Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.616 views

Stres Sosial Lagi Nge-tren?

 

Oleh:

Ifa Mufida

Pemerhati Masalah Sosial

 

PUBLIK Indonesia kembali dikejutkan  munculnya sejumlah “kerajaan” baru. Ada Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) di Bandung, hingga Kesultanan Selacau Patrakusumah di Tasikmalaya.

Dengan memakai kostum ala raja-raja zaman dahulu beserta selir dan pasukannya, dengan penuh percaya diri mereka mendeklarasikan ajaran mereka dihadapan publik. Anehnya, tidak sedikit masyarakat yang terpengaruh dan mengikuti ajaran ini. Mereka tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan belaka.

Kasus yang demikian bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya pernah ada ajaran yang ketuanya mengaku nabi hingga ada yang menyebut kerajaan ubur-ubur. Bagi masyarakat yang bisa berpikir jernih pasti aneh mendengar istilah ini. Namun faktanya kondisi saat ini tak sedikit manusia yang kehilangan akal sehatnya.

Di dunia, data pengidap gangguan jiwa  makin meningkat tiap tahun. Diperkirakan sekitar 300 juta orang mengidap depresi di seluruh dunia. Bahkan, World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap 40 detik terjadi kasus bunuh diri di seluruh dunia yang diakibatkan oleh depresi.

Untuk Indonesia sendiri, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Eka Viora, SpKJ, mengatakan untuk di Indonesia terdapat sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi. Sayangnya hanya 8 persen yang mencari pengobatan ke profesional (detikHealth.com).

Melihat kondisi ini bukanlah kasuistik per individu, maka layak jika ini dikatakan sebagai stress atau depresi sosial. Depresi sosial ini pun sejatinya tidak mungkin terjadi tanpa ada etiologi. Sebagaimana penyakit yang lain juga dipastikan ada faktor penyebab terjadinya penyakit tersebut. Begitu juga tidak ada asap jika tidak ada api.

Untuk beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, nampaknya  mereka berkhayal tinggal di sebuah kerajaan dengan sebuah kesejahteraan. Dipimpin oleh pemimpin yang adil dan mendapatkan pengurusan yang memadai. Meski itu adalah khayalan namun bisa jadi mereka sangat menikmati berada di dalamnya. Kondisi yang berbeda dengan fakta yang ada di masyarakat, bahkan di negeri ini.

Masyarakat saat ini dibebani dengan pungutan dan iuran yang mencekik. Melambungnya biaya hidup sejak awal 2020 ini, mulai dari BPJS, tarif listrik, tol cukup menambah beban rakyat. Terlebih pemerintah memastikan bahwa satu per satu subsidi akan dicabut tahun ini.

Di sisi lain, kasus bancakan dana rakyat semakin merajalela. Kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda, Pelindo, dll, cukup membuat rakyat terperangah. Terlebih sistem peradilan hanya tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Mengkritik penguasa justru berbuah pidana. Seolah kebebasan bersuara rakyat berada dalam penjara.

Sejumlah kepala daerah pun tertangkap akibat korupsi. Terheboh adalah terungkapnya salah satu komisioner KPU selaku lembaga yang kredibilitasnya harusnya berada di pihak rakyat. Semua ini benar-benar membuat masyarakat jengah.

Jangan heran jika mungkin sebagian orang jadi lebih cenderung percaya dengan para pendiri kerajaan baru tersebut. Yang mana bagi pengikutnya, iming-iming harapan baru dari para pendiri kerajaan itu dirasa lebih “realistis” bagi mereka. Kendati pada akhirnya tindakan kerajaan baru itu berujung pidana. Pantas memang mereka berlaku tanpa dasar. Yang jelas bisa jadi hal tersebut adalah sebagai bentuk "denial" atas kondisi kenyataan yang ada.

Kalau di Indonesia marak dengan kerajaan-kerajaan, di Korea ada yang disebut  "Don't Worry Village". Sebuah program yang dibuat oleh pengusaha muda Dongwoo karena melihat angka depresi di negeri ginseng yang sangat tinggi. Inovasi ini dibuat untuk mereka yang lelah dengan  kehidupan kota besar yang begitu padat dan persaingan yang ketat. Dikatakan, kebanyakan masyarakat Korea yang menderita depresi disebabkan mereka tak mampu berbagai permasalahan yang mereka hadapi, ditambah tekanan lingkungan sekitar.

Nampaknya memang kondisi stres sosial menjadi salah satu ancaman dan tantangan yang harus tersolusikan. Tak bisa dipungkiri, rakyat benar-benar rindu sistem di mana para penguasanya bekerja keras untuk memikirkan urusan rakyatnya. Rakyat rindu dengan penguasa yang peka terhadap penderitaan mereka. Pemimpin yang secara riil bekerja untuk rakyat bukan sekedar pencitraan. Apalagi suara mereka hanya diperah saat tahun politik, namun setelah penguasa terpilih rakyat dilupakan. Habis manis sepah dibuang.

Namun yang pasti, rakyat butuh terapi. Agar tidak terus muncul depresi sosial yang menjangkiti. Mereka membutuhkan obat untuk mengobati jiwa-jiwa yang terluka. Obat jiwa-jiwa tadi bukanlah dari sebuah khayalan tetapi seharusnya berasal dari wahyu semata. Maka landasan terapi yang sesungguhnya adalah mengembalikan kepada tata aturan Sang pemilik jiwa. Depresi sosial yang sangat tinggi sejatinya buah kehidupan kapitalisme-sekuler yang nyata menyengsarakan dan menjadi stressor yang tinggi. Sistem yang layak ditinggalkan dan diganti dengan sistem yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Wallahu A'lam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Kamis, 09 Jul 2020 18:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X