Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
44.910 views

Ulin Yusron & Butet Ikuti Jejak Wimar Witoelar Memaki Lawan Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Meski Wimar Witolear telah dipolisikan Muhamadiyah, namun langkah memaki lawan politik Jokowi itu tak membuat kubu Jokowi membully lawannya. Langkah black camapign ini diikuti wartawan eks Beritasatu Ulin Yusron dan budayawan Butet Kartaredjasa. Apakah ini bentuk kepanikan takut jagoannya kalah?

Sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melaporkan Wimar ke Mapolda Metro Jaya. Tindakan Wimar yang mengunggah gambar dinilai menghina Muhammadiyah karena di dalamnya terdapat lambang Muhammadiyah.

Wimar mengaku tidak ingin memperbesar masalah ini. Permintaan maaf ke Muhammadiyah secara langsung juga telah dia lakukan dan disebar di media sosial. "Saya berhubungan baik dengan Muhammadiyah sejak menjadi aktivis mahasiswa. Saya juga berkawan baik dengan Pak Syafi'i Ma'arif, Pak Amien (Rais), dan Pak Din (Syamsudin)," ujarnya.

Pada gambar tersebut Wimar menulis istilah 'Gallery of Rogues, kebangkitan Bad Guys' yang seolah-olah gambar tersebut menuduh Muhammadiyah sebagai bajingan, kemudian kelompok bad guy. Untuk itu, Dahnil melaporkan Wimar atas tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik sesuai KUHP juga pelanggaran UU ITE.

Kini Ulin Yusron & Butet Ikuti Sumpah Serapah Ala Wimar

Perang terhadap dua calon presiden yang di media sosial (medsos) seperti facebook dan twitter nampaknya kian hari kian memanas. Bahkan tokoh sastrawan sekaligus pelawak Butet Kartaredjasa pukul 11.17 WIB pada Kamis (26/06) dan Ulin Yusron jam 15.04 WIB pada Sabtu (28/6), dianggap tim dari Juru bicara kampanye media sosial Prabowo Hatta Noudhy Valdryno sangat meresahkan.


Pasalnya menurut Ryno kalau sebagai tokoh yang dikagumi oleh banyak orang dan sebagai wartawan yang juga adalah mantan pemimpin redaksi media Berita Satu, Butet dan Ulin seharusnya memberi contoh cara berkampanye yang baik kepada masyarakat umum. Apalagi sekarang sudah menjelang bulan Ramadhan.

Dalam twitnya Butet mengolok para pemilih calon presiden nomor urut satu sebagai “orang belum waras”. Sedangkan Ulin dengan akun @ulinyusron menuliskan “Si fasis, penculik, pemberang #PraharaBocor” sambil menyertakan gambar suntingan wajah Prabowo yang diberi kumis dan seragam ala Hitler.

"Kedua pendukung Joko Widodo ini tidak sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia. Prabowo Subianto selalu mengatakan, pribadi bangsa kita adalah tenggang roso. Silih asah, silih asih, silih asuh – bukan saling curiga, saling benci, saling mengejek. Olokan pak Butet yang mengolok pemilih pak Prabowo sebagai orang gila tidak sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia. Demikian juga dengan suntingan gambar yang diterbitkan pak Ulin” ujar Ryno saat dihubungi wartawan, Minggu (29/6).

Kepada awak media, Ryno mengajak pengguna media sosial untuk berkampanye dengan sehat. “Tidak menyebar fitnah, tidak menyebar kebencian, tidak menyebar olokan. Kita bangsa besar. Mari kita kampanye gagasan, bukan olokan. Saya percaya siapa yang menyebar olokan, akan rugi sendiri” tutup Ryno.

Melalui akun Twitternya @masbutet, Butet Kartaredjasa menunjukkan keberpihakannya kepada Joko Widodo dengan mengolok pendukung Prabowo Subianto. Dalam Twitternya, Butet mengatakan, “OBRAL!!! KHUSUS YG BLM WARAS. PILIH 1 dpt bonus: 1. Kemewahan utk kuda. 2. Lumpur utk rakyat. 3. Korupsi bersama sapi.”.

