Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.285 views

Inilah Sikap Resmi Al-Azhar Terkait Pembantaian Muslim Rohingya

KAIRO, MESIR (voa-islam.com) - Otoritas tertinggi Muslim Sunni di dunia, Al-Azhar Mesir, mengecam keras serangan brutal terhadap kaum Muslimin Rohingya di Rakhine. Dalam pernyataan resminya terkait masalah itu, Al-Azhar lewat Grand Syaikhnya Dr. Ahmad Thayib menegaskan bahwa apa yang dialami oleh Muslim Rohingya, mengingatkan kita dengan tabiat binatang buas di hutan belantara.

Berikut pernyataan lengkap Al-Azhar soal tragedi kemanusiaan Rohingya:

Selama beberapa hari terakhir, melalui media dan jejaring sosial dunia telah menyaksikan gambar-gambar yang sangat mengerikan terkait aksi-aksi pembunuhan, pengusiran, pembakaran, genosida dan pembantaian sadis yang merenggut nyawa ratusan wanita, anak-anak, pemuda dan orang-orang lanjut usia yang terjebak di wilayah Rakhine, Myanmar.  

Pemerintah setempat memaksa mereka untuk pergi dari wilayah tempat tinggal mereka di bawah tekanan serangan bersenjata yang sangat biadab, yang tidak pernah dikenal oleh sejarah manusia sebelumnya. Diantara mereka ada yang meninggal dunia karena lelahnya perjalanan, kelaparan, kehausan dan sengatan terik matahari yang membakar. Diantara mereka juga ada yang ditelan gelombang ombak setelah melarikan diri ke jalur laut.

Sungguh kejadian yang sangat tragis dan tidak manusiawi ini tidak akan terjadi jika hati nurani dunia internasional tidak mati dan mereka yang memilikinya masih ada. Dan itu semua membuat sirna nilai-nilai moralitas dan kemanusiaan. Dengan kematian hati nurani itu, suara-suara yang selama ini menyuarakan keadilan, kebebasan dan hak-hak manusia pun bungkam, hening seperti di kuburan.

Dan semua perjanjian internasional yang dibuat untuk melindungi hak-hak manusia serta keselamatan sebuah bangsa dan haknya untuk hidup di atas tanahnya; semua itu hanya menjadi tinta di atas kertas. Bahkan semua perjanjian itu hanyalah dusta yang tak sebanding dengan harga tinta yang dibuat untuk menuliskannya.

Sekedar kutukan tidak akan memberikan dampak positif apapun di hadapan fakta genosida sadis terhadap Muslim Rohingya, dimana hal ini mengingatkan kita kepada praktik kebiadaban yang terjadi di hutan belantara. Demikian juga seruan malu-malu yang terus didengungkan oleh organisasi-organisasi internasional dan kemanusiaan untuk menyelamatkan Muslim Rohingya dari agresi tentara dan pemerintah Myanmar; menjadi sia-sia dan membuang-buang waktu. Dan kami sangat yakin sekali semua organisasi internasional ini akan mengambil sikap yang berbeda, tegas dan cepat seandainya warga yang menjadi korban ini beragama Yahudi, Kristen, Budha atau penganut agama apapun selain agama Islam.

Dengan bekerjasama dengan Majelis Hukama Muslimin, Al-Azhar telah berusaha untuk memediasi pihak-pihak yang berkonflik dan mendekatkan pandangan yang bertentangan di Rakhine. Hal itu dilakukan oleh Al-Azhar di awal tahun ini, bertempat Kairo, ketika menjamu sejumlah pimpinan pemuda yang mewakili semua agama dan etnis di Myanmar,termasuk biksu dan pemuka berbagai agama. Itu sebagai langkah awal untuk menempatkan isu tersebut di jalan menuju perdamaian.

Namun beberapa pemimpin agama di Myanmar tidak mengindahkan sama sekali upaya yang telah dilakukan oleh Al-Azhar ini. Mereka membiarkan hati nurani mereka untuk bersekongkol dengan para ekstremis dari barisan militer bersenjata pemerintah Myanmar, untuk melakukan genosida dan pembersihan etnis muslim, dengan cara yang sangat sadis dan tidak manusiawi. Dan sikap yang tidak sesuai dengan ajaran agama manapun ini akan menjadi catatan sejarah yang buruk bagi Myanmar yang tidak akan terhapus oleh waktu.

Berangkat dari rasa tanggungjawab keagamaan dan kemanusiaan serta komitmen dan misi internasionalnya, Al-Azhar tidak mungkin hanya berpangku tangan terhadap aksi-aksi brutal yang tidak manusiawi ini. Al-Azhar akan memimpin gerakan kemanusiaan di kawasan Arab, dunia Islam dan dunia internasional untuk menghentikan pembantaian yang harganya hanya ditanggung oleh umat Islam di Myanmar.

Sekarang Al-Azhar meminta kepada seluruh badan dan organisasi internasional serta lembaga-lembaga hak asasi manusia di dunia agar menunaikan kewajibannya dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelidiki kejahatan yang sangat keji ini. Juga mencari para pelakunya, untuk kemudian dibawa ke Pengadilan Internasional untuk diadili sebagai penjahat perang atas kekejaman mereka. Semua pihak harus benar-benar memperhatikan bahwa kejahatan semacam ini merupakan faktor terkuat untuk mendorong munculnya kejahatan terorisme yang menimpa seluruh umat manusia.

Dari sini: dari Mesir jantung Arab dan Islam, dan dari Al-Azhar, kami menyerukan seruan kemanusiaan agar Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya Dewan Keamanan, segera mengambil tindakan. Dan sebelum itu semua, kami juga menyerukan kepada seluruh pengambil kebijakan di negara-negara Arab dan Islam, agar mengerahkan segala upaya untuk memberikan tekanan politik dan ekonomi agar pemerintah Myanmar kembali ke jalan yang benar dan menghentikan kebijakan diskriminatif rasial yang didasarkan pada perbedaan agama di antara warga negara.

Al-Azhar juga tidak lupa untuk mengungkapkan penyesalannya terhadap sikap paradoks dari orang yang memegang hadiah Nobel Perdamaian di salah satu tangannya, namun dengan tangannya yang lain memberikan restu terhadap semua kejahatan yang meletakkan “perdamaian” dalam sapuan angin, sehingga menjadikannya hanya sekedar kata tanpa makna.

Terakhir, kami ingin mengatakan kepada saudara-saudara kami di Myanmar: teruslah berjuang untuk menghadapi serangan brutal ini. Kami bersama kalian, dan kami tak akan pernah mengecewakan kalian. Allah akan menolong kalian. Ketahuilah bahwa “…..sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Yunus: 81), “Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 227)[ah/ruwaqazhar.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X