Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.438 views

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

 
Oleh:
 
Andi Rahmat
 
Pelaku Usaha, Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI
 
 
ADA yang unik dan terbilang langka dari paparan lengkap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang disampaikan Kementerian Keuangan dalam konferensi persnya per tanggal 1/04/2020. Garis besar kebijakan itu sendiri sebelumnya sudah  disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
 
Yang unik dan langka itu adalah keterbukaan pemerintah dalam memaparkan resiko makro ekonomi yang mungkin akan kita alami. Dalam model persandingan skenario, pemerintah memaparkan 3 skenario berbeda. Yaitu, "Skenario Normal" yang sama dengan asumsi yang dianut di dalam APBN 2020, "Skenario Berat" dan "Skenario Sangat Berat."
 
Saya ingin mengapresiasi keterbukaan ini. Setidaknya keterbukaan itu membantu kita membaca alam pikiran pemerintah dalam menghadapi krisis ini. Sekaligus juga membuka jendela prediktif bagi pelaku ekonomi dan para ekonom dalam melihat arah perkembangan ekonomi Indonesia.
 
Skenario Normal tentu sudah tidak relevan lagi. Sisa Skenario Berat dan Sangat Berat. Pada dua skenario ini, kunci yang membedakan secara signifikan itu adalah ekonomi rumah tangga (household economy) dan ekonomi pemerintah. Dalam istilah komponen pembentuk PDB, kedua skenario itu bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. 
 
Tapi signifikansinya lebih berat ke arah konsumsi pemerintah. Murni Keynesian. Yang bermakna, inti dari pergeseran skenario ekonomi itu adalah pada kapasitas dan kapabilitas intervensi pemerintah. Dalam Skenario Normal, pemerintah fungsinya sebagai pendorong, alias Tut Wuri Handayani. Dalam skenario Berat dan Sangat Berat, pemerintah adalah lokomotif utama, alias Ing Ngarso Sung Tulodo.
 
Lantas di mana fungsi sektor swasta? Skenario ini menunjukkan ketidakberdayaan sektor swasta dalam menghadapi situasi krisis ini. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mengindikasikan dinamika sektor swasta dalam dua skenario tersebut mengalami pemerosotan tajam. Dari 6,0% dalam situasi Normal, merosot jatuh hingga 1,12% dalam situasi Berat dan -4,22% dalam situasi Sangat Berat. Centang perenang. Terpapar signifikan sebagai korban utama dalam krisis ini; secara ekonomi.
 
Demikian juga dengan ekonomi rumah tangga. Dalam dua skenario tersebut, kurvanya memang tidak securam PMTB, tetapi penurunannya pun juga sangat drastis. Dari 5,0% kontribusi terhadap PDB menjadi masing-masing 3,22% dan 1,60%. Keadaan ini bukan lagi menggambarkan keadaan kontraksi. Tapi keadaan ekonomi yang mengalami krisis. 
 
Di dalam skenario ekonomi makro, 'kekacauan' itu tercermin pada proyeksi pertumbuhan PDB yang bergerak pada 2,3% pada Skenario Berat dan -0,4% pada Skenario Sangat Berat. Perekonomian nasional akan kehilangan lebih dari separuh kapasitas normalnya, atau malah kehilangan keseluruhan kapasitasnya. Demikian juga pada pergerakan nilai tukar yang cepat dan drastis. 
 
Setting kesadaran skenik pemerintah ini, sangat signifikan dalam menakar kapasitas dan kapabilitas pemerintah dalam membuat dan menjalankan kebijakannya. 
 
Pada Skenario Berat, terdapat keyakinan bahwa sumber kapasitas pemerintah masih bisa diandalkan. Pada Skenario Normal, konsumsi pemerintah dipatok di angka 4,3%. Pada Skenario Berat, angka itu bergerak ke atas, 6,83%. Ada upaya yang 'extraordinary' dari pemerintah dalam bentuk tambahan 2,5% konsumsinya. Atau dengan kata lain, untuk tahun 2020 ini saja, pemerintah harus mengupayakan produktifitas kapasitasnya tidak kurang dari 130% kapasitas normalnya. 
 