Dalam Twitternya, Butet mengatakan, “OBRAL!!! KHUSUS YG BLM WARAS. PILIH 1 dpt bonus: 1. Kemewahan utk kuda. 2. Lumpur utk rakyat. 3. Korupsi bersama sapi.”.

Sebut 'Bajingan', Wimar Witoe​lar Harus Minta Maaf Pada PP Muhammadiyah Selengkapnya disini

Seperti dilansir situs Muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa secara organisatoris, Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berusia lebih dari satu abad ini secara konsisten bersikap netral terhadap persolaan hiruk pikuk perhelatan akbar bangsa tercinta.

Terlebih dalam hal dukung mendukung. Dalam hal ini Muhammadiyah meminta pihak-pihak baik secara individu maupun partai politik serta tim sukses calon presiden dapat kiranya menghormati ketetapan Muhammadiyah, secara khusus terkait semakin memanasnya dinamika politik ditanah ibu pertiwi jelang pilpres 9 Juli mendatang.

Wimar Witoelar dilaporkan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak karena mengunggah foto provokatif di akun Facebook miliknya. Wimar pun dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE).
 
Menurut Dahnil, laporan tersebut dibuat karena desakan dari umat Muhammadiyah yang geram dengan perbuatan Mantan Juru Bicara Eks, Presiden Abdurahman Wahid itu.

"Komunikasi dengan WW tidak ada. Laporan hari ini karena desakan dari umat Muhammadiyah sangat besar karena ini adalah penistaan terhadap Muhammadiyah," ujar Dahnil kepada wartawan di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Kata dia, Muhammadiyah suatu organisasi yang sudah tua daripada Kemerdekaan Indonesia.

"Muhammadiyah sudah bekerja untuk Indonesia cukup lama, dan penghinaan itu cukup menyakitkan bagi Muhammadiyah di seluruh Indonesia," tutupnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Wimar Witoelar yang merupakan bekas juru bicara mantan Presiden, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu telah memposting sebuah foto di akun Facebooknya. Foto itu memerlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme.   

