Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.292 views

Puasa dan Belenggu Amarah

 

Oleh:

Fajar Ruddin*

 

RAMADHAN 1441 H menyisakan babak final. Al-asyru al-awakhir yang biasa kita songsong dengan i’tikaf di masjid tahun ini akan berbeda mengingat pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Mau tidak mau, kita akan melepas bulan suci ini dari rumah sebagaimana kita menyambutnya dulu.

Satu hal yang patut kita refleksikan dari Ramadhan yang kita jalani #DiRumahAja adalah terkait outputnya. Allah mewanti-wanti kita dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan puasa adalah agar menjadi orang yang bertaqwa.

Taqwa memilikirincian indikator yang sangat beragam, salah satunya yang tersurat dalam Ali-Imran ayat 134. Allah berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”

Ayat ini adalah penjelasan dari ayat sebelumnya tentang surga yang Allah janjikan bagi para muttaqin. Dalam ayat 134 di atas Allah menjelaskan bahwa salah satu indikator taqwa adalah “al-kadzimin al-ghaydzha” yang diterjemahkan sebagai “orang-orang yang menahan amarah”.

Dalam bahasa Arab, selain diartikan sebagai “orang yang menahan”, al-kadzim juga bisa bermakna “penutup” dari suatu bejana. Kalau bejana telah ditutup dengan kadzim-nya, maka tidak akan ada air yang keluar darinya. Bahkan meski hanya tanda-tanda berupa tetesan.

Ibarat bejana, al-kadzimina al-ghaydzha yang menjadi indikator taqwa juga adalah mereka yang mampu mengendalikan diri dengan paripurna. Sehingga tidak ada kemarahan yang nampak meski hanya berupa tanda-tanda. Tidak ada mata yang melotot, gigi yang gemeletuk, tangan yang mengepal, apalagi kata yang menyayat.

Ini bukan berarti kemarahan itu tidak ada sama sekali. Bukan itu. Sebagai manusia, Allah menganugerahkan kita seperangkat emosi berupa senang, sedih, takut, duka, termasuk juga marah. Tanpa adanya emosi hidup manusia akan hambar, hubungan interpersonal akan kaku, dan drama Korea tidak akan digandrungi.

Akan tetapi, dengan emosi itu juga manusia diuji. Bagaimana manusia mengekspresikan emosi bisa menjadi kebaikan atau keburukan untuk dirinya. Dalam hal ini, Allah menjadikan marah sebagai penguji ketaqwaan seorang hamba.

Ketika manusia marah, sejatinya ia bukan hanya berpotensi mendzhalimi orang lain, melainkan juga dirinya sendiri. Saat marah, otot tubuh manusia akan menegang, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan napas memburu.

Di dalam otak orang yang marah, korteks sebagai pusat logika terpinggirkan perannya, diganti oleh amigdala sebagai pusat emosi. Masalahnya amigdala beraksi tanpa memperhatikan konsekuensinya karena bagian ini tidak terlibat dalam menilai, berpikir atau mengevaluasi.

Oleh karena itu, marah yang dituruti akan membuat manusia kehilangan kontrol atas dirinya sehingga kadang mereka tega melakukan kekejaman. Setelah marah itu reda, yang artinya korteks kembali mengambil alih, barulah mereka menyesali perbuatannya. Hal itu biasanya ditandai dengan kalimat pamungkas “Maaf, saya khilaf”.

Menahan amarah memang tidak mudah. Ketidakmudahan itu bahkan dijadikan acuan kekuatan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dalam haditsnya yang mulia beliau bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu orang yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullaah shallallahu alaihi wa sallam memahami betul bahwa perang terberat bagi manusia adalah melawan hawa nafsu karena perang ini akan terus berkecamuk hingga ajal menjemput. Hal itu dipersulit dengan sikap kita yang cenderung sayang kepada diri sendiri sehingga apa-apa yang bersumber dari hawa nafsu seringkali dituruti.

Padahal jika mau bersabar, hanya butuh 20 menit bagi amarah itu untuk reda (Fennely, Benau, Atchley, 2016). Dua puluh menit yang akan sangat membedakan, apakah kita hidup dengan penyesalan karena menuruti kemarahan atau bahagia karena mendahulukan kesabaran.

Covid-19 dan Potensi Ibadah Ramadhan Kita

Secara teori, Ramadhan di rumah semestinya bisa dilalui dengan lebih mudah karena akses terhadap godaan yang berseliweran di luar rumah menjadi terbatas. Lebih dari itu, rupa-rupa stressor yang berpotensi membuat kita naik darah juga seharusnya semakin terminimalisir. Entah itu stressor di sekolah, kampus, kantor atau jalan.

Artinya kita telah terkondisikan sedemikian rupa agar berhasil menjalani ibadah di bulan suci ini. Setan terbelenggu, lingkungan terkondisikan. Sempurna sudah.

Akan tetapi teori tinggallah teori. Kadang ia hanya berkelebat di alam pikiran, menggumpal dalam bentuk niat, tanpa mewujud dalam laku keseharian. Marah yang das sollen-nya tak akan mudah terpantik sewaktu Ramadhan #DiRumahAja, toh akhirnya menggejala juga.

Ragam stressor harian yang hilang selama #DiRumahAja tersubstitusi dengan stressor lain. Entah mengapa ada saja hal-hal yang memantik tensi, entah itu tugas sekolah anak yang butuh pendampingan, perilaku pasangan yang kadang bikin pening, atau tetek bengek lainnya.

Saya ingat dulu di awal-awal seruan work from home ada banyak meme yang beredar, salah satunya meme transformasi wujud ibu. Hari pertama work from home ibu dianalogikan sebagai boneka yang begitu ramah membersamai anak.

Akan tetapi suka cita itu hanya bertahan di hari pertama saja, karena di hari kedua dan ketiga ibu berubah menjadi macan dan T-Rex. Puncaknya setelah seminggu lebih ibu diibaratkan sebagai naga yang menyemburkan api.

Ya, tentu itu hanya metafora belaka. Tetapi saya rasa ada realitas yang terkandung juga dalam meme tersebut. Bahwa mempertahankan emosi yang socially desirable bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu, menahan amarah digolongkan sebagai ciri ketaqwaan yang beroleh surga. Karena memang susah mempraktekannya. Kalau mudah, mungkin cuma payung cantik hadiahnya.

Di Ramadhan yang telah memasuki sepertiga akhir ini, mari bersama kita tafakuri, adakah cerminan al-kadzimina al-ghaydzha dalam diri kita?

*Pegiat Psikologi Islam, mahasiswa pascasarjana psikologi King Saud University, Riyadh

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas Dalam Bentrokan Dengan Islamic State Di Homs

5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas Dalam Bentrokan Dengan Islamic State Di Homs

Ahad, 17 Jan 2021 21:00

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Ahad, 17 Jan 2021 20:45

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS Di Hari Pertama Menjabat Presiden

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS Di Hari Pertama Menjabat Presiden

Ahad, 17 Jan 2021 20:22

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Ahad, 17 Jan 2021 20:14

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Ahad, 17 Jan 2021 19:54

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Ahad, 17 Jan 2021 19:43

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Ahad, 17 Jan 2021 19:42

Pro Kontra Vaksin

Pro Kontra Vaksin

Ahad, 17 Jan 2021 19:19

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Ahad, 17 Jan 2021 14:30

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Ahad, 17 Jan 2021 11:29

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27


MUI

Must Read!
X