Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.742 views

Serangan Liberalis pada Kerudung, Serangan pada Ajaran Islam

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

"Agama itu hal yang pribadi," cuit akun dw_indonesia. Selang beberapa lama, ia kembali berkicau mempertanyakan, "Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ia kenakan?"

Akun dw_indonesia pun diserbu netizen. Banyak yang tak setuju dengan pernyataannya. Satu waktu bilang agama hal pribadi, tapi ia sendiri menyerang orangtua yang mengajari anak-anaknya menutup aurat dengan memakai kerudung. Bukankah ini dua hal yang bertentangan?

Tampak bahwa Deutsche Welle (Gelombang Jerman) ini menyerang muslim yang sedang berusaha mempraktikkan ajaran agamanya. Bahkan menyambungkan pernyataannya dengan pendapat beberapa psikolog yang mendukung cuitannya. Seolah pendapat mereka berdasarkan ilmu, bukan serangan tanpa dasar. Tapi, dari pendapat-pendapat yang ada itu, mereka tak meminta tanggapan ulama.

Liberalisme dan Islamophobia

Bukan kali pertama ajaran Islam diserang. Perihal menutup aurat bagi wanita, bepergian tanpa mahram, hak talak, sampai masalah warisan sudah pernah diserang. Jadi, tak aneh jika persoalan berpakaian bagi kaum muslim pun kembali diserang. Serangan ini sengaja dilontarkan oleh mereka agar muslim benci, tak suka pada agamanya sendiri. Juga agar muslim enggan mempraktikkan ajaran agamanya. Semakin jauhlah muslim dari agamanya, dan semakin dekat dengan ide-ide kebebasan yang rusak dan merusak.

Islamophobia pun muncul dari hasil serangan ini. Monsterisasi ajaran islam. Seolah hal yang buruk jika menutup aurat, dan hal yang baik jika bertelanjang atau berpakaian tapi minim bahan. Seolah pemaksaan kala muslimah menutup auratnya, mengekang dan membelenggu dengan pakaiannya. Parahnya, mereka menjual ide ini dengan disandingkan ilmu psikologi yang sumbernya mereka buat sendiri. Sehingga mereka katakan hal buruk akan terjadi kala anak-anak di pakaikan jilbab sejak dini, perkembangannya akan terganggu, dan sebagainya. Padahal, itu hanya asumsi dan spekulasi.

Pembiasaan Taat vs Pembiasaan Bebas

Semua orang sepakat butuh waktu untuk membiasakan diri berbuat baik. Butuh waktu tuk kita bisa terbiasa bangun pagi. Butuh waktu bagi kita tuk bisa sholat tepat waktu. Butuh waktu bagi kita tuk malu kalau membuka aurat. Salah satu hasil studi menyatakan dibutuhkan sekitar 18-254 hari bagi orang untuk membentuk kebiasaan.

Berbuat baik butuh pembiasaan, berbuat tidak baik pun berdasarkan pembiasaan. Terserah kita mau ikut pembiasaan baik atau buruk. Mari kita bandingkan. Jika sejak dini sudah diedukasi jika muslimah itu mulia di hadapan Allah, muslimah itu istimewa dalam Islam. Karena kemuliaan dan keistimewaannya inilah ada aturan untuk menutup aurat. Memakai pakaian yang sopan, rapi, tidak membentuk lekuk tubuh. Insyaallah, jika istiqomah dibiasakan hingga baligh, maka ketika baligh ia takkan tergoda untuk mencicipi baju seksi untuk dipakai keluar rumah. Malu kala aurat terbuka, malu jika auratnya terlihat yang lain. Itulah yang tertanam dalam diri anak-anak.

Lain halnya jika dibiasakan memakai pakaian seksi atau kurang bahan sejak kecil. Biasa memperlihatkan lekuk tubuhnya. Biasa memperlihatkan lengan, juga pahanya. Maka, ketika usia remaja, usia dewasa, ia pun akan biasa saja memperlihatkan lekuk tubuhnya kepada orang lain.

Zaman sekarang, zaman penuh kemaksiatan, bahaya akan datang menghampiri mereka yang terbiasa berpakaian minim. Ada pedofilia mengintai. Setelah remaja dan dewasa konsep bebas dan suka-suka gue jadi pembenaran dalam beraktivitas. Sehingga peluang gaul bebas semakin terbuka lebar. Atau bisa jadi korban pelecehan seksual. Na'udzubillah.

Menutup Aurat, Benarkah Paksaan?

Mungkin kaum liberal ini lupa, saat kecil apa saja yang dibiasakan oleh orangtuanya. Bayangkan jika anak kecil diminta untuk memilih makanan. Maka, mereka akan lebih memilih es krim, coklat, permen dibandingkan sayur, buah, lauk lainnya. Tapi, orangtua kita mendidik kita bahwa tak baik jika makan terlalu banyak es krim, coklat atau permen. Bisa mengakibatkan kerusakan gigi, jadi "sugar rush", dan sebagainya. Akhirnya, walau pun terpaksa, kita tetap makan sayur, buah dan lauk.

Begitu pun dengan menutup aurat. Orangtua yang sayang anaknya, akan membiasakan anaknya tuk taat sejak dini. Karena mereka paham bahwa ketaatan butuh pembiasaan. Walau bisa jadi awalnya mengeluh, tapi dengan kesabaran orangtua, akhirnya anak-anak sendiri yang akan merasa malu, tak nyaman jika tak menutup auratnya di hadapan orang.

Tentu orangtua perlu ilmu dalam berbahasa, berkomunikasi dengan anak-anak. Mendidik tanpa mata yang melotot atau teriakan. Karena Rasul pun mencontohkan mendidik dengan kasih sayang dan Cinta. Jangan lupakan usapan, belaian lembut pada ananda. Juga do'a dalam setiap sujud kita.

Akhiri Serangan Liberalis

Serangan semacam ini akan terus bergulir karena mereka berlindung dalam prinsip kebebasan berpendapat yang dipayungi hukum negara ini. Lain cerita jika pemerintah menyandarkan pembuatan aturan kepada Allah. Standar halal haram perbuatan, peraturan pun lahir dari sini.

Islam mewajibkan negara menjaga aqidah umat, termasuk menjaga umat kala melaksanakan ajaran agama.

Serangan terhadap agama akan ditindak tegas, karena mengkriminalisasi ajaran Islam sama artinya dengan mengingkari islam. Penindakan tegas ini akan membuat yang lain berpikir seribu kali untuk menyerang agama Islam.

Teringatlah dengan suatu kisah, kala negeri Perancis berniat akan mengadakan teatrikal yang isinya menyerang Rasul dan Islam. Segera, Khalifah saat itu mengirimkan utusan dan memberikan peringatan. Jika Perancis tidak membatalkan rencananya mengadakan teatrikal tersebut, maka bersiaplah untuk berperang melawan pasukan muslim. Hasilnya, Perancis pun mengundurkan niatnya menyerang Rasul dan ajaran Islam lewat teatrikal.

Rindu kami pada sistem yang bisa menjamin dalam pelaksanaan ajaran Allah, sang Pencipta semesta alam. Semoga segera datang kemenangan bagi kaum muslimin dengan diterapkannya Islam sebagai sistem kehidupan. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59


MUI

Must Read!
X