Kampanye Hitam Bentuk Ketidakberdayaan Politik

Pada akhirnya kampanye hitam atas sosok capres cawapres bukan saja sebagaimana yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi menunjukkan tidak pedenya capres cawapres melainkan bentuk ketidakberdayaan politik capres cawapres yang akan maju ke pilpres mendatang. Bukan tidak mungkin jika kampanye hitam ini berjalan secara sistematis maka kekhawatiran BIN yang diwakili oleh Marciano akan benar-benar terjadi. Yakni terjadinya krisis kepercayaan terhadap kedua capres cawapres yang berimplikasi ketidakpercayaan terhadap pilpres. Salah satu faktor ketidakberdayaan capres cawapres adalah bahwa capres cawapres hanyalah pioneer di dalam sebuah permainan politik yang melibatkan banyak pihak. Antara parpol yang berkoalisi dengan para elitnya, sponsor parpol, dan kekuatan-kekuatan intervensi asing. Ditambah dalam kondisi kran keterbukaan politik yang begitu luas saat ini maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa permainan politik nasional bebas dari intervensi asing melalui para agennya di berbagai lembaga negara dan pemerintah. Apalagi fakta ketergantungan ekonomi yang besar lewat hutang luar negeri yang terus membumbung tinggi tidak bisa dibantah telah menjadi bukti. Dimana hutang itu senantiasa dihiasi oleh beragam prasyarat-prasyarat jika akan direschedulling apalagi dimoratoriumkan. Terlalu pagi berharap munculnya pemimpin yang memiliki keberanian politik untuk mengatakan STOP Intervensi Asing melalui hutang dan eksploitasi kekayaan sumber daya alam. Yang paling mungkin dilakukan oleh pemimpin mendatang hanyalah renegosiasi atas kontrak kerjasama investasi asing. - See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/06/09/30840/kampanye-hitam-pilpres-wujud-ketidakberdayaan-politik/#sthash.WWoaFNDr.dpuf
Pada akhirnya kampanye hitam atas sosok capres cawapres bukan saja sebagaimana yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi menunjukkan tidak pedenya capres cawapres melainkan bentuk ketidakberdayaan politik capres cawapres yang akan maju ke pilpres mendatang. Bukan tidak mungkin jika kampanye hitam ini berjalan secara sistematis maka kekhawatiran BIN yang diwakili oleh Marciano akan benar-benar terjadi. Yakni terjadinya krisis kepercayaan terhadap kedua capres cawapres yang berimplikasi ketidakpercayaan terhadap pilpres. Salah satu faktor ketidakberdayaan capres cawapres adalah bahwa capres cawapres hanyalah pioneer di dalam sebuah permainan politik yang melibatkan banyak pihak. Antara parpol yang berkoalisi dengan para elitnya, sponsor parpol, dan kekuatan-kekuatan intervensi asing. Ditambah dalam kondisi kran keterbukaan politik yang begitu luas saat ini maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa permainan politik nasional bebas dari intervensi asing melalui para agennya di berbagai lembaga negara dan pemerintah. Apalagi fakta ketergantungan ekonomi yang besar lewat hutang luar negeri yang terus membumbung tinggi tidak bisa dibantah telah menjadi bukti. Dimana hutang itu senantiasa dihiasi oleh beragam prasyarat-prasyarat jika akan direschedulling apalagi dimoratoriumkan. Terlalu pagi berharap munculnya pemimpin yang memiliki keberanian politik untuk mengatakan STOP Intervensi Asing melalui hutang dan eksploitasi kekayaan sumber daya alam. Yang paling mungkin dilakukan oleh pemimpin mendatang hanyalah renegosiasi atas kontrak kerjasama investasi asing. - See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/06/09/30840/kampanye-hitam-pilpres-wujud-ketidakberdayaan-politik/#sthash.WWoaFNDr.dpuf
Pada akhirnya kampanye hitam atas sosok capres cawapres bukan saja sebagaimana yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi menunjukkan tidak pedenya capres cawapres melainkan bentuk ketidakberdayaan politik capres cawapres yang akan maju ke pilpres mendatang. Bukan tidak mungkin jika kampanye hitam ini berjalan secara sistematis maka kekhawatiran BIN yang diwakili oleh Marciano akan benar-benar terjadi. Yakni terjadinya krisis kepercayaan terhadap kedua capres cawapres yang berimplikasi ketidakpercayaan terhadap pilpres. Salah satu faktor ketidakberdayaan capres cawapres adalah bahwa capres cawapres hanyalah pioneer di dalam sebuah permainan politik yang melibatkan banyak pihak. Antara parpol yang berkoalisi dengan para elitnya, sponsor parpol, dan kekuatan-kekuatan intervensi asing. Ditambah dalam kondisi kran keterbukaan politik yang begitu luas saat ini maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa permainan politik nasional bebas dari intervensi asing melalui para agennya di berbagai lembaga negara dan pemerintah. Apalagi fakta ketergantungan ekonomi yang besar lewat hutang luar negeri yang terus membumbung tinggi tidak bisa dibantah telah menjadi bukti. Dimana hutang itu senantiasa dihiasi oleh beragam prasyarat-prasyarat jika akan direschedulling apalagi dimoratoriumkan. Terlalu pagi berharap munculnya pemimpin yang memiliki keberanian politik untuk mengatakan STOP Intervensi Asing melalui hutang dan eksploitasi kekayaan sumber daya alam. Yang paling mungkin dilakukan oleh pemimpin mendatang hanyalah renegosiasi atas kontrak kerjasama investasi asing. - See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/06/09/30840/kampanye-hitam-pilpres-wujud-ketidakberdayaan-politik/#sthash.WWoaFNDr.dpuf

Pada akhirnya kampanye hitam atas sosok capres cawapres bukan saja sebagaimana yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi menunjukkan tidak pedenya capres cawapres melainkan bentuk ketidakberdayaan politik capres cawapres yang akan maju ke pilpres mendatang. Bukan tidak mungkin jika kampanye hitam ini berjalan secara sistematis maka kekhawatiran BIN yang diwakili oleh Marciano akan benar-benar terjadi. Yakni terjadinya krisis kepercayaan terhadap kedua capres cawapres yang berimplikasi ketidakpercayaan terhadap pilpres.

