Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.641 views

Wacana Cetak Uang dan Ancaman Inflasi

 

Oleh:

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.

Direktur HRS Center

 

REKOMENDASI Badan Anggaran DPR-RI untuk mencetak uang dengan jumlah fantastis Rp. 600 triliun dalam rangka menyelamatkan ekonomi dari dampak virus corona patut dipertanyakan. Wacana cetak uang ternyata dilontarkan terkait dengan defisit APBN yang melebar di atas 5 persen. Dengan disahkannya Perppu 1/2020 menjadi undang-undang, maka pemerintah memiliki kewenangan untuk mencetak uang.

Berbagai literatur menjelaskan kebijakan mencetak uang tanpa ada underlying asset yang jelas akan berimplikasi terjadinya laju inflasi dan depresiasi mata uang (baca; rupiah). Inflasi merupakan salah satu indikator makro ekonomi yang memiliki hubungan erat dengan nilai tukar. Dapat dikatakan, inflasi merupakan faktor penentu dalam perubahan nilai tukar. Sukirno menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi pada umumnya cenderung untuk menurunkan nilai suatu valuta asing. Kecenderungan seperti ini wujud disebabkan efek inflasi, yakni; pertama, inflasi menyebabkan harga-harga di dalam negeri lebih mahal dari harga-harga di luar negeri. Oleh karena itu inflasi cenderung menambah impor.

Kedua, inflasi menyebabkan harga-harga barang ekspor menjadi lebih mahal, dan oleh karenanya inflasi cenderung pula mengurangi ekspor. Keadaan pada yang tersebut pertama, menyebabkan permintaan ke atas valuta asing bertambah. Keadaan pada yang tersebut kedua, menyebabkan penawaran ke atas valuta asing berkurang. Dengan demikian, harga valuta asing akan bertambah, ini berarti harga mata uang negara yang mengalami inflasi melorot. (Sadono Sukirno, 2013:402).

Sejalan dengan itu, Mankiw mengatakan bahwa tingkat harga yang terjadi di setiap negara tentunya disesuaikan untuk menyeimbangkan jumlah uang yang beredar dan jumlah permintaan uang. Dikatakan demikian, oleh karena nilai tukar nominal bergantung pada tingkat harga. Nilai tukar tersebut juga bergantung pada persediaan dan permintaan uang di setiap negara. Ketika Bank Sentral meningkatkan jumlah uang yang beredar, maka menyebabkan tingkat harga meningkat. Kondisi demikian, menyebabkan mata uang negara tersebut terdepresiasi terhadap mata uang lain di dunia. Dengan kata lain, ketika Bank Sentral mencetak uang dalam jumlah banyak, maka uang kehilangan nilainya untuk membeli barang dan jasa, serta untuk membeli mata uang negara lain. (Gregory N. Mankiw, 2013:198).

Ekonom Unpad Kurniawan mengingatkan, kebijakan mencetak uang akan berdampak sistemik dengan terjadinya penurunan nilai mata uang rupiah dan laju inflasi. Keberlakuannya, menjadi tidak terkendali. Sebagai catatan, mencetak uang tanpa ada underlying asset pernah terjadi pada tahun 1965. Laju inflasi mencapai lebih dari 500%. Hasilnya, ekonomi Indonesia tidak tercatat pulih akibat kebijakan tersebut. Seiring dengan itu, situasi politik semakin tidak menentu.

Pemerintah seharusnya membatalkan berbagai proyek-proyek infrastruktur dan anggaran untuk Ibukota Negara baru. Dengan jumlah yang sangat signifikan dapat digunakan untuk dialokasikan bagi penanganan dampak wabah terhadap ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor informal. Bukan malah sebaliknya, akan menimbulkan masalah baru. Pada gilirannya, tetap saja menjadi beban bagi rakyat di masa yang akan datang.

Regulasi kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan yang pada awalnya didasarkan pada ‘kedaruratan kesehatan masyarakat” akibat pandemik Covid-19 dan dengannya menjadikan sebagai syarat “kegentingan yang memaksa”, telah kehilangan maknanya. Keberadaannya tidak lagi menunjuk pada kepentingan keselamatan jiwa rakyat.  Keberlakuannya memang ‘dengan sengaja’ diperuntukkan untuk perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan. Di dalamnya kepentingan oligarki ekonomi semakin diapresiasi. Refocusing anggaran yang tidak lagi melalui APBN-P 2020, telah menjadikan kekuasaan semakin mendominasi. Seiring dengan itu, fungsi anggaran lembaga legislatif telah dinegasikan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Kamis, 06 Aug 2020 20:30

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 06 Aug 2020 19:45

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kamis, 06 Aug 2020 19:15

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Kamis, 06 Aug 2020 18:50

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Kamis, 06 Aug 2020 18:14

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Kamis, 06 Aug 2020 17:42

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Kamis, 06 Aug 2020 17:39

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Kamis, 06 Aug 2020 17:25

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 16:15

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

Kamis, 06 Aug 2020 16:05

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 15:36

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 14:45

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Kamis, 06 Aug 2020 11:17

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 06 Aug 2020 09:55

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Kamis, 06 Aug 2020 09:19

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Kamis, 06 Aug 2020 06:24

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

Kamis, 06 Aug 2020 05:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X