 Orang Tewas dalam Protes Undang-undang Kewarganegaraan Anti-Muslim di Assam India

Ahad, 15 Dec 2019 21:00

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam  Serangan di Tripoli

Pilot Pro-Haftar: Rusia dan UEA Operasikan Pertempuran Darat dan Udara dalam Serangan di Tripoli

Ahad, 15 Dec 2019 20:45

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Hamas Rayakan Peringatan Hari Jadinya yang ke-32 di Gaza

Ahad, 15 Dec 2019 20:20

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

PKS Ingatkan Utang Indonesia Sudah Level Membahayakan

Ahad, 15 Dec 2019 19:10

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Dari Arena Mukernas XII, Wahdah Islamiyah Luncurkan Aplikasi Tabik Ustadz

Ahad, 15 Dec 2019 12:19

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Masjid Diawasi, Ada Apa?

Ahad, 15 Dec 2019 11:43

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Puluhan Anak-anak Meriahkan Mukernas XII Wahdah Islamiyah

Ahad, 15 Dec 2019 10:41

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Dituduh Bungkam Soal Muslim Uighur, Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Tidak Bisa Dibeli

Ahad, 15 Dec 2019 08:57

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Soal Uigur, Zeng Wei Jian Termakan Propaganda China Komunis

Ahad, 15 Dec 2019 07:49


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X