Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.063 views

Nasib Kaum Gembel dan Penghapusan Kreta Ekonomi

Jakarta (voa-islam.com) Nasib kaum gembel akan semakin terpuruk oleh kebijakan SBY. Kaum gembel akan terus digerus oleh berbagai  kebijakan kapitalistik oleh rezim SBY. Tanpa belas kasihan sedikitpun. Rezim SBY akan dengan bangga dan menikmati kemelaratan kaum gembel yang terus bertambah seperti deret ukur.

Bayangkan. Menteri ESDM Jero Wacik, sudah menegaskan TDL (Tarif Dasar Listrik) akan naik empat kali dalam setahun. Sementara listrik terus "byar pet" (hidup mati). Menko Ekuin Hatta, sudah pula menegaskan subsidi BBM akan dihapus, karena akibat subsidi BBM itu, terlalu membebani anggaran (APBN).

Sudah dapat diprediksi dampak negatif yang akan langsung diterima oleh kaum gembel. Bagi orang kaya diperkotaan, tak ada masalah kenaikan TDL maupun BBM.

Tetapi, bagi kaum gembel, nasib mereka semakin suram, dan mereka menjadi lebih buruk lagi nasibnya. Rezim SBY tak peduli dengan nasib kaum gembel.

Nasib kaum gembel akan lebih menderita lagi ditambah dengan kebijakan penghapusan kereta ekonomi.

Mereka tidak lagi dapat bepergian dengan keputusan PT KAI yang akan menghapus kreta ekonomi Bogor-Jakarta, mulai bulan Juni, nanti. Kaum gembel tidak lagi memiliki sarana mobilitas transportasi yang murah dan dapat mereka jangkau.

Berapa banyak kaum gembel akan kehilangan  kesempatan mencari kehidupan di Jakarta? Akibat penghapusan kreta ekonomi Bogor-Jakarta?

Dengan dihapuskan kreta ekonomi Bogor-Jakarta, tak ada lagi para pengamen, pengemis, pedagang, dan para pencari kerja lainnya.

Mereka tidak mungkin lagi, mengamen, mengemis, melakukan dagang, dan semuanya itu menjadi sumber kehidupan mereka sehari-hari. Mereka benar-benar dimatikan kehidupan mereka. Dengan diganti monorel, maka kaum gembel seperti dimusnahkan.

Sebelumnya, para pedagang, pengamen, dan para pekerja kasar lainnya, sudah digusur, mulai dari Bogor sampai Jakarta (Manggarai). Stasiun kreta bersih. Tak ada satupun pedagang yang berjualan di stasiun.

Berapa banyak mereka kehilangan pendapatan dari hasil kerja di setiap stasiun? Kaum gembel sekarang tak dapat lagi mengais rezeki di stasiun.

Paradoknya, sekarang setiap stasiun dari Bogor sampai Kota sudah berdiri toko Alfamart.

Para pedagang yang gembel digusur. Seakan mereka tidak diberi hak hidup mencari sesuap makan, atau mengais rezeki di stasiun-stasiun, dan yang diizinkan hidup dan mendapatkan keuntungan para pemilik modal, dan orang-orang kaya.

Setiap stasiun berdiri Alfamart yang dimiliki para pengusaha Cina, dan berjualan dengn "single price", dan tentu dengan keuntungan yang berlipat. Dibagian lain, para pedagang kecil dan kaum gembel habis.

Benar-benar rezim SBY tak memiliki belas kasihan kepada rakyat jelata alias kaum gembel. Mereka dibiarkan dengan nasibnya sendiri. Tak peduli. Apakah mereka esok masih hidup atau mati. Itu tidak lagi menjadi perhatian pemerintah.

Pemerintah SBY hanya berpikir, tentu yang paling diutamakan para pemilik modal. Terutama  kalangan pengusaha Cina, yang sekarang ini sudah mengangkangi ekonomi Indonesia. 

Mereka bisa bertambah kaya. Mereka memiliki kekayaan yang berlipat-lipat. Sementara, kaum gembel semakin gembel, tak penting lagi.

Harga-harga kebutuhan pokok  terus membubung tinggi, akibat kenaikan komponen yang paling dasar bagi kebutuhn rakyat, seperti TDL dan BBM, dan akan berdampak sangat buruk.

Sementara para pemimpin partai politik dengan enaknya menggerogoti uang negara berupa APBN. Mereka tak peduli. Itu tercermin dengan banyaknya tokoh-tokoh utama yang menjadi tersangka kasus korupsi. Partai hanya menjadi tempat "bunker" para koruptor.

Para penjahat alias koruptor bisa nyenyak di "bunker" partai politik sekarang. Bahkan, pedihnya lagi, MK (Mahkamah Konstitusi) membolehkan para penjahat (koruptor) mencalonkan diri lagi dalam pemilu legislatif nanti.

Mulai dari kasus besar seperti BLBI yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 650 triliun, sampai Bank Century, nilai Rp 6,7 triliun, karena tersentuh oleh hukum. Dibiarkan. Karena kasus besar itu sudah menyentuh kekuasaan. Banyak para pejabat negara yang ikut terlibat.

Bahkan, pemerintah akibat BLBI, sekarang APBN, harus masih dibebani dengan bungi BLBI, sebesar Rp 60 triliun setiap tahunnya, selama tiga puluh tahun mendatang.

Jadi, rakyat dibikin lebih gembel lagi, menjelang pemilu mendatang, dan dengan kemelaratan yang  masive (luas), rakyat akan dengan mudah digiring dengan uang yang sedikit.

Rakyat dengan mudah akan diumpani uang hasil korupsi, dan merampok ABPN oleh para partai politik. Mungkin berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai), yang sekarang sedang digarap, dan sebentar akan dikucurkan, menjelang pemilu.

Begitulah nasib kaum gembel, dari waktu  ke waktu terus digerus dan dihancurkan, tak ada lagi mereka yang membelanya. Dibiakran mati perlahan-lahan dengan berbagi kebijakan kepilistik.

Apalagi sekarang Menteri BUMN dipegang Dahlan Iskan, semakin jauh dari keberpihakan kepada kepentingan rakyat banyak. Termasuk penghapusan kreta ekonomi Bogor-Jakarta.

Dahlan Iskan, tak lain, tokoh "Freemason", dan menjadi bagian kepentingan kapitalis global, yang dibelakangnya kepentingan kaum Yahudi.

Kemudian, Dahlan membiarkan orang-orang miskin dan gembel tergusur dari kehidupan, dan memberi peluang luas kepada para pemillik modal menjarah dan mengangkangi Republik ini. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15


MUI

Must Read!
X