Mungkinkah itu? Kuncinya ada pada efisiensi dan pembiayaan. Konsistensi dalam menerapkan prinsip efisiensi sepanjang proses ini tidak bisa ditawar-tawar. Ekspansi fiskal diarahkan pada program yang betul-betul bisa menahan laju pemerosotan ekonomi dan sekaligus juga memberi ruang bagi pemulihan ekonomi.
 
Demikian pula dengan pembiayaan. Sampai di sini, saya sendiri was-was pada isu 'keberadaan' sumber. Pasar hutang dunia sungguh akan sesak. Saat ini saja, sudah ada tidak kurang dari US$ 7 Trilliun yang masuk ke dalam pasar dari berbagai upaya counter measure banyak negara dalam menghadapi krisis ini.  
 
Yang potensial dan relatif murah itu adalah kapasitas Bank Indonesia. Tanpa mengabaikan potensi lain didalam negeri. BI adalah game changer dalam urusan ini. Senjata kewenangan yang diberikan oleh Perppu yang baru saja dikeluarkan oleh pemerintah memberi ruang “Open Ended Policy” bagi BI. 
 
Catatannya ialah BI mesti kalkulatif sekaligus juga 'ikhlas' dalam menggunakan cadangan devisanya. Asal tidak mengulangi kekeliruan di era BLBI. IMF memang memiliki standar dalam menilai kekuatan ekonomi suatu negara dari segi cadangan devisanya. Cadangan yang ada sekarang, setahu saya masih 20% di atas batas yang dianggap aman oleh IMF. Tetapi batasan ini tidak relevan dalam soal ini. Kita sesungguhnya sudah di tubir krisis ekonomi. 
 
Sampailah kita pada Skenario Sangat Berat. Menjadi sangat berat karena pemerintah juga tergerus kapasitasnya. Pemerintah hanya sanggup menyediakan 3,73% konsumsinya. Hanya 87% dari kapasitas normalnya. Demikian juga nilai tukar yang menyentuh Rp 20.000/ USD.
 
Kapan itu terjadi? Jika krisis pandemi Covid-19 berlarut-larut tanpa kepastian hingga bulan september,(catatan: NHS/ Kementerian Kesehatan Inggris mendeklarasikan kemungkinan seperti ini), dan pemerintah kewalahan dalam menyediakan sumber pembiayaan. 
 
Mengembalikan kehidupan menjadi normal dengan dampak Covid-19 yang sudah bisa terkontrol, dan menjaga sisi pembiayaan negara (karena otoritas fiskal, moneter dan jasa keuangan  semua di dalamnya) adalah tameng yang membatasi perpindahan skenario-skenario itu. 
 
Pada tahap awal, kebijakan Rp 405,1 Triliun dan Perppu yang melandasi serangkaian langkah yang diambil dan akan diambil pemerintah merupakan "bantalan" yang melegakan. Paket ini cukup memberikan ruang bernafas bagi perekonomian rakyat dan UMKM. Sektor riil, khususnya UMKM memang harus menjadi "champion" dalam paket-paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan maupun yang akan diluncurkan.
 
Paket ini dianggap bisa membuat perekonomian bisa mendarat darurat (crash landing) tapi selamat. Konsumsi rumah tangga dijaga hingga pada batas minimal. Model transfer payment seperti ini memang jadi tren global. Tujuannya mempertahankan momentum konsumsi rumah tangga. Sebagai suatu langkah kebijakan darurat, efeknya tentu terbatas pada penyediaan "bantalan"  perekonomian. 
 
Kita masih menanti paket lanjutan pemerintah. Tentunya pada pembahasan RAPBN 2021 pada bulan Agustus nanti. Yang tahapnya akan dimulai pada pembicaraan pendahuluan di bulan Mei atau Juni. 
 
Akhirnya, kepada Allah SWT jugalah kita berserah diri dan memohon pertolongan. Semoga Allah SWT membimbing kita semua keluar dari krisis ini. Amin. Wallahu‘alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ahad, 27 Sep 2020 21:05

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

Ahad, 27 Sep 2020 20:45

Kasihan Pak Prabowo

Kasihan Pak Prabowo

Ahad, 27 Sep 2020 20:20

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Ahad, 27 Sep 2020 20:00

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Ahad, 27 Sep 2020 17:34

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X