Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.295 views

Pesan 10 Nopember

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

10 NOVEMBER 1945 adalah waktu bersejarah bagi bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan digunakan untuk mengenang perjuangan heroik bangsa Indonesia di dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat itu pula berkumandang takbir Bung Tomo yang membakar gelora pemuda Surabaya.

Di samping itu, waktu sebelumnya yakni tanggal 22 Oktober 1945, telah muncul Resolusi Jihad dari KH. Hasyim Asy'arie. Seruan jihad ini membangkitkan jiwa pemuda Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Syahid sebagai jaminannya.

Sekarang, pesan yang sama akan terus berulang di setiap momen Hari Pahlawan. Pesan penting yang harus selalu tertanam di dalam jiwa para pemuda bangsa adalah semangat pembebasan negeri dari segala bentuk penjajahan.

Memang, saat ini kita sudah merdeka secara fisik. Setiap momen 17 Agustus, sekitar 3 bulan lalu bangsa Indonesia sudah memproklamirkan diri merdeka. Artinya bangsa ini telah bebas dari penjajahan. Hal ini ditegaskan pula di dalam mukadimah UUD 1945, bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa. Penjajahan harus dihapuskan dari dunia karena penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Tentunya penjajahan di sini harus dimaknai secara luas. Bahwa setiap dominasi atas suatu dan negeri baik dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, peradilan dan termasuk pertahanan keamanan, maka itu semua adalah bentuk - bentuk penjajahan. Pertanyaannya, apakah saat ini negeri kita sudah terbebas dari penjajahan dalam segala bentuknya?

 

Di tengah perjuangan bangsa untuk membebaskan dari penjajahan secara utuh pasca proklamasi itu, Belanda dengan membonceng pasukan sekutu NICA ingin kembali mencengkeram Indonesia secara fisik, maka bangkitlah pemuda Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Hari ini Indonesia masih terbelenggu penjajahan non fisik. Maka untuk itu perlu diidentifikasi bentuk - bentuk penjajahan non fisik tersebut. Di sinilah kita bisa berkiprah dan berperan untuk menjadi sosok - sosok pahlawan masa kini.

Di bidang ekonomi. Indonesia masih terbelenggu lilitan utang hingga sudah berada dalam jebakan utang. Utang Indonesia sudah mencapai sekitar 5000 trilyun rupiah, dan sekarang menkeu menambah utang Rp 317 trilyun.

Utang luar negeri menjadi sarana untuk mengintervensi ekonomi Indonesia. Kebijakan liberal dalam ekonomi atas arahan IMF seperti pencabutan subsidi BBM yang berimbas pada komoditas vital rakyat, privatisasi BUMN dan SDA.

Biaya hidup semakin melambung, lapangan pekerjaan yang semakin sulit bagi pribumi dengan dibukanya kran serbuan TKA China dan sebagainya.

Di bidang Politik Pemerintahan. Demokrasi yang diadopsi justru tidak membawa kesejahteraan rakyat. Yang ada adalah para politisi saling berbagi kue kekuasaan dan pemerintahan dijadikan sebagai ajang untuk menjalankan politik opportunis.

 

Di bidang Pendidikan. Orientasi pendidikan diarahkan untuk menghasilkan output yang terampil dan siap kerja. Budaya belajar dan melakukan perbaikan kondisi negeri bukan menjadi fokus garapan. Hal ini dicanangkan untuk menyambut liberalisasi ekonomi dan perdagangan. Lagi - lagi Indonesia diposisikan menjadi market dari serbuan produk asing.

Di bidang Sosial Budaya. Menjamur budaya hedonis di tengah generasi muda atas nama kreatifitas film yang direalis. Sebut misalnya film The Santri dan SIN.

Pergaulan bebas muda - mudi hingga ada sebutan BUCIN (Budak Cinta), fenomena LGBT yang dibiarkan dan kerusakan lainnya.

Di Bidang Pertahanan Keamanan. Terjadinya pembantaian terhadap warga pendatang di Papua oleh kelompok separatis menjadi bukti lemahnya Indonesia untuk melindungi warganya sendiri di dalam wilayah hukum negara.

Begitu pula pemberlakuan ekstra judisial killing kepada para pelaku yang dituduh teroris. Artinya telah lenyap asas keadilan hukum di Indonesia.

Demikianlah sekelumit fenomena penjajahan yang membelenggu bangsa ini.

Tentunya jika merefleksikan pada sejarah 10 Nopember, maka yang mampu melahirkan spirit perlawanan terhadap penjajahan adalah Islam.

Dan hak bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan Islam sebagai asas perjuangannya.

Walhasil begitu pula fenomena hari ini. Untuk bisa melahirkan pahlawan - pahlawan yang akan mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan keterbebasan dari penjajahan atas negeri ini, kuncinya adalah terletak di dalam upaya untuk menghadirkan Islam di dalam pikiran, ucapan dan tindak tanduk generasi muda. Pendidikan adalah sarana yang efektif untuk melakukannya. Di samping itu, mereka menguasai keahlian sesuai dengan jurusan ilmu yang ditekuninya.*Penulis tinggal di Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

Ahad, 16 Feb 2020 16:14

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Ahad, 16 Feb 2020 16:08

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ahad, 16 Feb 2020 15:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X