Salah satu faktor ketidakberdayaan capres cawapres adalah bahwa capres cawapres hanyalah pioneer di dalam sebuah permainan politik yang melibatkan banyak pihak. Antara parpol yang berkoalisi dengan para elitnya, sponsor parpol, dan kekuatan-kekuatan intervensi asing. Ditambah dalam kondisi kran keterbukaan politik yang begitu luas saat ini maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa permainan politik nasional bebas dari intervensi asing melalui para agennya di berbagai lembaga negara dan pemerintah. Apalagi fakta ketergantungan ekonomi yang besar lewat hutang luar negeri yang terus membumbung tinggi tidak bisa dibantah telah menjadi bukti.

Dimana hutang itu senantiasa dihiasi oleh beragam prasyarat-prasyarat jika akan direschedulling apalagi dimoratoriumkan. Terlalu pagi berharap munculnya pemimpin yang memiliki keberanian politik untuk mengatakan STOP Intervensi Asing melalui hutang dan eksploitasi kekayaan sumber daya alam. Yang paling mungkin dilakukan oleh pemimpin mendatang hanyalah renegosiasi atas kontrak kerjasama investasi asing. [twitter/aktual/adivammar/voa-islam.com]

Sebut 'Bajingan', Wimar Witoe​lar Harus Minta Maaf Pada PP Muhammadiyah

JAKARTA (voa-islam.com) - Seperti dilansir situs Muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa secara organisatoris, Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berusia lebih dari satu abad ini secara konsisten bersikap netral terhadap persolaan hiruk pikuk perhelatan akbar bangsa tercinta.

Terlebih dalam hal dukung mendukung. Dalam hal ini Muhammadiyah meminta pihak-pihak baik secara individu maupun partai politik serta tim sukses calon presiden dapat kiranya menghormati ketetapan Muhammadiyah, secara khusus terkait semakin memanasnya dinamika politik ditanah ibu pertiwi jelang pilpres 9 Juli mendatang.

Terkait maraknya materi banner yang bernada provokasi yang telah dilakukan pada facebook Wimar Witoe​lar, dimana lambang persyarikatan Muhammadiyah ditampilkan dengan mencantumkan keterangan "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" (upload 15/6/2014). Atau status fasis ini dapat diartikan 'Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat' yang di share pada Facebook Wimar Witoelar seorang tokoh simpatisan Jokowi.

Muhammadiyah menutut Wimar Witoelar meminta maaf soal status di facebooknya, status fasis ini dapat diartikan 'Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat' yang di share pada Facebook Wimar Witoelar.

Menurut Iwan Setiawan, tindakan Wimar Witular selaku publik figur kiranya sangat disayangkan sekali. Tindakan Wimar, selain jelas menyakiti hati warga persyarikatan, juga akan dapat menjadikan bumerang bagi capres yang didukung wimar. Karena dalam posisi pribadi/individu warga Muhammadiyah, tentunya ada yang mendukung masing-masing capres dimaksud.



Secara pribadi saya berhadap Wimar secara gentle dan kesatria berkenan untuk menghapus banner dimaksud, dan secara pribadi mau menyatakan permintaan maaf kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Terlebih Wimar sebagai seorang jurnalis harusnya sangat faham akan etika dan kode etik dalam menyampaikan pendapat melalui media sosial, kecuali memang wimar memiliki agenda pribadi yang tidak baik untuk mengadu domba warga muhammadiyah.

Terhadap ribuan usulan dan tuntutan warga Muhammadiyah, khususnya yang tergabung dalam sosial media, agar melaporkan Wimar Witoe​lar karena melanggar UU ITE, Iwan Setiawan menyampaikan, bahwa hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan PP Muhammadiyah, sebagai institusi tertinggi persyarikatan.

Selain berharap agar Wimar segera menghapus banner tersebut dan meminta maaf secara publik melalui media sosial, iwan juga menghimbau agar warga muhammadiyah tetap berfikir cerdas dan tidak mudah untuk terprovokasi terhadap kasus ini, dengan senantiasa mengedepankan semangat sillaturahmi dan tabayyun, agar kita dijauhkan dari dusta dan fitnah. Terlebih situasi saat ini sangat sensitif terhadap segala hal. [adivammar/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/06/19/31060/sebut-bajingan-wimar-witoe8203lar-harus-minta-maaf-pada-pp-muhammadiyah/#sthash.5yLJgwcb.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43


MUI

Must Read!
X

Selasa, 31/01/2023 13:00

Adab Saat Menguap