Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.128 views

Perihal Ijtima Jamaah Tablig di Gowa Sulawesi Selatan

 

Oleh:

Imam Shamsi Ali*

 

BERHUBUNG banyaknya yang menyampaikan pertanyaan dan meminta pendapat saya tentang rencana ijtima Jamaah Tablig di Kabupaten Gowa, Sul-Sel, di tengah merebaknya Covid 19, berikut saya sampaikan pendapat pribadi saya. Semoga pendapat saya ini bisa menjadi pertimbangan bagi semua pihak sehingga dapat mengambil jalan keluar terbaik dan terbijak.

Pertama, dari segi agama memaksakan ijtima atau perkumpulan jelas bertentangan dengan ajaran agama yang selalu mendahulukan keselamatan manusia. Manusia dan keselamatannya menjadi perhatian utama Islam dalam ajarannya.

Jika anda menjalankan agama dan hidup anda terancam maka amalan agama tersebut harus/wajib dibatalkan. Berpuasa Ramadan itu wajib. Tapi jika dalam menjalankannya nyawa pelakunya terancam maka wajib dibatalkan.

Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa penyebaran wabah Corona terutama disebabkan oleh interaksi manusia. Maka jelas ijtima ini bisa dikategorikan membahayakan hidup manusia. Maka tentunya yang Ashkar (paling benar) adalah meninggalkannha. Apalagi pertemuan itu hanya sebuah rencana kelompok Umat yang insya Allah baik. Tapi tidak secara langsung diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.

Kedua, dasar penetapan sebuah hukum agama itu jelas dasarnya. Salah satu yang terpenting adalah bahwa sebuah ketetapan hukum tidak menimbulkan kemudhoratan (bahaya) kepada manusia, apalagi yang sifatnya umum.

Dalam sebuah kaidah disebutkan: "laa dhorar wa laa dhiraar" (tidak berbahaya dan tidak membahayakan).

Berkumpulnya banyak orang sudah menjadi pengetahuan umum berbahaya dan membahayakan. Berbahaya bagi yang hadir di tempat tersebut. Dan juga membahayakan bagi masyarakat umum yang tidak hadir karena sejatinya yang hadir itu akan kembali ke masyarakatnya.

Karenanya ijtima' Tablig itu bisa masuk dalam kategori melanggar sebuah dasar penting dari agama ini.

Ketiga, pertimbangan Islam dalam memutuskan sesuatu selalu berdasar kepada asas manfaat. Atau sebaliknya didasarkan kepada asas menolak mudhorat atau bahaya.

Juga dalam sebuah kaedah agama disebutkan: dhor'ul mafaasid muqoddam alaa jalbil manaafi'. Artinya menolak atau menghalangi kemungkinan terjadinya kerusakan/bahaya itu harus diutamakan dari sekedar pertimbangan mendapatkan kemanfaatan.

Ini yang menjadi salah satu pertimbangan kami di Amerika kenapa untuk sementara masjid-masjid kami tutup dari sholat-sholat jamaah, bahkan Jumatan.

Berjamaah itu manfaatnya besar. Tapi menjaga terjadinya bahaya penularan wabah lebih kami kedepankan ketimbang pahala besar itu. Kami yakin, melakukan ini juga merupakan pintu pahala dari Allah SWT.

Karenanya ijtima Jamaah Tablig di tengah merebaknya wabah Corona ini tidak sejalan dengan kaidah dasar hukum Islam. Sebab jelas mudhorat seolah sengaja dibukakan pintunya.

Keempat, agama Allah ini memilki karakteristik-karakterisik yang luar biasa. Sempurna, imbang, saling terkait dan terikat, serta selalu mengedepankan pertimbangan keilmuan dan rasionalitas.

Jangan atas nama iman dan tawakkal lalu dengan enteng meniadakan pertimbangan-pertimbangan realitas yang ada. Iman dan tawakkal itu bukan buta. Tapi juga berdasarkan keilmuan dan kita rasionalitas.

"Fa'lam annahu laa ilaaha illa Allah" (ketahuilah bahwa tiada Tuhan selain Allah). Itu salah satu ayat yang mengikat keimanan dengan ilmu. Bahwa iman bukan sekedar pertimbangan rasa atau emosi. Tapi keilmuan dan logika.

Ketika Umar membatalkan keberangkatannya ke tanah Syam karena adanya wabah, bukan beliau tidak beriman dengan Qadar Allah. Justeru beliau mengetahui bahwa Qadar Allah itu hanya diketahui ketika sudah menjadi realita di hadapan mata kita. Sebelum menjadi realita Qadar Allah yang lain mengatakan: lakukan ikhtiarmu untuk menghindari keburukan dan bahaya itu.

