Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.929 views

Anggota Keluarga Pejuang Taliban Diusir Dari Lembah Swat

Peshawar (Voa-Islam.com) - Hanya karena mereka merupakan keluarga dari orang-orang yang di duga sebagai pejuang Islam Taliban, dewan lokal mengusir keluarga-keluarga tersebut dari lembah Swat Pakistan. Dengan alasan keamanan pihak militer pakistan kemudian mengumpulkan mereka di sebuah kamp yang di jaga oleh puluhan polisi dan tentara. Meskipun terlihat aman, namun mereka tidak dapat keluar masuk kamp tempat tinggal mereka tanpa izin dari pihak keamanan, sehingga ini bisa menimbulkan kecurigaan bahwa mereka di usir dan dikumpulkan di satu kamp yang di jaga militer agar mereka bisa terus-menerus diawasi.

Sekitar 130 orang keluarga dari orang-orang yang diduga pejuang Taliban telah diusir dari lembah Swat Pakistan dan sekarang tinggal di sebuah kamp yang dijaga oleh militer, kata para pejabat dan saksi mengatakan.

Pihak militer yang memerangi Taliban dari distrik barat laut Pakistan tahun lalu dan yang saat ini bertanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut mengatakan para keluarga itu di usir oleh dewan lokal atau jirga karena keluarga mereka (pejuang Taliban) menolak untuk menyerah.

"Ada sekitar 25 keluarga dan 130 individu," kata Kolonel Akhtar Abbas, seorang juru bicara militer di Swat, kepada AFP melalui telepon.

"Jirga mengusir orang-orang ini karena ada ketakutan bahwa mereka masih memberikan dukungan kepada pejuang Taliban dan pembunuhan yang di targetkan dimulai di daerah tersebut," kata juru bicara itu.

..Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir..

Keluarga-keluarga tersebut diusir keluar setelah tenggat waktu 20 Mei bagi para pejuang Taliban untuk menyerah berakhir dan militer mengumpulkan mereka ke kamp dengan alasan "atas dasar kemanusiaan", kata Abbas.

Beberapa pembunuhan baru-baru ini telah mencapai target anggota komite perdamaian lokal dan para tetua masyarakat di daerah Kabal Swat utara, yang dianggap sebagai basis Taliban sebelum serangan tentara.

Para pria, wanita dan anak-anak tinggal di tenda-tenda di sebuah kamp pengungsi Afghanistan di Palai mantan, daerah tandus dan pegunungan di wilayah Malakand, sekitar 130 kilometer (80 mil) utara Peshawar, kata saksi.

Salah satu wartawan lokal yang mengunjungi wilayah itu mengatakan mustahil untuk memasuki atau meninggalkan kamp tanpa izin dari militer dan bahwa tempat itu dijaga ketat oleh puluhan polisi dan tentara.

Pihak militer mengatakan kepada AFP pada Selasa bahwa tidak akan mungkin untuk mengunjungi kamp setidaknya selama beberapa hari.

Petugas koordinasi distrik lokal Marwat Javed mengatakan keluarga-keluarga tersebut sedang disimpan di "tahanan perlindungan" untuk keamanan mereka sendiri karena mungkin operasi militer akan segera terjadi di Kabal.

"Ada ketakutan bahwa keluarga-keluarga tersebut memberikan informasi atau mendukung pejuang Taliban. Itulah sebabnya mereka telah dipindah di sini dan dimasukkan ke dalam kamp, "kata Marwat kepada AFP.

..Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum..

Ketika ditanya apakah "penahanan" terhadap orang terlantar adalah sah, Marwat menjawab: "Situasinya sangat tegang dan orang-orang marah. Ada ketakutan bahwa orang-orang ini akan memberikan informasi dan dukungan kepada para pejuang Taliban".

Ketika dihubungi oleh AFP, kementerian informasi dari provinsi barat laut Pakistan Khyber Pakhtunkhwa (KP) provinsi, Mian Iftikhar Hussain menolak memberikan komentar.

Namun Komisi Hak Asasi Manusia independen Pakistan (HRCP) yang mengkritk pengusiran mengatakan hal itu pelanggaran hukum karena mengusir keluarga militan dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap dewan suku.

"Ini melanggar hukum. Seseorang yang berdomisili di suatu daerah tidak dapat dikeluarkan, "kata Kamran Arif, wakil presiden HRCP provinsi KP.

"Kami menentang hukum tanggung jawab kolektif. Jika seseorang menjadi pejuang militan, keluarganya tidak seharusnya dihukum, "kata Arif kepada AFP.

"Lashkar (milisi lokal) atau dewan kesukuan tidak memiliki wewenang untuk mengusir atau menghukum siapa saja dan pemerintah harus mengambil tindakan terhadap itu," tambahnya . - AFP

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Erupsi Semeru dan Evaluasi Sistem Mitigasi

Erupsi Semeru dan Evaluasi Sistem Mitigasi

Rabu, 08 Dec 2021 15:39

Kekerasan Seksual Merajalela, Apa yang Salah?

Kekerasan Seksual Merajalela, Apa yang Salah?

Rabu, 08 Dec 2021 15:23

Cacat Logika Kaum Amoral-Liberal dalam Kasus Randi-Novia

Cacat Logika Kaum Amoral-Liberal dalam Kasus Randi-Novia

Rabu, 08 Dec 2021 14:37

Seorang Tersangka Pembunuh Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Ditangkap Di Prancis

Seorang Tersangka Pembunuh Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Ditangkap Di Prancis

Rabu, 08 Dec 2021 09:40

Wujudkan Organisasi Profesional dan Akuntabel, MUI Kembali Raih Sertifikat ISO

Wujudkan Organisasi Profesional dan Akuntabel, MUI Kembali Raih Sertifikat ISO

Rabu, 08 Dec 2021 08:46

Prancis Akan Tutup Klub Malam dan Diskotek Selama Sebulan untuk Cegah Lonjakan Kasus Virus Corona

Prancis Akan Tutup Klub Malam dan Diskotek Selama Sebulan untuk Cegah Lonjakan Kasus Virus Corona

Selasa, 07 Dec 2021 20:40

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook 150 Miliar USD Terkait Genosida Myanmar

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook 150 Miliar USD Terkait Genosida Myanmar

Selasa, 07 Dec 2021 20:08

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Selasa, 07 Dec 2021 19:51

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Selasa, 07 Dec 2021 19:35

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Selasa, 07 Dec 2021 17:35

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Selasa, 07 Dec 2021 15:05

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Selasa, 07 Dec 2021 12:50

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Senin, 06 Dec 2021 22:19

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Senin, 06 Dec 2021 21:31

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Senin, 06 Dec 2021 20:13

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Senin, 06 Dec 2021 20:10

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Senin, 06 Dec 2021 19:15

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 06 Dec 2021 16:59

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Senin, 06 Dec 2021 14:49

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Berkaca Pada Pola Pendidikan Rasulullah Saw

Senin, 06 Dec 2021 14:31


MUI

Must Read!
X