Senin, 01 Feb 2010

Atas Nama Cinta, Jangan Dekati Zina!

“Dan janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’:32).

Sobat muda, ayat di atas sengaja saya tampilkan di awal bulan Februari ini. Why alias mengapa? Karena di bulan ini ada suatu perayaan atas nama cinta yang bernama Valentine. Cinta ditunggangi dan disalahgunakan untuk aktivitas yang cenderung mendekati zina atau bahkan zina itu sendiri. Na’udzubillah.

Zina itu adalah suatu jalan yang buruk dan termasuk ke dalam salah satu dosa besar. Jangankan melakukan zina sendiri, sedangkan mendekatinya saja sudah jelas-jelas dilarang dalam Al-Qur’an yang merupakan firman Allah langsung. Pintu-pintu yang mengarah kepada perbuatan maksiat ini dengan tegas ditutup. Pintu-pintu yang mengarah kepada upaya mendekati zina diantaranya adalah berdua-duaan dengan lawan jenis yang non mahrom.

Dari Jabir Bin Samurah RA, dari Rasulullah SAW: “Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya” (Hadith riwayat Ahmad dan Tirmidzi).

Hadits ini secara jelas melarang aktifitas khalwat atau berdua-duaan dengan non mahram. Karena sungguh, pihak ketiga dari dua anak manusia yang berlainan jenis adalah syaitan yang jejingkrakan karena telah berhasil menghasut anak manusia untuk mendekati zina.

Syaitan akan menghembuskan bisikan-bisikan lembut agar kedua orang ini melakukan sesuatu yang lebih. Mereka yang semula cuma ngobrol sebentar, jadi punya topik lain agar ngobrolnya lebih lama. Kalo ngobrolnya bisa lebih lama, maka memandang si dia juga bisa lebih lama dan puas. Apakah syaitan akan berhenti menggoda hanya dengan saling memandang yang belum halal satu sama lain? Tentu tidak!

...Syaitan akan membuat indah sesuatu yang belum halal dilihat itu. Yang perempuan jadi terlihat jauh lebih cantik, dan yang laki-laki terlihat jadi lebih tampan juga. Degup jantung dibuat lebih cepat karena syaitan telah meniupkan nafsu...

Syaitan akan membuat indah sesuatu yang belum halal dilihat itu. Yang perempuan jadi terlihat jauh lebih cantik daripada biasanya, dan yang laki-laki terlihat jadi lebih tampan juga. Degup jantung dan desiran darah dibuat lebih cepat karena syaitan telah meniupkan nafsu pada masing-masing bani Adam ini. Dari yang semula ngobrol dan saling pandang, jadi ingin menyentuh tangannya. Tak puas hanya tangan yang disentuh, syaitan pun mengajak-ajak agar menyentuh yang lain-lainnya.

Peluang melakukan zina dalam hal ini terbuka lebar karena memang manusia sendirilah yang mengundang syaitan untuk jad pihak ketiga mereka. Tidak ada mahrom bagi si perempuan semakin memudahkan mereka melakukan maksiat yang lebih hot lagi. Bila nafsu birahi menguasai, maka akal sering jadi lupa diri. Keimanan pun meluncur anjlok dikalahkan nafsu dan bisikan syaitan akibat perbuatan manusia sendiri. Dalam kondisi ini, syaitan bertepuk tangan dan tertawa kegirangan karena akan bertambah lagi teman mereka untuk menghuni neraka. Na’udzubillahiminzalik.

Sungguh benar Islam sebagai dien dan the way of life untuk melakukan tindakan preventif alias pencegahan agar jangan sampai terjadi perzinaan. Ibarat penyakit, jauh lebih baik mencegah daripada mengobati. Senyampang kamu masih sehat, jangan coba-coba deh dekat-dekat dengan penyakit zina ini. Bulan February biasanya memang menjadi bulan pelegalan untuk aktivitas semacam ini. Jadi mulai sekarang, cegah dirimu dan orang-orang terdekatmu agar tetap sehat dengan syariat dan jauh dari zina ya. Tetap semangat! ^_^

[ria fariana/voa-islam.com]

Baca artikel terkait:

  1. Korban Valentine's Day: Rayakan Hari Kasih Sayang, Siswi SMP Digilir 4 Pria Bejat
  2. Pelajar SD Hingga SMA Sepakat Tolak Valentine's Day
  3. Bualan Valentines Day
  4. Rayakan Valentine's Day, Meniru Orang kafir..!!
  5. Say No To Valentine Day !
  6. Haram Merayakan Valentine's Day
  7. Brunei: Hari Valentine Bukan Untuk Umat Islam
  8. Valentine's Day, Gak Keren..!!
  9. Valentine's Day: Atas Nama Cinta, Jangan Dekati Zina!
Share this post..
relatednews
latestnews
advertorialinfo advertorial >>

Yayasan Al Mustadh'afiin adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan, da'wah, dan sosial. Berdirinya lembaga ini dilatar-belakangi oleh keprihatinan mendalam atas nasib kaum Muslimin perkotaan yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Mereka tinggal di perkampungan kumuh dan padat, di pinggiran rel kereta api, kolong jembatan, dan emperan pertokoan. Mata pencaharian mereka umumnya adalah pemulung, pengemis, buruh, pengamen, pengojek, dan lain-lain.

Kondisi kehidupan yang demikian itu menyebabkan timbulnya berbagai penyakit
sosial dan rentan terhadap pemurtadan. Yayasan Al Mustadh'afiin hadir ke tengah-
tengah mereka dengan berbagai program pembinaan dan penyantunan.

Hingga saat ini Yayasan Al Mustadh'afiin yang didirikan sejak tahun 1987 sudah membina 18 perkampungan atau lokasi. Untuk wilayah Jakarta saja ada 10 wilayah binaan seperti Kampung Muka Ancol (belakang Pusat  Perbelanjaan Mangga Dua), Bongkaran Tanah Abang, Cilincing, Pela-pela Tanjung Priok, Cipinang Besar Selatan (CBS) Lapangan, CBS Samsat, cipinang Besar Utara, Prumpung, Bantaran Sungai Ciliwung Condet, dan Pedati.

Di lokasi tersebut dibangun musholla yang juga digunakan untuk majlis ta'lim, TK, dan TPA. Disamping itu yayasan ini juga memberikan beasiswa kepada pelajar SD, SMP, SMA, Pesantren, dan Perguruan Tinggi khusus untuk para calon guru.

Pada masa liburan, yayasan menyelenggarakan Pesantren Kilat, Khitanan Massal, Bazar/Pasar Murah, dan Kursus-kursus ketrampilan.

Untuk terpeliharanya keberlangsungan program pembinaan tersebut, maka
diperlukan partisipasi anda baik secara moril maupun materiil.

Bantuan bisa disampaikan ke Bank Muamalat Indonesia No. 301.00432.10 atas nama Yayasan Al Mustadh'afiin.

Jazakumullah khairan katsiiran.