Karenanya Umar mengatakan: "saya melarikan diri dari Qadar Allah ke Qadar Allah yang lain".

Seorang sahabat yang merasa tawakkalnya besar kepada Allah dengan meninggalkan ontanya tanpa diikat. Kata Rasulullah SAW: "ikat ontamu dulu baru tawakkal".

Karenanya Ijtima' Tablig di Gowa atas nama iman dan tawakkal tanpa menghiraukan imbauan para ahli dan pemerintah bisa saja justeru melanggar makna iman dan tawakkal yang sesungguhnya.

Kelima, agama Islam itu mengedepankan kemanfaatan dan kemaslahatan kepada sesama dan lingkungan. Rasulullah menyampaikan bahwa orang yang terbaik adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada manusia lainnya.

Sebaliknya dikecam Bani Israil dalam Al-Quran karena kenderungan mereka untuk melakukan kerusakan di atas bumi ini. "Latufsidunna fil-Ardhi marrathain" (kamu berbuat kerusakan di atas bumi berulang).

Jika telah menjadi pengetahuan umum bahwa salah satu cara penularan wabah ini adalah dengan berkumpulnya banyak orang, dan tetap dilaksanakan perkumpulan itu maka jelas hal itu melanggar asas etika kemanfaatan. Bahkan lebih bahaya dianggap sengaja menyebarkan kerusakan/bahaya di kepada manusia lainnya.

Keenam, Islam mengajarkan bahwa sesama Muslim itu adalah bersaudara. Dan karenanya jangan saling menyakiti dan menzholimi. "Laa tazhooamu" (jangan saling menzholimi) adalah salah satu pesan Rasul kepada Umat ini.

Ketika kita kita sudah tahu dari informasi yang berdasarkan keilmuan, bahkan telah menjadi kesepakatan umum bahwa berkumpul lalu menyebar berarti kemungkinan ikut menyebarkan wabah tersebut maka kita telah menzholimi manusia di sekitar kita.

Karena itu ijtima Jamaah Tablig ini bisa masuk kategori membawa kezholiman kepada sesama manusia dengan cara menjadi penyebab tersebarnya wabah tersebut. Apalagi kita tahu bahwa Jamaah Tablig itu setelah ijtima akan kembali ke tempat masing-masing. Bahkan yang lebih buruk lagi ketika mereka bertebaran "khuruj" ke berbagai tempat. Maka dengan sendirinya mereka telah membawa wabah itu ke berbagai tempat yang awalnya aman.

Bukankah itu sebuah kezholiman kepada saudara-Saudara sesama Muslim? Saya katakan Muslim karena target Dakwah Jamaah Tablig adalah kantong-kantong Umat Islam di masjid-masjid.

Ketujuh, salah satu ajaran penting agama ini adalah bahwa Umat Islam harus taat kepada pemimpin-pemimpinnya. Tentu ketika pemimpin itu memerintahkannya kepada hal-hal yang tidak menentang Allah dan RasulNya.

Pemimpin daerah Sul-Sel dan Kabupaten Gowa telah mengarahkan agar ijtima itu ditunda. Bukan membatalkan. Maka harusnya panitia sebagai warga yang baik sekaligus Muslim Yang baik harus mentaatinya. Karena anjuran (perintah) itu berdasarkan kemaslahatan peserta ijtima dan warga masyarakat secara umum.

Apalagi memang dalam sebuah tatanan institusi, negara atau daerah, pelaksanaan sebuah acara harus dengan izin dari otoritas. Pertanyaannya apakah ijtima itu telah mengantongi Izin atau tidak? Apalagi ijtima Jamaah Tablig kita kenal melibatkan orang-orang luar Indonesia. Maka seharusnya memang ada koordinasi sekaligus izin dari otoritas atau pemerintah.

Demikian pendapat saya mengenai hal ini. Saya juga adalah bagian dari Jamaah Tablig. Saya pernah khuruj di India dan Pakistan. Bahkan mungkin jauh sebelum mereka yang aktif saat ini. Saya tahu Jamaah Tablig. Dan saya apresiasi usaha-usaha dakwah mereka yang luar biasa karena Allah SWT.

Semoga pendapat saya ini tidak disalah pahami. Kalau sekiranya tidak sependapat, minimal semoga menjadi masukan yang ada manfaatnya, walau secuil.

New York, 18 Maret 2020

*Direktur, Jamaica Muslim Center
* Presiden Nusantara Foundaiton
* Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36


MUI

Must Read!
X